Punya Rekam Jejak Buruk, LSM Mitra Rakyat Bersatu Desak Pemenang Proyek RSUD Kota Bogor Dikaji Ulang

Kota Bogor – Rendahnya nilai proyek pembangunan gedung perawatan baru RSUD Kota Bogor yang dimenangkan PT Trikencana Sakti Utama sebesar Rp 89.706.107.164,14, lebih rendah dari pagu anggaran Rp101 Miliar, terus menjadi sorotan.

Kali ini datang dari Jamal Nasir Ketua LSM Mitra Rakyat Bersatu, menurutnya rekam jejak PT. Trikencana Sakti Utama yang sudah melaksanakan pembangunan di beberapa rumah sakit, seperti RSUD Bekasi pada 2018 lalu, harus menjadi perhatian utama.

“Rekam jejak perusahaan pemenang tender proyek pembangunan RSUD harus diperiksa secara menyeluruh, apakah betul betul perusahaan itu sebagai pelaksana pembangunannya atau hanya sekedar nama saja” Ujar Jamal Nasir kepada engingengnews.com, Minggu (09/06).

Menurut Jamal, soal nilai proyek yang sangat rendah dari pagu anggaran, harus juga menjadi perhatian semua pihak, karena akan berpengaruh kepada kualitas dan waktu pekerjaan. Bahkan LSM yang konsen terhadap dunia pendidikan dan kesehatan ini mendesak agar diperiksa secara menyeluruh perusahaan tersebut.

“Jangan sampai lelang yang sudah dilakukan ada unsur persekongkolan oknum sehingga nantinya berpengaruh kepada kualitas hasil pekerjaan dan lainnya,” kata Jamal.

Bukan hanya soal proses lelang, Jamal juga masih mempertanyakan pihak Pemkot Bogor yang tidak melihat pengalaman yang sudah berlalu saat gagal lelang untuk pembangunan RSUD. Rekam jejak perusahaan itu sangat penting, jangan sampai pembangunan mangkrak ditengah jalan ataupun tidak berkualitas. Semua pihak harus mengawasi ketat pekerjaan itu.

Menurut Jamal, perusahaan pemenang tender RSUD Kota Bogor diduga tidak bekerja profesional saat mengerjakan RSUD Bekasi tahun 2018 lalu, seharusnya Pemkot Bogor memiliki rekomendasi atau kajian terhadap kredibilitasi dan profesionnya kinerja perusahaan tersebut.

“Banyak berita berita di media bahwa PT Trikencana Sakti Utama itu tidak profesional, seharusnya Pemkot Bogor jeli terhadap itu, jangan sampai imbasnya kepada pembangunan RSUD nanti. Kami minta diawasi ketat dari mulai saat ini soal pembangunannya,” tegasnya.

Hal senada ditegaskan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono, bahwa dirinya kurang menerima dengan hasil keputusan lelang pembangunan RSUD yang dimenangkan PT Trikencana Sakti Utama yang memiliki nilai sangat rendah dari pagu anggaran.

“Sebenarnya saya agak kurang sreg dengan penurunan pemenang tender dengan angka dibawah 90 Miliar, karena angggaran yang dialokasikan adalah 103 Miliar. Kenapa kurang sreg, saya khawatir nanti kualitas bangunannya berkurang atau tidak memenuhi syarat, dengan anggaran yang cukup kita bisa membangun rumah sakit yang bagus buat rakyat,” tegas Heri Cahyono

Wakil Ketua DPRD dari Partai Golkar yang juga kembali terpilih pada Pileg 2019 ini juga meminta agar dilakukan pengawasan ketat karena perusahaan itu sudah memenangkan tender dan akan segera melaksanakan pembangunan.

“Harus diawasi ketat dan semua pekerjaannya terus di evaluasi. Waktu pekerjaannya sangat mepet dengan nilai juga sangat rendah,” pungkasnya. (admin)