Mengukur Kwalitas Belajar, 34 Siswa PKBM – BTM ikuti Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)


Kota Bogor – Sedikitnya 34 siswa  PKBM Bintang Tunas Mulia (BTM) Tanah Sareal Kota Bogor,  ikuti Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) di SMPN 5 Kota Bogor bersama PKBM lain. AKM baru pertama kali dilakukan setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meniadakan ujian nasional.

“AKM akan terjadi sedikit kendala bagi siswa PKBM akibat pandemi Covid 19. Salah satunya kebijakan PSBB, PPKM hingga pembatasan yang ketat seperti ganjil genap,” kata Kepala PKBM Bintang Tunas Mulia (BTM) Rusmana pada wartawan, Rabu (22/9).

Rusmana menjelaskan, pada tahun 2021 Kemendikbut memberlakukan Asesmen Kompetensi Minimum dan Asesmen Nasional. Teknis pelaksanaan AKM dan Asesmen Nasional dilakukan secara terstruktur dan sistematis langsung oleh tim dapodik pusat dan Pusmenjar Kemendikbud RI.

Rusmana menuturkan, peserta belajar pendidikan kesetaraan peserta AKM dan Asesmen Nasional, menggunakan teknik random sampling (Sampel secara acak) pada setiap tingkatan pendidikan.

Asesmen kali ini dilakukan ditengah pandemi Covid 19. Artinya dalam kondisi tidak normal. Rusmana khawatir akan ada batu sandungan mengingat para siswa yang mengikuti proses belajar terganggu termasuk siswa lain di sekolah reguler.

Karena ini bagian dari kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, siap tidak siap harus diterima. Rusmana menyebut asesmen kali merupakan bentuk upaya pemerintah secara tidak lansung ingin mengukur kualitas PKBM yang ada. Bukan tidak mungkin akan menjadi penilaian kedepan.

“Kita tidak khawatir karena para pendidik di PKBM- BTM sudah terbiasa melakukan itu dan keseharian mereka memiliki niat dan tekad untuk mengabdi pada dunia pendidikan,” tegas Rusmana.

Seperti diberitakan sebelumnya pelaksanaan ujian program Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) bagi siswa yang tergabung dalam proses belajar mengajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menjadi kendala.

“ANBK merupakan program baru bagi PKBM. Ditengah pandemi Covid-19 program tersebut kurang tepat dilaksanakan. Mengingat keterbatasan belajar mengajar dan peralatan yang dimiliki PKBM,” kata Rusmana.

Rusmana menambahkan, selama pandemi Covid-19 proses belajar mengajar dilakukan daring dirumah. Sementara para siswa masih banyak terkendala seperti tidak punya Hand Phone (HP) Androit, atau sinyal kurang baik untuk mengikuti belajar di rumah lewat daring.

“Ujian program ANBK bagi siswa PKBM tergolong baru dan siswa PKBM telah terdata dengan baik, maka mau tak mau ANBK harus diikuti, meski berat,” ungkapnya. (boy)

__Posted on
September 23, 2021