Mendagri Beri Bantuan Masker Untuk Kota Dan Kabupaten Bogor


Bogor – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D., dinilai mampu memberikan contoh nyata dalam mengkampanyekan dan memutus rantai Covid-19. Selain aktif dalam menyalurkan bantuan ke Rumah Sakit dan tenaga medis, dalam kunjungan mantan Kapolri ini kerap membagikan cinderamata yang dapat digunakan untuk melawan penyebaran Covid-19.

Dalam kunjungannya di Kabupaten Bogor, Mendagri berdiskusi langsung dengan Bupati Bogor dan Walikota Bogor terkait penanganan Covid-19. Tak lupa Mendagri membagikan cinderamata dengan Kepala Daerah dan Forkopimda yang hadir di Gedung Tegar Beriman Pemda Kabupaten Bogor.

Selain para peserta yang terdiri atas Bupati Bogor Ade Yasin dan Walikota Bogor Bima Arya beserta masing-masing jajaran, peserta yang terdiri atas unsur Forkopimda itu juga mendapatkan e-book dan cinderamata untuk bersama melawan penyebaran dan penularan Covid-19.

“Nah, kemudian diterbitkan buku ini dan kita terjemahkan, ada 2 buku sebetulnya, itu dari Tim Wuhan dan Tim Beijing, mereka dapat virus itu duluan yakni Desember akhir 2019. Jadi dari 2 buku ini, kita bisa memahami apa kelebihan dan kelemahan, serta karakteristik virus, itu penting sekali, kita bisa membuat strategi,” jelas Mendagri, Selasa (18/05/2020).

Di samping itu, Mendagri juga menyalurkan bantuan untuk Kabupaten Bogor berupa 2.500 pcs masker, 2.400 botol hand sanitizer, 400 pcs hazmat, dan 360 pcs face shield. Sementara untuk Kota Bogor, Mendagri turut menyalurkan bantuan berupa 2.500 pcs masker, 1.200 botol hand sanitizer, 200 pcs hazmat, 180 pcs face shield.

“Mengetahui musuh ini sangat penting sekali, musuh kita ini adalah musuh makhluk halus, Covid-19, spesifik, kita harus mengenali dia. Kita harus tahu sebanyak-banyaknya tentang musuh kita. Untuk itu, diperlukan kerja orkestra untuk bersama melakukan perlawanan terhadap musuh kita bersama ini,” tegas Mendagri.

“Tujuan saya ke sini sekali lagi adalah saya anggap Bogor menjadi sangat penting dan juga kedekatannya dengan Jakarta menjadi penting juga, dan saya sekali lagi ingin memotivasi juga supaya muncul kreativitas dari rekan-rekan semua, sekaligus bergotong royong satu sama lain. Ini persoalan yang tidak bisa diselesikan oleh Pak Walikota atau Ibu Bupati sendiri, harus dengan solidaritas, kebersamaan semua. Masalah ini masalah kita bersama, harus kita selesaikan bersama-sama juga,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri turut didampingi oleh Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik, Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Bahtiar, Plt. Dirjen Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA, Plt. Dirjen Bina Keuangan Daerah Moch Ardian, Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga, dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Marisi Parulian.

Selaku tuan rumah, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku bersyukur dapat bertemu langsung dengan Mendagri. Ade Yasin mengungkapkan dalam kesempatan ini pihaknya dapat berdiskusi langsung dengan Menteri yang bertugas untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan di daerah itu.

“Alhamdulillah, Saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan Pak Mendagri di tempat saya di Kabupaten Bogor. Ini baru pertama kali bisa komunikasi langsung, terimakasih Pak Tito atas kehadirannya,” Ungkap Ade Yasin.

Ditempat yang sama, Walikota Bogor Bima Arya menyebutkan, bahwa pelaksanaan PSBB di Kota Bogor mampu menekan angka persebaran dan penularan Covid-19. “Angka Penyebaran Covid-19 terus kita tekan dengan penerapan PSBB. Kita akan terus bersiaga melakukan penekanan dan pencegahan penularan Covid-19 di Kota Bogor agar tidak meluas, namun dapat dikendalikan,” Pungkas Bima. (boy)

__Posted on
May 19, 2020