Hoax,  Bikin Hitam Jadi Putih, Putih Jadi Hitam..

Kota Bogor – Pemerintah harus mengambil langkah strategis, guna menjaga tegaknya negara Indonesia dari upaya-upaya pelaku penyebaran kabar bohong yang bertujuan menciptakan instabilitas keamanan negara, hal ini dikatakan oleh Abdul Fatah, saat acara Ngobrassts, Rabu (24/10).

“Kasus ujaran kebencian dan hoax, perlu langkah strategis, jika tidak, maka hoax akan meluluhlantahkan perabadaban manusia,” kata Abdul Fatah.

Selain Abdul Fatah sebagai Pengamat Sosial, hadir dalam acara Ngobrassts (ngobrol bareng STS), Kapolsek Bogor Tengah Kompol Syaefudin Gayo dan juga Kabid Tekhnologi Informatika Kominfo Kota Bogor Hendra Nugroho.

Kompol Gayo yang mewakili Kapolresta Bogor Kota, mengatakan, ujaran kebencian telah menimbulkan gangguan Kamtibmas. Kejadian ini tidak diperhitungkan 10 tahun sebelumnya.

“Medsos saat ini membawa kita ke sesuatu yang putih bisa jadi hitam. Dan Polisi termehek-mehek ikuti perkembangan medsos,” ungkap Kompol Syaefudin Gayo, Rabu (24/10).

Menurut Gayo beruntung saat ini Menkoinfo meminta semua pemegang HP harus registrasi. Ini membantu karena bisa pantau keberadaan pemegang HP yang menyebar hoax.

Kapolsek memberi contoh dampak negatif medsos salah satunya adalah kejahatan seksual. Berawal kenal di Fb. Lalu janjian ketemu dan selanjutnya kejadian terjadi.

“Kota Bogor beberapa waktu lalu dapat gelar kota ramah anak, namun seminggu lalu, ada dua siswi yang jual diri lewat medsos dan ditangkap Walikota disalah satu apartemen,” papar Kompol Gayo.

Ditambahkannya, saat ini ada empat
kategori pengguna sosmed. Pertama, ada yang baca tapi tidak komen. Kedua, sosmed pengembira (begitu dapat posting, langsung jempol walau belum dibaca isinya). Ketiga, langsung di share. Kelompok ini dikategorikan sebagai reporter. Mereka tidak di gaji dan tidak pikir panjang. Lalu yang terakhir yakni kelompok bipolar. Kelompok ini marah tentang berita hoax tapi masif juga menyebarkan hoax.

“Polisi tidak bangga penjarakan orang. Tapi atas nama hukum ya harus dijalankan,”tegasnya.

Sementara pengamat sosial Abdul Fatah kembali menambahkan sekelompok masyarakat Indonesia senang dengan berita hoax.

“Kenapa sekarang hoax merajalela. Karena masyarakat menyukai kebohongan. Kenapa masyarakat menyukai kebohongan, karena demi suatu kepentingan yang sama. Kalau kepentingannya sama, dan saat momentum yang sama dengan kepentingan yang sama, bohong pun dikonsumsi,” ujar Abdul disambut aplous peserta.

Bagi Abdul fatah yang biasa dipanggil bapak kumis beracun ini menegaskan bahwa dalam politik ada dua sisi. Dibelakang ekonomi di depan politik.

“Kebohongan itu tidak bisa dipungkiri. Ini perkembangan jaman. Bagi sekelompok orang, walau dihidangkan kebenaran tapi sudah ada bibit dan virus kebencian yang di doktrin oleh pihak yang satu sekutu, maka kebohonganpun dianggap benar dan benar dianggap salah,” tegas Abdul Fatah.

Sementara Hendra Nugroho dari Dinas Kominfo Kota Bogor mengatakan, hasil riset, orang paling lama hidup tanpa ponsel hanya 7 menit.

“Manusia jaman sekarang, akses ponsel 8 jam sehari,” ujar Hendra.
Ia menegaskan di Indonesia saat ini ada 800 ribu situs. Dari jumlah ini, sudah  773 ribu situs di blokir.

“Tujuan diblokir, agar keamanan dan kesopanan terjaga. Kominfo Kota Bogor sekarang sudah melakukan edukasi. Ini supaya menghindari implikasi negatif. Kami dari Kominfo mengajak kita semua, agar menjadi pengguna internet yang sehat,”kata Hendra.

Praktisi Hukum Ujang Sujai menegaskan, ujaran kebencian dan hoax adalah kejahatan dan kuncinya adalah penegakan hukum. “Pelaku ujaran kebencian dan penyebar hoax harus dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku dinegara ini, ” tegas Ujang Sujai.

Sementara host acara Ngobrassts Sugeng Teguh Santoso mengatakan bahwa kegiatan Ngobrassts yang digelar di kafe buli-buli di Jalan Sanga Buana 18, Bogor Tengah, Kota Bogor ini digelar setiap hari Rabu pukul 15.30 dan akan selalu menghadirkan narasumber dan tema yang sedang trend.

“Ngobrassts kami lakukan setiap minggu, agar masyarakat sadar akan dampak hukum, sosial budaya dan politik dari kabar hoax yang disebar tanpa lakukan cros chek,” ungkap Sugeng, rabu (24/10).