GOVIN SHAFA SANTOSA TAWARKAN WISATA KULINER ALA KAPAL PESIAR

Sukabumi – Halal bil halal rekan partner kerja CV. GOVIN SHAFA SANTOSA berlangsung penuh keakraban yang di selenggarakan di restoran The Waves tepatnya berada di jalan Selabintana Kabupaten Sukabumi. Sabtu, 13/07/2019

Tri Handayanto, General Manager CV. GOVIN SANTOSA. Menyampaikan bahwa acara ini di adakan untuk lebih saling mengenal dan bersilaturahmi antara Management dan suplier yang telah bekerjasama dengan perusahaan.

“Ya, kami ingin lebih akrab dan bersilaturahmi. Juga kami ingin menyampaikan konsep bisnis perusahaan kami ini. ” Terang Tri han (Panggilan akrabnya) kepada reporter engingengnews.com.

” Ada Tiga baling bisnis di perusahaan kami ini. Yang pertama adalah Sakurate, sebuah tempat kuliner dengan konsep kapal pesiar, dan nuansa kulinernya di jamin berbeda yaitu seperti menikmati makanan di suasana kapal pesan. Yang kedua adalah The Waves, di sini kita menyajikan menu – menu yang bercitarasa sensasional western, Italian dan Asian. Yang ketiga adalah Octopus, ini adalah cafe tempat kongkow eklusive dengan baristra – baristra handal yang profesional.” Jelasnya.

Masih kata Tri han, Ini bisa di jadikan destinasi wisata baru di Sukabumi. Dan kami berharap bisa di manfaatkan serta di nikmati oleh warga Sukabumi pada khususnya dan seluruh masyarakat pada umumnya.

Sakurate, The Waves dan Octopus berada di Jalan Selabintana Sukabumi. ( JJ)

Gubernur Jateng Targetkan Lima Juta Umat Budha Datang Ke Borobudur Setiap Tahun

Magelang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menargetkan lima juta umat budha dari seluruh dunia datang ke Borobudur tiap tahun.

Target itu disampaikan Ganjar di hadapan ratusan Biksu dan ribuan umat Budha saat menghadiri peringatan Asalha Maha Puja 2563/2019 di Pelataran Candi Borobudur Magelang, Minggu (14/7).

“Beberapa waktu lalu saya dipanggil bapak Presiden, dan meminta saya agar Jateng bisa berkontribusi lebih banyak pada pertumbuhan ekonomi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah sektor pariwisata,” kata Ganjar.

Untuk meningkatkan pariwisata, Ganjar menaruh harapan besar pada sokongan kawasan Borobudur. Sebagai candi Budha terbesar di dunia, Borobudur dapat disulap sebagai tempat yang paling ingin dikunjungi umat Budha.

“Dengan lima juta umat Budha yang datang tiap tahun, ditambah wisatawan lokal dan mancanegara, maka pariwisata di kawasan Borobudur akan berkembang pesat,” tegasnya.

Ganjar menegaskan akan memberikan ruang, waktu dan tempat khusus bagi umat Budha yang datang ke Borobudur. Para pemeluk agama Budha dipastikan dapat berkumpul, beribadah ataupun melakukan wisata religi di Borobudur dengan nyaman.

“Berbagai kegiatan keagamaan di Borobudur juga akan kami dukung penuh.Maka pada hari ini, saya meminta bapak ibu pemeluk agama Budha yang hadir, untuk dapat menjadi duta keagamaan sekaligus duta wisata Jawa Tengah,” tegasnya.

Keinginan Ganjar disambut baik oleh Ketua Sangha Theravada Indonesia, Bhante Subhapanno Mahathera. Dirinya mengatakan, banyaknya kegiatan keagamaan yang digelar di Borobudur, maka akan sangat memungkinkan menyedot wisatawan dari mancanegara.

“Kegiatan semacam ini sangat memungkinkan menyedot wisatawan dari berbagai negara. Mudah-mudahan ke depan dapat dikelola lebih baik lagi, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat seperti yang diinginkan pak Ganjar,” ucapnya disambut tepuk tangan semua hadirin. (admin)

Percepat Pembangunan di Jawa Tengah, Presiden Jokowi Sektor Industri dan Pariwisata

Bogor – Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas mengenai percepatan pembangunan di Provinsi Jawa Tengah. Rapat terbatas yang turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 9 Juli 2019.

Dalam sejumlah kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional juga ditentukan oleh laju pertumbuhan ekonomi di daerah. Maka itu, percepatan pembangunan daerah, salah satunya Jawa Tengah, nantinya akan berkontribusi signifikan pada akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. “Kita tahu bahwa kita memerlukan dorongan pertumbuhan ekonomi dan Jawa Tengah memiliki kesempatan besar,” ujar Presiden saat memberikan pengantar dalam rapat tersebut.

Agar percepatan pembangunan di Jawa Tengah benar-benar berjalan dan berdampak pada perekonomian nasional, pemerintah pusat akan memberikan bantuan dan dukungan penuh bagi pemerintah daerah. “Baik itu di sektor industri dan terutama yang akan kita dorong adalah yang berorientasi ekspor maupun yang kedua di bidang pariwisata. Dua hal ini Jawa Tengah memiliki potensi,” ucapnya.

Kepala Negara memastikan bahwa semua jajarannya yang terkait akan langsung memberikan dukungan dan perhatiannya apabila dibutuhkan oleh daerah. Dengan itu diharapkan perekonomian Jawa Tengah dapat meningkat lebih jauh lagi. “Kita harapkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah lebih baik dan akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional kita,” tandasnya.

Sumber: Biro Pers Istana Kepresidenan

Manado, Jendela Wisata Indonesia

Manado – Blusukan di Jendela Indonesia Manado, Presiden Jokowi Lihat Potensi Besar Pariwisata Sulawesi Utara.

Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Utara, Kamis, 4 Juli 2019, Presiden Joko Widodo mendengar ada banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di provinsi tersebut. Tampaknya, hal tersebut menumbuhkan rasa ingin tahu Presiden akan destinasi wisata yang dimaksud.

Kurang lebih pada pukul 21.00 WITA Kepala Negara memutuskan untuk menyambangi dan melihat langsung salah satu destinasi wisata populer di daerah tersebut, yakni Jendela Indonesia yang berlokasi di Jalan Piere Tendean, Sario Tumpaan, Sario, Kota Manado.

Sesampainya di lokasi, Presiden langsung mengunjungi gerai yang menjual produk kuliner setempat. Kepala Negara juga ingin mengetahui sejumlah fasilitas publik yang ada untuk mengetahui kesiapan pengelola dan masyarakat dalam hal kenyamanan dan kebersihan area wisata. “Sekarang kerja enggak bisa makro. Mikro (detail) harus diikuti sehingga betul-betul tampak mana yang harus di- _backup_ oleh pemerintah pusat, mana yang bisa dikerjakan pemerintah provinsi, mana yang swasta,” kata Presiden mengenai kunjungannya itu.

Jendela Indonesia adalah sebuah tempat wisata di Kota Manado yang dalam 2,5 tahun belakangan sukses berkembang menjadi sebuah pusat aktivitas wisata. Pusat kuliner yang mengedepankan hidangan khas Indonesia serta UKM-UKM lokal yang menjajakan produk yang menjadi pelengkap daya tarik objek wisata di dekat pantai yang oleh warga setempat disebut Boulevard Manado. “Di sini menurut saya ada sebuah peluang besar untuk menarik wisatawan, turis, yang itu akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang baik bagi Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Kepala Negara.

Melalui kunjungannya malam ini, Presiden melihat adanya potensi yang sangat besar bagi objek wisata tersebut untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan. Pemerintah, bersama dengan pemerintah daerah dan swasta, juga akan memberikan dorongan dan dukungan dalam membenahi atau menyempurnakan fasilitas-fasilitas publik di sekitar kawasan itu. (admin)

Mantan Gubernur Jakarta Ahok Jajal Naik MRT, Penumpangpun Heboh Selfie Bareng

Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta ke-17 Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok hari ini untuk pertama kalinya menjajal MRT Jakarta. Kehadirannya kontan membuat heboh para pengguna moda transportasi umum itu.

Seluruh kegiatan tersebut diabadikan anak lelakinya, Nicholas Sean Purnama, lewat Insta Story-nya, Jumat, 5 Juli 2019.

Ini adalah pertama kalinya Ahok melihat proyek nasional yang dikerjakan selama ia menjabat gubernur itu.

Setelah menjajal MRT Jakarta, Ahok kemudian menuju Lapangan Banteng dengan naik Jeep Rubicon yang tidak berwarna putih.

(foto: instagram @basukibtp)

[Winston Zippi Johannes]

Presiden Jokowi Dan Ibu Negara Sambangi Kawasan Wisata Bunaken

Bunaken – Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana dalam rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Utara pagi ini kembali meninjau destinasi wisata yang ada di provinsi tersebut. Keduanya menyambangi Taman Nasional Bunaken yang dikenal memiliki keindahan bawah laut dan kaya akan keanekaragaman hayati. “Kita ingin melihat lapangan di mana ada potensi-potensi yang bagus, yang dipakai untuk pariwisata. Tapi memang ini adalah area konservasi yang juga harus hati-hati,” ujar Presiden di Dermaga Bunaken, Jumat, (05/072019).

Presiden dan rombongan bertolak menuju lokasi dari dermaga yang berada di area hotel tempat menginap dengan menaiki kapal Bunaken Crystal 7. Setelah kurang lebih 45 menit perjalanan, rombongan tiba di Dermaga Bunaken dan berganti kapal khusus yang dilengkapi ruang bawah kapal untuk menuju laut lepas dan menikmati kecantikan ikan-ikan tropis serta terumbu karang yang eksotis di salah satu perairan di tempat dengan biodiversitas tertinggi di dunia.
Terkesima dengan keindahan bawah laut Taman Nasional Bunaken, Presiden Joko Widodo berharap potensi pariwisata yang ada di lokasi itu terus dirawat dan dipelihara dengan baik. Menurutnya, lokasi tersebut dapat menjadi salah satu kekuatan pariwisata terbesar di Sulawesi Utara di masa mendatang. “Saya kira ini potensi yang sangat baik, tapi memang harus dirawat dan dijaga jangan sampai sampah plastik masuk ke sini. Dulu banyak, sekarang tadi saya lihat sudah (bersih) karena rutin dari pemerintah daerah selalu membersihkan sampah-sampah lautnya,” ujarnya.

Sadar akan potensi besar tersebut, pemerintah pusat langsung bergerak untuk menjadikan salah satu kawasan wisata tersebut lebih tertata dan terintegrasi. Ke depannya, destinasi wisata bawah laut tersebut diperkirakan akan jauh lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan, khususnya wisatawan asing, seiring dengan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata Sulawesi Utara oleh pemerintah sehingga memerlukan perencanaan yang matang.

Manado, 5 Juli 2019
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
(BPMI)

Hadirkan Wahana Baru Mandi Salju, HTM Gumati Waterpark Tetap Sama

Bogor – Ada yang baru dan unik di wahana air waterboom Gumati Waterpark saat ini. Sejumlah inovasi tengah digencarkan oleh pihak pengelola Gumati Waterpark guna menambah keseruan dan sensasi lain saat berwisata ke Gumati Waterpark (GWP).

Seperti dikatakan Staff Gumati Waterpark Wahyu Sanjaya atau yang akrab disapa Gusmo, kata dia wahana Mandi Salju sudah hadir dan diuji coba di GWP saat liburan lebaran kemarin. Antusias pengunjung semakin tinggi dengan kehadiran wahana barunya ini.

“Untuk menambah fasilitas dan keseruan berwisata di Gumati Waterpark ini, kami lakukan inovasi baru dengan menghadirkan wahana mandi salju, rencana wahana ini akan hadir saat hari libur atau weekend saja,” ucapnya, Kamis (4/7/2019).

Lebih lanjut Gusmo mengatakan, untuk pengunjung yang akan menikmati keseruan bermain mandi salju tidak usah takut untuk mencobanya, karena bahan liquid yang dihasilkan menjadi gelembung busa bak salju tersebut aman untuk kesehatan, tidak perih dimata dan aman bagi kulit.

“Untuk bahan atau liquid yang kita gunakan dijamin aman, tidak berbau, tidak pedih dimata bahkan untuk kulitpun tidak berbahaya,” lanjutnya.

Gusmo menambahkan, untuk harga masuk tidak berubah dengan adanya wahana baru ini, hari biasa mulai Senin sampai Jumat HTM Rp40.000 dan untuk weekend atau hari libur hanya Rp70.000. (hm)

Dukung Sektor Pariwisata, Pemkab Dan Dandim Sukabumi Buka Jalur Baru Wilayah Utara

Sukabumi – Bertempat di Aula Pendopo Pelabuhanratu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi (Sekda) H.Iyos Somantri Membuka Rapat koordinasi (Rakor) pelaksanaan kegiatan Karya Bhakti TNI tahun 2019, Kamis (27/6/2019).

Rakor dilaksanakan dalam rangka untuk mengecek kesiapan kegiatan karya bhakti TNI dengan program pembukaan jalan atau sarana jalur wisata di sektor Utara Kabupaten Sukabumi.

“Bertolak dari yang disampaikan dan komitmen saya dengan pak Bupati untuk bisa segera mewujudkan atau merealisasikan kegiatan pembukaan jalur wisata di sektor Utara Kabupaten Sukabumi” Ungkap Kepala Distrik Militer Kota Sukabumi/0607 (Dandim 0607) Letkol.Kav. Mujahidin

Menurut Dandim, Pembukaan jalur wisata disektor utara yang meliputi akses jalur wisata Kadudampit – Selabintana akan segera dilaksanakan secara maraton dan seefektif mungkin.

“Seperti apa yang telah kita rencanakan pada pertemuan pertama kemudian dilanjutkan dengan peninjauan dan survei lokasi maka saya dengan pak Bupati berkomitmen bahwa untuk program pembukaan jalan atau sarana jalur wisata di sektor Utara Kabupaten Sukabumi akan kita garap secara maraton dalam waktu yang efektif dan seefisien mungkin” Ungkapnya

Pembangunan Jalur wisata di sektor Utara Kabupaten Sukabumi yang akan dilaksanakan di tahun 2019 ini yaitu membuka akses jalur wisata Kadudampit – Selabintana Sepanjang 4.200 M dengan lebar jalan 16 meter.

Sementara itu, Sekda mengapresiasi Rakor kesiapan program bakti TNI tersebut karena akan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.

” Alhamdulillah, sekarang sudah mendekati Pada pelaksanaan yang tentunya akan membawa manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi” Imbuhnya

Sekda pun menyebutkan bahwa pembukaan jalur wisata diwilayah utara akan membantu pengembangan sektor pariwisata yang merupakan lokomotif pembangunan di kabupaten sukabumi.

” Pak Bupati dan pak Dandim sepakat berkeinginan untuk membuka sebuah zona di utara dengan pengembangan pariwisata, sektor-sektor lain juga akan dikembangkan untuk mendukung konsep pariwisata ini” Pungkasnya (Admin Pemkab Smi)

Pantai Minajaya, Pantai Eksotik Milik Pemkab Sukabumi

Sukabumi – Selain Pantai Palabuanratu dan Ujung Genteng yang sudah menjadi obyek wisata terkenal, masih ada pantai nan indah dan ciamik yang dimiliki Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, salah satunya pantai Minajaya yang terkenal indah menawan.

Lokasi Pantai Minajaya berada di Kecamatan Surade, Kabupeten Sukabumi, Jawa Barat, akses menuju pantai tersebut sangatlah mudah, Jika ditempuh dari pusat Kota Sukabumi, lokasi pantai berjarak kurang lebih 125 KM.

Ada dua Akses pilihan yang bisa ditempuh dari arah Kota Sukabumi, pertama dengan treck Palabuanratu, Bagbagan, Loji, Puncakdarma, Palangpang, Ciracap, Surade, dan kedua lewat pasar Pangleseran, Jampang tengah Kiaradua, Jampang Surade, selain itu ada beberapa akses lainnya.

Dari Kecamatan Surade lokasi pantai Minajaya berjarak kurang lebih 6 Km, kondisi jalan menuju pantai tersebut lumayan bagus sehingga pengunjung bisa memarkir kendaraan tepat di bibir pantai, harga tiketnya pun cukup murah dan aman di kantong karena lokasi wisata tersebut saat ini dikelola langsung oleh pemerintah setempat.

“Alhamdulillah Pak Bupati H.Marwan Hamami Begitu serius mendorong sektor pariwisata, kemarin rombongan pak Bupati tiba di pantai Minajaya, kami semua membahas pengembangan sektor pariwisata itu” jelas Nuryaman, Sekertaris Desa Buniwangi saat ditemui reporter engingengnews.com

Jika sedang Surut, pengunjung bisa berjalan ke tengah laut diantara karang dan rumput laut, kadang tak jarang pengunjung mengambil agar laut karena di lokasi tersebut banyak tumbuh di sela sela karang.

“Kedepan pemerintah desa bersama masyarakat dan pemuda akan melakukan pembenahan di beberapa titik, salah satunya adalah jalan di sekitar pantai sehingga pengunjung bisa nyaman” tambahnya.

Menurut sejarahnya Pantai indah dan mengesankan ini awalnya bernama pantai Kutamara Sejak tahun 1964 berubah menjadi Pantai Minajaya.

Perubahan Nama itu bermula saat masyarakat pantai Kutamara dikejutkan dengan kedatangan sebuah kapal besar menuju ke pesisir Tanggal 12 April 1964, Mereka menyangka bahwa kapal itu kapal perang Malaysia yang sengaja menyerang dari arah selatan. Berita itu langsung tersebar ke seluruh wilayah Surade, Ciracap dan Jampangkulon.

Namun akhirnya diketahui bahwa kapal yang datang tersebut adalah kapal ikan yang kehabisan bahan bakar di tengah laut sehingga terombang-ambing dan terdampar ke pesisir pantai Kutamara. kurang lebih 300 meter dari pesisir pantai. Pada badan kapal tertulis Minajaya 2.

  1. Nama Minajaya ini menjadi populer (Viral pada jamannya) Sehingga tanpa disadari penyebutan nama Minajaya bagi pantai Kutamara menjadi sering terucap dari mulut ke mulut, sejak itulah pantai eksotis di Kecamatan Surade Sukabumi tersebut dikenal dengan sebutan “Pantai Minajaya”. (Kominfo SMI)

Liburan Cerdas Dekat Dengan Alam

Bogor – Dalam upaya menumbuhkan kepekaan motorik anak, puluhan siswa kelas IVA Sekolah Dasar Yayasan Pesantren Al-Ghazali Kota Bogor menggelar aktivitas outbond di Kampung Bambu Cigombong-Bogor,  Senin (24/06).

Menurut Hj. Sity Kuryanti sebagai Wali Kelas, kegiatan aktvitas outbound ini sengaja dilakukan setelah pembagian raport dan mengisi libur sekolah.

“Pastinya kegiatan outbond ini selain mengisi libur sekolah juga merangsang kemampuan anak  dalam memecahkan masalah dan belajar melatih kerjasama antar teman,” ujar Hj. Sity Kuryanti, S. Pdi., Senin (24/06).

Ditemui dilokasi acara, Sity menjelaskan kegiatan outbond yang dilakukan ditaman wisata Kampung Bambu ini digelar dialam terbuka dengan berbagai kegiatan seperti bercocok tanam, menangkap ikan, berlari disawah dan berenang hal  ini bertujuan agar dapat melatih anak untuk mencintai dan dekat dengan alam.

Sementara salah seorang orang tua siswa Iranie Kamarulloh mengatakan bahwa permainan outbound memerlukan ketangkasan dan kesabaran agar anak harus dapat kreatif dan berpikir bagaimana ia dapat menyelesaikan permainan.

“Alhamdulillah dengan kegiatan outbond ini, anak-anak belajar mencintai alam sebagai ciptaan Tuhan dan memelihara lingkungan dengan segala karakteristiknya, ” ungkap Iranie.

Menurut Iranie beberapa manfaat outbound bagi anak, di antaranya adalah akan menumbuhkan kepercayaan diri anak dan dapat meningkatkan kepercayaan diri anak karena aktivitas outbound penuh dengan tantangan. (boy)