PWI Kota Bogor Syukuran HPN di Camp Pengungsian Sukajaya

Bogor – Dua unit ganset sukses didistribusikan jajaran Pengurus PWI Kota Bogor, sebagai kado istimewa Hari Pers Nasional (HPN) 2020 ke titik wilayah terdampak bencana Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Ketua PWI Kota Bogor, Aritha Utama Surbakti mengatakan, jajaran pengurus PWI Kota Bogor sengaja menggelar syukuran HPN 2020 dan HUT PWI ke 74 di camp pengungsian warga terdampak bencana banjir dan longsor Sukajaya.

“Kami sangat merasakan derita warga yang terdampak bencana, selain bertugas secara rutin melakukan peliputan dan update informasi, saat ini kami datang untuk bersama-sama warga merayakan hari ultahnya wartawan,” ujar Arie, Sabtu (22/2/2020).

Dua unit ganset yang menjadi kado untuk membantu warga mendapatkan pasokan aliran listrik, hanya persembahan kecil dari Insan Pers PWI Kota Bogor.

“Kado ini kami berikan sesuai kebutuhan warga berdasarkan hasil observasi tim PWI PEKA yang selalu memonitor kondisi di sini. Semoga bermanfaat, ini hanya bantuan alakadarnya semampu kami untuk warga,” jelas Arie.

Ketua Pelaksana HPN 2020 tingkat Kota Bogor, Rahma menuturkan, rangkaian kegiatan HPN diawali dengan kunjungan ke kediaman sesepuh wartawan, H. Herman Suriawijaya.

“Kali ini kami membawa tumpeng dan nasi liwet untuk merayakan bersama warga yang ada di camp pengungsian. Aksi sosial ini juga sekaligus menutup rangkaian HPN 2020 dan HUT PWI Kota Bogor ke 74,” ujar Rahma.

Kegiatan sederhana itu, kata Rahma, juga sukses terlaksana berkat adanya kerjasama baik PWI Kota Bogor dan sejumlah instansi. Termasuk komunitas IOF yang dengan armadanya membantu membawa pasokan bantuan ganset dan sembako ke titik terpencil. (Boy)

Gandeng Veteran Dan Advokat, PDAM Kota Bogor Salurkan Sembako Untuk Pesantren di Sukajaya

Kota Bogor – Untuk kedua kalinya, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menyalurkan bantuan logistik untuk korban banjir di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.

Minggu pagi (19/1/2020), Tirta Pakuan bersama PPM Kota Bogor, Legium Veteran RI Kota Bogor dan Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Bogor menyalurkan puluhan paket sembako kepada pengurus Pondok Pesantren Nurul Hikmah di Kp Congcorang Lebak Desa Harkat Jaya Kec Sukajaya.

Bantuan diserahkan Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Deni Surya Senjaya yang memimpin rombongan kepada pengasuh Ponpes Nurul Hikmah Muhamad Kosasih.

Deni menyampaikan keprihatinannya atas musibah banjir yang merusak bangunan ponpes pada awal bulan ini. Dia berharap pengurus dan para santri segera bangkit membangun kembali infrastruktur yang rusak sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlanjut.

Muhamad Kosasih mengucapkan terima kasih atas kepedulian Tirta Pakuan dan lainnya. Pengurus dan santri akan kembali move on dan mengambil hikmah setelah kejadian tak terduga ini. (*)

Jaga Keseimbangan Alam, PDAM Tirta Pakuan Tanam Pohon Di Sumber Air Kota Batu

Bogor – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor bersama PT. Tokyu Land Indonesia dan komunitas Gerakan Tanam Pohon (GTP) melaksanakan kegiatan menanam pohon di lokasi PDAM sumber Kota Batu, Kota Batu Ciapus Kabupaten Bogor, Jumat (17/01/2020).
.
Turut hadir dalam giat ini Direktur Utama Deni Surya Senjaya, Manajer Produksi Adi Gunadi, Manajer Pelayanan Pelanggan Soni Hendarwan, Asisten Manajer Humas R Poppi Rustanti, Asisten Manajer Sumber Nuryadin, Asisten Manajer Pengawasan Lapangan Tedy Jamaludin, para anggota komunitas Gerakan Tanam Pohon, PPM Kota Bogor, Bikers FKPPI, serta Pimpinan dan karyawan karyawati PT. Tokyu Land.
.
Deni Surya Senjaya sangat mengapresiasi kegiatan tanam pohon yang mengambil tema “Bersinergi Dalam Menjaga Alam Kita”, terlebih lagi dilaksanakan di sumber Kota Batu.
.
“Alhamdulillah, Perumda Tirta Pakuan mendapat bantuan sebanyak 75 pohon dari GTP yang bekerja sama dengan PT. Tokyu Land. Saya pun senang karena Sumber mata air Kota Batu yang dijadikan lokasi kegiatan hari ini. Karena kita berencana menata kembali tempat ini agar menjadi lebih asri”. Ujar Deni
.
Ketua GTP Kota Bogor, Irawati berharap kegiatan Gerakan Tanam Pohon ini bisa bermanfaat dan semakin banyak perusahaan yang turut berkontribusi.
.
“Semoga Gerakan Tanam Pohon dapat memberi manfaat, bukan hanya disini saja, tapi juga menghijaukan Kota Bogor secara kontinu, dan kami berharap semakin banyak perusahaan-perusahaan yang mendukung aksi kami.” Tutupnya. (Humas Perumda Tirta Pakuan)

Perumda Tirta Pakuan Salurkan Bantuan di Tiga Lokasi Bencana Sukajaya

Kunjungi Korban di Sukajaya, Perumda Tirta Pakuan dan JM Serahkan Bantuan

BOGOR – Tiga lokasi pengungsian korban longsor dan banjir di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, menjadi titik kunjungan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor dipimpin Dirum Rino Indira Gustiawan beserta beberapa karyawan, dan Wakil Ketua 1 DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin (JM) bersama perwakilan pemuda pemudi Griya Katulampa, warga RW 12 Kelurahan Sindangrasa dan Sindangsari, tim Sadulur JM serta HMI Cabang Kota Bogor.

Sebelum berangkat menuju lokasi, dilakukan serah terima paket bantuan dari seluruh karyawan Perumda Tirta Pakuan secara simbolis oleh Dirut Deni Surya Senjaya kepada Dirum Rino Indira disaksikan Jenal Mutaqin, Sabtu (11/1/2020), di halaman kantor Perumda Tirta Pakuan, Jalan Siliwangi.

Rombongan yang membawa sejumlah bantuan menemui warga di titik pertama lokasi pengungsian di Kampung Pasir Kupa RT 02, RW 03, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya. Di lokasi itu, satu truk tangki berisi air bersih dari Perumda Tirta Pakuan berkapasitas 4000 liter diberikan kepada warga. Bantuan lainnya berupa makanan, pakaian dalam, kebutuhan balita, susu, obat obatan, makanan ringan dan lain lainnya diserahkan oleh Jenal Mutaqin dari DPRD Kota Bogor dan Dirum Rino Indira.

Dirum Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira mengatakan, berbagai bantuan yang diberikan merupakan sumbangan dari para karyawan dan perusahaan. Dalam penyalurannya agar tepat sasaran langsung diterima oleh warga, dilakukan dulu penyisiran dan pendataan oleh HMI Cabang Kota Bogor yang sudah beberapa hari berada di lokasi Kecamatan Sukajaya.

“Teman teman dari mahasiswa HMI Cabang Kota Bogor sebelumnya melakukan survei dan melihat kondisi warga untuk menerima bantuan air bersih, termasuk bantuan bantuan lainnya yang merupakan bantuan dari karyawan. Mudah mudahan bantuan yang diserahkan bermanfaat bagi warga korban banjir dan longsor,” katanya.

Sementara, Wakil Ketua 1 DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin didampingi Anggota DPRD Fraksi Gerindra Said Mohan, menuturkan, bantuan yang dibawa berasal dari DPRD Kota Bogor dan dari masyarakat. JM juga mengaku terharu ketika menemui warga di lokasi pengungsian, bercengkrama langsung dengan anak anak dan melihat kondisi lokasi bencana banjir dan longsor.

“Kita sudah berjumpa langsung dengan warga dan menyerahkan bantuan. Kondisi warga di pengungsian memang sangat memprihatinkan, semoga secepatnya kondisi ini bisa pulih dan warga bisa menempati rumahnya kembali,” ucap Jenal.

Politisi Gerindra ini memberikan catatan penting bagi donatur dan warga yang akan membantu, untuk pakaian layak pakai belum waktunya dikirim dan lebih memprioritaskan mengirim makanan, pakaian dalam, kebutuhan balita, sembako, obat obatan, makanan ringan dan air mineral. “Itulah yang saat ini sangat dibutuhkan oleh warga. Semoga bantuan terus menerus mengalir dan warga bisa kembali beraktifitas seperti biasanya,” harapnya.

Rombongan kemudian menuju ke lokasi penyaluran bantuan titik kedua kepada warga yang mengungsi di kantor Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya dengan mengirimkan tangki air bersih berkapasitas 4000 liter dan bantuan bantuan lainnya. Dan titik lokasi ketiga kepada warga di Desa Pasir Nangka, Kecamatan Cigudeg.

Ketua RT02, RW 04 Kampung cibuluh, Desa Harkat Jaya, Solehudin mengucapkan terima kasih kepada Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dan Jenal Mutaqin bersama warga Kota Bogor yang telah memberikan bantuan bagi warga. “Kami sangat mengharapkan adanya air bersih dan alhamdulilah dibantu oleh Perumda Tirta Pakuan yang mengirim tengki air bersih kesini,” ujarnya.

Solehudin menjelaskan, ada 760 jiwa yang saat ini mengungsi, rumah rusak sebanyak 45 rumah dan rumah yang hanxur rata dengan tanah ada 4 rumah. Kebutuhan warga saat ini makanan ringan dan sembako, kebutuhan balita, susu anak anak dan alat alat sekolah serta obat obatan. “Bantuan apapun kami menerima, tetapi yang paling prioritas saat ini hanya itu saja, warga berharap makanan dan sembako untuk sehari hari, serta kebutuhan bayi dan anak anak,” jelasnya. (boy)

Kurangi Erosi, Camat Bogor Utara Giatkan Penghijauan Bersama Warga

Kota Bogor – Menyambut Hari Sejuta Pohon Sedunia, Kecamatan Bogor Utara menyelenggarakan penanaman pohon yang bekerja sama dengan Taman Iskandar Muda Kota Bogor.

Kegiatan penanaman dilaksanakan di Taman Ciluar Asri Kelurahan Ciluar Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, Jumat (10/01).

Camat Bogor Utara Rahmat Hidayat mengatakan selain mengurangi polusi udara kegiatan penanaman pohon ini sebagai bentuk kepedulian pihak kecamatan beserta masyarakat dalam kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Demi mengurangi polusi udara, pencemaran udara sekaligus untuk penghijauan,” ujar Camat Bogor Utara Rahmat Hidayat.

Menurutnya, selain itu dengan penanaman pohon ini, nantinya bisa mengurangi erosi yang diakibatkan oleh tergerusnya tanah karena kurangnya pepohonan sehingga dapat menimbulkan bencana banjir.

“Penanaman ini selain menambah resapan air merupakan salah satu upaya menghijaukan kembali wilayah Kota Bogor, ” pungkasnya.

Turut Hadir dalam kegiatan penanaman kali ini Camat beserta Lurah Bogor Utara, Muspika Bogor Utara, Babinsa dan Bhabinkamtibmas se- Kota Bogor dan Warga Perumahan Ciluar Asri. (boy)

Presiden Jokowi Kunjungi Warga Sukajaya

Bogor – Hujan lebat menyambut kedatangan Presiden Jokowi saat mengunjungi warga di Desa Harkat Jaya, salah satu desa di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor yang terisolasi oleh banjir dan longsor pagi ini, Selasa (06/01).

Presiden yang tiba pukul 09.15 pagi langsung menyambangi Desa Harkat Jaya untuk melihat langsung pekerjaan pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor, penanganan warga terdampak bencana, serta proses distribusi bantuan.

Dari Sukajaya, Presiden Jokowi meneruskan perjalanan ke Kabupaten Lebak, Banten.

Dalam kunjungan kali ini, Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari Batubara, serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (boy)

PUPR Siapkan Belasan Alat Berat Untuk Buka Akses Jalan Di Sukajaya

Bogor – Setelah gagal menggunakan helikopter karena cuaca buruk bersama Presiden Joko Widodo akhirnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono harus melalui jalur darat menuju Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dan Menteri Basuki melakukan penerbangan dengan menggunakan helikopter kepresidenan dari Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja, ke Kecamatan Sukajaya. Namun, karena cuaca buruk rencana itu dibatalkan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya akan menambah kendaraan alat berat agar jalan utama menuju desa-desa di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor yang terisolir akibat longsor bisa diakses dalam waktu seminggu ke depan.

Hal tersebut, lanjut Basuki telah sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo agar akses menuju Kecamatan Sukajaya segera dibuka.

“Ini ada beberapa desa yang terisolir. Untuk itu saya buat dua tim. Kalau Bapak Presiden Jokowi kasih waktu seminggu, itu insyaAllah bisa tembus,” kata Basuki dalam keterangan tertulisnya, Minggu 5 Januari 2019.

Sedikitnya, kata Basuki ada 11 kendaraan alat berat diterjunkan untuk menembus jalan-jalan utama yang tertutup longsor. Adapun Kementerian PUPR sejak Sabtu, 4 Januari 2020 telah mengirimkan alat berat ke lokasi longsor di Kecamatan Sukajaya, yaitu enam excavator, satu loader, dan satu buildozer.

“Metodenya, setelah satu jalur menuju Sukajaya tembus, selanjutnya alat berat ini langsung berangkat ke desa berikutnya, kemudian kendaraan di belakang masuk untuk membersihkan,” jelas Basuki.

Sedangkan, untuk jalan utama menuju Desa Pasir Madang, lanjut Basuki ditarget bisa selesai dan dapat diakses besok sore Senin, 6 Januari 2020. “Untuk Desa Pasir Madang, Sukajaya, mudah-mudahan besok sore bisa tembus,” kata dia.

Desa Pasir Madang, merupakan satu dari enam Desa yang hingga kini masih terisolir akibat longsor. Pada Rabu 1 Januari 2020 pukul 06.00 WIB terjadi hujan deras yang membuat Sungai Cidurian di Kabupaten Bogor meluap dan mengakibatkan beberapa wilayah sekitarnya mengalami banjir dan longsor.

Selain Desa Pasir Madang, masih banyak titik longsor yang menutup jalan-jalan utama menuju desa-desa lainnya yang juga mengalami bencana longsor, yakni Desa Kiarasari, Kiara Pandak, Urug, Cisarua, dan Desa Cileuksa.

Untuk akses jalan yang tertutup akibat banjir dan longsor, sebagian titik sudah terbuka yakni pada Jalan Raya Cigudeg–Kecamatan Sukajaya sepanjang 7 Km, Posko Utama–Sub Pos Harkat Jaya sepanjang 2 Km, dan ruas Jl Kiarasari–Jl Pasir Madang sudah berhasil dibuka empat titik dari 13 titik longsoran. (boy)

DPD PSI KOTA BOGOR, KESEPAKATAN LARANGAN NATAL DI SUMATERA BARAT MELANGGAR HUKUM

DPD PSI KOTA BOGOR, KESEPAKATAN LARANGAN NATAL DI SUMATERA BARAT MELANGGAR HUKUM

Menteri Agama Fachrul Razi menyebut larangan perayaan Natal di Dharmasraya merupakan kesepakatan bersama masyarakat setempat. “Bapak belum cek ya itu. Ntar nanti kita tanya bagaimana kesepakatannya itu. Tapi penjelasan mereka itu ‘sudah kesepakatan dan sudah lama Pak itu’ begitu,” kata Fachrul dilansir dari CNNIndonesia.com (Sabtu, 21/12/2019)

Di sisi lain, pernyataan Menag yang terkesan melegitimasi pelarangan perayaan Natal itu, bertolak belakang dengan keterangan Maradu Lubis, Ketua Stasi Jorong Kampung Baru, yang menyatakan: “Walaupun hati kami menangis, kami akan patuh. Cuma sampai kapan pemerintah akan memperlakukan kami seperti itu? Tawaran pemerintah seperti transportasi sudah kami sosialisasikan, kata umat tidak usahlah mengadakan ibadah, mungkin ini ujian untuk kita,” kata Maradu Lubis, dilansir dari BBC News Indonesia (sumber: kompas.com).

Namun demikian, andaikan pun kesepakatan bersama masyarakat itu ada, sebagai sebuah perikatan dilihat dari pendekatan hukum keperdataan, maka kesepakatan tersebut batal demi hukum sebab bertentangan dengan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Perikatan adalah suatu hubungan hukum antara dua orang atau dua pihak, dimana pihak yang satu berhak menuntut sesuatu hal dari pihak yang lain, dan pihak yang lainnya itu berkewajiban untuk memenuhi tuntutan tersebut. Suatu perikatan bisa timbul karena persetujuan/perjanjian maupun karena undang-undang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1233 KUHPerdata.

Jika merujuk pada Pasal 1313 KUHPerdata, maka “suatu persetujuan adalah suatu perbuatan dimana satu orang atau lebih mengikatkan diri terhadap satu orang lain atau lebih”.

Suatu persetujuan/perjanjian sah, apabila memenuhi syarat-syarat sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata, yang menyebutkan:
“Supaya terjadi persetujuan yang sah, perlu dipenuhi empat syarat;
a. kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya;
b. kecakapan untuk membuat suatu perikatan;
c. suatu pokok persoalan tertentu;
d. suatu sebab yang tidak terlaran”

Berdasarkan Pasal 1337 KUHPerdata, “suatu sebab adalah terlarang, jika sebab itu dilarang oleh undang-undang atau bila sebab itu bertentangan dengan kesusilaan atau dengan ketertiban umum”.

Sejalan dengan itu, Pasal 29 ayat (2) UUD Tahun 1945, yang mengatur: “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. Atau dengan kata lain, hak atas Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) merupakan hak dasar yang melekat bagi setiap manusia yang harus dilindungi oleh negara. Perlindungan atas hak ini telah dituangkan dalam berbagai instrumen hukum nasional maupun internasional, seperti UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, UU Nomor 12 Tahun 2005 tentang Ratifikasi Konvensi Hak Sipil dan Politik (International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR)), dan sebagainya.

Dengan demikian, kesepakatan bersama masyarakat yang dimaksudkan Menteri Agama Fachrul Razi, dipandang dari aspek hukum keperdataan bertentangan dengan berbagai instrumen hukum, sehingga tidak sah atau batal demi hukum. Oleh karena Indonesia adalah negara hukum (rechstaat), bukan negara kekuasaan (machstaat), maka negara harus menjunjung tinggi hukum dalam melindungi hak atas KBB, termasuk ibadah dan perayaan Natal tahun 2019 bagi seluruh umat Kristiani di Sungai Tambang, Kabupaten Sijunjung dan Jorong Kampung Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

*Indonesia Negara Hukum, bukan Negara Kekuasaan*

Dalih negara yang berlindung dibalik “kesepakatan bersama masyarakat” atau dengan alasan “demi menjaga keamanan dan ketertiban” karena adanya tekanan dari individu atau kelompok masyarakat intoleran, justru mengingkari amanat konstitusi yang mengamanatkan negara harus menjunjung tinggi prinsip negara hukum.

Berdasarkan hal-hak tersebut, Dewan Pimpinan Daerah Partasi Solidaritasnya Indonesia (DPD PSI) Kota Bogor, menyatakan sikap:

1. Kesepakatan yang membatasi hak warga kristen menjalankan keyakinan dan agamanya adalah batal demi hukum karena bertentangan dengan hak konstitusional. Hak menjalankan keyakinan dan beragama tidak dapat dikurangkan dalam keadaan apapun juga (non-derogable rights);

2. Agar pemerintah membentuk satuan polisi khusus disetiap Polres yang melindungi hak atas Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan;

3. Agar pemerintah dan aparat penegak hukum tidak tunduk pada individu atau kelompok masyarakat intoleran yang merongrong kebhinekaan dan persatuan Indonesia;

4. Negara harus menjunjung tinggi prinsip negara hukum sebagaimana diamanatkan UUD Tahun 1945, dan tidak mengalah pada individu atau kelompok masyarakat intoleran;

5. Mendesak pemerintah pusat segera memotong Dana Alokasi Umum (DAU) bagi Kabupaten Sijunjung dan Jorong Kampung Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat;

Demikian siaran pers ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami ucapkan terimakasih.

Jakarta, 22 Desember 2019

Hormat Kami
DPD PSI KOTA BOGOR

SUGENG TEGUH SANTOSO, S.H.
(Ketua)

Cp: (0822-2134-4458)

Cantik Itu Dari Hati ..

Kenali Definisi Cantik dari Hati, Kutipan Zozibini Tunzi Ini Patut Dijadikan Inspirasi !

Bagi sebagian perempuan, tekanan yang membebani punggung mereka terasa begitu berat. Kaum perempuan seolah dituntut tampil sesuai standar kecantikan masyarakat. Seiring zaman,
tekanan tersebut bukannya melemah, namun justru semakin menguat dan beragam.

Pada era moderen sekarang, sebenarnya kaum perempuan telah bebas untuk mengekspresikan diri, namun masih banyak yang belum bisa melakukannya akibat ketakutan menghadapi tuntutan
masyarakat yang seringkali tidak realistis. Apalagi dalam banyak wacana, standar kecantikan kerap diidentikan dengan kulit putih atau tubuh langsing. Ini adalah hal yang tidak memanusiakan kaum perempuan dan memusnahkan rasa percaya diri mereka.

Tidak punya rasa percaya diri kerap menimbulkan keraguan terhadap diri sendiri. Jika berlarut-larut, ketidakpercayaan diri membuat seseorang tenggelam dalam tekanan sosial sehingga pada akhirnya mencoba berbagai cara agar muncul perasaan diterima oleh masyarakat.

Kondisi ini justru melupakan potensi diri mereka sendiri. Padahal bentuk wajah, warna kulit atau tektur
rambut yang unik, bukanlah tolok ukur kecantikan.

Kecantikan tidak seharusnya menyiksa dan membebani.
Beauty, as they say, is in the eye of the beholder.
Source: Wikipedia

Mengutip pidato Zozibini Tunzi, pada penobatannya sebagai pemenang ajang Miss Universe 2019 :

“I grew up in a world where a woman who looks like me; with my kind of skin, and kind of hair isn’t considered beautiful. I think it is time that that stops today. I want children to look at me and see my face and I want them to see their faces reflected in mine.”

Zozibini Tunzi adalah perempuan Afrika Selatan berkulit hitam pertama yang memenangkan mahkota Miss Universe. Banyak sekali orang yang menyatakan kemenangannya sebagai kemenangan bagi gadis-gadis di Afrika Selatan dan Afrika secara lebih luas.

Model sekaligus sosok yang kerap terlibat dalam kegiatan aktivisme ini dengan tegas menunjukkan dirinya melawan kekerasan terhadap perempuan. Selain menjadi inspirasi bagi banyak gadis dan wanita yang merasa tidak terlihat, Tunzi memenangkan hati dengan
pernyataannya yang kuat tentang kepemimpinan.

Tunzi menentang patriarki yang membuat kaumnya, kaum perempuan, hanya diam di tempat.

“It’s something that has been lacking in young girls and women for a very long time, not because we don’t want to but because of what society has labelled women to be.”

Momen kemenangan Zozibini Tunzi seharusnya dapat menjadi momen kebanggaan bagi banyak orang, khususnya kaum perempuan di seluruh dunia. Semangat serta sifat tak patah arangnya merupakan definisi kecantikan yang sesungguhnya karena wanita tidak seharusnya dinilai berdasarkan apa yang terlihat dari luar. Kecantikan merupakan soal penerimaan diri seutuhnya dan patut dilihat dari spektrum yang luas.

Kata ‘kecantikan’ tidak berdiri secara tunggal, melainkan secara keseluruhan dari paduan berbagai faktor, baik mental dan spiritual.

Tentu, standar kecantikan akan selalu ada dan tidak akan pernah hilang. Namun, satu-satunya tugas yang dapat kita lakukan adalah melihat serta memilah apa yang sebenarnya penting dalam hidup kita.

Kaum perempuan, merupakan makhluk yang kuat dan pantas mendapatkan setiap kesempatan untuk mengambil tempat di tengah masyarakat. Semakin cepat kita mulai melihat perempuan mampu meraih posisi kepemimpinan, semakin sedikit anggapan bahwa itu
sesuatu yang tabu dan kita bisa mulai bergerak maju sebagai perempuan.

Go, women, we are so much more than the standards of beauty set by today’s society!

Alifa Dhea Ardianti Putri
Penulis adalah mahasiswa semester I jurusan Hubungan Masyarakat Program Vokasi Universitas
Indonesia.

PDAM Kota Bogor Siapkan 5 Armada Tangki Untuk Pasok Air Ke Pelanggan

Bogor – PDAM Tirta pakuan Bogor sudah mempersiapkan lima armada tangki sebagai antisipasi untuk mengirimkan pasokan air kepada pelanggan sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan pemasangan pompa transfer di IPA Cipaku.
.
Namun kami berupaya agar aliran air tidak dimatikan selama masa pengerjaan berlangsung.
.
Kami mohon doa kepada para pelanggan semoga pekerjaan yang kami lakukan diberi kelancaran. Aamiinn.
.

#pdamtirtapakuan #pdamkotabogor #pdamkotabogorbisa #pelayananpublik #ikhtiaruntukkotabogor #bogorberlari