Ada Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Durian..

Selamat sore #sobatair

Hari ini Jumat 19 juli PDAM Tirta Pakuan memperbaiki pipa bocor PVC 4″ / 6″ di jalan Durian, Bantar Kemang Kecamatan Bogor Timur. Estimasi Waktu perbaikan dari pukul 15:30 s/d 18:30 WIB
Lokasi terdampak gangguan di Jl Durian dan sekitarnya.

Pengaliran akan kembali normal secara bertahap setelah petugas melakukan pemulihan jaringan.

Bagi pelanggan yang membutuhkan pasokan air bersih melalui tangki, silakan hubungi call center PDAM Tirta Pakuan di nomor 0251-8324111 atau WA08111182123

Mohon maaf atas ketidaknyamanan
#pdamkotabogor #pdamtirtapakuan #pelayananpublik

Antisipasi Kekurangan Air Bersih, PDAM Kota Bogor Siapkan ‘TAHU’

Bogor – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor siaga mengantisipasi kesulitan air bagi warga melalui Terminal Air dan Hydrant Umum atau disingkat TAHU.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Deni Surya Sanjaya mengatakan, bahwa program TAHU diterapkan sebagai antisipasi kesulitan air bagi warga di luar jaringan PDAM dampak dari musim kemarau.

“(TAHU) dipasang permanen dan untuk pengisian air dikirim oleh mobil tangki. Itu langkah pertama kita. Yang kedua, kalau belum ada jaringan PDAM segera dipasang jaringan,” ungkap Deni kepada tim engingengnews.com, Rabu (10/07).

Menurut Deni, TAHU yang dimiliki saat ini berjumlah enam unit dan dalam waktu dekat akan ditambah empat unit lagi dengan masing-masing unit berkapasitas 6.000 meter kubik.

Bagi wilayah yang belum tersedia TAHU akan disurvei terlebih dahulu dan program ini gratis dalam kondisi darurat pada musim kemarau. Sementara ini, sambung dia, PDAM baru mendistribusikan air ke wilayah Kedung Halang.

“Contohnya di daerah sebelah Kampung Tunggilis Kedung Halang Bogor Utara itu saja yang sementara, dan daerah perbatasan antara Kota Kabupaten,” katanya.

Sisi lain, Deni juga mengatakan, pasokan air di PDAM saat ini masih dalam batas normal. Hal ini sesuai dengan kondisi sungai Ciliwung dan Cisadane yang masih terbilang aman. “Insya Allah, kapasitas air di Ciliwung dan Cisadane masih normal,” tandasnya.

Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor menyatakan hal senada siaga kekeringan pada musim kemarau ini. Setidaknya seunit mobil tangki air disiagakan setiap hari untuk warga yang mengalami kesulitan air.

“Masuk musim kemarau, kita standby mobil tangki air kapasitas 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga. Jika kebutuhannya lebih, kita koordinasi dengan PDAM Tirta Pakuan untuk pasang TAHU,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Rr. Juniarti Estiningsih.

Sejauh ini, pihak BPBD telah mendistribusikan air di dua RT wilayah Mulyaharja yang mengalami kekurangan air di penampungan yang dikelola warga dikarenakan pompa rusak. Selain itu, distribusi air juga ke wilayah Kedung Halang.

Dijelaskan olehnya, dari informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diprediksi musim kemarau di wilayah Kota Bogor akan berlangsung dari Juli sampai September 2019.

Namun, sambung dia, Kota Bogor bukan masuk dalam wilayah yang terdampak dari musim kemarau dikarenakan masih ada turun hujan. “Walaupun kemarau Kota Bogor tetap masih ada hujan,” katanya. (admin)

Lantik MWC NU Cijeruk, Said Agil Pesan Agar NU Berperan Positif di Masyarakat

Bogor – Kegiatan peresmian SMP-SMK Nahdlatul Ulama Bogor di Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor sekaligus Pelantikan MWC NU Cijeruk, diresmikan langsung Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj. MA,  Selasa, (09/07).

Acara yang dirangkai dengan tema “Tadarus Nahdlatul Ulama” peran Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan sumber daya Manusia. Yang di inisiasi oleh Ketua Pengurus PCNU Kabupaten Bogor KH. Romdon, S.H., M.H dan segenap jajaran pengurus harian.

Acara yang berlangsung dimulai sejak siang ba’da Sholat Dzuhur dirangkai dengan pembacaan Tawassul, Tahlil dan Istighotsah dan dilanjutkan dengan Pelantikan kepengurusan Majlis Wilayah Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) kecamatan Cijeruk langsung dilantik oleh Rois Tanfidziyah yang juga dihadiri Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj. MA yang merupakan ketua umum PBNU.

Turut hadir Kapolres Kabupaten Bogor, AKBP. AM Dicky beserta jajaran dan Banom-banom NU, Ansor, Banser, IPNU dan IPPNU turut memeriahkan acara yang berlangsung hingga sore hari.

Dalam arahannya, Ketua Umum PBNU berpesan agar NU dapat berperan di masyarakat, Peran Agama, peran Pendidikan budaya, peran Kemajuan Ekonomi sosial dan peran Organisasi, pentingnya kita berorganisasi, tutur Kyai Agil Siradj saat memberi tausyiah dihadapan jamaah Nahdliyyin yang hadir.

Jadi umat Islam harus mendirikan Organisasi, kalau personal itu akan sulit, Ummatan wasahaton, seperti Hadrotusyekh KH. Hasyim Asyari dengan para ulama mengaplikasi ayat tersebut caranya mendirikan Jamiyyah Nahdlatul Ulama.

Mendirika Nahdlatul Ulama dengan Asas Ahlussunnah wal Jamaah, membentuk NU dengan para Kyai lain sebagai Aplikasi dari ayat Ummatan Wasahtan.

Diakhiri dengan penandatanganan Peresmian SMP-SMK NU Bogor oleh Kyai Said disaksikan oleh kepala Kemenag Jawa Barat, KH. A. Buchori, MM, dan doa penutup oleh KH. Abidin asal Tenjo Kabupaten Bogor. (admin)

Program P2WKSS Kabupaten Sukabumi Harus Punya Manfaat Dan Dapat Reward

Sukabumi – Sudah hampir berjalan kurang lebih empat Bulan P2WKSS sudah kita laksanakan, berarti tinggal Tiga Bulan lagi sampai waktu penilaian dari provinsi, hal ini dikatakan Ucap H. Iyos Somantri, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi dalam memimpin Rapat Evaluasi Progres Persiapan Penilaian Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) di SDN Cijulang Desa Berekah Kecamatan. Bojonggenteng, Selasa (02/07/2019).

“Tepatnya di Bulan Oktober Tahun ini dari Provinsi akan menilainya.” ujar Iyos, Selasa (02/07).

Kepada Reporter engingengnews.com, Sekda selaku Ketua Tim P2WKSS Kabupaten Sukabumi menerangkan dirinya sangat bertanggung jawab atas kegiatan yang sudah berjalan empat bulan tersebut.

“Saya harus memastikan tujuan program peningkatan peran wanita menuju keluarga siap siaga itu betul – betul terlaksana dengan baik dan di implementasikan oleh masyarakat”, ungkapnya.

Ditambahkan, dalam tiga bulan kedepan, semuanya harus efektif, semua perangkat daerah harus ikut berkontribusi dalam program P2WKSS ini sehingga masyarakat betul – betul merasakan manfaatnya.

“Semoga apa yang sudah kita kerjakan membuahkan hasil yang baik dan provinsi memberikan reward kepada Kabupaten Sukabumi.” Harapnya.

Dalam Rapat Evaluasi Progres Persiapan Penilaian Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS)di hadiri pula oleh Ketua DWP Kab. Sukabumi, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Sosial, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Kadis DPMD, Camat Bojonggenteng, Kabag Kesmas, Kabag Umum Setda, serta tamu undangan. ( JJ )

Prosedurnya Ditempuh, Pemkot Sukabumi Jamin Fasos Fasum Perumahan Akan Diperbaiki

Sukabumi – Menyikapi banyaknya desakan warga perumahan yang ada di Kota Sukabumi perihal Fasilitas Umum ( Fasum ) dan Fasilitas Sosial ( Fasos ) yang kondisinya sudah rusak untuk segera di perbaiki dan mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruangan, Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPUPRPKPP) Kota Sukabumi, Asep Irawan. Mengungkapkan, bahwa Fasum Fasos adalah hak warga yang wajib dipenuhi dalam setiap pengembangan perumahan. Yang dimaksud fasos-fasum menurut Permendagri No 1/1987 tentang Penyerahan Prasarana Lingkungan, Utilitas Umum, dan Fasilitas Sosial, mulai dari jalan dan saluran sampai pemakaman.

“Nah, disini harus di lihat dulu apakah perumahan tersebut telah menyerahkan Fasum dan Fasosnya.” Terang Asep kepada reporter engingengnews.com saat di temui di ruang kerjanya. Senin, (24/6/2019).

Menurut Asep, kurang lebih 70 perumahan yang berdiri di Kota Sukabumi, tetapi baru 3 atau 4 perumahan saja yang telah menyerahkan Fasum dan Fasosnya.

“Dan kalau tidak ada serah terima Fasum Fasosnya, Pemerintah daerah tidak bisa membantu atau melakukan perbaikan sarana dan prasarana atau infrastruktur yang ada di lingkungan perumahan tersebut,” ungkapnya.

Ditegaskannya, hal ini erat kaitannya dengan Fasum dan Fasos yang nantinya akan berstatus milik Pemda (Yang sudah serah terima), sehingga Pemda dapat memperbaikinya.

Sebagaimana yang perlu di ketahui di sebutkan bahwa Permendagri No. 1 Tahun 1987 merumuskan dalam Tiga kategori yaitu :
1. Prasarana lingkungan mencakup antara lain jalan, saluran pembuangan air hujan dan air limbah.
2. Utilitas umum, meliputi bangunan-bangunan yang dibutuhkan dalam sistem pelayanan lingkungan seperti jaringan air bersih, listrik, gas, telepon, terminal angkutan umum/bus shelter, fasilitas kebersihan/tempat pembuangan sampah, dan pemadam kebakaran.
3. Fasilitas sosial yang dibutuhkan masyarakat di lingkungan pemukiman seperti pendididikan, kesehatan, perbelanjaan dan niaga, pemerintahan dan pelayanan umum, peribadatan, rekreasi dan kebudayaan, olahraga dan lapangan terbuka, serta pemakaman umum.

Untuk di Kota Sukabumi mekanisme serah terima fasos fasum perumahan, telah diatur dalam Perda Kota Sukabumi Nomor 12 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum Perumahan.

“Jadi tidak usah khawatir, Pemerintah Daerah pasti akan memperhatikan perihal Fasum dan Fasos yang ada di setiap perumahan. Yang penting prosedurnya di tempuh semua.” Tutup Asep mengahiri perbincangan. ( JJ )

Terlalu Kecil, PWI bakal Renovasi Musholla Ann-Naba

Bogor – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor memulai renovasi musholla An-Naba PWI yang dimaksudkan untuk memperluas daya tampung satu-satunya rumah ibadah di lingkungan GOR Pajajaran. Wali Kota Bogor Bima Arya juga menyempatkan meninjau pengukuran yang dilakukan tim Renovasi Musholla An-Naba disela menjemput temannya dari Australia di lapangan GOR Pajajaran pada Jum’at (14/6/2019) siang.

Ketua Tim Renovasi Musholla Iwan Kurniawan mengatakan, insyaallah dirinya bersama tim akan merenovasi musholla Ann-Naba yang berada di komplek PWI Bogor. Tujuannya untuk membuat para jamaah yang datang bisa lebih nyaman dalam melaksanakan ibadah.

“Juga tentunya kenapa kami melaksanakan renovasi ini latar belakangnya karena bangunan ini sudah berusia karena berdiri pada tahun 1999. Kami juga khawatir atap bangunan mushola itu ambruk, hingga menimbulkan korban. Jadi kami mengantisipasinya dengan segera merenov bangunan mushola itu,” ungkap Iwan didampingi Sekretaris tim renovasi Roy Andi, kemarin.

Iwan melanjutkan, jadi ada beberapa ada bagian yang akan diperluas, mulai dari sayap kiri yang dihabiskan hingga menempel ke tembok pagar komplek PWI hingga tempat untuk imamnya yang lebih panjang.

“Inshaallah kamar mandinya juga akan ditambah, tempat wudhu nya ditambah lagi agar ada tempat wudhu laki-laki dan perempuan,” tambahnya.

Iwan menjelaskan, tim renovasi bersama rekan wartawan Kota Bogor telah melakukan pengukuran dan membuat konsep renovasi. Tim renovasi juga telah mendatangkan tim arsitek atau konsultan yakni saudara Dimas M Iskandar untuk bangunannya serta pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB). RAB masih dalam penghitungan, baru nanti setelah terbentuk sketsa biayanya akan terhitung jelas.

“Bentuk dan luasannya juga akan dilihat nantinya. Karena mungkin ini renovasi besar-besaran untuk menambah kapasitas juga,” jelasnya.

Iwan menuturkan, saat ini kalo bisa dihitung kapasitas musholla hanya bisa menampung 15 jamaah. Karena semisal ada event di area GOR Pajajaran, kapasitas musholla tidak mencukupi bagi masyarakat yang akan beribadah.

“Bahkan, untuk ke kamar mandinya dan berwudhu harus antri. Otomatis shalat juga harus antri. Mudah-mudahan dengan perluasan ini bisa maksimal lah,” pungkasnya.(*)

Abah Adung, Salah Satu Potret Kemiskinan di Kabupaten Sukabumi

Sukabumi – Adalah abah Adung (80thn) warga Kampung Sawah lega RT 01 RW 01 Desa Sasagaran Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi. Kondisinya sangat memprihatinkan, selain hidupnya sebatang kara, bapak renta ini harus tinggal di tempat yang tidak layak huni, digubug reyodnya bersama Kandang Kambing tanpa ada penerangan lampu, juga jauh dari pemukiman warga.

Dari keterangan Wakil Ketua DPC LSM Kompak Cibereum, Madang saat di temui reporter engingengnews.com Abah Adung sudah Satu ( 1 ) Tahun ini tinggal di gubug reyod milik Bapak Yayan dan untuk makan pun di bantu oleh warga sekitar secara sukarela.

“Sebelum tinggal di gubug reyod, Abah Adung memang pernah tinggal di salah satu rumah warga. Dan sebenarnya Abah Adung memiliki Tiga ( 3 ) orang anak, namun anak – anaknya tersebut tidak ada perhatiannya terkesan membiarkanya,” Tutur Madang Ketua LSM Kompak, Rabu (12/06).

Menurutnya, sebagai elemen masyarakat yang peduli sudah seringkali berkoordinasi ke pihak Pemerintahan Desa Sasagaran agar bisa menyampaikan kepada Pemkab Sukabumi, khususnya kepada dinas terkait agar Abah Adung di berikan bantuan rumah layak huni. Namun sampai saat sekarang ini belum ada realisasinya.

“Harapan kami kepada Pemerintah Desa agar tanggap dalam menanggulangi permasalahan yang ada di masyarakat dan segera melakukan upaya kepada dinas terkait supaya ada uluran tangan atau bantuan seperti Program Bansos dan RTLH.”

Sementara itu dari pemantauan di lokasi, Abah adung hanya bisa pasrah dengan keadaan kondisi gubung reyod yang mulai keropos tersebut. Karena menurutnya tidak ada biaya untuk memperbaikinya. “Jangangkan untuk memperbaiki, buat makan sehari – hari dan mengobati sakit saja harus menunggu belas kasihan tetangga.” Ucap Abah Adung. (JJ)

Pasca Libur lebaran, Puskesmas Sukabumi Konsisten Beri Pelayanan Terbaik

Sukabumi – Pasca Idul Fitri 1440 Hijriyah pelayanan kesehatan yang di berikan oleh Puskesmas Sukabumi yang beralamat di jalan R.A. Kosasih 17 RT 001 RW 007 Kota Sukabumi tetap berjalan normal seperti biasanya.

Menurut Kepala Puskesmas Sukabumi, drg. Suhendro Rusli yang akrab dipanggil drg. Hendro mengatakan, Untuk pelayanan umum kesehatan seperti biasa yang sudah terjadwal yaitu : pagi Pkl 07.30 s/d 12.00 WIB dan untuk sore Pkl 15.00 s/d 19.00 WIB.

“Bahkan untuk piket kesehatan di puskesmas sudah di lakukan sejak mulai 1 Juni yang lalu, sehari ada 3 (Tiga) shift petugas yang piket kesehatan. Dan untuk pelayanan persalinan, tetap di berlakukan piket 24 Jam non stop.” Terangnya kepada reporter engingengnews.com, Senin (10/6/2019).

“Untuk hari ini saja ( Senin ) pasien yang yang ingin memeriksa kesehatannya membludak banyak sekali. Tercatat sudah hampir 200 pasien yang mendaftar dan kami terus melayani dengan santun.”

“Memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk masyarakat, itulah tujuan kami.” Tutup drg. Rusli mengakhiri perbincangan. (JJ)

DEMI TUGAS, PAK POLISI INI LEBARAN DENGAN VIDEO CALL

Sukabumi – Momen Hari Raya Raya Idul fitri adalah momentum yang di tunggu – tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Berkumpul bersama keluarga, sanak family, saling berkunjung untuk mempererat tali silaturahmi.

Sangatlah beruntung untuk mereka yang bisa merayakan hari kemenangan tersebut bersama keluarga besarnya masing – masing. Namun lain cerita untuk para anggota Polri yang tetap berrtugas di saat lebaran.

Salah satunya adalah Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Kota Sukabumi,Aiptu Agus Hermana. Yang rela berlebaran di Pos Pam Objek wisata Situ Gunung Sukabumi.

“Ini sudah menjadi tuntutan tugas dan merupakan tanggung jawab kami yang harus di laksanakan.” Ujar Agus saat di temui reporter engingengnews.com di Pos Pam Objeck Wisata Situ Gunung Sukabumi, Minggu ( 9/6/2019).

“Kami rela meninggalkan keluarga bahkan tidak mudik ke kampung halaman demi memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada masyarakat yang akan berkunjung ke tempat wisata ini.” Terang Bapak yang di karuniai 2 (dua) orang anak ini.

“Sebuah kebanggaan bagi kami terutama yang bertugas saat ini bisa mensukseskan di momen lebaran, dan biasanya untuk mengurangi rasa kangen ketika kami tidak bisa berlebaran bersama keluarga. Yang paling simple adalah melakukan video call kepada keluarga, toh sama saja berlebaran juga.” Kata Agus sembari bersiap melakukan sambungan video call ke keluarganya. (JJ)

Libur Lebaran, Puskesmas di Kota Bogor Tetap Siaga Melayani 24 Jam

Bogor – Pemerintah Kota Bogor melalui Kepala Dinas Kesehatan memastikan seluruh Puskesmas disetiap Kecamatan seperti biasa akan tetap buka selama libur lebaran dan khusus untuk rawat inap dan ibu melahirkan akan buka selama 24 jam.

“Puskesmas di Kota Bogor akan tetap melayani masyarakat meski cuti lebaran,” Ujar Kepala Dinas Kesehatan Dr. Rubaeah,  kepada engingengnews.com, Selasa (04/06).

Menurutnya Untuk jam operasi Puskesmas tetap buka sedari pukul 07.30 WIB hingga 12.00 WIB, sementara khusus untuk pelayanan ibu melahirkan buka 24 jam.

“Sedangkan di hari lebaran yakni tanggal 5 dan 6 Juni Puskesmas tetap buka namun on call,” ujarnya.

Tak hanya itu Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan juga telah menyiapkan Pelayanan Kesehatan di luar gedung. Seperti Posko Kesehatan di Terminal Baranangsiang.

Hal senada dikatakan Kepala Puskesmas Pulo Armyn dr. Djohan Musali, M.Ks., untuk cuti lebaran Puskesmas Pulo Armyn tetap memberikan pelayanan dan pada hari lebaran petugas piket kesehatan akan tetap di siagakan untuk membantu melayani kesehatan masyarakat.

“Lebaran kita tetap siaga, petugas piket akan on call petugas medis jika sewaktu-waktu dibutuhkan, ” ujar dr. Djohan Musali, M.Ks., Selasa (04/06). (boy)