PDAM Kota Bogor Raih Gelar Terbaik Di Helaran 2018

PDAM Raih Gelar Terbaik di Helaran 2018

BOGOR – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor keluar sebagai pemenang dalam kategori kreativitas terbaik mobil hias pada Helaran Seni Budaya dan Pawai Mobil Hias dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) tahun 2018 ke 536, Minggu (12/08/18).

Demikian dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Seni Perfilman dan Kelembagaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Sanusi.

Mendampingi PDAM, sebutnya, RSUD Kota Bogor yang berhak menjadi pemenang sebagai artistik terbaik. Sedangkan untuk kategori inovasi pada mobil hias berhasil diraih Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor.

“Untuk kategori SKPD, penyaji terbaik diraih Dinas Pendidikan (Disdik). Sementara untuk kreativitas terbaik kembali direbut RSUD Kota Bogor. Sedangkan Dinas Kesehatan (Dinkes) berhasil menjadi pemenang inovasi terbaik,” papar Sanusi.

Asisten Manajer Humas PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor R. Poppi Rustanti menerangkan, untuk memberikan display mobil hias yang menarik kepada masyarakat yang menyaksikan acara tersebut, pihaknya mengusung konsep alur sistem produksi dan distribusi dengan menampilkan miniatur SPAM Katulampa, reservoir, dan rumah pelanggan.

“Selain ingin memberikan suguhan yang menarik kepada masyarakat, kami juga sekaligus ingin memberikan edukasi dan informasi meski terbatas agar para pelanggan dan masyarakat luas mengetahui alur sistem produksi dan distribusi air,” jelas Poppi

Di hadapan Wali Kota Bogor Bima Arya, pimpinan Muspida dan tamu VIP, ia juga mengatakan, PDAM Tirta Pakuan menampilkan seni tradisional sunda berupa tari jaipong yang dipentaskan oleh putri-putri karyawan PDAM.

Dalam pawai mobil hias tahun ini, PDAM pun menunjukkan dukungannya untuk atlet-atlet terbaik nasional yang berlaga di kancah Asian Games 2014. Asisten Manajer Jaringan dan Perangkat Keras Djeki Rasna membawa replika obor sebagai bentuk dukungan itu.

Direktur Umum Rino Indira Gusniawan dan Direktur Teknik H. Syaban Maulana juga turut berjalan kaki di rute helaran sejauh 2,5 km dari sekitaran Tugu Kujang hingga Taman Kencana.

“Sekali lagi alhamdulillah kalau akhirnya PDAM Tirta Pakuan bisa menjadi pemenang di kategori mobil hias ini. Persiapan yang sudah dilakukan sejak Rabu (08/08/18), membuah hasil yang memuaskan dan membanggakan. Meskipun menjadi juara bukan tujuan kami,” pungkasnya.

Berikut para pemenang untuk kategori lainnya :

• Kategori Kecamatan
1. Inovasi : Bogor Barat
2. Artistik : Bogor Tengah
3. Penampil terbaik : Bogor Selatan

• Kategori Komunitas
1. Penyaji : P2KJ
2. Inovasi : SMK Kesatuan
3. Artistik : Teater Prabu

• Kategori Sanggar
1. Artistik : Kabupaten Sumedang
2. Penyaji : Kabupaten Subang
3. Inovasi dan kreatifitas : Sanggar Edas

Warga Teplan Korban Pengosongan Paksa Adukan Nasibnya Ke Komnas HAM

Jakarta – Puluhan warga Teplan Bogor mendatangi Komnas HAM untuk mengadukan nasibnya pasca rumah mereka dikosong paksa oleh Korem 061 Suryakencana, akhir Juli lalu. Kedatangan mereka langsung diterima oleh Komisioner bidang Mediasi Munafrizal Manan, Sabtu (11/08).

Dalam kesempatan tersebut, warga didampingi oleh kuasa hukum mereka, LBH Keadilan Bogor Raya (LBH KBR) menjelaskan kronologis peristiwa pengosongan paksa atas rumah mereka. Warga tidak mengerti mengapa mereka sampai terusir dari rumahnya sendiri.

“Kami tidak mengerti mengapa kami harus terusir dari rumah kami sendiri yang telah kami diami sejak 1970-an. Orang tua kami mewarisinya ke kami, bahkan secara rutin kami membayar PBB. Kami tidak mengerti alasan TNI AD,” ungkap Goris Sembiring, perwakilan warga.

Memang, fakta dokumen memperlihatkan bahwa warga telah membayar PBB secara rutin. Sehingga setidaknya warga adalah pemilik berdasarkan prinsip beziter rechti dan hak keutamaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Thaun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria (UUPA).

Dalam kesempatan yang sama, Sugeng Teguh Santoso menjelaskan mengapa LBH KBR mau memberikan bantuan hukum kepada warga. Ada alasan yang cukup kuat untuk mencari keadilan bagi warga Teplan Bogor.

“Korban selayaknya mendapatkan perlindungan hukum atas hak pemukiman warga. Warga memiliki dan membayar Pajak Bumi dan Bangunan hingga saat ini. Dengan fakta tsb , menurut hukum apabila warga memiliki dan membayar PBB atas nama warga maka jelas status tanah tersebut adalah tanah negara, yg berhak ditempati dan digarap dan penggarap berhak mengajukan hak atas tanah. klo itu tanah negara maka secara hukum atas tanah tsb belum dibebani hak atas tanah oleh pihak manapun termasuk tanah oleh TNI / KOREM . Mudah-mudahan Komnas HAM memberi perhatian serius terhadap korban yg memiliki PBB ini” ujarnya.

Kami juga mohon komnas ham segera menindak lanjuti laporan dan memediasi segera dgn pihak korem / dandim bogor agar tdk ada lagi keresahan warga karena ada ancaman dilakukan tindakan sepihak pengosongan kembali atas rumah warga lainnya .

Komisioner Munafrizal Manan menyatakan menerima laporan warga dan akan membawa dalam rapat pleno. Komnas HAM menegaskan akan memeriksa kasus ini secara objektif bersama-sama pihak yang berkompeten.” Kami akan mengecek status tanah tersebut ,”

Konflik warga Teplan Bogor dengan pihak TNI AD dikarenakan adanya klaim atas sejumlah lahan yang dikatakan sebagai rumah dinas TNI. Kebutuhan TNI dalam menyediakan rumah dinas bagi prajuritnya menjadi alasan kuat mengapa warga harus terusir. Di sisi lain, kejelasan status tanah Teplan Bogor masih menjadi perdebatan, apakah milik TNI AD ataukah tanah negara.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
Sugeng Teguh Santoso, S.H – Koordinator Tim Pembela LBH KBR untuk Warga Teplan
HP: 0822-2134-4458

Rumahnya Dikosongkan Paksa,  Warga Teplan Mengadukan Nasibnya Ke LBH KBR

Kota Bogor – Puluhan warga dari 28 kepala keluarga yang tinggal di Jalan Kolonel Enjo Martadisastra Kelurahan Kedung Badak yang terkenal dengan Asrama Teplan Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor,  mengadukan persoalan penggusuran rumahnya ke Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Bogor Raya, Rabu (08/08/2018).

Kordinator FORJAGA  Andreas Gorisa Sembiring mengatakan bahwa warga yang datang adalah warga yang sudah dikosongkan  dari rumahnya dan belum mendapatkan penggantian yang layak.

“Kedatangan kami ke LBH KBR tak lain karena mohon bantuan agar persoalan ini ditempuh melalui jalur hukum,’ ujar Andreas, Rabu (08/08).

Menurut Andreas warga yang merupakan keluarga besar Angkatan Darat ini menempati rumah dikomplek teplam tersebut sejak tahun1967 dan 1984.

“Kami menempati rumah diteplan tidak gratis,  kami bayar PBB dan bangunanpun atas nama warga,” kata Andreas.

Ditambahkannya, rumah warga telah dikosongkan dengan tidak mendapatkan penggantian yang layak bahkan beberapa barang yang dikosongkan ditaruh begitu saja didepan rumah yang dikosongkan.

“Kami berharap LBH KBR dapat memperjuangkan hak hak warga atas pemukiman yg layak,” tandasnya.

Sementara Koordinator Tim Pembela LBH KBR Sugeng Teguh Santoso menegaskan, berdasarkan kronologis yang disampaikan oleh warga tersebut maka LBH KBR menyampaikan beberapa point :

1. Warga yg memiliki dan membayar pajak bumi dan bangunan atas rumah yg ditempatinya adalah warga yang berhak atas tanah dan bangunan yg mereka tempati berdasarkan prinsip UU No. 5 Tahun 1960 tentang Agraria serta berdasarkan pasal 1977 KUH Perdata menurut prinsil Beziter recht

2. Pengosongan paksa dengan kekerasan tanpa memberikan penggantian yang layak kepada warga pemilik  yang dilakukan oleh Korem dan Kodim adalah perbuatan melawan hukum

Berdasarkan prinsip-prinsip hukum tersebut diatas maka LBH Keadilan Bogor Raya memandang bahwa warga memiliki hak untuk mendapatkan pembelaan hukum atas hak-hak mereka. Karenanya LBH Keadilan Bogor Raya meminta Danrem/Dandim ;

1. Memulihkan hak-hak warga yang rumahnya dikosongkan dengan mengembalikan warga kerumahnya kembali.

2. Menghentikan rencana pengosongan rumah-rumah warga lainnya sampai dengan adanya pembicaraan dan penyelesaian yang adil antara warga dengan pihak Korem dan Kodim.

3. Meminta perhatian Presiden Joko Widodo sebagai warga Kota Bogor untuk turun tangan membantu hak-hak para pensiunan TNI, janda TNI dan keluarga TNI agar mendapatkan hak-hak yang layak atas pemukiman.

Selain itu Tim Pembela LBH KBR yang akrab disapa STS juga meminta agar walikota dan juga DPRD Kota Bogor memperhatikan nasib warganya untuk memperjuangkan aspirasi warga atas hak pemukiman.(boy)

PDAM Paparkan Penyebab Gangguan Aliran Air Wilayah Bogor Utara

Gangguan Pengaliran di Bogor Utara, Ini Penyebab dan Penanganannya

BOGOR – Hampir sebulan ini, sebagian wilayah di Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor mengalami gangguan pasokan air bersih PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Apa yang sebenarnya terjadi dan apa langkah PDAM mengatasi gangguan itu? Saat mensosialisasikan rencana pembangunan local reservoir di perumahan Griya Soka di ruang rapat utama PDAM Kota Bogor, Jumat (27/7/2018).

Direktur Utama PDAM Kota Bogor Deni Surya Senjaya memaparkan hambatan-hambatan dalam distribusi air bersih ke wilayah Kecamatan Bogor Utara. “Air ke Bogor Utara dipasok dari Reservoir Cipaku kapasitas 9.000 m3 yang berasal dari aliran Sungai Cisadane. Ketika level Cipaku tidak pada kondisi semestinya, maka daerah di sekitar Bogor Utara akan mengalami gangguan. Terutama di wilayah Cimahpar, Bogor Baru, Griya Soka dan sekitarnya. Mengapa? Karena itu daerah-daerah yang elevasinya lebih tinggi dari reservoir,” papar Deni.

Sejak sebulan terakhir atau pertengahan bulan puasa lalu, curah hujan di wilayah hulu Sungai Cisadane cenderung rendah. Hal ini mengakibatkan debit air baku ke intake Ciherang Pondok menurun cukup signifikan, dari 1.700 liter perdetik jadi sekitar 1.550 perdetik. Akibatnya, pasokan ke IPA dan Reservoir Cipaku juga menurun.

“Kalau ini (sifatnya) alamiah. Kami hanya berharap hujan turun normal di daerah hulu. Memang beberapa hari terakhir hujan turun di daerah Bogor intensitasnya masih terlalu rendah. Belum cukup baik untuk menambah debit air baku ke Intake Ciherang Pondok,” kata Deni.

Selain curah hujan yang rendah, adanya akumulasi endapan lumpur di sekitar DAM Intake Ciherang Pondok juga menurunkan debit air baku. Sejak tiga pekan lalu, PDAM melakukan pengerukan lumpur di sekitar bendungan, dengan harapan ketinggian level air baku ke intake bertambah. “Alhmadulilah ada penambahan sekitar 20 liter perdetik. Namun itu pun masih belum cukup,” ujar mantan Kepala Bagian Perencanaan dan Pengawasan Teknik PDAM Kota Bogor itu.

PDAM juga telah membersihkan lumpur di bak prasedimentasi intake Ciherang Pondok dan membersihkan saluran pipa transmisi, dengan harapan pasokan air baku ke IPA Dekeng dan Cipaku bisa lebih baik. Pompa sementara di area Intake Cipaku pun sudah dioperasikan. Namun kapasitasnya tidak terlalu besar, 100 liter perdetik.

“Kami baru dapat info bahwa pompa yang kami pesan dari Eropa sedang dalam perjalanan menuju Semarang. Dari semarang lalu dibawa ke Bogor. Jika pompa ini sudah dipasang di Intake Cipaku, insya allah dapat menambah sekitar 300 liter perdetik. Ini untuk meningkatkan pelayanan di wilayah Bogor Utara,” tutur Deni.

Perusahaan air minum milik Pemkot Bogor ini pun tengah menunggu pembangunan SPAM Katulampa selesai pada akhir September 2018. Proyek Kementerian PUPR kapasitas 300 liter perdetik ini diyakini dapat mengatasi persoalan gangguan pasokan air di wilayah Bogor Utara, sehingga target cakupan 100 persen aksi air bersih di Kota Bogor dapat terpenuhi pada tahun 2019.

PDAM juga telah memasang local reservoir kapasitas 50.000 liter di perumahan de’Botanical Cimahpar dan menyiapkan satu lagi kapasitas 100 ribu liter di perumahan Griya Soka. Untuk penanganan darurat, PDAM juga menyiapkan armada tangki air untuk memasok air bersih saat terjadi gangguan pengaliran.(humas dan sosial) 

Debit Air Citake Ciherang Pondok Menurun, Wilayah Zona III Terganggu

PEMBERITAHUAN, Kamis, 26 Juli 2018

Update Pukul 12:00 WIB

Pelanggan PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR yang kami hormati. Sehubungan penurunan debit air baku di Intake Ciherang Pondok yang menyebabkan level Reservoir Cipaku, Pajajaran dan Merdeka tidak pada kondisi semestinya, sehingga menyebabkan gangguan pasokan ke wilayah zona III dan IV, kami mengimbau pelanggan di wilayah tersebut untuk berhemat dan menampung air saat masih mengalir.

Adapun daerah-daerah yang mengalami gangguan pelayanan itu antara lain:

ZONA 3
Sebagian jl. Raya Pajajaran, Jl Sukasari 1, 2, 3 dsk, Jl NV. Sidik dsk, Jl Duku, Jl Nanas Bantar Kemang, Jl Pajajaran Baranangsiang, Jl Pajajaran Indah, Villa Duta, Pajajaran Regency, Jl Ciheuleut, Bogor Lake Side, Griya Soka, Perum Botanica Cimahpar, Perum Haji Cimahpar, Perum Nurul Ichwan, Jl Sukasari, Jl Siliwangi, Jl Lawanggintung, Jl Sekip, Jl Batutulis, Kp. Jaya tunggal dsk, perum. Puri mas dsk, sebagian jl. Bondongan. Gunung Batu, Jalan Sindang Barang, Jl Loji, Griya Melati.

ZONA 4
Jl Pajajaran Gn Gede dan sekitarnya, Botani Square, RS PMI, Jl Pangrango, Perum Bogor Baru, Babakan Gn Gede, Jl Lodaya, Jl Sancang, Jl Sudirman, Jl Pabaton, Gg Baru, Gg Sepatu, Jl Sawojajar, Ardio, RD Walikota, Jl Megamendung Jl Mandalawangi Tegal Peuteuy, Jl Ciheuleut Unpak, Jl Malabar, Jl Arzimar 3, Jl Rumah Sakit 1 dan 2, Babakan Fakultas dan Tegal Manggah.

Jl Perikanan Cimanggu, Cimanggu Hejo, Cimanggu Residence, Taman Cimanggu, Cimanggu Permai 1, Jl Majapahit Cimanggu Permai dan sekitarnya, Cijahe, Yasmin Sektor 5, 6, dan 7, Bukit Cimanggu City, Kencana, Kayu Manis, Semplak, Budi Agung, Perum Syailendra, Cimanggu Gg Tijan, Cimanggu Pahlawan, Gg Embah Dalem Sukaresmi, Jl. Cidangiang dsk, Perum. Indraprasta dsk, Perum. Bantatjati dsk, sebagian Tanah Baru dsk, sebagian Cimahpar dsk, Jl. Raya Pajajaran dsk, Kp. Bantarjati atas dsk, Kp. Bantarjati Kaum dsk, Kp. Bantarjati Tonggoh dsk, Jl. Ceremai dsk, Jl. Sudirman dsk, Gg Baru dsk, Jl. MA Salmun dsk, Jl. Merdeka dsk, Jl. Dr. Semeru dsk, Cilendek dsk, Warung Legok dsk, Jl. Begonia dsk, Cimanggu Taman dsk, Jl. Ardio dsk, Gg. Texan dsk, Jl. Ciwaringin dsk, Rumah Sakit PMI, RS. Azra, RS. Salak, RSUD. Karya Bhakti. RS. Marjuki Mahdi.

Petugas kami di lapangan terus melakukan upaya-upaya teknis agar distribusi air bersih ke pelanggan tetap terjaga. Apabila para pelanggan membutuhkan pasokan air melalui mobil tangki dapat menghubungi PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR di nomor (0251) 8324111 dan Whastapp 08111182123.

Ada Perbaikan Pipa, Ini Wilayah Yang Terdampak

PEMBERITAHUAN
Pelanggan PDAM Tita Pakuan Kota Bogor yang kami hormati.

Sehubungan adanya perbaikan pipa pvc 16″ di Jl Cikabuyutan pada hari Sabtu tanggal 14 Juli 2018 pukul 10.00 s.d 15.00 WIB (5 Jam) bersama ini kami sampaikan wilayah yg mengalami gangguan pengaliran sebagai berikut:
– Jl Cikabuyutan dsk,
– Komp IPB 3, Bogor Baru,
– Babakan Fakultas dsk,
– Babakan Sirna dsk,
– Komp IPB 4, Indraprasta 2,
– Cimahpar dsk,
– Tanah Baru dsk,
– komp Tazmania dsk,
– Jl Drupada dsk,
– Tegal Lega dsk,
– Jl Arzimar 1 dsk,
– Jl Arzimar 2 dsk,
– Jl Arzimar 3,
– Babakan Sari,
– Peruman Bantar Jati,
– Aryawidura, Villa Citra,
– Kawung Luwuk,
– Kaum Sari,
– Tanan Seruni,
– Taman Soka,
– Perum Nusa Indah,
– Kavling Alhasanah,
– Taman Kenari,
– Pondok Aren,
– Ciluar Asri,
– Ciluar Indah,
– Asrama Brimob Kd Halang.

Kami mengimbau pelanggan dapat menampung dan menghemat air pada saat sedang mengalir untuk mengantisipasi gangguan tersebut. Apabila para pelanggan membutuhkan pasokan air melalui mobil tangki dapat menghubungi Call Center 24 Jam PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR di nomor (0251) 8324111 dan Whastapp 08111182123.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan untuk menjadi maklum, dan atas perhatian serta pengertian Bapak/Ibu/Saudara, kami mengucapkan terima kasih.

Bogor, 14 Juli 2018

a.n DIREKTUR UTAMA
PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR
SEKRETARIS PERUSAHAAN
RINDA LILIANTI

Antisipasi Gangguan Pasokan Air Di Zona III, PDAM Kota Bogor Keruk Intake Cipon

BOGOR –PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan pengurasan Sungai Cisadane akibat sedimentasi di sekitar Dam Intake Ciherang Pondok (Cipon) sejak Senin (9/7/2018).

Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Syaban Maulana melalui Sekretaris Perusahaan Rinda Lilianti menjelaskan, pengurasan lumpur merupakan maintenance instalasi guna memaksimalkan pelayanan air yang mumpuni kepada masyarakat.
“Pengurasan sudah dijadwalkan dimaksudkan agar kualitas air dapat terjaga sesuai standar, karena keluhan kerap muncul dari pelanggan yang mendapatkan air keruh di rumah mereka,” kata Rinda, Selasa (10/7/2018).

Rinda menambahkan, pembersihan endapan lumpur yang terbawa banjir Sungai Cisadane ini harus dilakukan karena telah menurunkan debit air baku yang mengalir ke IPA Dekeng dan Cipaku hingga 100 liter perdetik (l/det).
“Jadi saat banjir Sungai Cisadane, lumpurnya masuk ke dua unit bak presed Intake Cipon. Lama-lama menumpuk dan mengurangi debit air baku ke (IPA) Dekeng kondisi normal 1.600 l/det jadi 1.500 l/det. Lumpur itu harus segera dibersihkan karena kalau dibiarkan lama-lama akan menyumbat pipa transmisi air baku ke Dekeng,” ujar mantan Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Bogor itu.

Teknisnya, operator Intake Cipon akan membersihkan lumpur dengan mesin khusus dengan mendorong material ke IPA Dekeng melalui jalur pipa transmisi air baku. “Lumpur itu akan dibuang melalui skur yang dibuka oleh petugas bagian Transmisi dan Distribusi. Jadi diharapkan lumpurnya tidak sampai ke Dekeng,” jelas Rinda.

Kepala Sub Bagian Humas dan Sosial PDAM Kota Bogor R. Poppi Rustanti menambahkan, pengurasan lumpur ini merupakan kegiatan rutin saat terjadi pengendapan tinggi di bak prasedimentasi Intake Cipon.
“Pengerukan ini merupakan program untuk pemeliharaan intake Ciherang Pondok.
Tujuannya untuk menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan,” ujar mantan Kepala Sub Bagian Litbang Investasi dan Kepala Sub Bagian Hubungan Langganan itu.

Menurut Poppi, pengurasan tersebut diupayakan tidak mengganggu distribusi air bersih, namun pelanggan di zona 3 dan 4 diminta tetap menampung air untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kami upayakan (tidak terjadi gangguan), karena optimalisasi IPA Dekeng sudah rampung. Tapi pelanggan kami imbau tetap menampung air untuk antisipasi level Reservoir Pajajaran, Cipaku dan Merdeka rendah,” kata Poppi.

Ada pun daerah-daerah di zona 3 dan 4 yang berpotensi mengalami gangguan sementara akibat pengurasan bak prasedimentasi Intake Cipon itu antara lain Jl. Lawang Gintung, Jl. Sukasari, Jl. Pajajaran Indah, Jl. Batutulis, Jl. Skip, Perum Vila Duta, Perum Pajajaran Regency/Parahyangan Regency, Jl. Ciheuleut. Berikutnya Blok Paku, sebagian Jl. Cimahpar, Perum Botanica, Perum Bogor Raya Residence/Cimahpar Asri, Perum Griya Soka, Jl. Surya Kencana dsk, Jl. Roda dsk, Gg. Aut dsk, Jl. Paledang dsk, Jl. Pahlawan dsk, Jl. Bondongan, Gunung Batu, Bubulak dsk, Sindang Barang dan sekitarnya.
Sejumlah wilayah di zona 4 yang berpotensi mengalami gangguan antara lain Jl. Pajajaran dsk, Jl. Pandu dsk, Tegal Gundil dsk, IPB Baranangsiang 4, Kel. Tegal Lega, Taman Kencana dsk, Jl. Sudirman dsk, Jl. Pemuda dsk. Kemudian Jl. Merdeka dsk, Jl. Cilendek dsk, Perum Yasmin dsk, Mekar Wangi, Cibadak, Kencana, Cimahpar, Cibuluh, Kebon Pedes, Panaragan, Sempur, Sukaresmi, Curug Mekar, Bantar Jati, Kebon Kalapa, Kedung Halang, dan Kayu Manis. (humas dan sosial)

TENAGA KESEHATAN TELADAN KOTA BOGOR TAHUN 2018

Oleh :
Eriati, MKM
Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusi  Kesehatan
Dinas Kesehatan Kota Bogor

Kota Bogor – Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan tersebut merupakan upaya seluruh potensi bangsa Indonesia, baik masyarakat, swasta maupun pemerintah. Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang ditandai penduduk yang hidup dengan perilaku dan dalam lingkungan sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang optimal di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Undang-Undang No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dimana pasal 13 menegaskan pemerintah dan pemerintah daerah wajib memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan baik jumlah, jenis, maupun kompetensi secara merata untuk menjamin keberlangsungan pembangunan kesehatan. Pasal 14 juga menyebutkan bahwa perencanaan tenaga kesehatan disusun berjenjang (dimulai fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah daerah kabupaten/kota, pemerintah daetah provinsi sampai pemerintah secara nasional) berdasarkan ketersediaan tenaga kesehatan dan kebutuhan penyelenggaraan pembangunan dan upaya kesehatan.

Tenaga kesehatan memiliki peranan penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat agar masyarakat mampu untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat sehingga akan terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi. Tenaga kesehatan juga berperan besar dalam menentukan pembangunan kesehatan. Di Indonesia, terdapat ribuan tenaga kesehatan di Puskesmas yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh dan menunjukkan prestasi kerja yang sebaik-baiknya. Mereka adalah pahlawan bangsa yang menunaikan tugasnya untuk mencapai visi kita bersama, yaitu masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan.

Tenaga di bidang kesehatan terbagi menjadi dua yakni tenaga kesehatan dan asisten tenaga kesehatan, dimana tenaga kesehatan merupakan tenaga kesehatan yang mempunyai pendidikan minimal diploma tiga (D3) kesehatan. Selain itu tenaga kesehatan terdiri tenaga medis dan paramedis serta penunjang lainnya, diantaranya dokter, dokter gigi, perawat, apoteker, bidan, nutrisionis, sanitarian, promkes, kesehatan kerja dsb.

Sejalan dengan Nawa Cita Kabinet Kerja yang mengutamakan pembangunan dari pinggir ke tengah, maka Prioritas kebijakan Kementerian Kesehatan adalah untuk penguatan pelayanan primer. Banyak yang telah dicapai dalam Pembangunan Kesehatan, terutama dalam meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu capaian dalam peningkatan akses pelayanan kesehatan adalah tersedianya 9.740 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yang dilayani oleh para tenaga kesehatan dan dilengkapi dengan sarana-prasarana layanan kesehatan yang diperlukan.
Puskesmas adalah fasilitas sarana pelayanan kesehatan terdepan dan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di seluruh Tanah Air. Puskesmas sebagai fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang memberikan pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN yang pengelolaannya dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan. Sejak diberlakukannya JKN pada 1 Januari 2014 hingga saat ini
Tenaga Kesehatan diharapkan mendukung dengan sungguh-sungguh suksesnya pelaksanaan JKN, yaitu dengan memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada seluruh masyarakat. Langkah untuk mengutamakan upaya promotif-preventif hendaknya benar-benar mendapat perhatian khusus, termasuk langkah memperluas cakupan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat, dengan pendekatan berbasis keluarga (PIS-PK). Tenaga kesehatan teladan juga memiliki prestasi yang membanggakan dan kontribusi yang besar dalam pelaksanaan 3 fungsi Puskesmas, yaitu sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, penggerak pemberdayaan masyarakat dan pemberi pelayanan kesehatan strata pertama.

Dalam rangka pembinaan tenaga kesehatan agar tercipta motivasi dan kinerja yang terus meningkat, maka perlu penghargaan yang dianggap sebagai pemberi semangat. Oleh karena itu pemerintah dari mulai pusat dan daerah memberikan perhatian dengan melaksanakan pemilihan tenaga kesehatan teladan untuk tenaga kesehatan fungsional di Puskesmas yaitu tenaga dokter, dokter gigi, nutrisionis, sanitarian, apoteker, perawat, bidan dan tenaga promosi kesehatan.

Pada Tahun 2018, Kota Bogor memberikan kesempatan kepada 7 (tujuh) tenaga kesehatan fungsional yang bekerja di puskemas untuk mengikuti ajang kompetensi pemilihan tenaga kesehatan dari tingkat kecamatan sampai tingkat nasional, dimana biaya penyelenggaraan bersumber dana APBD Dinas Kesehatan Kota Bogor melalui Kegiatan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Saat ini Kota Bogor memiliki tenaga  fungsional kesehatan dokter umum 91 orang, dokter gigi 44 orang, perawat 113 orang, bidan 106 orang, apoteker 10 orang, sanitarian 28 Orang, promosi kesehatan 28 orang, radiografer 5 orang, gizi 23 orang, dan pranata laboratorium 36 orang.
Kegiatan Pemilihan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Kota Bogor Tahun 2018  dilakksanakan pada bulan April 2018 melalui beberapa tahapan seleksi yaitu :

– Seleksi uji tulis
– Psikotes
– Wawancara

Seleksi uji tulis meliputi materi-materi lintas program seperti materi tentang kesehatan ibu dan anak, kesehatan remaja dan lansia, gizi, PHBS, KTR, gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), penyakit menular dan tidak menular, PIS-PK, jaminan kesehatan, dll. Selain itu diberikan juga materi tentang keprofesian. Psikotes dilakukan oleh seorang psikiater yang dimiliki Dinas Kesehatan Kata Bogor sedangkan wawancara dilakukan oleh para Kepala Bidang dan programer terkait tenaga kesehatan teladan pada Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Tenaga Kesehatan Teladan Terbaik 1 Tingkat Kota Bogor di masing-masing jenis tenaga yaitu sebanyak 7 (tujuh) orang ditetapkan dengan Surat Keputusan Walikota Bogor dan mereka  berhak untuk mengikuti Pemilihan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan pada tanggal 7 sampai dengan 10 Mei 2018 dan Tenaga Kesehatan Teladan Terbaik 1 untuk masing-masing jenis tenaga di Tingkat Provinsi akan mewakili Jawa Barat dan hadir dalam Acara Peringatan Hari Kemerdekaan RI di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 2018.

Pemilihan dan pemberian penghargaan untuk tenaga kesehatan teladan akan terus dilaksanakan setiap tahan karena pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat memotivasi tenaga kesehatan fungsional lainnya untuk melaksanakan pekerjaan lebih profesional guna meningkatkan derajat kehidupan kesehatan masyarakat Kota Bogor yang lebih baik. Kota Bogor pasti bisa!!!

Oleh :
Eriati, MKM
Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusi  Kesehatan
Dinas Kesehatan Kota Bogor

Ada Perbaikan Pipa HDPE, Aliran PDAM Zona 3 Terganggu

PEMBERITAHUAN
Pelanggan PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR yang kami hormati.
Sehubungan dengan adanya perbaikan kebocoran pipa HDPE diameter 10”di Jalan Sedane pada hari Selasa tanggal 22 Mei 2018 pukul 21.00 s.d Rabu 23 Mei 2018 pukul 03.00 (+ 6 jam), bersama ini kami sampaikan lokasi zona 3 yang akan terdampak perbaikan tersebut sebagai berikut:
– Bubulak dsk,
– Perum Griya Melati,
– Perum Taman Firdaus,
– Perum Ziara Valley,
– Balumbang Jaya dsk,
– Situ Gede dsk,
– Marga Jaya dsk,
– Sindang Barang dsk,
– Perum Sinbad Green Resudence,
– Loji dsk,
– Gunungbatu dsk,
– Pagentongan dsk,
– Hegarmanah dsk.

Kami mengimbau pelanggan dapat menampung dan menghemat air pada saat sedang mengalir untuk mengantisipasi gangguan tersebut. Apabila para pelanggan membutuhkan pasokan air melalui mobil tangki dapat menghubungi PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR di nomor (0251) 8324111 dan Whastapp 08111182123.
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan untuk menjadi maklum, dan atas perhatian serta pengertian Bapak/Ibu/Saudara, kami mengucapkan terima kasih.

Bogor, 21 Mei 2018
a.n DIREKTUR UTAMA
PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR
SEKRETARIS PERUSAHAAN
Ttd
RINDA LILIANTI

PDAM Kuras Pipa dan Pasang TAHU

Kota Bogor – Gangguan pasokan air bersih PDAM Kota Bogor tiba-tiba terjadi di awal-awal Ramadan 1439 H. Debit air baku dari Intake Ciherang Pondok tidak stabil sehigga level Reservoir Pajajaran dan Cipaku turun tidak dalam posisi optimal. Akibatnya pelanggan yang tinggal di daerah tinggi dan ujung tidak mendapat pasokan normal.

Menyikapi hal ini, Sekretaris PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Rinda Lilianti menjelaskan gangguan pengaliran di sejumlah wilayah zona 3 dan 4 disebabkan penurunan debit air baku di Intake Ciherang Pondok yang akan diolah di IPA Dekeng.

“Hasil pengamatan kami di intake Ciherang Pondok menunjukan ada kecenderungan debit air baku yang masuk ke intake tidak berkurang. Kita menduga ada pendangkalan di dam Sungai Cisadane, bak prasedimentasi Intake Ciherang Pondok atau di (jalur) pipa (transmisi),” ujar Rinda, Jumat (18/5/2018).

Direksi, ujar Rinda, lantas memerintahkan jajaran di Sub Bagian Sumber untuk mengeruk material di bak prasedimentasi Intake Ciherang Pondok. Bukan hanya itu, jalur pipa transmisi air baku dari Intake Ciherang Pondok ke IPA Dekeng pun dibersihkan oleh petugas Sub Bagian Pengaliran dan Jaringan.

“Pembersihkan bak prasedimentasi dan pipa transmisi ini dilakukan untuk meningkatkan debit air baku yang akan diolah di IPA Dekeng dan IPA Cipaku. Harapannya, kapasitas Reservoir Pajajaran, Merdeka dan Cipaku kembali pada kondisi semestinya,” ujar mantan Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Bogor itu.

Sepanjang Jumat, petugas menguras (wash out/WO) pipa transmisi air baku dari Intake Ciherang Pondok ke IPA Dekeng sepanjang 6 kilometer. Pembersihan pipa HDPE dan steel diameter 1000 mm tersebut dilakukan di WO Jembatan Cikereteg, Pesantren Ciomas dan Stasiun Ciomas.

Selain menguras pipa transmisi, petugas terus mencari pipa bocor atau tersebut pada pipa distribusi jalur Reservoir Cipaku hingga Bubulak. Hingga Jumat sore, titik kebocoran atau penyumbatan pada pipa tersebut belum ditemukan.

“Kita cari terus sampai ketemu. Memang butuh waktu, karena mencari titik bocor atau penyumbatan di jalur pipa yang ramai lalu lintas kendaraan tidak mudah,” kata Rinda.

Untuk mengakomodir kebutuhan air bersih warga Bubulak, PDAM sedang memasang dua unit Tangki Air Hidrant Umum (TAHU) di RT 2 RW 4 dan RW 3 dekat kantor Kelularan Bubulak. “(TAHU) Sudah terpasang. Dan dioperasikan hingga gangguan pengaliran di wilayah itu teratasi,” tutup Rinda. (humas dan sosial)