Daar En Nisa Sekolah Khusus Wanita Mewujudkan Generasi Sholihah Di Kota Bogor

Kota Bogor – Sekolah Daar En Nisa Islamic  School (JHS) yang berada dikawasan Jalan Perdana Raya No. 30 Budi Agung Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor merupakan sekolah pertama khusus wanita di Kota Bogor.

Hadir dalam rangka mewujudkan Generasi Sholihah yang unggul dalam Iman Ilmu dan Amal, sekolah yang berada dibawah naungan Yayasan An Nahl 128 ini terus melakukan inovasi, baik dalam kegiatan pendidikan siswa maupun dalam membenahi fasilitas gedung sekolah.

Menurut Kepala Sekolah DR. Apriana Dian MPd, sekolah Daar En Nisa dibangun untuk mendidik terbentuknya generasi muslimah yang bertaqwa,  cerdas dan mandiri.

“Dengan memadukan aspek iman, ilmu dan amal daar en nisa hadir untuk mewujudkan generasi muslimah yang unggul dalam Iman Ilmu dan Amal,” ujar kepala sekolah yang akrab disapa Ummi Dian ini,  Selasa (19/09).

Menurut Ummi Dian, Daar En Nisa hadir 5 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 5 April 2014, melalui proses panjang akhirnya SMP dan SMA yang muridnya khusus wanita dan satu-satunya dikota bogor ini telah 2 kali meluluskan siswi SMA dan berhasil diterima dibeberapa universitas negeri.

“Alhamdulillah, beberapa lulusan SMA daar an nisa ada yang diterima di UI,  Unpad, dan juga IPB, ‘ tandasnya.

Para siswi Daar En Nisa selain belajar dengan kurikulum 2013, juga diberikan pendidikan ekstrakulikuler tata busana, tata boga, media kreatif,  rambut dan kecantikan dan juga pembelajaran dengan menggunakan perangkat IT.

“Mereka yang sekolah baik SMP maupun SMA semua punya hak yang sama untuk belajar ekstrakulikuler yang disediakan disekolah, ” pungkas Ummi Dian. (gus)

Erick Thohir Jadi ketua TKN Jokowi, Pertempuran Media Dikuasai Petahana

Jakarta – Erick Thohir resmi menjabat Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Pengusaha Erick Thohir resmi menjadi ketua tim sukses pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Pertempuran ‘udara’ dinilai resmi dikuasai kubu petahana.

“Kalau melihat komposisi timses yang sudah lengkap dengan ketua, ini analogi perang teluk , Jokowi-Ma’ruf seperti Amerika Serikat dan sekutu. Sementara mereka ingin menjadikan Prabowo-Sandi seperti Irak,” ujar pengamat politik Rico Marbun, Jumat, (07/09).

Dalam perang, ada pertempuran udara dan teritorial. Dengan memilih Erick, Rico memandang koalisi Jokowi-Ma’ruf menguasai dua wilayah tersebut.

“Prinsip perang itu jika ingin menang harus memiliki kekuatan minimal 3 kali lipat dari lawan. Jadi Jokowi memastikan keunggulan dari sisi itu,” ucap Rico.

Pertempuran udara dalam pilpres artinya ‘perang’ media. Ditambah Erick, keunggulan Jokowi di media sudah jauh mengungguli Prabowo.

“Dalam konteks pilpres serangan udara itu mirip dengan kedekatan dengan jaringan media. Dengan Erick Thohir masuk, setelah sebelumnya ada Surya Paloh (Ketum NasDem) dan Hary Tanoe (Ketum Perindo), artinya penguasaan serangan udara nyaris lengkap,” ulas Rico.

Rico lanjut menganalisis timses Jokowi dengan perbandingan penguasaan teritorial. Amerika Serikat saat perang, kata Rico, berusaha sebanyak mungkin merekrut pasukan. Sampel America itu dicocokkan Rico dengan kenyataan dukungan yang diterima Jokowi.

“Kita ingat beberapa hari lalu banyak kepala daerah yang menyatakan mendukung Jokowi. Setidaknya di Jawa 4 daerah terbesar Banten, Jabar, Jateng dan Jatim sudah deklarasi dukung Jokowi,” tandasnya. (boy)

Idul Adha, PDAM Kota Bogor Sebar 23 Ekor Hewan Qurban

Kota Bogor – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menyalurkan 23 ekor kambing kurban kepada masyarakat di sekitar sumber mata air, WTP, reservoir dan masjid-masjid di Kota Bogor. Kegiatan ini merupakan program Coorporate Social Responsibility (CSR) sebagai bagian dari pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1439 H/2018 M.

Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan H. Deni Surya Senjaya melalui Sekretaris Perusahaan Teguh Setiadi mengatakan, kegiatan kurban adalah bentuk dari kepedulian sosial PDAM Kota Bogor yang ingin berbagai kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

“Kegiatan ini juga sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur kami terhadap kinerja yang telah diraih hingga saat ini, yang merupakan hasil dari kepercayaan pelanggan terhadap layanan PDAM,” kata Teguh.

Lebih lanjut Deni menjelaskan bahwa hewan kurban yang diberikan merupakan sumbangsih dari perusahaan dan karyawan PDAM. Dia berharap kurban ini dapat membawa berkah dan bermanfaat bagi semua pihak.

Ke-23 ekor kambing ini kemudian disebar ke sejumlah titik. Di antaranya Masjid Raya Bogor, Masjid At-Taqwa Balaikota, dan Masjid LP Paledang. Hewan kurban pun dibagikan ke masyarakat yang tinggal di sekitar Mata Air Tangkil, Bantar Kambing, Kota Batu Intake Ciherang Pondok, SPAM Katulampa dan lain-lain.

“Hewan-hewan kurban ini diatasnamakan karyawan-karyawati yang akan memasuki masa purnakarya. Lalu kita distribusikan kepada panitia pemotongan hewan kurban setempat. Jumlahnya ada 23 ekor kambing,” beber Teguh.

Kegiatan kurban yang selalu dilakukan setiap tahun di momen Idul Adha adalah bentuk komitmen kepedulian sosial PDAM yang selalu ingin melakukan peningkatan dan kebaikan untuk masyarakat. (humas)

Aksi Jokowi Dalam Opening Ceremonial Asian Games, Penuh Makna

Jakarta – Luar biasa sekali prolog pembukaan Asian Games sebagai pengantar kemunculan pak Jokowi di Senayan.

Sangat sarat  dengan pesan-pesan yang menggambarkan kepribadian pak Jokowi yang benar-benar luar biasa sekali. Semoga dunia dan lawan2 politik pak Jokowi menangkap secara terang benderang pesan tersembunyi yang di sampaikan secara cerdas.

Diawali dengan keluarnya rombongan Presiden di Istana Bogor dengan pengawalan berlapis-lapis dan melintasi jalan toll tanpa hambatan.  MAKNA: Beliau adalah orang yang berpengaruh atau berkuasa. 

Lalu ketika rombongan Presiden memasuki kota Jakarta rombongan tersendat karena ada demonstrasi yang menutupi  jalan. Namun Pak Jokowi mengatakan kepada pengawalnya ‘biarkan tidak apa-apa’  MAKNA: pak Jokowi menghargai hak dan kebebasan untuk menyampaikan pendapat / perbedaan.

Lantas pak Jokowi keluar dari mobil ke Presidenan tanpa mengkhawatirkan keamanan dirinya. MAKNA: Pak Jokowi tidak takut menghadapi demonstrator atau lawan2 politiknya. Beliau  tahu apa yang harus di lakukan.

Selanjutnya pak Jokowi mengendarai motor sendiri dengan memakai helm. MAKNA  Jokowi tahu aturan dan mematuhi aturan.

Sesaat sebelum mengendarai motornya pak Jokowi menggerungkan motor dan rodanya  nampak berputar cepat di tempat.   MAKNA: pak Jokowi juga bisa garang! 

Kemudian pak Jokowi melaju kencang melompati rintangan yg di pasang para demonstrator dengan mudah sekali  tanpa hambatan karena mendarat dengan baik. MAKNA: Pak Jokowi bisa mengatasi permasalahan secara cerdas, tidak terduga dan tanpa rasa takut. Beliau berani mengambil tindakan akrobatik untuk keluar dari persoalan.

Selanjutnya Jokowi mengendarai motornya seorang diri tanpa pengawalan sama sekali. Beliau melintasi gang gang di pemukiman sederhana. MAKNA: Jokowi tahu betul jalan untuk mencapai tujuannya dan Jokowi tidak bisa dihentikan oleh demonstrasi atau hambatan.  Juga menegaskan bahwa pak Jokowi juga suka blusukan dan tahu jalanw tikus untuk keluar dari persoalan.

Selanjutnya Pak Jokowi kembali ke jalan raya dan pengawalnya merapat untuk mengawal di belakang, bukan di depan.  MAKNA: Beliau yang memimpin dalam upaya keluar dari kesulitan.  Saat menghadapi masalah pak Jokowi berani berdiri di baris terdepan,  bukannya  berlindung di balik pengawalnya.

Lalu ada scene dimana Pak Jokowi menghentikan motor yg di kendarainya untuk memberi kesempatan sekelompok anak anak kecil menyeberang jalan. MAKNA: Beliau memperhatikan, melindungi dan mengutamakan anak-anak yang adalah generasi penerus. Juga bahwa pak Jokowi mau merendahkan diri tidak selalu minta di dahulukan.

Saya sungguh kagum dengan kecerdasan pak Jokowi dan atau tim nya dalam menyampaikan pesan kepada dunia tentang karakter pak Jokowi.

Ketika Via Valen menyanyikan lagu theme song nya pak Jokowi juga nampak ikut ‘terbawa semangat’ dengan menggoyang-hoyangkan kedua tangannya. MAKNA: Pak Jokowi tidak  jaga image  tapi berani tampil apa adanya.

Jakarta, 18 Agustus, 2018
DS Komala,
A very proud Indonesian.

DPRD KOTA BOGOR AKAN TERBITKAN PERDA PPKK

Mewujudkan Penguatan Peran dan Fungsi Keluarga

Kota Bogor – Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, meski demikian, perannya sangat besar. Menurut para ahli, keluarga merupakan sekolah pertama dan utama bagi setiap anak bangsa sebelum terjun ke masyarakat. Keluarga juga fondasi utama dalam membangun sistem dan tatanan sosial sehingga ketahanan keluarga merupakan basis ketahanan nasional.

Banyak keluarga yang mengalami permasalahan sosial,  maraknya perceraian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), anak telantar, kasus kenakalan remaja, tawuran pelajar, kejahatan, pergaulan bebas, hingga pornografi, pornoaksi, narkoba, termasuk penyebaran faham radikalisme dan terorisme, persoalan semua ini andil keluarga sebagai sumber masalah.

Menurut data, tingkat perceraian di Kota Bogor kian mengkhawatirkan, bahkan bisa dikatakan cukup tinggi. Pada tahun 2016 tercatat sebanyak 1.632 kasus perceraian. Sementara di tahun 2015, kasus gugatan cerai di Kota Bogor mencapai 1.528 kasus. Parahnya lagi yang mengajukan atau menggugat cerai itu 70 – 80 persennya adalah perempuan.  Sedangkan tahun 2017 tercatat sebanyak 1.072 kasus perceraian di Kota Bogor.

Sementara itu,  kasus kekerasan terhadap anak-anak dan kaum perempuan terus bertambah. Pada tahun 2010  lalu jumlahnya hanya  8 kasus. Kemudian naik di tahun 2011 menjadi 18 kasus dan terus bertambah sehingga pada tahun 2015 lalu tercatat ada 42 kasus.

Sementara itu, menurut data di KPAI Kota Bogor, sejak lembaga ini berdiri bulan Juli 2017  sampai dengan Desember 2017 kasus kekerasan terhadap anak tercatat  sebanyak 20 kasus. Sedangkan tahun 2018 (sampai dengan Agustus 2018) tercatat sebanyak 26 kasus kekerasan terhadap anak. Bisa jadi jumlah sesungguhnya lebih besar, karena diperkirakan banyak kasus yang tidak dilaporkan. Fenomena ini memang ibarat gunung es, tampak kecil di permukaan, padahal besar di bawahnya. Namun, berapapun jumlahnya, kasus-kasus itu tentu patut menjadi keprihatinan semua pihak.

Sedangkan kasus tawuran pelajar di Kota Bogor menurut data  yang dirilis Polres Bogor Kota pada akhir 2017, jumlah kasus tawuran di Kota Bogor sejatinya menurun, pada 2016 tercatat 64 kasus tawuran. Di 2017 turun menjadi 48 kasus. Korban meninggal dunia nihil, luka berat 1 orang dan luka ringan 3 orang. Sementara itu, kasus kejahatan Narkoba di Kota Bogor  pada tahun 2017 tercatat ada 172 kasus Narkoba dengan total tersangka 205 orang.  Jumlah ini naik  dari tahun 2016  yang hanya tercatat sebanyak  141 kasus dengan 183 tersangka. Menurut data secara nasional, terjadi peningkatan jumlah penyalahgunaan narkoba. Dari 3,3 juta jiwa pada 2008, meningkat menjadi 4,2 juta jiwa pada 2014, dan 5,1 juta jiwa pada 2016.

Dari jumlah itu, paling banyak dari kaum terdidik seperti mahasiswa, pelajar SMA dan SMP. Memang dalam kasus kenakalan remaja, misalnya, peran keluarga selalu disebut sebagai faktor utama. Hal ini dapat disebabkan oleh pola pengenalan diri, komunikasi, dan pola asuh yang tidak baik oleh setiap anggota keluarga terhadap anggota lainnya. Di sisi lain, serbuan budaya, gaya hidup, dan teknologi dari luar tidak disikapi bijak oleh masyarakat, terutama generasi mudanya.

Kasus-kasus inilah antara lain yang melatarbelakangi DPRD Kota Bogor menginisiasi pembuatan Raperda tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga (PPKK) dalam rangka penguatan peran dan fungsi keluarga dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkarakter. Hal ini selaras dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sudah mencanangkan pada tahun 2045 sebagai generasi emas. Selain itu, yang melatarbelakangi munculnya Inisiasi ini, terkait  peningkatan eskalasi kenakalan remaja di Kota Bogor. Dalam beberapa kasus, pelaku sebagian besar berasal dari keluarga yang broken home.

Seperti diutarakan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pembahas Raperda tengtang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga (PPKK), Abuzar, SE. pada penjelasannya di Sidang Paripurna DPRD Kota Bogor Senin, 16 Juli 2018 menyebutkan bahwa, Raperda PPKK ini merupakan Raperda Inisiatif DPRD yang sudah disetujui menjadi Raperda dan selanjutnya akan dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus). Tujuan disusunnya Raperda ini, sambung Abuzar, adalah merumuskan regulasi yang terpadu dan memberi arahan serta strategi membangun ketahanan keluarga yang sesuai dengan karakteristik masyarakat Kota Bogor, ungkap Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Menurut Abuzar, Raperda ini antara lain mengatur tentang pelaksanaan PPKK (Pasal 6). Pemerintah Daerah  menetapkan rencana pembangunan ketahanan keluarga yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dengan mengacu kepada Rencana Pembangunan Ketahanan Keluarga yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dokumen Raperda PPKK ini terdiri dari 12 Bab dengan 29 Pasal.  Bab I tentang Ketentuan Umum terdiri dari 1 Pasal. Bab II tentang Asas dan Tujuan, terdiri dari 2 Pasal yakni bagian kesatu Asas dan yang kedua Tujuan. Bab III tentang Ruang Lingkup terdiri dari 1 Pasal yakni ruang lingkup PPKK meliputi pelaksanaan, pembinaan, pengawasan, pengendalian dan peningkatan peran serta organisasi kemasyrakatan. Bab IV tentang Pelaksanaan, terdiri dari 15 Pasal, mulai pasal 5 sampai dengan pasal 19. Bab V tentang Tim Pembina Ketahanan Keluarga terdiri dari 2 pasal. Bab VI tentang Kerja Sama, hanya 1 pasal, Bab VII tentang Sistem Informasi hanya 1 pasal, Bab VIII tentang Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian (1 pasal), Bab IX tentang Peningkatan Peran Serta Organisasi Kemasyarakatan ( 1 pasal), Bab X Penghargaan (1 pasal), Bab XI tentang Pembiayaan ( 1 pasal) dan bab XII tentang Ketentuan Penutup (2 pasal).

Raperda ini dibuat, bertujuan membangun ketahanan keluarga dengan cara memenuhi kebutuhan fisik, sosial, mental dan spiritual setiap keluarga serta memadukan setiap upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha dalam membangun ketahanan keluarga. Oleh karena itu, inisiatif DPRD Kota Bogor menerbitkan Perda PPKK perlu mendapat dukungan semua pihak. *** (humas dprd)

POTENSI ZAKAT KOTA BOGOR RP 462 MILIAR REALISASI HANYA RP 5,6 MILIAR

DPRD Akan Terbitkan Perda

Kota Bogor – Berdasarkan hasil penelitian Yusrini salah seorang Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2016 silam, dia mencatat bahwa potensi zakat di wilayah Kota Bogor dapat mencapai Rp 462 miliar setiap tahun. Sedangkan menurut catatan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bogor potensi penerimaan zakat di wilayah Kota Bogor hanya Rp 135 miliar. Sementara realisasi penerimaan zakat tahun 2017 yang tercatat di Baznas Kota Bogor hanya Rp 5,6 miliar, ini menunjukan kesadaran masyarakat  membayar zakat di wilayah Kota Bogor terbilang  sangat rendah. Padahal zakat merupakan sumber dana yang dapat berperan sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial serta ekonomi masyarakat.

Kewajiban membayar zakat sebagai salah satu rukum Islam yang merupakan syarat wajib yang ditunaikan oleh setiap orang dan Badan Hukum yang dimiliki oleh orang Islam dan telah memenuhi syarat. Selain itu, pengelolaan zakat membutuhkan konsep manajemen agar pengelolaan itu berjalan efektif dan tepat sasaran. Agar pengelolaan zakat di Kota Bogor sesui dengan ketentuan hukum Islam dan lebih berdaya guna dan berhasil guna serta dapat dipertanggungjawabkan, maka DPRD Kota Bogor berinisiatif akan menerbitkan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Zakat.

Demikian antara lain keterangan Ketua Panitia Khusus Pembahas Raperda Pengelolaan Zakat, Ahmad Aswandi, SH, ketika memberikan penjelasan dihadapan Pimpinan dan para Anggota DPRD  serta Walikota Bogor dan Para Pejabat dilingkungan Pemkot Bogor serta undangan pada Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Bogor H.Untung W Maryono, SE. AK. Senin 16 Juli 2018.
Raperda ini, sambung Ahmad Aswandi, mengatur mekanisme penerimaan dan penyaluran zakat yang efektif dan efisien. 

“Dengan demikian ada payung hukum yang jelas dalam mengelola, menyalurkan dan memberdayakan zakat yang merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap muslim,” katanya.

Menurut Ahmad Aswandi, isi Raperda tentang Pengelolaan Zakat ini antara lain, biaya operasional Baznas dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bogor. Selain itu, Raperda ini mengatur untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Baznas Kota Bogor membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang bertugas membantu pengumpulan zakat dan dapat berpartisipasi dalam program pendistribusian dan pendayagunaan Baznas Kota Bogor, disamping Raperda ini juga mengatur yang berhak menerima zakat, ungkap Kiwong, demikain sapaan akrab Politisi Partai Persatuan Pembangunan ini.

Lebih jauh, Ahmad Aswandi menyebutkan bahwa, khusus untuk zakat profesi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Penyelenggaran Pemerintahan lainnya dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dikumpulkan oleh petugas pengumpul zakat yang ditunjuk Baznas Kota Bogor atau dipotong langsung oleh Pemerintah Kota Bogor dan selanjutnya disetorkan ke rekening Baznas Kota Bogor pada Bank yang ditunjuk. Khusus zakat Perusahaan rekanan Pemerintah Kota Bogordan BUMD Kota Bogor wajib menyetorkan zakat perusahaannya ke Baznas Kota Bogor. Raperda ini juga mengatur terkait Zakat yang telah dikeluarkan muzaki (Wajib Zakat) dapat mengurangi jumlah pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak yang bersangkutan, apabila Muzaki telah memiliki Nomor Wajib Zakat, ungkap Ahmad Aswandi.

Selain itu, tambah Ahmad Aswandi, Raperda ini juga mengatur terkait masyarakat dapat berpartisipasi dalam pengelolaan zakat dengan membentuk Lembaga Amil Zakat (LAZ). Lembaga ini dibentuk oleh masyarakat dan dikukuhkan oleh Pemerintah untuk melakukan kegiatan pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat sesuai dengan ketentuan Agama dan Perundang-undangan. LAZ kemudian menyampaikan laporan pengelolaan zakat yang dilakukan secara berkala kepada Baznas Kota Bogor.

Dokumen Raperda tentang Pengelolaan Zakat ini terdiri dari 11 Bab dengan 20 pasal. Bab I tentang Ketentuan Umum, Bab II tentang Asas dan Tujuan Pengelolaan Zakat, Bab III tentang Subyek dan Obyek Zakat, Bab IV tentang Organisasi Baznas Kota Bogor, Bab V tentang Tugas Baznas Kota Bogor, Bab VI tentang Lembaga Amil Zakat, Bab VII tentang Biaya Operasional Baznas Kota Bogor dan Hak Amil, Bab IX tentang Pelaporan dan Pertanggungjawaban, Bab X tentang Snksi Administrasi dan Bab XI tentang Ketentuan Penutup.

DPRD Kota Bogor berinisiatif menerbitkan Perda tentang Pengelolaan Zakat untuk sebuah tujuan memaksimalkan sumberdaya zakat dan mendorong efektifitas dan efesiensi pengelolaan zakat di Kota Bogor. Perda ini juga mendorong wajib zakat untukmelaksanakan kewajibannya secara konsisten dengan demikian potensi zakat yang ada pada umat, dapat ditagih lebih dalam dan terkumpul lebih banyak serta termanfaatkan secara lebih efektif. ** (humas dprd)

Jokowi Pilih Ma’ruf Amin Jadi Cawapres Di Pilpres 2019

Jakarta – Teka teki siapa pria inisial ‘M’ yang akan mendampingi Joko Widodo untuk menjadi cawapres terjawab sudah, Jokowi telah memilih Ma’ruf Amin jadi cawapres di Pilpres 2019, Kamis malam (09/08).

Disaksikan oleh seluruh Ketua Umum Partai Pengusung, di Restoran Plataran Menteng, Jl HOS Cokroaminoto No 42, Menteng, Jakarta Pusat, Jokowi mengumumkan cawapresnya pada Pilpres 2019, yakni KH Ma’ruf Amin resmi yang juga Ketua MUI.

“Saya memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai calon Presiden RI periode 2019-2024. Keputusan ini adalah tanggung jawab besar, erat kaitannya dengan cita-cita untuk meneruskan mimpi besar Indonesia maju dalam melanjutkan pembangunan dan berkeadilan di seluruh pelosok,” ujar Jokowi saat pengumuman di Restoran Plataran Menteng, Jl HOS Cokroaminoto No 42, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (09/08/2018).

“Dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai elemen masyarakat, maka saya putuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari parpol Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres 2019-2024 Profesor Ma’ruf Amin,” tandasnya. (boy)

Terapkan SOTK Baru, Pegawai PDAM Kota Bogor Harus Lebih Profesional

KOTA BOGOR – “Wajah” susunan kepegawaian di lingkup PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor kini berubah, seiring penerapan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru yang disahkan Walikota Bogor tahun ini. Perubahan signifikan terlihat dari penyebutan pejabat struktural, serta penambahan dan pergeseran beberapa unit kerja yang dikukuhkan Direktur Utama PDAM Kota Bogor di lapangan upacara PDAM Kota Bogor, Jumat (20/7/2018) lalu.

Penyebutan Kepala Bagian seperti yang ditetapkan pada SOTK lama kini berganti nama menjadi Manajer, dan Kepala Sub Bagian menjadi Asisten Manajer (Asmen). Di beberapa unit kerja, seorang Asmen dibantu oleh beberapa Supervisor. Dua unit kerja baru yang bertambah dalam SOTK itu adalah Perawatan Quality, Health, Safety, Environment (QHSE).

Satuan Perawatan dibentuk untuk mengkoordinasikan kegiatan perencanaan pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana serta infratruktur yang terkait sistem pengelolaan air minum (SPAM). Unit kerja ini dipimpin Nasrul Zahar, mantan Kepala Sub Bagian Penyambungan dan Penyegelan. Manajer Perawatan dibantu dua asmen, yakni Perencanaan dan Penjadwalan Perawatan, serta Pelaksanaan Perawatan dan Segel Meter.

Sementara QHSE merupakan uniter kerja baru untuk memastikan kualitas air minum,penerapan dan pemeliharaan sistem manajemen terpadu, perencanaan dan analisa program, penerapan HSE, serta satuan pengamanan. Unit ini dipimpin Hendra Setiawan sebagai manajer. Mantan Sekretaris Perusahan ini dibantu empat asmen, yakni Sistem Manajemen Mutu, Laboratorium, HSE, serta Penerencanaan dan Analisa Program IT.

Posisi Sub Bagian Humas dan Sosial pun berganti tempat, dari Sekretariat Perusahaan ke Humas dan Pelayanan Pelanggan. Sub Bagian Litbang Teknologi yang semula berada di bawah Badan Litbang, dipindah ke Perencanaan dan Pengawasan Teknik.

Dalam sambutan pengukuhan, Direktur Utama PDAM Kota Bogor Deni Surya Senjaya mengatakan, kebutuhan SOTK baru ini disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan saat ini. Deni berharap, struktur kepegawaian baru ini bisa meningkatkan profesionalisme pegawai dalam melayani kebutuhan air minum bagi 158 ribu pelanggan.

“Perubahan stuktural ini dilakukan bukan sekedar formalitas, tetapi merupakan kebutuhan, karena ke depannya PDAM akan menghadapi tantangan yang cukup besar. Kami berharap, SOTK baru ini dapat memotivasi para pegawai untuk bekerja lebih profesional,” ucapnya.

Pelantikan dan Pengukuhan Pejabat Struktural ini disaksikan langsung Dewan Pengawas Anna Setiana, Direktur Umum Rino Indira Gusniawan, dan Direktur Teknik Syaban Maulana. (humas dan sosial)

Rekomendasi DPP Ke DPR RI, Usmar Hariman ‘Gagal’ Nyaleg Di Provinsi

Kota Bogor – Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman yang akan maju di Pemilihan Legislatif DPR D Provinsi Jawa Barat menggunakan Partai Gerindra terancam gagal, pasalnya DPP Partai besutan Prabowo ini merekomendasikan agar Usmar maju ke DPR RI.

Gagalnya Usmar maju di DPR D Provinsi ini diungkapkan Ketua DPC Gerindra Sopian Ali Agam sesaat setelah DPC Partai Gerindra mendaftarkan Bacalegnya dikantor KPU kota Bogor,  Selasa (17/07).

Ketua DPC gerindra yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ini mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari DPP Gerindra, rekomendasi untuk Usmar Hariman maju di DPR RI sudah keluar Artinya peluang Usmar maju di Provinsi Jawa Barat sangat tipis.

“Partai Gerindra menilai Usmar sangat layak untuk maju di DPR RI, dibandingkan ke Provinsi Jawa Barat,” kata Sopian saat ditanya wartawan dikantor KPU, Selasa malam, (17/07).

Namun menurut Sopian, sampai saat ini belum ada jawaban dari Usmar soal maju di Pileg. “Rekomendasi untuk Usmar sudah keluar agar maju ke DPR RI, bukan ke Provinsi Jawa Barat, namun kami DPC belum ada jawaban dari usmar” ungkap Sopian.

Sopian juga menuturkan, Usmar merupakan sosok politikus senior dan tokoh Kota Bogor yang lebih pantas maju untuk ke DPR RI. Peluang Usmar di DPR RI juga sangat besar, karena menguasai wilayah Kota Bogor dan berpengalaman di legislatif. Dua periode menjadi anggota dewan dan menjadi Wakil Walikota Bogor hingga saat ini, menjadi tolak ukur bahwa Usmar memang pantas dan layak untuk maju di DPR RI.

“Saya yakin Usmar memiliki peluang yang cukup besar untuk maju dan meraih kursi di DPR RI,” jelasnya.

Sementara saat dikonfirmasi redaksi engingengnews.com, Usmar belum bisa menjawab banyak. “No comment dululah , sampai saat ini belum ada pemberitahuan resmi tertulis dari partai untuk dapat jadi bahan pertimbangan,” kata Usmar (boy)

Yuk, Nobar Seru Final Piala Dunia di PDAM Kota Bogor

Nobar final Piala Dunia di PDAM Kota Bogor Menghadirkan Mantan Kapten Timnas

BOGOR – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor bersama RRI Bogor menggelar Pesta Bola untuk memeriahkan nonton bareng final Piala Dunia 2018 yang halaman parkir PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Jalan Siliwangi 121 Sukasari, Minggu sore (15/7/2018).

Meski laga yang mempertemukan Perancis dan Kroasia kick off pukul 22.00 WIB, namun kemeriahan acara di kantor perusahaan air bersih milik Pemerintah Kota Bogor itu akan dimulai pukul 16.00 WIB. Panitia telah menyiapkan rangkaian games dengan hadiah-hadiah menarik, dari pendukung acara.

Tak hanya itu, panitia telah menyiapkan doorprize heboh untuk pengunjung yang diundi setelah laga usai. Hadiah yang disiapkan antara lain sepeda, televisi, smartphone, jam tangan, tas olahraga, helm dan voucher hotel.

Ketua Panitia Pesta Bola Piala Dunia 2018 Helfianty mengatakan, Pesta Bola di PDAM Kota Bogor juga akan menghadirkan legenda sepakbola nasional yang dijamin akan menambah kemeriahan acara. Namun dia enggan menyebutkan siapa bintang tamu tersebut, namun beberapa petunjuk dia paparkan.

“Dia mantan kapten timnas di era 2000an, pernah main di Persija dan terkenal di Jawa Barat,” ujar Evi, sapaan akrabnya.

PDAM pun akan memanfaatkan moment ini untuk mensosialisasikan program-program peningkatan pelayanan air bersih. Direktur Utama PDAM Kota Bogor Deni Surya Senjaya akan memaparkan kegiatan-kegiatan yang sedang dan akan dikerjakan PDAM dihadapan para pengunjung, termasuk Walikota Bogor Bima Arya yang juga direncanakan hadir.

Panitia juga sudah menyiapkan layar lebar ukuran 3×4 meter serta penampilan band lokal untuk memeriahkan acara. Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan kupon doorprice, dipersilahkan mem-follow akun Instagram PDAM Kota Bogor @pdamkotabogor dan mengikuti langkah-langkah yang telah ditentukan.

“Anda harus menginstal aplikasi cariaja.com di Play Store atau Appstore bagi pengguna Apple dan membuat akunnya. Lalu mengirim Direct Message ke IG @pdamkotabogor dengan format mengisi nama, alamat nomor telepon dan user name aplikasi cariaja.com itu. Pengiriman DM ditunggu hingga Minggu (15/7/2018) pukul 15.00 WIB,” beber Evi.

Panitia pun telah menyiapkan 400 cup kopi dan makanan ringan gratis. (humas dan sosial)