Pentingnya Pemenuhan Gizi Anak

Banyak ibu rumah tangga yang bangga dengan anaknya yang tampak gemuk. Padahal bisa jadi anak tersebut sebetulnya mengalami obesitas akibat gizi lebih. Sebaliknya banyak juga para ibu yang cemas, melihat anaknya kurus dan tinggi badannya tidak bertambah dalam waktu yang cukup lama. Wajar mereka cemas, karena anak-anak yang kurus atau tinggi badannya lambat bertambah, bisa jadi sebetulnya mengalami kekurangan gizi.

Gizi kurang dan gizi berlebih serta tinggi badan anak yang tidak bertambah, merupakan permasalahan gizi. Belakangan ini permasalahan gizi yang muncul, cenderung memang tidak hanya selalu soal kekurangan gizi. Permasalahan gizi juga muncul pada anak-anak yang mengalami gizi lebih sehingga mengalami obesitas serta anak-anak yang tinggi badannya lambat bertambah atau yang disebut dengan stunting.

Stunting adalah istilah untuk menunjukan kondisi pertumbuhan badan anak yang pendek. Jika badan anak lebih pendek dari dari teman-teman seusianya dan tinggi badannya tidak bertambah maka hal itu perlu diwaspadai. Ada kemungkinan anak itu memiliki masalah dengan pemenuhan gizi. Seorang ahli gizi mengingatkan, stunting merupakan indikator yang menunjukan proses kekurangan gizi yang terjadi dalam jangka waktu lama.

Apabila kekurangan gizi terjadi dalam waktu yang singkat, tanda yang muncul pertama, biasanya berat badan anak akan turun. Jika kekurangan gizi tersebut tidak segera diatasi, stunting kemungkinan besar akan terjadi. Anak yang mengalami stunting biasanya akan mengalami gangguan pertumbuhan lainnya. Termasuk pertumbuhan otak anak, sehingga kemampuan kognitif anak akan lemah.

Pertumbuhan tinggi badan anak bisa dilihat dengan melihat kurva pertumbuhan sejak anak lahir. Disitulah maka pertumbuhan badan anak penting dipantau melalui kegiatan penimbangan anak seperti yang berlangsung di berbagai Posyandu. Bukan hanya berat badan anak yang perlu diukur, melainkan juga tinggi anak perlu diukur untuk memantau pertumbuhan tinggi badannya.

Jadi anak-anak yang mengalami gizi kurang tidak selalu tampak kurus melainkan bisa juga pendek. Kedua-duanya berbahaya, sebab anak yang kurang gizi, kesehatan dan kecerdasannya akan terganggu dalam masa pertumbuhannya. Begitupun dengan anak yang  mengalami gangguan kelebihan gizi atau obesitas. Oleh karena itu keseimbangan asupan gizi pada anak dalam masa pertumbuhan menjadi penting. Kata kunci pada pemenuhan gizi anak adalah pada keseimbangannya.

Menurut Kepala Seksi Pembinaan dan Pelayanan Gizi, Dinas Kesehatan Kota Bogor, Ida Jubaedah SKM,Msi, terdapat fenomena ketidak seimbangan asupan gizi pada anak-anak. Hal itu dapat dilihat dari kebiasaan anak-anak pada saat makan di rumah, di sekolah serta pada kebiasaan mereka jajan. “Tampaknya mereka kurang sekali mengkonsumsi buah dan sayur,” katanya. Padahal sayuran dan buah merupakan makanan yang perlu dikonsumsi anak-anak supaya asupan gizi mereka menjadi seimbang.

Ida mengingatkan para ibu untuk membiasakan anak-anaknya memperbanyak konsumsi buah dan sayuran. “Usahakan setiap kali mereka makan selalu ada sayuran dan buah,” katanya. Memang hal ini tampaknya sudah menjadi keluhan banyak ibu, karena anak-anak relatif lebih susah mengkonsumsi sayuran pada saat makan. Itulah sebabnya pembiasaan anak mengkonsumsi sayuran dan buah perlu digerakan oleh banyak pihak.

Dinas Kesehatan Kota Bogor selama ini telah banyak melakukan kegiatan yang bertujuan untuk mengingatkan dan meningkatkan pemahaman para ibu tentang pentingnya keseimbangan asupan gizi bagi anak-anak mereka. Demikian juga telah dilakukan kegiatan konseling gizi bagi para ibu-ibu yang memiliki anak balita.

Namun hal itu tentu belum cukup. Perlu ada dukungan dari semua pihak untuk memberi pemahaman serta menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asupan gizi yang seimbang. Termasuk dalam hal itu adalah mendorong anak untuk mau dan membiasakan diri mengkonsumsi sayuran dan buah dalam rangka menyeimbangkan asupan gizi mereka.

Untuk itu diharapkan adanya dukungan dari para guru di sekolah. Hal ini perlu dilakukan karena sebagian waktu anak sehari-hari berada di sekolah. Tidak cukup sampai disitu. Diharapkan soal asupan gizi seimbang ini bisa mendapatkan perhatian lebih dari instansi yang mengelola pendidikan. Bahkan jika memungkinkan, upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman gizi pada anak-anak bisa menjadi kurikulum pendidikan.

Dalam kaitan melibatkan peran para guru dalam edukasi keseimbangan asupan gizi, Dinas Kesehatan Kota Bogor telah melakukan pelatihan bagi para guru. Mereka dilatih untuk lebih memahami pentingnya asupan gizi yang seimbang dan tentang gizi pada umumnya. Pengetahuan itu penting agar para guru  bisa ikut mengontrol asupan gizi pada anak ketika mereka berada di lingkungan sekolah. Baik asupan gizi dari bekal yang dibawa anak dari rumah maupun makanan yang mereka konsumsi dari jajanan yang dijual di lingkungan sekolah.

Misalnya seperti yang Ida harapkan, “Guru mau mengecek bekal anak-anak supaya mereka bisa mengkonsumsi sayuran dan buah.” Selama ini ada kecenderungan, anak-anak hanya berbekal makanan berupa aneka olahan daging ayam, olahan makanan beku (frozen) dan olahan makanan instan yang mengandung bahan pengawet serta masakan yang banyak menggunakan bahan penyedap. Bisa jadi anak menjadi kenyang, tetapi keseimbangan gizinya perlu dipertanyakan.

Lebih lanjut soal keseimbangan asupan gizi, ini perlu menjadi perhatian dan kesadaran semua pihak. Disitulah pentingnya gerakan masyarakat (germas) untuk bersama-sama menyelamatkan masa depan anak-anak dan para remaja. Usahakan supaya mereka bisa memperoleh asupan gizi yang seimbang, di samping mereka aktif berolahraga. (Advertorial)

Kadisdik Sambangi Rumah Desnia, Pasca Diamputasi.

Eng Ing Eng – Disela kesibukan aktifitasnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor H.Fahrudin sempatkan diri untuk menjenguk salah satu siswi SDN Cilendek 1 Bogor Barat, Kota Bogor yang telah dioperasi karena mengidap penyakit kanker langka.

Desnia siswa Cilendek satu yang tinggal Jalan Raya Semplak  RT 02 RW 02 Bogor Barat itu diamputansi kaki kirinya.

Saat kedatangan rombongan Kadiasdik beserta para guru tempat Desnia belajar, siswi yang saat ini duduk dibangku kelas IV itu mengangkat tongkatnya dan menunjukkan kaki kirinya yang kini tinggal sebatas lutut.

Selain itu, anak yang tinggal bersama neneknya tersebut juga memperlihatkan dada bagian atas pasca kemoterapi yang masih terbalut perban.

Semangat hidup dan ketegaran yang terpancar dari wajah siswi Desnia membuat salut Kadisdik beserta para guru yang menjenguknya.

Dihadapan keluarga besar Desnia serta para guru, Fahmi sapaan akrab Kadisdik itu tetap memberikan motivasi agar Desnia tetap percaya diri dengan kondisi sekarang.

Bahkan Kadisdik berjanji akan terus mendukung proses belajar Desnia, serta meluluskan keinginan Desnia masuk SMP Negeri manapun diinginkan setelah lulus SD nanti.

“Ya saya berikan memotivasi, agar anak ini tetap semangat hidupnya, saya juga akan menjamin pendidikan Desnia, dengan harapan Desnia selalu bahagia dan dapat segera memulihkan kondisi kesehatannya pasca operasi,” ujar Fahrudin.

Sementara Dina ibu Desnia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh dermawan dan perhatian Pemerintah Kota Bogor yang peduli dengan kondisi anaknya.

Ucok Sky : Petahana Jangan Gunakan Fasilitas Negara Untuk Kepentingan Pilwalkot.

Eng Ing Eng – Banyaknya calon incumbent yang ikut bertarung dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang akan digelat Juni 2018, menjadi sorotan banyak pihak.

Hal itu bukan tanpa alasan, tetapi banyak calon incumbent yang memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pilwalkot, selama petahana belum cuti dari jabatannya.

Topik itu juga menjadi bahan pembahasan dalam dialog interaktif yang mengusung tema refleksi awal tahun diakhir kepemimpinan menuju kepemimpinan yang baru, di RM Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa (23/01/18).

Direktur Centre Fot Budget Analysis (CBA) Ucok Sky Khadafi yang diundang jadi pembicara menyoroti kaitan masih banyaknya pejabat yang maju di Pilkada dan masih menggunakan atribut atau fasilitas negara.

Menurut Ucok, ketika seseorang pejabat petahana sudah mendaftar dan menjadi kandidat atau calon incumbent, maka semua fasilitas negara atau atribut pemerintahan harus dilepaskan.

Ia mengatakan, kalau incumbent sudah jadi kandidat, walaupun belum masuk tahapan maka semua atribut yang digunakan dari fasilitas negara harus dipisahkan seperti mobil, rumah supaya memang fear atau cepat cepat cuti. Kenapa demikian supaya imagenya bagus dimata publik

“Tapi kelihatannya saat ini mumpung belum masuk tahapan dan cuti itu dia manfaatkan jabatannya, fasilitas negaranya dan kegiatannya untuk mendulang suara,” kata Ucok.

Kalau kejadian seperti ini lanjut dia, seharusnya Bawaslu mewarning calon petahana itu, biar pun dalam kegiatan itu tidak ada tema kampanye atau apapun, tetapi orang lain juga tau kalau dia nyalon.

Ia menambahkan, Bawaslu harusnya sudah ngasih surat kepada calon petahana, terkait kegiatan kegiatan yang seharusnya tidak boleh lagi berkunjung ke masyarakat.

“Silahkan disposisi ke kepala dinas terkait supaya memang fear bahwa dia tidak menggunakan jabatan dan yang lainnya juga seperti itu,” ujarnya.

Dia berpendapat, kalau kegiatan yang menggunakan APBD suka diakalin oleh calon petahana untuk melakukan kampanye itu biasanya seperti iklan iklan atau baliho dijalanan.

“Pernah terjadi di daerah luar Bogor, sehingga itu harus diturunkann kalau masih ada fotonya yang memunculkan dia, Bawaslu harus menurunkan atau Satpol PP nya, harus tegas menindak itu,” tegasnya.

Kaitan ketertiban incumbent yang maju pilkada, ia mencontohkan
Walikota Bandung Ridwan Kamil (RK) yang maju menjadi calon Gubernur Jawa Barat, saat ini dia sudah meninggalkan jabatannya.

“Saya kira RK sudah melepaskan jabatannya dan fokus untuk pencalonan. Ini adalah contoh bagi calon petahana lain, seharusnya sudah dikasih warning untuk fokus ke Pilkada, bukan menggunakan fasilitas negara terus menerus,” ucapnya.

Ia juga meminta, Bawaslu harus ekstra memantau dan mengawasi setiap pergerakam calon di Pilkada. Biasanya kata dia, dalam pertemuan tidak ada kata kata ajakan, tetapi itu tetap harus diawasi Bawaslu karena itu tidak baik dan tidak sehat, dalam tanda kutip sudah mencuri star kampanye.

Kehiatan-kegiatan seperti itu menurut dia, sebaiknya diserahkan ke dinas terkait, kalau memang kegiatannya mencolok, apalagi sampai ke arah untuk pencitraan.

“Sudah jelas calon petahana ini pasti memanfaatkan situasi kondisi menggunakam atribut dan fasilitas negara. Jadi tinggal pengawasan dari Bawaslu nya yang ditingkatkan,” tandasnya.

DID – STS Dampingi TB Hasanudin Kunjungi Ponpes Al-Ghazali.

Eng Ing Eng – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor Dadang Iskandar Danubrata – Sugeng Teguh Santoso (DID-STS) dampingi TB Hasanudin mengunjungi Pondok Pesantren Al-Ghazali untuk menemui Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, Senin (20/01/18).

Kunjungan tersebut dilakukan para kader terbaik PDI P untuk bersilaturahmi sekaligus minta doa serta restu Ketua MUI Kota Bogor Kyai H Mustopa Abdulah Bin Nuh atau yang akrab disapa Kyai Toto, dalam pencalonannya di Pilgub Jabar 2018.

Disela kunjungannya Ketua PDI P Kota Bogor yang sekaligus Calon Wali Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata (DID) mengatakan, kunjungan tersebut salah satu agenda TB Hasanudin yang dilakukan di Kota Bogor hari ini.

“Ya kami datang ke sini untuk bersilaturahmi dengan Ketua MUI Kyai Haji Toto sekaligus meminta restu dalam pencalonan saya dan Pak STS di Pilwalkot dan Pak TB Hasanudin di Pilgub Jabar,” kata Dadang.

DID sapaan akrabnya orang nomor satu di PDI P Kota Bogor itu mengungkapkan pandangan Kyai Haji Toto terhadap Calon Gubernur Jabar TB Hasanudin.

“Menurut beliau (Kyai H Toto-red) Pak TB Hasanudin ini sebagai figur yang luar biasa, seorang Jenderal yang mengerti soal islam. Beliau juga menilai Pak TB ini memiliki pandangan agamis dan nasionalis,” ujarnya.

Untuk itu lanjut Dadang, Kyai Haji Toto berharap TB Hasanudin bisa menbawa Jawa Barat menjadi Provinsi yang mengedepankan toleransi di dalam menjalankan pemerintahan.

“Beliau juga berharap Pak TB bisa memperkuat kerukunan beragama, dan lebih memperhatikan pendidikan khususnya dibidang agama serta memperhatikan para guru agama,” jelasnya.

Seperti diketahui Purnawirawan TNI Mayor Jenderal TB Hasanudin di usung PDI-P untuk bertarung di Pilgub Jabar dan berpasangan Irjen Polisi Anton Charliyan.

Parah!!! Taman Heulang Jadi Arena Pesta Miras Para Pelajar.

Eng Ing Eng – Taman Heulang di Tanah Sareal Kota Bogor yang dibangun 2015, belakang ini kerap dijadikan tempat tongkrongan remaja terutama pelajar untuk mabuk-mabukan.

Kejadian memalukan itu terakhir terjadi, Rabu (17/01/18), 18 orang berstatus pelajar kedapatan oleh petugas Park Ranger tengah menenggak minuman keras jenis ciu. Ironisnya lagi, beberapa diantaranya masih mengenakan seragam sekolah putih abu-abu.

Saat diinterograsi oleh petugas taman, Satgas Pelajar, dan kepolisian setempat, mereka ada meracau. Bahkan satu orang sempat berusaha melarikan diri saat diinterograsi petugas di pos pengamanan taman.

Hal itu dibenarkan Kepala Seksi Perawatan Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Bogor Erwin Gunawan. Menurut dia, belasan remaja tersebut diciduk di hari yang sama, namun berbeda waktu.

“Jam 4 sore, ada empat orang, dua pelajar perempuan dan dua laki-laki yang tertangkap tangan sedang pesta miras,” kata Erwin, Jumat (19/01/18).

Selang 15 menit kemudian lanjut Erwin, petugas kembali menciduk 11 remaja di pinggiran Jalan Heulang. Dua orang diantaranya perempuan.

Tak selesai disitu, pukul 23.30 WIB petugas kembali menciduk 3 remaja. Seorang diantaranya perempuan.

“Dari tiga lokasi itu diindikasikan mereka membawa miras bahkan sebagian dalam kondisi mabuk. Mereka statusnya pelajar, ada yang pakai seragam putih abu-abu, ada pakai celana abu-abu saja dan ada juga pakai baju bebas,” urainya.

Ia mengakui jika taman yang ada di Kota Bogor bukan hanya sekedar dijadikan tempat berkumpul keluarga, namun juga kerap dimanfaatkan oleh kalangan remaja khususnya pelajar untuk berpacaran hingga mabuk-mabukkan.

“Petugas sering menemukan botol air kemasan atau gelas plastik bekas tempat miras di area taman. Sebulan bisa menemukan 5-6 kali,” ungkap Erwin.

Untuk mengantisipasi hal serupa, lanjut Erwin, dinas terkait melalui Park Ranger akan rutin melakukan patroli di sejumlah taman, terutama jelang petang hingga malam hari.

“Petugas taman akan selalu memeriksa setiap ada remaja yang membawa minuman kemasan pakai kantong plastik hitam. Kalau mereka berkumpul, diminta untuk pulang,” tuturnya.

Diakuinya, karena masih kurangnya SDM, dari total 27 taman di Kota Bogor hanya beberapa taman kota yang dijaga 24 jam oleh Park Ranger. Seperti Taman Sempur, Kencana, Heulang, Peranginangin, Bogor, Malabar, Bala Wangi, Palupuh, Cipaku dan Air Mancur.

“Jadi memang perlu ada peran aktif juga dari masyarakat ketika mendapati ada gelagat negatif dari para remaja yang kumpul di taman,” imbuhnya.

Erwin menandaskan, berkaitan dengan belasan remaja yang terciduk petugas Park Ranger, sudah diserahkan ke Satgas Pelajar dan kepolisian.

“Satgas dan Polsek mendata mereka dan kemudian dipanggil para orang tuanya,” jelas Erwin.

Disdik Jamin Biaya Pendidikan Anak-Anak Korban Kebakaran

Eng Ing Eng – Selain untuk keluarga, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) juga memberikan bantuan peralatan sekolah dan membebaskan segala bentuk biaya bagi anak-anak korban kebakaran.

Bantuan tersebut diberikan langsung Kadisdik Kota Bogor Fahrudin kepada para korban di temat pengungsian yakni SDN 1 dan 2 Empang, Jumat (29/12/17).

Setibanya di tempat pengungsian, Fahmi sapaan akrabnya Kadisdik tersebut langsung meminta para relawan mengumpulkan anak-anak beserta orang tua yang jadi korban kebakaran.

Dalam arahannya Kadisdik menyampaikan kepada para korban agar menggunakan dengan bijak bantuan dalam bentuk tunai untuk kelangsungan pendidikan.

Bahkan, Disdik menjamin kepada seluruh korban yang masih duduk dibangku sekolah negeri maupun swasta pada semua jenjang, akan dibebaskan dari segala bentuk biaya apapun.

Didampingi oleh unsur Muspika dan ketua panitia pelaksana posko bencana dari BPBD Kota Bogor, Kadisdik menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah dari seragam hingga alat tulis dan uang tunai secara simbolis.

Fahrudin mengatakan, animo masyarakat yang peduli memberi bantuan baik secara moril maupun materil baik dari institusi, club, organisasi, maupun perorangan yang sangat luar biasa dan patut diacungi jempol.

“Ya, apa yang mereka perlukan saat ini sudah lebih dari cukup, bahkan sudah siap menyongsong pelajaran semester 2 pada 2 Januari 2018 nanti,” kata Fahmi. (as)

52 Penghargaan Diraih Kota Bogor Sepanjang Tahun 2017

Kota Bogor – Sepanjang tahun 2017 Kota Bogor telah menerima berbagai penghargaan atas prestasi kerja yang dihasilkan Pemerintah Kota Bogor dan atas prestasi yang berhasil diciptakan warga masyarakat. Penghargaan tersebut diperoleh dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dunia internasional dan berbagai pihak yang telah memberikan penilaian atas kinerja Pemerintah Kota Bogor dan prestasi warga masyarakat di bidang-bidang tertentu. Berikut adalah jenis penghargaan yang telah diterima.

01. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Untuk pertama kalinya Pemerintah Kota Bogor meraih penilaian WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) atas laporan pengelolaan keuangan dan aset daerah sepanjang tahun 2016.

02. Wahana Tata Nugraha Tahun 2016 Tingkat Nasional.

Untuk kesekian kalinya Kementerian Perhubungan RI menganugrahkan penghargaan Wahana Tata Nugraha Tahun 2016 kepada Pemerintah Kota Bogor atas prestasinya dalam mengelola sistem angkutan perkotaan.

03. Pastika Paranam
Komitmen kuat Pemerintah Kota Bogor dalam menegakan dan menerapkan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) mendapatkan apresiasi dari Kementrian Kesehatan RI. Untuk itu Kemenkes kembali menganugrahkan penghargaan Pastika Paranam kepada Pemerintah Kota Bogor.

04. Manggala Karya Kencana
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menganugrahkan Penghargaan Manggala Karya Kencana kepada Walikota Bogor, Bima Arya sebagai kepala daerah yang berkomitmen terhadap penyelenggaraan program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KB) serta pembangunan keluarga di daerahnya.

05. Kota Layak Anak Tingkat Pratama
Kota Bogor meraih penghargaan Kota Layak Anak Tingkat Pratama dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Penghargaan diberikan sebagai apresiasi terhadap upaya Pemerintah Kota Bogor dalam upaya menjadikan Kota Bogor sebagai Kota Layak Anak.

06. Kota Sehat Swasti Saba Wiwerda
Penghargaan Swasti Saba Wiwerda diperoleh Pemerintah Kota Bogor dari Kementrian Kesehatan dan Kementrian Dalam Negeri. Penghargaan ini diberikan untuk Kota Bogor sebagai Kota Sehat.

07 Kota Cerdas (Smart City)
Untuk kedua kalinya, Pemerintah Kota Bogor mendapatkan piagam penghargaan dari Telkom Indonesia terkait implementasi Smart City. Penghargaan diberikan atas upaya Pemerintah Kota Bogor sebagai salah satu dari 52 kota di Indonesia yang mengembangkan diri sebagai Kota Cerdas (Smart City)

08. Rating Kota Cerdas
Untuk pertama kalinya Kota Bogor meraih Penghargaan Rating Kota Cerdas Indonesia 2017 (RKCI). Penghargaan diberikan Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian kepada Kota Bogor sebagai salah satu kota besar terbaik untuk Kategori Rating Kesiapan Infrastruktur.

09. Sertifikat Adipura
Kota Bogor meraih Sertifikat Adipura untuk kedua kalinya dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Sertifikat ini diraih Kota Bogor yang masuk di dalam kategori kota besar.

10. Penghargaan Nata Mukti
Kota Bogor Raih Penghargaan Natamukti untuk kedua kalinya dari International Council for Small Business (ICSB). Penghargaan diperoleh karena Kota Bogor dinilai berhasil memasarkan, mendorong peningkatan kualitas, serta membangun ekosistem Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) di daerahnya.

11. Penghargaan Indonesia Road Safety Award
Dalam ajang Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2017 Kota Bogor menjadi finalis sebagai salah satu kota terbaik kategori kota dengan kepadatan penduduk tinggi. Di ajang ini Kota Bogor memenangkan penghargaan tiga pilar road safety. Masing-masing untuk pilar kendaraan yang berkeselamatan (Safer Vehicle), pilar perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan (Safer User) serta penghargaan kota terbaik, khusus untuk upaya meningkatkan kualitas sarana pejalan kaki yang berkeselamatan.

12. Hospital Award
RSUD Kota Bogor berhasil meraih Penghargaan Hospital Award Excellence in Patient Care 2017.

13. Teknologi Informasi
Gelar sebagai Juara I diraih Kota Bogor pada kompetisi bidang teknologi informasi Big Idea : Plan, Challenge, Imagine Cup yang diselenggarakan Microsoft Corporation.

14. Best Website
Kota Bogor meraih Best Website Award In Government dari  Bubu Awards v.10 untuk penampilan website Pemerintah Kota Bogor.

15. Kelurahan Terbaik Nasional
Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, dinyatakan sebagai Kelurahan Terbaik Ketiga Tingkat Nasional pada Lomba Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan tahun 2017 yang diselenggarakan Kementrian Dalam Negeri.

16. Entrepreneur Award
Walikota Bogor, Bima Arya menerima penghargaan Walikota Entrepreneur Award 2017 dari Kellogg Inovation Network (KIN) ASEAN dengan kategori investasi. Penghargaan diberikan sebagai apresiasi kepada pemerintah Kota Bogor yang telah berhasil membuat terobosan-terobosan kreatif, inovatif dan entrepreneurship dalam membangun kotanya.

17. Kelurahan Terbaik se-Jawa Barat
Kelurahan Katulampa meraih predikat sebagai Kelurahan Juara Terbaik se Jawa Barat Tahun 2017 dalam ajang Lomba Evaluasi Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi yang diselanggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

18. PKK Terbaik
Kelurahan Babakan Pasar meraih penghargaan terbaik Se-Jawa Barat untuk 4 kategori dalam penyelenggaraan kegiatan PKK. Penghargaan diraih dalam ajang Lomba PKK tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2017.

19. Sertifikat Proklim
Trophy dan Sertifikat Proklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan diraih oleh warga masyarakat RW 13 Kelurahan Kencana dan RW 10 Kelurahan Cilendek Timur.

20. Anugrah Kawistara
Walikota Bogor, Bima Arya menerima penghargaan Anugerah Kawistara 2017 sebagai kepala daerah yang peduli dan berperan aktif dalam pemartabatan Bahasa Indonesia di ruang publik. Penghargaan diserahkan berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud dan Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat yang bekerja sama dengan unsur perguruan tinggi dan media massa.

21. Wahana Tata Nugraha Tingkat Provinsi
Pemerintah Kota Bogor memperoleh penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 kategori Piala WTN Kota Raya.

22. Pelopor Pendidikan
Juara I Tingkat Provinsi Jawa Barat untuk Pelopor Bidang Pendidikan

23. Pagelaran Kebudayaan
Pada ajang pameran ekonomi kreatif yang diselenggarakan di Yogyakarta, Pemerintah Kota Bogor meraih penghargaan terbaik kedua. Penghargaan juga diraih pada ajang Lomba Kreasi Upacara Adat Mapag Panganten se-Jawa Barat tahun 2017 di Bandung.

24. Juara Lomba Degung
Pada ajang Lomba Seni Degung se-Jawa Barat Tahun 2017, Kota Bogor berhasil meraih gelar sebagai juara pertama.

25. Juara Anggar
Persatuan Anggar Seluruh Indonesia Cabang Kota Bogor berhasil meraih medali emas dan perunggu pada Kejuaraan Sirkuit Anggar ke-2 Tingkat Provinsi Jawa Barat.

26. Sekolah Adiwiyata
Predikat Sekolah Adiwiyata Nasional pada tahun 2017 diraih oleh  3 sekolah di Kota Bogor, masing-masing SD Negeri Menteng, SMP Negeri 5 dan SMA Negeri 7.

27. Rekor MURI
Kota Bogor tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) setelah Dinas Pendidikan Kota Bogor berhasil menyelenggarakan kegiatan Membacakan UUD 1945, Pancasila dan Sumpah Pemuda tanpa teks secara bersamaan oleh ribuan pelajar Kota Bogor dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2017

28. Rekor MURI
Rekor MURI juga diraih untuk penyajian kuliner produk olahan ikan yang diselenggarakan sebagai kampanye Gerakan Makan Ikan (Gemarikan).

29. Rekor MURI
Rekor  MURI lain diperoleh dalam kegiatan Penyajian Doclang sebagai salah satu rpoduk kuliner tradisional.

30. Sebanyak 23 Penghargaan di Bidang Pendidikan
Di bidang pendidikan para pelajar Kota Bogor tercatat berhasil meraih 23 penghargaan pada ajang berbagai lomba tingkat internasional. Prestasi tersebut diraih diantaranya dari ajang lomba pelajaran matematika, kimia dan fisika serta kejuaraan olahraga cabang judo dan catur. (Advertorial)

 

Bogor dan Kisarazu, Kisah Persahabatan Dua Kota Di Awali….

Kamis (14/12/2017), langkah persahabatan dua kota Bogor dan Kisarazu yang tertuang dalam deklarasi kota persahabatan dua kota pada November tahun lalu, dimulai. Adalah pelaksanaan Students Online Exchange antara SMP Negeri 1 Bogor dengan Hatazawa Junior High School (JHS) melalui Video Call Skype yang mengawali langkah tersebut. Belasan siswa/siswi dan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Bogor menyapa siswa/siswi, Kepala Sekolah Hatazawa JHS dan tak ketinggalan hadir pula Wali Kota Kisarazu Yoshikuni Watanabe.

Di awal acara, SMPN 1 Kota Bogor memberikan sebuah pertunjukan musik lewat pianis muda yang juga siswa di SMPN 1 Kota Bogor. Anak laki-laki dengan kemeja putih dibalut jas hitam dan celana hitam berjalan ke arah piano yang sudah disediakan di belakang kursi. Dengan jari lentiknya, anak tersebut memainkan lagu Sunda Manuk Dadali yang kemudian dilanjut lagu yang sering menjadi lagu motivasi bagi remaja di Jepang.

Peserta Students Online Exchange Kisarazu bertepuk tangan dan nampak terpukau sebab mereka merasa diberikan kejutan. Tak lama, Wali Kota Bogor Bima Arya datang dan segera ikut bergabung dengan memberikan ucapan senangnya bertemu kembali dengan Yoshikuni Watanabe. Begitu pula sebaliknya dua orang pemimpin daerah beda negara ini saling bertegur sapa secara jarak jauh. Bima menyebut perjalanan ke Kisarazu pada November tahun lalu, adalah kunjungan luar negeri yang paling bekesan. “Selain karena penyambutan yang luar biasa dari Pak Walikota Watanabe, juga karena banyak hal yang saya yakini akan berlanjut dengan nyata dalam kerja sama dua kota,” ujarnya.

Acara kemudian dilanjut dengan perkenalan dari kedua belah pihak. Dimulai dari seorang siswi Hatazawa JHS yang menceritakan tentang Kota Kisarazu dan kemudian dilanjut siswa Harazawa JHS yang menceritakan seputar sekolah mereka menggunakan bahasa Inggris. Pemaparan dari Hatazawa JHS pun dibalas dengan pemaparan balik dari Siswa SMPN 1 Bogor Muhammad Jabril Faizatori tentang Kota Bogor dan disusul persentasi dari Alma Putri Nashrida tentang SMPN 1 Bogor.

Alma mengatakan, dirinya ditunjuk langsung oleh salah seorang guru untuk latihan presentasi menggunakan bahasa Inggris mengingat ia merupakan salah seorang siswa yang nilai bahasa Inggris-nya diatas 90. “Saya memang sudah belajar bahasa Inggris dari kecil dan memang suka juga dengan bahasa Inggris, jadi saya senang sekaligus bangga bisa terpilih,” ujar siswa kelas VIII ini yang juga bercita-cita menjadi CEO Google.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Bogor Sri Sugiarti mengatakan, pihaknya bangga bisa terpilih menjadi sister school dengan sekolah Hatazawa JHS. Ia pun sudah sangat siap untuk sharing peningkatan mutu pendidikan dengan Kisarazu Jepang. Dan sudah tidak sabar untuk dapat berkunjung ke Kisarazu. “Kami berharap bisa mengirim siswa kami kesana untuk pertukaran pelajar. Agar anak-anak bisa belajar tentang pendidikan karakter di Jepang,” pungkasnya.

Kota Persahabatan Bogor-Kisarazu
Pembentukan Kerjasama Kota Persahabatan antara Bogor dengan Kisarazu, diawali kunjungan Walikota Kisarazu, Yushikuni Watanabe dan rombongan pada 6 Oktober 2016. Saat itu, Walikota Watanabe menyampaikan minat kotanya untuk melakukan penjajakan kerja sama kota persahabatan dengan kota Bogor. Kisarazu melihat potensi yang ada di Kota Bogor untuk bekerja sama dalam bidang agro industri yakni mengembangkan organic city.  “Organic City sejalan dengan Kota Bogor,” ujar Bima.

Bima menyambut baik tawaran kerja sama ini. “Pemerintah Kota Bogor dalam upaya menyikapi semua tantangan dalam era globalisasi ini terus aktif dan konsisten untuk menjalin dan meningkatkan kerjasama luar negeri baik dalam bentuk bilateral maupun multilateral,” kata Bima. Kesempatan untuk bermitra dengan Kisarazu, kata Bima, adalah kesempatan untuk berbagi pengalaman sekaligus menerapkan berbagai kemajuan kelebihan kota mitra untuk di kota Bogor.

Pada 18 November 2016, dilakukan penandatangan Deklarasi Bersama antara Bogor dan Kisarazu untuk membentuk kerjasama yang saling menguntungkan sebagai kota persahabatan di KBRI Tokyo. Ruang lingkup kerjsama kota bersahabat antara ke dua kota ini adalah pendidikan, kebudayaan, pariwisata, pertanian, dan kesehatan.

Sementara itu, Kepala Bagian Kerjsama, Tyas Ajeng Fitriani, menyebut rencana aksi kerjasama itu diantaranya meliputi pertukaran informasi dan teknis terkait pertanian organik. “Kisarazu terkenal dengan teknologinya dalam persoalan pertanian organik. Kita berharap ada transfer pengetahuan dan teknologi nantinya,” ujarnya.

Di bidang kebudayaan, ada rencana untuk saling tukar menukar misi budaya antara dua kota. Termasuk nanti di bidang pendidikan, ada harapan melahirkan sister school yang memungkinkan dua pelajar di dua sekolah dan dari dua kota saling tukar menukar budaya dan bahasa (Advertorial)

STS,  Konsistensi Dan Daya Tahan Mental,  Kunci Sukses Pemuda

Bogor – Pendidikan adalah pintu gerbang pada kemajuan dan peningkatan kapasitas pribadi, pemuda jangan ayal ayalan dalam studi di perguruan tinggi karena hal itu merupakan kesempatan yang tidak semua pemuda Indonesia miliki, demikian pemaparan sugeng teguh santoso saat memberikan materi pada kegiatan pelatihan kepemimpinan PMII Komisariat UIK, Sabtu ( 16/12)

“Mahasiswa kedepan harus memiliki keahlian komparativ untuk dapat berkompetisi dalam lapangan kerja yg kompetitif dan harus mengasah keahlian khusus,” ujarnya.

Memberikan materi dengan menggunakan celana pendek karena baru saja pulang berkebun,  Bakal Calon Walikota yang didaulat memberikan materi oleh Mahasiswa yang tergabung dalam PMII Komisariat UIK ini kembali menegaskan, bahwa kunci berhasil dalam kebidupan salah satunya adalah konsistensi dan memiliki daya tahan mental dalam setiap bidang  kegiatan yg digeluti.

“Jika mudah menyerah dan tidak setia dalam jalan pilihan yang ditempuh akan dilibas oleh kompetitor dan tdk akan menjadi apa-apa, ” katanya.

Pria yang akrab disapa STS ini mengatakan, perjuangan keilmuan untuk melayani umat dalam setiap bidang kegiatan  adalah perjuangan kemanusiaan yg harus didasari oleh keimanan pada Tuhan.  Menurutnya, membantu dan melayani orang-orang miskin dan marjinal adalah amanah dari Tuhan sehingga setiap orang yang akan menjalankannya mempunyai spirit positip.

STS berpesan agar pemuda tidak jatuh putus asa dalam situasi sulit dan tidak menjadi sombong ketika berhasil, pungkasnya.  (boy)