PDAM Tirta Pakuan Menjadi Duta Air Jawa Barat

Kota Bogor – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menjadi tuan rumah Sosialisasi Pelajar Duta Air Provinsi Jawa Barat tahun 2018 untuk wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane.

Sosialisasi yang berlangsung di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng pada Rabu (26/9/2018) ini diikuti 50 siswa SMA/sederajat di wilayah Kota Bogor dan sekitarnya.

Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jawa Barat yang menginisiasi kegiatan ini melihat, kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Jawa Barat, khususnya Ciliwung dan Cisadane, sudah sangat memprihatinkan. Maka dari itu perlu diambil upaya pencegahan sejak dini agar tidak semakin parah di masa yang akan datang.

Para siswa yang mengikuti kegiatan ini diberi pemahaman tentang pentingnya menjaga aliran sungai agar dapat dinikmati manfaatnya. Salah satu yang paling nyata adalah pemanfaatan Sungai Cisadane yang menjadi sumber air baku PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, serta Sungai Ciliwung yang akan digunakan menjadi sumber air SPAM Katulampa.

Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Syaban Maulana sangat senang Pemerintah Provinsi Jawa Barat begitu peduli terhadap pelestarian DAS di wilayah Jawa Barat, khususnya sungai Cisadane dan Ciliwung.

Sungai Cisadane begitu penting bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena menjadi sumber air baku bagi 80 persen pelanggan.

Kepada para pelajar yang mengikuti sosialisasi, termasuk perwakilan Dewan Sumber Daya Air Nasional, Dirtek menyampaikan bahwa kondisi bagian hulu Sungai Cisadane sudah cukup memprihatinkan. Keberadaan industri-industri besar serta kebiasaan buruk masyarakat telah mempengaruhi air baku yang masuk ke IPA Dekeng. (humas)

#pdamtirtapakuan #pdamkotabogor #infopdamkotabogor #pelayanan #pelayananpelanggan #bogohkabogor #welovebogor

Daar En Nisa Sekolah Khusus Wanita Mewujudkan Generasi Sholihah Di Kota Bogor

Kota Bogor – Sekolah Daar En Nisa Islamic  School (JHS) yang berada dikawasan Jalan Perdana Raya No. 30 Budi Agung Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor merupakan sekolah pertama khusus wanita di Kota Bogor.

Hadir dalam rangka mewujudkan Generasi Sholihah yang unggul dalam Iman Ilmu dan Amal, sekolah yang berada dibawah naungan Yayasan An Nahl 128 ini terus melakukan inovasi, baik dalam kegiatan pendidikan siswa maupun dalam membenahi fasilitas gedung sekolah.

Menurut Kepala Sekolah DR. Apriana Dian MPd, sekolah Daar En Nisa dibangun untuk mendidik terbentuknya generasi muslimah yang bertaqwa,  cerdas dan mandiri.

“Dengan memadukan aspek iman, ilmu dan amal daar en nisa hadir untuk mewujudkan generasi muslimah yang unggul dalam Iman Ilmu dan Amal,” ujar kepala sekolah yang akrab disapa Ummi Dian ini,  Selasa (19/09).

Menurut Ummi Dian, Daar En Nisa hadir 5 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 5 April 2014, melalui proses panjang akhirnya SMP dan SMA yang muridnya khusus wanita dan satu-satunya dikota bogor ini telah 2 kali meluluskan siswi SMA dan berhasil diterima dibeberapa universitas negeri.

“Alhamdulillah, beberapa lulusan SMA daar an nisa ada yang diterima di UI,  Unpad, dan juga IPB, ‘ tandasnya.

Para siswi Daar En Nisa selain belajar dengan kurikulum 2013, juga diberikan pendidikan ekstrakulikuler tata busana, tata boga, media kreatif,  rambut dan kecantikan dan juga pembelajaran dengan menggunakan perangkat IT.

“Mereka yang sekolah baik SMP maupun SMA semua punya hak yang sama untuk belajar ekstrakulikuler yang disediakan disekolah, ” pungkas Ummi Dian. (gus)

Ssstt… 50 Jabatan Kepala Sekolah Dasar Mau Pensiun

Kota Bogor – Kurang lebih 50 jabatan Kepala Sekolah Dasar di Dinas Pendidikan Kota Bogor diakhir tahun 2018 hingga 2019 akan memasuki masa purna bakti, hal ini dikatakan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor H. Jana Sugiana diruang kerjanya saat menerima rombongan kerja anggota DPRD Kabupaten Badung – Bali

Menurutnya, untuk mengantisipasi kekosongan jabatan kepala sekolah tersebut Dinas Pendidikan Kota Bogor saat ini sudah menyiapkan para calon pengganti dengan mengikutsertakan para calon kepala sekolah yang sudah lulus verifikasi untuk mengikuti pelatihan LP2KS (Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah)  di Solo.

“Untuk menjadi Kepala Sekolah syaratnya harus lulus verifikasi dan lulus LP2KS, dan minggu lalu Dinas Pendidikan Kota Bogor telah mengirimkan calon kepala sekolah tersebut ikut LP2KS di Solo, ” kata H. Sujana, Senin (17/09).

Diharapkan mereka yang sudah lulus dalam mengikuti LP2KS ini mampu dan siap saat diberikan kepercayaan untuk direkomendasikan menggantikan Kepala Sekolah yang sudah memasuki masa pensiun. (boy)

Gelar Rakornas ForNas Bhineka Tunggal Ika Ajak Teguhkan Nilai Ke Indonesiaan

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat ForNas menggelar rapat kerja organisasi nasional (Rakornas) Pertamanya di Jakarta, selama 2 hari Jumat hingga Sabtu (13-18).

Dalam rakornas yang digelar dihotel Grand Tjokro ini selain Jajaran Pimpinan DPP, Dewan Pakar dan Dewan Pertimbangan hadir jajaran Pengurus DPD dan DPC dari seluruh Indonesia.

Ketua Umum ForNas Syaiful Rohim mengatakan selain ajang konsolidasi dan silaturahmi, Rakornas pertama ini diisi dengan berbagai materi soal kebangsaan, kebhinekaan, hukum, politik dan ekonomi oleh beberapa narasumber AS Hikam, Sugeng Teguh Santoso, Ichsan Malik, Gildas Deograt, Yongky Sosilo, Ari Soemarno dan juga Syaiful Arif penulis buku Islam,  Pancasila dan Deradikalisasi.

“Kita berharap hasil diskusi dan pembekalan dari kegiatan rakornas ini, anggota fornas bhineka tunggal ika mampu menularkan nilai fositif soal nilai-nilai kebangsaan didaerahnya masing-masing, ” kata Syaiful, Sabtu (15/09).

Ditambahkannya anggota dan pengurus ForNas ada dari semua unsur pastinya mereka yang mencintai bangsa ini dengan pancasila dan bhineka tunggal ika.

“Mari bersama ForNas Bhineka Tunggal Ika kita teguhkan nilai-nilai ke Indonesiaan dengan Pancasila, ” tandas Syaiful. (boy)

Tak Memiliki Payung Hukum,  Sekolah Ibu Berpotensi Salahi Anggaran

Kota Bogor – Penyelenggaraan Sekolah Ibu yang menelan APBD 2018 sebesar Rp. 4,8 Milyar oleh pemerintah Kota Bogor yang belum memiliki payung hukum disikapi serius oleh Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik, Dwi Arsywendo, Sabtu (25/08).

Menurut Dwi, dalam menerapkan Sekolah Ibu, Pemkot Bogor harus tetap mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 36 Tahun 2014. “Program tersebut harus mengacu pada aturan itu, dan dituangkan dalam Rencana Induk Pengembangan Satuan Pendidikan (RIPS),” kata Dwi melalui keterangan tertulisnya.

Dwi menegaskan, RIPS merupakan pedoman dasar pengembangan satuan pendidikan untuk jangka waktu paling singkat lima tahun, karena itu adalah syarat mutlak pendirian. Selain itu,  pengelolaan mengenai anggaran untuk sekolah itu harusnya dialokasikan kepada skpd yang membidanginya, walaupun pada pelaksanaannya dilakukan di tingkat kelurahan.

“Walau ada argumen dasar hukum dari Sekolah Ibu itu terdapat dalam Perwali Nomor 36 Tahun 2018. Namun, itu tidak sesuai, karena dalam perwali tersebut tidak menyebutkan dengan jelas,” ungkapnya.

Seharusnya, kata Dwi, dibuat perwali baru yang khusus mengenai Sekolah Ibu. Selain itu, sambungnya, pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 4 Tahun 2010 mengenai pelimpahan kewenangan kepala daerah kepada kecamatan dan kelurahan pun hanya melakukan penyelenggaraan kegiatan yang sifatnya pelayanan kepada publik. 

“Jadi bukannya mengadakan kegiatan sekolahan. Menurut saya Sekolah Ibu itu tidak jelas aturannya, apalagi dengan penggunaan anggaran yang besar. Kalau dipaksakan ini sama saja pelanggaran terhadap penggunaan anggaran daerah, dan berpotensi berbenturan dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” jelas Dwi.

Dengan demikian, sambung Dwi, pihak-pihak yang terkait dengan penyelenggaraan tersebut berpotensi menjadi pelanggar penyalahgunaan anggaran. (boy)

Pentingnya Pemenuhan Gizi Anak

Banyak ibu rumah tangga yang bangga dengan anaknya yang tampak gemuk. Padahal bisa jadi anak tersebut sebetulnya mengalami obesitas akibat gizi lebih. Sebaliknya banyak juga para ibu yang cemas, melihat anaknya kurus dan tinggi badannya tidak bertambah dalam waktu yang cukup lama. Wajar mereka cemas, karena anak-anak yang kurus atau tinggi badannya lambat bertambah, bisa jadi sebetulnya mengalami kekurangan gizi.

Gizi kurang dan gizi berlebih serta tinggi badan anak yang tidak bertambah, merupakan permasalahan gizi. Belakangan ini permasalahan gizi yang muncul, cenderung memang tidak hanya selalu soal kekurangan gizi. Permasalahan gizi juga muncul pada anak-anak yang mengalami gizi lebih sehingga mengalami obesitas serta anak-anak yang tinggi badannya lambat bertambah atau yang disebut dengan stunting.

Stunting adalah istilah untuk menunjukan kondisi pertumbuhan badan anak yang pendek. Jika badan anak lebih pendek dari dari teman-teman seusianya dan tinggi badannya tidak bertambah maka hal itu perlu diwaspadai. Ada kemungkinan anak itu memiliki masalah dengan pemenuhan gizi. Seorang ahli gizi mengingatkan, stunting merupakan indikator yang menunjukan proses kekurangan gizi yang terjadi dalam jangka waktu lama.

Apabila kekurangan gizi terjadi dalam waktu yang singkat, tanda yang muncul pertama, biasanya berat badan anak akan turun. Jika kekurangan gizi tersebut tidak segera diatasi, stunting kemungkinan besar akan terjadi. Anak yang mengalami stunting biasanya akan mengalami gangguan pertumbuhan lainnya. Termasuk pertumbuhan otak anak, sehingga kemampuan kognitif anak akan lemah.

Pertumbuhan tinggi badan anak bisa dilihat dengan melihat kurva pertumbuhan sejak anak lahir. Disitulah maka pertumbuhan badan anak penting dipantau melalui kegiatan penimbangan anak seperti yang berlangsung di berbagai Posyandu. Bukan hanya berat badan anak yang perlu diukur, melainkan juga tinggi anak perlu diukur untuk memantau pertumbuhan tinggi badannya.

Jadi anak-anak yang mengalami gizi kurang tidak selalu tampak kurus melainkan bisa juga pendek. Kedua-duanya berbahaya, sebab anak yang kurang gizi, kesehatan dan kecerdasannya akan terganggu dalam masa pertumbuhannya. Begitupun dengan anak yang  mengalami gangguan kelebihan gizi atau obesitas. Oleh karena itu keseimbangan asupan gizi pada anak dalam masa pertumbuhan menjadi penting. Kata kunci pada pemenuhan gizi anak adalah pada keseimbangannya.

Menurut Kepala Seksi Pembinaan dan Pelayanan Gizi, Dinas Kesehatan Kota Bogor, Ida Jubaedah SKM,Msi, terdapat fenomena ketidak seimbangan asupan gizi pada anak-anak. Hal itu dapat dilihat dari kebiasaan anak-anak pada saat makan di rumah, di sekolah serta pada kebiasaan mereka jajan. “Tampaknya mereka kurang sekali mengkonsumsi buah dan sayur,” katanya. Padahal sayuran dan buah merupakan makanan yang perlu dikonsumsi anak-anak supaya asupan gizi mereka menjadi seimbang.

Ida mengingatkan para ibu untuk membiasakan anak-anaknya memperbanyak konsumsi buah dan sayuran. “Usahakan setiap kali mereka makan selalu ada sayuran dan buah,” katanya. Memang hal ini tampaknya sudah menjadi keluhan banyak ibu, karena anak-anak relatif lebih susah mengkonsumsi sayuran pada saat makan. Itulah sebabnya pembiasaan anak mengkonsumsi sayuran dan buah perlu digerakan oleh banyak pihak.

Dinas Kesehatan Kota Bogor selama ini telah banyak melakukan kegiatan yang bertujuan untuk mengingatkan dan meningkatkan pemahaman para ibu tentang pentingnya keseimbangan asupan gizi bagi anak-anak mereka. Demikian juga telah dilakukan kegiatan konseling gizi bagi para ibu-ibu yang memiliki anak balita.

Namun hal itu tentu belum cukup. Perlu ada dukungan dari semua pihak untuk memberi pemahaman serta menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asupan gizi yang seimbang. Termasuk dalam hal itu adalah mendorong anak untuk mau dan membiasakan diri mengkonsumsi sayuran dan buah dalam rangka menyeimbangkan asupan gizi mereka.

Untuk itu diharapkan adanya dukungan dari para guru di sekolah. Hal ini perlu dilakukan karena sebagian waktu anak sehari-hari berada di sekolah. Tidak cukup sampai disitu. Diharapkan soal asupan gizi seimbang ini bisa mendapatkan perhatian lebih dari instansi yang mengelola pendidikan. Bahkan jika memungkinkan, upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman gizi pada anak-anak bisa menjadi kurikulum pendidikan.

Dalam kaitan melibatkan peran para guru dalam edukasi keseimbangan asupan gizi, Dinas Kesehatan Kota Bogor telah melakukan pelatihan bagi para guru. Mereka dilatih untuk lebih memahami pentingnya asupan gizi yang seimbang dan tentang gizi pada umumnya. Pengetahuan itu penting agar para guru  bisa ikut mengontrol asupan gizi pada anak ketika mereka berada di lingkungan sekolah. Baik asupan gizi dari bekal yang dibawa anak dari rumah maupun makanan yang mereka konsumsi dari jajanan yang dijual di lingkungan sekolah.

Misalnya seperti yang Ida harapkan, “Guru mau mengecek bekal anak-anak supaya mereka bisa mengkonsumsi sayuran dan buah.” Selama ini ada kecenderungan, anak-anak hanya berbekal makanan berupa aneka olahan daging ayam, olahan makanan beku (frozen) dan olahan makanan instan yang mengandung bahan pengawet serta masakan yang banyak menggunakan bahan penyedap. Bisa jadi anak menjadi kenyang, tetapi keseimbangan gizinya perlu dipertanyakan.

Lebih lanjut soal keseimbangan asupan gizi, ini perlu menjadi perhatian dan kesadaran semua pihak. Disitulah pentingnya gerakan masyarakat (germas) untuk bersama-sama menyelamatkan masa depan anak-anak dan para remaja. Usahakan supaya mereka bisa memperoleh asupan gizi yang seimbang, di samping mereka aktif berolahraga. (Advertorial)

Kadisdik Sambangi Rumah Desnia, Pasca Diamputasi.

Eng Ing Eng – Disela kesibukan aktifitasnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor H.Fahrudin sempatkan diri untuk menjenguk salah satu siswi SDN Cilendek 1 Bogor Barat, Kota Bogor yang telah dioperasi karena mengidap penyakit kanker langka.

Desnia siswa Cilendek satu yang tinggal Jalan Raya Semplak  RT 02 RW 02 Bogor Barat itu diamputansi kaki kirinya.

Saat kedatangan rombongan Kadiasdik beserta para guru tempat Desnia belajar, siswi yang saat ini duduk dibangku kelas IV itu mengangkat tongkatnya dan menunjukkan kaki kirinya yang kini tinggal sebatas lutut.

Selain itu, anak yang tinggal bersama neneknya tersebut juga memperlihatkan dada bagian atas pasca kemoterapi yang masih terbalut perban.

Semangat hidup dan ketegaran yang terpancar dari wajah siswi Desnia membuat salut Kadisdik beserta para guru yang menjenguknya.

Dihadapan keluarga besar Desnia serta para guru, Fahmi sapaan akrab Kadisdik itu tetap memberikan motivasi agar Desnia tetap percaya diri dengan kondisi sekarang.

Bahkan Kadisdik berjanji akan terus mendukung proses belajar Desnia, serta meluluskan keinginan Desnia masuk SMP Negeri manapun diinginkan setelah lulus SD nanti.

“Ya saya berikan memotivasi, agar anak ini tetap semangat hidupnya, saya juga akan menjamin pendidikan Desnia, dengan harapan Desnia selalu bahagia dan dapat segera memulihkan kondisi kesehatannya pasca operasi,” ujar Fahrudin.

Sementara Dina ibu Desnia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh dermawan dan perhatian Pemerintah Kota Bogor yang peduli dengan kondisi anaknya.

Ucok Sky : Petahana Jangan Gunakan Fasilitas Negara Untuk Kepentingan Pilwalkot.

Eng Ing Eng – Banyaknya calon incumbent yang ikut bertarung dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang akan digelat Juni 2018, menjadi sorotan banyak pihak.

Hal itu bukan tanpa alasan, tetapi banyak calon incumbent yang memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pilwalkot, selama petahana belum cuti dari jabatannya.

Topik itu juga menjadi bahan pembahasan dalam dialog interaktif yang mengusung tema refleksi awal tahun diakhir kepemimpinan menuju kepemimpinan yang baru, di RM Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa (23/01/18).

Direktur Centre Fot Budget Analysis (CBA) Ucok Sky Khadafi yang diundang jadi pembicara menyoroti kaitan masih banyaknya pejabat yang maju di Pilkada dan masih menggunakan atribut atau fasilitas negara.

Menurut Ucok, ketika seseorang pejabat petahana sudah mendaftar dan menjadi kandidat atau calon incumbent, maka semua fasilitas negara atau atribut pemerintahan harus dilepaskan.

Ia mengatakan, kalau incumbent sudah jadi kandidat, walaupun belum masuk tahapan maka semua atribut yang digunakan dari fasilitas negara harus dipisahkan seperti mobil, rumah supaya memang fear atau cepat cepat cuti. Kenapa demikian supaya imagenya bagus dimata publik

“Tapi kelihatannya saat ini mumpung belum masuk tahapan dan cuti itu dia manfaatkan jabatannya, fasilitas negaranya dan kegiatannya untuk mendulang suara,” kata Ucok.

Kalau kejadian seperti ini lanjut dia, seharusnya Bawaslu mewarning calon petahana itu, biar pun dalam kegiatan itu tidak ada tema kampanye atau apapun, tetapi orang lain juga tau kalau dia nyalon.

Ia menambahkan, Bawaslu harusnya sudah ngasih surat kepada calon petahana, terkait kegiatan kegiatan yang seharusnya tidak boleh lagi berkunjung ke masyarakat.

“Silahkan disposisi ke kepala dinas terkait supaya memang fear bahwa dia tidak menggunakan jabatan dan yang lainnya juga seperti itu,” ujarnya.

Dia berpendapat, kalau kegiatan yang menggunakan APBD suka diakalin oleh calon petahana untuk melakukan kampanye itu biasanya seperti iklan iklan atau baliho dijalanan.

“Pernah terjadi di daerah luar Bogor, sehingga itu harus diturunkann kalau masih ada fotonya yang memunculkan dia, Bawaslu harus menurunkan atau Satpol PP nya, harus tegas menindak itu,” tegasnya.

Kaitan ketertiban incumbent yang maju pilkada, ia mencontohkan
Walikota Bandung Ridwan Kamil (RK) yang maju menjadi calon Gubernur Jawa Barat, saat ini dia sudah meninggalkan jabatannya.

“Saya kira RK sudah melepaskan jabatannya dan fokus untuk pencalonan. Ini adalah contoh bagi calon petahana lain, seharusnya sudah dikasih warning untuk fokus ke Pilkada, bukan menggunakan fasilitas negara terus menerus,” ucapnya.

Ia juga meminta, Bawaslu harus ekstra memantau dan mengawasi setiap pergerakam calon di Pilkada. Biasanya kata dia, dalam pertemuan tidak ada kata kata ajakan, tetapi itu tetap harus diawasi Bawaslu karena itu tidak baik dan tidak sehat, dalam tanda kutip sudah mencuri star kampanye.

Kehiatan-kegiatan seperti itu menurut dia, sebaiknya diserahkan ke dinas terkait, kalau memang kegiatannya mencolok, apalagi sampai ke arah untuk pencitraan.

“Sudah jelas calon petahana ini pasti memanfaatkan situasi kondisi menggunakam atribut dan fasilitas negara. Jadi tinggal pengawasan dari Bawaslu nya yang ditingkatkan,” tandasnya.

DID – STS Dampingi TB Hasanudin Kunjungi Ponpes Al-Ghazali.

Eng Ing Eng – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor Dadang Iskandar Danubrata – Sugeng Teguh Santoso (DID-STS) dampingi TB Hasanudin mengunjungi Pondok Pesantren Al-Ghazali untuk menemui Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, Senin (20/01/18).

Kunjungan tersebut dilakukan para kader terbaik PDI P untuk bersilaturahmi sekaligus minta doa serta restu Ketua MUI Kota Bogor Kyai H Mustopa Abdulah Bin Nuh atau yang akrab disapa Kyai Toto, dalam pencalonannya di Pilgub Jabar 2018.

Disela kunjungannya Ketua PDI P Kota Bogor yang sekaligus Calon Wali Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata (DID) mengatakan, kunjungan tersebut salah satu agenda TB Hasanudin yang dilakukan di Kota Bogor hari ini.

“Ya kami datang ke sini untuk bersilaturahmi dengan Ketua MUI Kyai Haji Toto sekaligus meminta restu dalam pencalonan saya dan Pak STS di Pilwalkot dan Pak TB Hasanudin di Pilgub Jabar,” kata Dadang.

DID sapaan akrabnya orang nomor satu di PDI P Kota Bogor itu mengungkapkan pandangan Kyai Haji Toto terhadap Calon Gubernur Jabar TB Hasanudin.

“Menurut beliau (Kyai H Toto-red) Pak TB Hasanudin ini sebagai figur yang luar biasa, seorang Jenderal yang mengerti soal islam. Beliau juga menilai Pak TB ini memiliki pandangan agamis dan nasionalis,” ujarnya.

Untuk itu lanjut Dadang, Kyai Haji Toto berharap TB Hasanudin bisa menbawa Jawa Barat menjadi Provinsi yang mengedepankan toleransi di dalam menjalankan pemerintahan.

“Beliau juga berharap Pak TB bisa memperkuat kerukunan beragama, dan lebih memperhatikan pendidikan khususnya dibidang agama serta memperhatikan para guru agama,” jelasnya.

Seperti diketahui Purnawirawan TNI Mayor Jenderal TB Hasanudin di usung PDI-P untuk bertarung di Pilgub Jabar dan berpasangan Irjen Polisi Anton Charliyan.