Cantik Itu Dari Hati ..

Kenali Definisi Cantik dari Hati, Kutipan Zozibini Tunzi Ini Patut Dijadikan Inspirasi !

Bagi sebagian perempuan, tekanan yang membebani punggung mereka terasa begitu berat. Kaum perempuan seolah dituntut tampil sesuai standar kecantikan masyarakat. Seiring zaman,
tekanan tersebut bukannya melemah, namun justru semakin menguat dan beragam.

Pada era moderen sekarang, sebenarnya kaum perempuan telah bebas untuk mengekspresikan diri, namun masih banyak yang belum bisa melakukannya akibat ketakutan menghadapi tuntutan
masyarakat yang seringkali tidak realistis. Apalagi dalam banyak wacana, standar kecantikan kerap diidentikan dengan kulit putih atau tubuh langsing. Ini adalah hal yang tidak memanusiakan kaum perempuan dan memusnahkan rasa percaya diri mereka.

Tidak punya rasa percaya diri kerap menimbulkan keraguan terhadap diri sendiri. Jika berlarut-larut, ketidakpercayaan diri membuat seseorang tenggelam dalam tekanan sosial sehingga pada akhirnya mencoba berbagai cara agar muncul perasaan diterima oleh masyarakat.

Kondisi ini justru melupakan potensi diri mereka sendiri. Padahal bentuk wajah, warna kulit atau tektur
rambut yang unik, bukanlah tolok ukur kecantikan.

Kecantikan tidak seharusnya menyiksa dan membebani.
Beauty, as they say, is in the eye of the beholder.
Source: Wikipedia

Mengutip pidato Zozibini Tunzi, pada penobatannya sebagai pemenang ajang Miss Universe 2019 :

“I grew up in a world where a woman who looks like me; with my kind of skin, and kind of hair isn’t considered beautiful. I think it is time that that stops today. I want children to look at me and see my face and I want them to see their faces reflected in mine.”

Zozibini Tunzi adalah perempuan Afrika Selatan berkulit hitam pertama yang memenangkan mahkota Miss Universe. Banyak sekali orang yang menyatakan kemenangannya sebagai kemenangan bagi gadis-gadis di Afrika Selatan dan Afrika secara lebih luas.

Model sekaligus sosok yang kerap terlibat dalam kegiatan aktivisme ini dengan tegas menunjukkan dirinya melawan kekerasan terhadap perempuan. Selain menjadi inspirasi bagi banyak gadis dan wanita yang merasa tidak terlihat, Tunzi memenangkan hati dengan
pernyataannya yang kuat tentang kepemimpinan.

Tunzi menentang patriarki yang membuat kaumnya, kaum perempuan, hanya diam di tempat.

“It’s something that has been lacking in young girls and women for a very long time, not because we don’t want to but because of what society has labelled women to be.”

Momen kemenangan Zozibini Tunzi seharusnya dapat menjadi momen kebanggaan bagi banyak orang, khususnya kaum perempuan di seluruh dunia. Semangat serta sifat tak patah arangnya merupakan definisi kecantikan yang sesungguhnya karena wanita tidak seharusnya dinilai berdasarkan apa yang terlihat dari luar. Kecantikan merupakan soal penerimaan diri seutuhnya dan patut dilihat dari spektrum yang luas.

Kata ‘kecantikan’ tidak berdiri secara tunggal, melainkan secara keseluruhan dari paduan berbagai faktor, baik mental dan spiritual.

Tentu, standar kecantikan akan selalu ada dan tidak akan pernah hilang. Namun, satu-satunya tugas yang dapat kita lakukan adalah melihat serta memilah apa yang sebenarnya penting dalam hidup kita.

Kaum perempuan, merupakan makhluk yang kuat dan pantas mendapatkan setiap kesempatan untuk mengambil tempat di tengah masyarakat. Semakin cepat kita mulai melihat perempuan mampu meraih posisi kepemimpinan, semakin sedikit anggapan bahwa itu
sesuatu yang tabu dan kita bisa mulai bergerak maju sebagai perempuan.

Go, women, we are so much more than the standards of beauty set by today’s society!

Alifa Dhea Ardianti Putri
Penulis adalah mahasiswa semester I jurusan Hubungan Masyarakat Program Vokasi Universitas
Indonesia.

STIE Kesatuan Berubah Menjadi IBI Kesatuan Dengan Menambah 4 Program Studi

Bogor – Saat ini, Indonesia sedang berada di Era Revolusi Industri 4.0 yang otomatis hampir semua kegiatan bersinggungan dengan digitalisasi. “Revolusi 4.0 Tantangan dan Peluang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Era Industri Digital”

Sejarah singkat perkembangan Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan dalam rangka ikut serta dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa dan memenuhi permintaan masyarakat akan tenaga pendidikan tinggi dan profesional di bidang manajemen.

Dengan berkembangnya industri ekonomi kreatif berbasis elektronik menjadikan peluang industri ini semakin banyak diminati. Menjawab tantangan dan peluang bisnis di era industri digital saat ini terutama industri pariwisata dan ekonomi kreatif, maka dengan melakukan perubahan bentuk perguruan tinggi dari STIE Kesatuan menjadi Institut Bisnis Informatika (IBI) Kesatuan dengan menambah 4 program studi baru yaitu S1 Pariwisata, S1 Bio-Kewirausahaan, S1 Sistem Informasi, dan S1 Teknologi Informasi.

Adanya penambahan 4 program studi baru tersebut guna untuk dapat mendukung program studi yang sudah ada yaitu
S1 Akuntansi, S1 Manajemen, D3 Akuntansi, serta D3 Keuangan dan Perbankan. Keseluruhan program studi ini terkait satu sama lain dan besar harapan kami untuk dapat menghadapi tantangan dan peluang pada era digital ini.

Perubahan ini merupakan sebuah prestasi sekaligus langkah besar yang sangat bersejarah bagi Yayasan Kesatuan, karena ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi semakin besar. Kami berupaya untuk dapat menjawab tantangan diatas yaitu, menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan yang baik di bidang tersebut dan mengambil peluang dalam mengembangkan bisnis di bidang industri pariwisata dan ekonomi kreatif di era industri digital ini.

Tepat pada hari ini Kamis, 12 Desember 2019, kami menggelar acara Grand Launching IBI Kesatuan dan Seminar dengan tema “Revolusi Industri 4.0 : Tantangan dan Peluang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Era Industri Digital”.

Pembicara yang telah hadir pada kali ini, diantaranya, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Wakil Walikota Dedie A Rachim, Direktur Utama TVRI Helmy Yahya, COO Mister Aladin Nita Sudewo, dan Ketua Pengurus Yayasan Kesatuan Biakman Irbansyah, yang sudah membagikan ilmu dan pengalamannya di dunia pariwisata dan ekonomi kreatif juga kepada seluruh civitas akademik IBI Kesatuan serta masyarakat umum.

Terima kasih juga kami sampaikan
kepada Moermahadi Soerja Djanegara atas dukungan dan membina IBI Kesatuan sampai saat ini. Tidak lupa kami panjatkan juga puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan terlaksananya acara Grand Launching IBI Kesatuan ini merupakan momentum ini penting sebagai milestone baru dalam kemajuan Lembaga Pendidikan Kesatuan (LPK) di masa mendatang.

Harapan kami, yakni, dapat terus memajukan pendidikan di Indonesia dan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing serta mampu menjawab tantangan perkembangan dunia. Maka pada tahun 1972, Yayasan Kesatuan menyelenggarakan Pendidikan Tinggi Setingkat Akademi (D3) dengan nama Akademi Tata Laksana (ATL) Kesatuan Bogor, dengan Program Studi D3 Manajemen Keuangan, D3 Manajemen Pemasaran, dan D3 Manajemen Produksi.

Sehubungan dengan perkembangan zaman pada saat itu, Akademi Tata Laksana Kesatuan Bogor berubah nama menjadi Akademi Manajemen Kesatuan (AMK) Bogor pada tahun 1982. Berangkat dari keberhasilan AMK, pada tahun 1994 Yayasan Kesatuan kemudian mendirikan pendidikan setingkat sarjana (strata-1), yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kesatuan dengan Program Studi S1 Manajemen dan S1 Akuntansi. Selanjutnya dalam rangka pengembangan perguruan tinggi, STIEK menambah Program Studi D3 Akuntansi pada tahun 1998.

Dalam rangka pengembangan organisasi selanjutnya, maka pada tahun 2009 dilakukan
penggabungan AMK dengan STIE Kesatuan. Dalam penggabungan ini, Program Studi di STIE Kesatuan menjadi 5 Program Studi, yaitu Program Studi S1 Akuntansi, S1 Manajemen, D3 Akuntansi, D3 Manajemen Keuangan, dan D3 Manajemen Pemasaran. Penggabungan ini dimaksudkan sebagai langkah awal menuju pengembangan STIE Kesatuan pada masa yang akan datang.

Sehubungan dengan rencana pengembangan STIE Kesatuan, Yayasan Kesatuan melakukan
perubahan bentuk perguruan tinggi dari sekolah tinggi menjadi institut. Dengan proses yang cukup panjang dan usaha yang keras, akhirnya pada tahun 2019 ini berdasarkan Surat Keputusan Menristekdikti Republik Indonesia Nomor 764/KPT/I/2019 tanggal 23 Agustus 2019, STIE Kesatuan resmi berubah bentuk dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kesatuan menjadi Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan.

Perubahan bentuk perguruan tinggi ini diikuti dengan penambahan program studi baru, dimana sebelumnya terdapat 5 program studi yang terdiri dari program S1 Akuntansi, S1 Manajemen, D3 Akuntansi, D3 Keuangan dan Perbankan, dan D3 Manajemen Pemasaran, ditambah 4 Program Studi baru, yaitu Program Studi S1 Pariwisata, S1 Bio-Kewirausahaan, S1 Sistem Informasi, dan S1 Teknologi Informasi.

Sebelum melakukan perubahan bentuk dari STIE Kesatuan menjadi IBI Kesatuan serta penambahan 4 program studi baru, kami telah memiliki 5 program studi pada bidang ekonomi dan bisnis, yaitu program studi S1 Akuntansi, S1 Manajemen, D3 Akuntansi, D3 Keuangan dan Perbankan, serta D3 Manajemen Pemasaran.

Program studi tersebut merupakan program studi yang terus berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi saat ini dan kebutuhan masyarakat. Saat ini program studi S1 akuntansi serta D3 Keuangan Perbankan kami memiliki akreditasi “A”, untuk program studi S1 Manajemen, D3 Akuntansi, dan D3 Manajemen Pemasaran memiliki akreditasi “B”.

Dengan telah terakreditasinya program studi tersebut menunjukkan bahwa kami menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas.

Akibat dari pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi, bidang ekonomi dan bisnis semakin berkembang pesat dikarenakan dunia seakan tanpa batas dan mudah serta cepatnya proses pertukaran informasi. Bidang ini juga telah berkembang sesuai dengan kebutuhan dan tren masyarakat modern serta pengaruh sektor-sektor lain serta menumbuhkan konsep
ekonomi baru, seperti e-commerce dan ekonomi kreatif.

Saat ini industri sedang dihadapkan pada revolusi 4.0 dimana mulai terlihat adanya digitalisasi dalam meningkatkan bisnis, efesiensi bisnis, organisasi, dan memperbarui lingkungan hidup melalui manajemen aset yang lebih baik. Teknologi mempermudah manusia dalam melakukan akses terhadap informasi melalui teknologi digital yang bebas dan terkendali.

Perkembangan teknologi ini membentuk masyarakat dunia menjadi masyarakat era digital. Salah satu hal terbesar dalam revolusi industri 4.0 adalah Internet of Things (LOT) yang memiliki kemampuan dalam menyambungkan dan memudahkan proses komunikasi antara mesin, perangkat, sensor, dan manusia melalui jaringan internet yang dapat dilakukan secara real time tanpa batas ruang dan waktu.

Dalam menghadapi era industri digital ini, terdapat berbagai peluang bisnis yang dapat
memberikan keuntungan besar bagi masyarakat, seperti industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Kedua industri tersebut diperkirakan dapat menjadi motor penggerak bisnis di Indonesia saat ini. Didukung dengan teknologi digital yang memadai diprediksi mampu menigkatkan pertumbuhan ekonomi.
Industri pariwisata Indonesia diperkirakan akan semakin meningkat karena mengingat potensi wisata di Indonesia yang masih banyak.

Harapan utama dari peningkatan industri pariwisata adalah pemerataan pembangunan fasilitas wisata pada daerah wisata, selain itu untuk mendukung industri pariwisata diperlukan teknologi informasi dan komunikasi yang memadai.

Selain industri pariwisata, industri ekonomi kreatif juga menjadi salah satu bidang industri yang memiliki peluang besar untuk berkembang pesat dalam era industri digital. Ekonomi kreatif merupakan konsep ekonomi yang berkembang berdasarkan pada aset kreatif yang berpotensi menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Ekonomi kreatif ini mengedepankan kreativitas, ide, dan pengetahuan manusia sebagai aset utama dalam menggerakan ekonomi.

COO Aladin Nita Sudewo
Helmi Yahya

SMPN 5 Kota Bogor Rebut Juara Sekolah Sehat Tingkat Nasional

Kota Bogor – SMP Negeri 5 Kota Bogor meraih juara pertama The Best Achievement Lomba Sekolah Sehat (LSS) Berkarakter tingkat nasional 2019 untuk kategori pencapaian terbaik.

“SMPN 5 Kota Bogor telah dinobatkan juara pertama The Best Achievement LSS 2019 ini. Semoga dengan dinobatkannya penghargaan tersebut dunia pendidikan di Kota Bogor bisa menjadi lebih baik lagi,” ujar Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, Kamis (14/11/2019).

Dengan penobatan itu, sebagai sekolah sehat terbaik pada LSS tingkat nasional 2019 ini, menurut Dedie sejalan dengan keinginan pihaknya untuk menjadikan Kota Bogor ramah bagi keluarga, kota yang sehat, cerdas dan sejahtera.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin menambahkan, menjadi siswa untuk sekolah bersih dan sehat merupakan harapan bagi semuanya. Oleh karenanya, dia mengajak kepada seluruh sekolah di Kota Bogor meniru SMPN 5 yang telah jadi juara nasional.

“Menjadi siswa pada sekolah bersih dan sehat berkarakter adalah harapan bagi setiap siswa. Untuk itu maka semua sekolah di Kota Bogor harus seperti SMPN 5 atau TK Akbar. Melalui sekolah bersih sehat dan berkarakter Insyaallah akan lahir generasi sehat cerdas dan berkarakter,” harapnya.

Pada kegiatan LSS tingkat nasional tahun 2019 ini diikuti oleh 96 sekolah yang terdiri dari 26 Provinsi dan 82 Kabupaten/Kota se-Indonesia. Terdapat tiga kategori pemenang dalam perhelatan kali ini, yakni Best Performance, Best Achievement dan Best Character Building.

Dari ketiga kategori itu terdapat masing-masing 12 pemenang dari masing-masing tingkatan sekolah. Mulai dari tingkatan TK/RA, SD/Mi, SMP/Mts, hingga SMA/Ma mengikuti helatan tahunan ini. (boy)

  

Walikota, Sikap Anak Tergantung Pendidikan Usia Dini

Kota Bogor – Gebyar PAUD yang digelar Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pendidikan dihadiri oleh ribuan putra-putri PAUD, TK beserta guru dan orang tua yang digelar di Indoor A Gor Pajajaran, Kota Bogor, Jumat (08/11/2019).

Hadir dalam perayaan tersebut Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Bunda PAUD Kota Bogor, Yane Ardian.

Saat memberikan pesan Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan bahwa pendidikan dan sikap anak sangat tergantung lingkungan saat usia dini, seperti yang dilakukan Pelangi (siswa PAUD) yang bertugas sebagai dirigen, ia langsung meminta maaf saat musik lagu Indonesia Raya sempat terhenti.

“Ini contoh anak yang cerdas, santun dan cepat tanggap, mudah-mudahan anak di Kota Bogor seperti pelangi. Saya minta titip sopan santunnya dijaga terus seperti ini,” ujarnya.

Sementara Bunda PAUD Kota Bogor, Yane Ardian mempresentasikan tentang bagaimana menunjukkan rasa bangga terhadap anaknya. Dia mencontohkan, banyak orangtua yang ingin anaknya hebat, tetapi kerap melakukan kekerasan verbal kepada anak. Padahal, ketika orang tua ingin anaknya hebat, harus bisa menjaga lisan dan ini berlaku juga untuk guru PAUD.

“Anak itu pembawa rezeki. Jadi jangan sampai mengabaikan dan menyakiti anak atau mengeluh karena merawat anak,” ujar Yane.

Selain diisi oleh berbagai keterampilan seni oleh siswa PAUD dan TK, juga dihadirkan mobil curhat sekaligus pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor. (boy)

SEHAT JIWA DIMULAI DARI DIRI, KELUARGA DAN MASYARAKAT

MEMPERINGATI HARI KESEHATAN JIWA SEDUNIA (HKJS)  KE- 27 KOTA BOGOR TAHUN 2019
“Promosi Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Bunuh Diri”

Oleh :
Drg. Firry Triyanti,M.Kes
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (PTM),
Kesehatan Jiwa dan Kesehatan Olah Raga
Dinas Kesehatan Kota Bogor

Kesehatan jiwa masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di dunia, termasuk di Indonesia. Gangguan jiwa berdampak menurunkan produktifitas serta kualitas hidup masyarakat. Menurut data WHO (2016), terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena dimensia.

Data Riskesdas 2018, prevalensi rumah tangga yang memiliki anggota rumah tangga yang mengalami gangguan jiwa berat seperti skizofrenia/psikosis di Jawa Barat mencapai 5 per mil, dibanding angka Nasional sebesar 7 per mil. Dari jumlah tersebut yang berobat sebanyak 84,9%, namun 51,1% nya dari yang berobat mengaku tidak rutin minum obat, dengan alasan : sudah merasa sehat (36,1%), tidak rutin berobat (33,7%), tidak mampu beli obat rutin (23,6%). Demikian pula kasus pasung yang terjadi mencapai 31,5%. Selain itu Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk usia >15 tahun keatas Jawa Barat mencapai 12% dan prevalensi Nasional sebesar 9,8%. Sedangkan gejala depresi yang merupakan penyebab disabilitas utama di Jawa Barat mencapai 7% (Angka Nasional : 6,1%), dan dari jumlah tersebut hanya 9% penderita depresi yang menjalani pengobatan medis.

Saat ini di Kota Bogor jumlah ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) berat tahun 2018-2019 tercatat sebesar 1.183 orang, sedangkan target berdasarkan estimasi prevalensi ODGJ adalah 1.540 orang. Sehingga masih diperlukan gerakan aktif penemuan ODGJ yang membutuhkan pelayanan medis. Puskesmas sebagai layanan kesehatan terdepan memiliki tugas dalam penemuan kasus ODBJ dan layanan kesehatan jiwa di masyarakat.

Penyelenggaraan layanan kesehatan jiwa yang terintegrasi di FKTP (Puskesmas) merupakan kebijakan nasional yang tercantum dalam Rencana Aksi Kesehatan Jiwa tahun 2015-2019, lampiran RPJMN 2015-2019, dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Provinsi dan Kabupaten/Kota Bidang Kesehatan tahun 2015-2019. Kriteria layanan tersebut yaitu: puskesmas memiliki tenaga kesehatan terlatih kesehatan jiwa, melaksanakan upaya promotif kesehatan jiwa dan preventif gangguan jiwa, serta melaksanakan deteksi dini, penegakan diagnosis, penatalaksanaan awal dan pengelolaan rujukan balik. Layanan dilakukan dengan memperhatikan komorbiditas fisik dan jiwa. Fokus pelayanan Puskesmas untuk meningkatkan kesehatan jiwa yang diharapkan adalah model layanan kesehatan jiwa yang efektif, akses yang mudah, dan dapat diterima baik untuk penatalaksanaan maupun untuk pencegahan, serta upaya komunikasi edukasi dan informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jiwa.

Untuk memenuhi harapan tentang pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Bogor telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya adalah dengan Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UI melalui program praktik lapangan mahasiswa Ners Spesialis Keperawatan yang berlangsung sejak tahun 2006 sampai dengan sekarang tahun 2019 (13 tahun) di kelurahan-kelurahan pada beberapa Puskesmas di Kota Bogor, yaitu : Pusk.Sindang Barang, Pusk. Bogor Timur, Pusk. Bogor Utara, Pusk. Mekarwangi, Pusk. Merdeka, dan Pusk. Mulyaharja. Dan pada tahun 2019 mahasiswa Ners Spesialis Keperawatan akan praktik lapangan di wilayah Pusk. Kayu Manis, khususnya di kelurahan Cibadak, yang dimulai pada tgl 7 Oktober selama 7 minggu.

Pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas juga dibekali dengan strategi ACT (Assertive Community Treatment) merupakan kerjasama Dinas Kesehatan dengan RS Marzoeki Mahdi Bogor, berupa integrasi layanan kesehatan jiwa di layanan primer dengan pendekatan tim multi disiplin, memberikan pelayanan yang komprehensif dan fleksibel, dukungan dan pelayanan rehabilitasi untuk individu dengan gangguan jiwa berat. (keterampilan hidup, kemampuan berkarya, kemampuan berinteraksi sosial, dan pelatihan pembuatan ketrampilan).

ACT melaksanakan sistem konsultasi kesehatan jiwa, sistem pendampingan, sistem rujukan, pembentukan pendampingan kelompok, serta melaksanakan mobile crisis intervention bagi pasien yang memerlukan penanganan lanjut ke rumah sakit jiwa. Saat ini Kota Bogor memiliki 15 Puskesmas ACT, yaitu : Pusk. Tanah Sareal, Pusk. Bogor Utara, Pusk. Cipaku, Pusk. Kayu Manis, Pusk. Pondok Rumput, Pusk. Sindang Barang, Pusk. Gang Kelor, Pusk. Pancasan, Pusk. Merdeka, Pusk. Bogor Selatan, Pusk. Bogor Timur, Pusk. Pulo Armyn, Pusk. Tegal Gundil, Pusk. Mekarwangi, dan Pusk. Mulyaharja.

Selain itu untuk mengoptimalkan peran Puskesmas dalam layanan kesehatan jiwa diperlukan peningkatan kapasitas perawat puskesmas agar mampu melaksanakan pelayanan kesehatan jiwa masyarakat (Community Mental Health Nursing/CMHN), yaitu pelayanan keperawatan jiwa yang komprehensif, holistik, paripurna berfokus pada masyarakat yang sehat jiwa, rentan terhadap stres dan dalam tahap pemulihan serta pencegahan kekambuhan. Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan di puskesmas perlu ditingkatkan pengetahuan dan keterampilannya melalui pelatihan Community Mental Health Nursing (BC-CMHN) sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan jiwa masyarakat. Oleh karena itu pada tanggal 8-10 Oktober 2019 dilakukan pelatihan CHMN dan Workshop Kesehatan Jiwa bagi tenaga puskesmas dan kader kesehatan jiwa di Kota Bogor.

Seiring dengan momentum peringatan HKJS (Hari Kesehatan Jiwa Sedunia) ke-27 yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2019, Dinas Kesehatan Kota Bogor melaksanakan penguatan komitmen pelayanan kesehatan jiwa berupa kebulatan tekad untuk mengubah upaya kesehatan jiwa bersifat kuratif-rehabilitatif bergeser ke preventif –promotif serta peningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hidup sehat jiwa dimulai dari diri sendiri. Hal ini sejalan dengan tema HKJS ke-27, yaitu Promosi Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Bunuh Diri. Dengan sub tema : Sehat jiwa dimulai dari diri, keluarga, dan masyarakat. Tema tersebut sesuai dengan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga untuk mengajak seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat dalam meningkatkan kualitas hidupnya.
Semoga Allah SWT senantiasa memberkati dan melindungi upaya kita dalam mewujudkan masyarakat kota Bogor yang sehat, cerdas dan sejahtera menuju Visi Kota Bogor Kota Ramah Keluarga.

Bogor bisa….Bogor berlari….

Konseling dengan pasien dan keluarga Kerjasama dengan RSMM

Pelatihan kader Pendamping jiwa Penyuluhan Kesehatan Jiwa ada anak-anak

Bogor, 10 Oktober 2019
Seksi P2 PTM, Kesehatan Jiwa dan Kesehatan Olah Raga
Dinas Kesehatan Kota Bogor

Kafilah Bogor Utara Optimis Rebut Juara Umum MTQ Tingkat Kota Bogor

Kota Bogor – Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Bogor yang digelar selama tiga hari sejak Selasa hingga Kamis (08/10) berlangsung cukup khidmat.

Kegiatan yang diwarnai pawai ta’aruf para kafilah di 6(enam) kecamatan ini berakhir di Masjid Rosniah Al Ahmad, BNR, Kecamatan Bogor Selatan dan dibuka resmi oleh Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim.

Dalam kegiatan ini Camat Bogor utara Rahmat Hidayat mengatakan, dengan bekal latihan yang telah dipersiapkan kafilah Bogor Utara optimis mampu merebut posisi juara.

“Ada dua cabang unggulan yaitu cabang tafsir dan fahmil quran. Mudah-mudahan cabang ini bisa menjadi unggulan, sehingga meraih juara umum, ujar Rahmat, Rabu (09/10).

Mantan Kabag ULP ini menambahkan, belajar pada MTQ sebelumnya, Kecamatan Bogor Timur terus mempersiapkan para peserta di masing masing cabang.

“Dengan potensi banyaknya pondok pesantren di Bogor Utara, kita optimis kafilahnha mampu meraih juara,”ujarnya.

Terkait kesiapan dilapangan, sambung Rahmat dirinya mengaku 100 persen kesiapan untuk mengikuti MTQ tingkat Kota Bogor. Tentu, dengan keunikan dan perbedaan dari kecamatan lain.

“Ketika pawai taaruf kemarin, kita siapkan mobil hias dengan kreasi kreasi berbeda dengan kecamatan lain. Makanya persiapan untuk menghadapi MTQ ke 38 tingkat Kota Bogor ini kita dengan kekuatan penuh, siap menjadi juara umum,”tandasnya.

Diketahui, MTQ tingkat Kota Bogor digelar selama tiga hari sejak, Selasa hingga Kamis (08-10/10), berlangsung di Masjid Rosniah Al Ahmad, BNR, Kecamatan Bogor Selatan. Acara dibuka oleh Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim. (boy)

Korem 061 Suryakencana Gandeng PWI Kota Bogor Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

Bogor – Jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor bersama Korem 061/Suryakencana (SK) siap bekerjasama mensosialisasi wawasan kebangsaan serta bela negara kepada generasi muda dan masyarakat di wilayah Korem 061/SK. Hal itu digulirkan saat silaturahmi PWI Kota Bogor dengan Danrem 061/Sk Kolonel Inf Novi Helmi Prasetya di Makorem 061/Sk pada Selasa (8/10/2019) siang.

Dalam pertemuan pertama kabinet baru PWI Kota Bogor setelah rapat kerja (raker) dengan Danrem 061/Sk Kolonel Inf Novi Helmi Prasetya, ada penyerahan plakat dari PWI Kota Bogor kepada Danrem sebagai wujud sinergitas yang baik selama ini. Penyerahan penghargaan ini juga apresiasi PWI Kota Bogor HUT TNI ke-74.

Novi mengatakan, dirinya mengucapkan terima kasih kepada PWI Kota Bogor sudah bersilaturahmi ke Makorem 061/Sk, dirinya berharap komunikasi dan sinergitas berlanjut.

“Kami kedepannya akan membuat program-program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat Indonesia umumnya dan di wilayah Korem 061/Sk khusunya,” ungkap Novi.

Ia melanjutkan, hasil pertemuan selama beberapa jam pada hari ini menghasilkan ide beberapa program, tetapi yang paling diprioritaskan adalah wawasan kebangsaan dan bela negara untuk generasi muda khususnya serta masyarakat umumnya.

“Ini dilakukan untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul menuju Indonesia maju. Sasarannya adalah generasi muda dan masyarakat diwilayah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor Arihta Utama Surbakti mengatakan, jajaran PWI Kota Bogor berterima kasih kepada Danrem 061/Sk Kolonel Inf Novi Helmi Prasetya telah menerima jajaran PWI Kota Bogor dan merencanakan kolaborasi dalam beberapa program. Tetapi yang paling diutamakan adalah program sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara.

“Program ini sangat cocok digulirkan kepada generasi muda yang saat ini kita mengetahui sudah sangat keranjingan gadget. Maka dinilai snagat perlu mereka mengetahui wawasan kebangsaan dan bela negara dari sumber yang tepat,” ungkap Ari.

Ari menegaskan, melihat pemaparan danrem dal menyampaikan materi wawasan kebangsaan dan bela negara saat diskusi dengan jajaran pengurus PWI Kota Bogor, gaya dan caranya sangat tepat untuk kaum milenial. Materi yang disampaikan dimulai dari sejarah hingga inti dari wawasan kebangsaan dan bela negara gamblang tersampaikan.

“Untuk kalangan mahasiswa dan generasi muda Danrem sebagai pembicara utama dalam wawasan kebangsaan sangat tepat, apalagi dilakukan saat memperingati hari pahlawan 10 November. Saya rasa mahasiswa dan masyarakat perlu dikuatkan kembali wawasan kebangsaan ini. Kami siap berkolaborasi dengan korem untuk hal ini,” pungkasnya. (boy)

Jadi Pembina Upacara Kapolsek Bogor Selatan Minta Siswa Tidak Terprovokasi Hoax

Kota Bogor – Menyikapi aksi unjuk rasa yang dilakukan siswa SMK beberapa hari kemarin, Kapolsek Bogor Selatan Kompol Indrat Riyani S, menegaskan agar siswa dan siswi disekolah tidak mudah terprovokasi terhadap berita hoax, hal ini dikatakan Indrat Riyani saat menjadi Pembina upacara didepan ratusan siswa SMA Negeri 4 Kota Bogor,  Senin (30/09).

“Siswa harus fokus belajar dan tidak mudah terprovokasi oleh berita hoax dari media sosial, ” ujar Kapolsek Bogor Selatan Indrat Riyani S, Senin (30/09).

Menurutnya kegiatan pembina upacara ini selain upaya preventif dalam mencegah terjadinya aksi unjuk rasa susulan juga mengantisipasi tindakan tawuran antar sekolah.

Disampaikan Kapolsek, kegiatan menjadi pembina upacara di sekolah merupakan kegiatan rutin untuk mencegah kenakalan remaja dan dapat juga memberikan motivasi bagi para pelajar.

“Mendorong dan memotivasi para pelajar agar menjadi pelajar yang unggul dan berkualitas, serta membanggakan orang tua juga berguna bagi masyarakat dan negara,” katanya.

Menurutnya para generasi penerus bangsa ini harus dididik dan dibekali dengan kegiatan-kegiatan yang positif. “Yaitu belajar dan belajar atau tiada hari tanpa belajar,” tambahnya.

Sementara Kepala SMA Negeri 4 Bogor Hj. Enung Nuripah, S.Pd.,M.Pd.,  mengucapkan terima kasih atas kesediaan pihak Polsek Bogor Selatan menjadi pembina upacara bendera dan telah memberikan semangat dan motivasi belajar serta imbauan terhadap pelajar di sekolahnya.

“Kami berkeyakinan dengan kehadiran polisi di sekolah kami akan membawa dampak yang positif terhadap pergaulan dan semangat belajar para pelajar,” katanya.

Ditambahkan, bahwa pihak sekolah terus memantau kegiatan siswa-siswinya dalam menyikapi perkembangan saat ini, agar tetap fokus belajar dan tidak melakukan aksi unjuk rasa. (boy)

Peringati Haornas 2019, SMAN 4 Kota Bogor Senam Maumere Bersama..

Kota Bogor – Memperingati Hari Olah Raga Nasional ratusan siswa – siswi SMA Negeri 4 Kota Bogor bersama guru dan Kepala Sekolah menggelar senam Maumere bersama, Senin (09/09/2019).

Kepala SMA Negeri 4 Kota Bogor, Hj. Enung Nuripah, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan senam yang digelar selepas upacara bendera ini merupakan momentum kebersamaan dalam memeriahkan Haornas 2019 di sekolah yang berada dijalan Bogor Nirwana Residance tersebut.

“Selain untuk kesehatan, momentum Haornas ini menjadi ajang kebersamaan dan kegembiraan para murid dan guru untuk senam maumere,” Ujar Hj. Enung, Senin (09/09).

Sementara salah seorang siswa kelas 12 Olivia mengatakan, senam massal maumere secara bersamaan baru pertama kali dilakukan dalam momentum hari olah raga nasional ini, bahkan menurut Olivia yang memimpin senam maumere adalah siswa kelas XI.

“Seru deh dihari olah raga nasional 2019 ini, sehatnya dapat, gembira kebersamaannya juga dapat, pokoknya happy kita, ” ungkapnya.

Kegiatan senam bersama yang melibatkan semua unsur disekolah ini hanya dilakukan satu jam dari pukul 08.00 hingga 09.00 pagi dan dilanjut kembali belajar sperti biasa. (boy)

Lomba UKS Mendidik Lingkungan Sekolah Tetap Bersih dan Sehat

Kota Bogor – Tim Penilai Lomba Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Kota Bogor tingkat SMP Kamis pagi (29/08) mengunjungi SMP Negeri 13 Pamoyanan Bogor Selatan Kota Bogor.

Tim penilai yang terdiri dari Dinas Pendidikan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dewan Pendidikan Sekolah dan dari Dinas Kesehatan Kota Bogor diterima langsung Kepala Sekolah dan Jajaran pendidik dan siswa SMP Negeri 13 Kota Bogor.

Kepala SMP Negeri 13 Tatang Mulyana mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mempercayakan kepada SMPN 13 yang dipercaya untuk mewakili Bogor Selatan dalam lomba UKS.

“Alhamdulillah kami dipercaya mewakili Bogor Selatan dan kami siap untuk meraih yang terbaik dalam lomba UKS tingkat Kota Bogor,” ujar Tatang kepada engingengnews.com, Kamis (29/08).

Sementara tim Penilai dari Dinas Kesehatan Ida Sopayanti. S. Pd., mengatakan bahwa
untuk Kriteria lomba UKS ini meliputi penyelenggaraan pendidikan kesehatan, penyelenggaraan pelayanan kesehatan di sekolah, pembinaan lingkungan kehidupan sekolah baik fisik, mental maupun lingkungan sekolah.

“Dari kriteria yang ada lomba UKS ini sangat penting bagi lingkungan sekolah, agar mampu menjadi sekolah yang bersih dan sehat bagi lingkungan sekolah, ” ungkap Ida.

Ida menambahkan dari hasil penilaian yang dilakukan, SMPN 13 cukup memiliki kelebihan baik soal fasilitas kesehatan yaitu ruang UKS dan dan juga lingkungan yang sehat dan bersih.

“saya liat semua lingkungan sekolah baik guru dan siswa cukup respek dengan lingkungan disekolahnya, tak hanya soal lomba tapi kegiatan UKS ini mendidik dan membiasakan agar sekolah belajar hidup sehat,” pungkasnya. (boy)