Rayakan Ultah, PDAM Kota Bogor Gelar Donor Darah 

Kota Bogor – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor menggelar aksi donor darah di kantor PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Rabu (27/3/2019).

Asisten Manajer Humas PDAM Kota Bogor R. Poppi Rustanti mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka HUT ke-42 PDAM Kota Bogor. Ada 80 orang yang mendaftar menjadi pendonor.
“Ada 80 yang daftar, namun hanya 52 orang yang berhasil terseleksi. Sedangkan sisanya gagal karena pertimbangan medis,” ujar Poppi.

Menurutnya, kegiatan sosial ini merupakan agenda rutin PDAM yang digelar setiap tiga bulan. Selain melibatkan pegawai, donor darah ini juga melibatkan masyarakat dan pelanggan.

Poppi menambahkan, donor darah sangat bermanfaat untuk kesehatan pendonor karena akan menumbuhkan sel-sel baru. “Selain kegiatan ini amal, juga bermanfaat bagi kesehatan. Pendonor yang sudah mendonorkan darah, biasanya akan kembali jadi pendonor. Karena mereka tahu manfaatnya untuk kesehatan,” jelasnya. (humas pdam tirta pakuan)

Sinergisitas Antara Kota Dan Kabupaten Bogor

Kota Bogor – Sejak tahun 2010 Pemerintah Kota Bogor telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. Kerjasama diantara kedua pemerintah daerah itu tertuang di dalam Nota Kesepakatan Bersama 100/2/NK/HUK/2010 dan Nomor 019/KK 5 – Tapem/2010 tertanggal 20 Mei 2010. Nota Kesepalatan Bersama itu terakhir diperbaharui dengan 119/25/XII/KB/KS/2014 dan Nomor 060/KK.24-Pem/2014 tertanggal 8 Desember 2014 tentang Kerjasama Antar Daerah Dalam Pelayanan Publik.

Ruang lingkup kerjasama meliputi 19 bidang. Diantaranya bidang penataaan ruang, lingkungan hidup, pariwisata, pendidikan dan kesehatan. Kerjasama tersebut dijalin untuk menyusun strategi dan langkah bersama diantara kedua pemerintah daerah, yang mengarah pada upaya mengatasi berbagai masalah yang timbul di kedua wilayah, akibat interaksi dan mobilisasi masyarakat yang bermukim di kedua wilayah administratif ini.

Misalnya masalah yang timbul dalam urusan transportasi. Kedua pihak perlu bekerjasama, karena gerak aktivitas masyarakat di kedua wilayah tidak dapat dibatasi hanya sebatas wilayah masing-masing. Mereka diantaranya memerlukan pelayanan transportasi yang menghubungkan antara pemukiman, yang rata-rata berada di wilayah kabupaten, dengan pusat berbagai jenis aktivitas yang berada di tengah kota.

Akibatnya tentu banyak permasalahan yang muncul di bidang transportasi. Antara lain masalah kepadatan angkutan umum yang beroperasi di wilayah kota. Sebagian diantara angkutan kota yang beroperasi di wilayah kota adalah angkutan kota dari wilayah kabupaten. Pengurangan angkutan umum dari kabupaten, dinilai bukan solusi utama karena kenyataannya masih masyarakat di kedua wilayah yang memerlukan jasa angkutan tersebut.

Di bidang pendidikan dan pelayanan publik lain seperti kesehatan juga demikian. Tidak mungkin sekolah-sekolah di wilayah kota misalnya menolak siswa dari kabupaten dan sebaliknya. Begitu juga tidak mungkin rumah sakit atau puskesmas yang berada di wilayah kota menolak masyarakat kabupaten yang memerlukan pelayanan kesehatan dan sebaliknya.

Belum lagi dalam soal penanganan sampah. Kota Bogor sangat memerlukan bantuan Kabupaten Bogor, terutama dalam penyedian Tempat Pembuangan Akhir Sampah. Hal itu karena di wilayah kota sudah sulit ditemukan lahan luas yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan akhir sampah.

Kerjasama diantara kedua pemerintah daerah, tidak semata-mata ditujukan untuk menangani masalah. Melainkan juga dimaksudkan untuk melakukan langkah-langkah bersama dalam memajukan perekonomian kedua wilayah untuk mendorong peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat di kedua wilayah. Diperlukan langkah yang seiring dan sejalan untuk mendorong pemanfaatan berbagai jenis sumberdaya yang tersedia di kedua wilayah ini.

Setelah 8 tahun kerjasama tersebut dijalin, telah tercapai beberapa hasil. Sedikitnya ada empat hal yang berhasil dicapai. Masing-masing sebagai berikut :

  1. Penyerahan hibah tanah seluas kurang lebih 363 meter pesrsegi beserta bangunan di atasnya seluas 243 meter persegi. Lahan dimaksud berada di Jalan Gedong sawah IV dan diserahkan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk perluasan lahan SMP Negeri 2 Bogor.
  2. Pemerintah Kabupaten Bogor menuaikan kewajiban yang sama dengan Pemerintah Kota Bogor dalam hal pemanfaatan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Galuga. Kewajiban dimaksud adalah memberikan kompensasi dampak lingkungan dan ganti untung lahan di wilayah TPAS Galuga.
  3. Promosi bersama penanaman modal di kedua wilayah dalam bentuk pameran dan media promosi bersama tentang penanaman modal.
  4. Promosi bersama dalam bidang pariwisata.

Tentu masih banyak hal lain yang pelu dicapai, untuk meraih tujuan yang dimaksud dari kerjasama ini. Oleh karena itu, baru baru ini, Walikota Bogor dan Bupati Bogor melakukan pertemuan untuk membahas kelanjutan kerjasama diantara kedua belah pihak. Secara administratif kesepakatan kerjasama yang berlaku selama ini akan segera berakhir pada tanggal 6 Juli 2019 mendatang.

Di dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati Bogor, antara lain telah disepakati bidang yang dikerjasamakan. Diantaranya bidang transportasi, pendidikan dan kesehatan. Untuk bidang transportasi diantaranya akan diupayakan peleburan Terminal Laladon dan Terminal Bubulak sebagai terminal batas kota

Dalam hal pendidikan, diantaranya melakukan singkronisasi terkait berlakunya sistem zonasi dalam pendaftaran peserta didik baru. Sedangkan di bidang kesehatan, akan diupayakan penyelesaian permasalahan pelayanan pengobatan masyarakat lintas wilayah.

Diharapkan kerjasama yang telah disepakati tidak hanya sekadar sampai di atas nota kesepakatan. Untuk itu perlu konsistensi sikap kedua belah pihak agar dapat menindaklanjuti sampai pada tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan maupun pengawasan.

Itulah sinergi yang diperlukan untuk mendorong pengelolaan kedua wilayah ini berjalan lebih efektif dalam menyelesaikan permasalahan yang ada serta mendorong terwujudnya pembangunan wilayah yang sukses. Itulah yang ditunggu oleh masyarakat Bogor yang bermukim di kota maupun kabupaten. (adv)

BOGOR ANJANG SEHAT (BAS) “KETIKA PETUGAS KESEHATAN DATANG BERTAMU”

Kota Bogor – Ada dua hal yang perlu ditekankan dalam perbaikan dan peningkatan pelayanan kesehatan, yaitu mutu pelayanan dan akses. Mutu dapat ditingkatkan dengan komitmen, integrasi dan dukungan, sedangkan akses perlu beberapa tindakan yang konkret agar masyarakat dapat menjangkau fasilitas kesehatan serta pelayanan kesehatannya.

Sampai saat ini, keterjangkauan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan boleh dibilang gampang gampang sulit. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap keterjangkauan tersebut seperti letak fasilitas pelayanan kesehatan, transportasi yang digunakan untuk mencapai fasilitas tersebut, hingga kesadaran dan inisiatif masyarakat untuk mau datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Kota Bogor sebenarnya adalah kota yang memiliki akses atau keterjangkauan yang cukup mudah. Sarana transportasi tersedia, hingga semua fasilitas pelayanan kesehatannya dapat dijangkau. Tetapi inisiatif masyarakat untuk mencapai fasilitas kesehatan sering belum maksimal. Setelah banyaknya promosi kesehatan yang dilakukan agar masyarakat sadar dan mau ke fasilitas pelayanan kesehatan gencar dilakukan, maka tindakan berikutnya adalah langsung mendekati masyarakat dalam pelayanan kesehatan.

Dengan berjalannya berbagai program kesehatan, ternyata mampu mengungkapkan data bahwa lebih dari 30% masyarakat Kota Bogor masih dalam kondisi rawan atau kondisi dengan indeks tidak sehat. Program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga (PIS PK) telah memberikan sumbangsih bagaimana kondisi masyarakat di Kota Bogor. Program-program kesehatan yang lain, selain memperlihatkan data, juga memberikan peluang untuk dibuat berbagai inovasi agar kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dapat terpenuhi. Dengan semakin meningkatnya kasus penyakit kronis dan penyakit akibat perilaku yang kurang mempehatikan kesehatan, maka dibutuhkan penanganan yang cepat, dan terintegrasi.

Untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap tenaga kesehatan khususnya dokter di wilayah Kota Bogor, disepakati untuk melaksanakan suatu kegiatan Kunjungan Rumah, yang melibatkan tenaga medis dan tenaga kesehatan di Puskesmas seluruh Kota Bogor. Kesepakatan ini berdasarkan hasil pertemuan penguatan kegiatan puskesmas. Kegiatan ini dinamakan dengan Bogor Anjang Sehat (BAS).

Konsep kegiatan BAS adalah melaksanakan kunjungan ke rumah masyarakat, melakukan pendekatan secara keluarga dan individu, penemuan kasus hingga intervensinya. Lingkup Kegiatan Bogor Anjang Sehat merupakan kunjungan rumah kepada keluarga (home visite) yang dilaksanakan oleh Tim yang terdiri atas tenaga medis (dokter dan dokter gigi), tenaga penunjang medis (perawat dan bidan) serta tenaga kesehatan lainnya (nutrisionist, sanitarian, farmacist dan tenaga kesehatan lainnya), dalam bentuk FGD untuk pelayanan bagi masalah kesehatan, baik penyakit akut, maupun penyakit Kronis.

Tim Dinas Kesehatan Kota Bogor saat melakukan kunjungan ke salah satu rumah warga di Kota Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan BAS dilaksanakan oleh Tim dengan kebutuhan sarana dan prasarana sebagai berikut :

1. Sarana Transportasi
Baik dengan jalan kaki atau menggunakan angkutan khusus berupa kendaraan roda dua untuk menjangkau daerah yang sulit dijangkau, kendaraan roda dua dilengkapi dengan peralatan medis dan kesehatan sesuai kebutuhan dan kendaraan diberi tanda pengenal berupa stiker atau tulisan kegiatan Bogor Anjang Sehat.

2. Sarana Teknis Lapangan
Berupa perlengkapan teknis lapangan yang terdiri atas perlengkapan identitas seperti rompi, topi dan payung serta perlengkapan medis dan kesehatan yang digunakan untuk kegiatan Bogor Anjang Sehat serta ditunjang oleh alat tulis kantor sebagai pelengkap.

Sasaran Bogor Anjang Sehat adalah keluarga dan masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan, baik pada kasus yang dini maupun dalam rangka follow up dan diharapkan pada kunjungan selanjutnya menjadi kunjungan sehat untuk promotiv dan preventif terhadap munculnya gangguan kesehatan/penyakit. Data keluarga yang memiliki masalah kesehatan, didapatkan dari hasil Pendataan program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK), berdasarkan pada 12 indikator keluarga sehat.

Tim Bogor Anjang Sehat (BAS) terdiri atas Tim BAS Dinas Kesehatan Kota Bogor, sebagai pembina dan pendamping, terdiri atas Penanggungjawab Kegiatan Kepala Dinas dan dibantu oleh Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang serta Kepala Sub Bagian dan Kepala Seksi. Tim BAS Puskesmas terdiri atas tenaga medis (dokter dan dokter gigi), tenaga penunjang medis (perawat dan bidan) serta tenaga kesehatan lainnya (nutrisionist, sanitarian, farmacist dan tenaga kesehatan lainnya) di 25 Puskesmas se Kota Bogor.

Tim Dinas Kesehatan Kota Bogor saat melakukan kunjungan ke salah satu rumah warga di Kota Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan Kunjungan Rumah Bogor Anjang Sehat (BAS) adalah sebagai berikut :

1. Penemuan kasus baru (deteksi dini).
2. Penemuan  suspek/kasus kontak serumah.
3. Pemantauan keteraturan berobat sesuai program pengobatan.
4. Pelayanan kesehatan dasar langsung (direct care) maupun tidak langsung (indirect care).
5. Upaya pengobatan tindak lanjut (follow up).
6. Upaya pemulihan pasca pengobatan/perawatan.
7. Pemantauan status kesehatan beresiko.
8. Pemantauan status gizi buruk.
9. Penyuluhan/Pendidikan kesehatan pada individu dan keluarganya.
10. Dokumentasi Kegiatan: laporan kegiatan sesuai format kasus + foto kegiatan.

Adapun keluaran yang diharapkan adalah :

1. Meningkatnya pengetahuan, sikap dan perilaku individu, keluarga tentang  kesehatan.
2. Meningkatnya penemuan dini kasus baru.
3. Meningkatnya  pelayanan kesehatan .
4. Meningkatnya penanganan kasus yang memerlukan tindak lanjut pelayanan kesehatan di rumah.
5. Meningkatnya akses keluarga miskin mendapat pelayanan kesehatan.

Bogor Anjang Sehat (BAS) merupakan salah satu inovasi Bidang Kesehatan Kota Bogor dalam menurunkan angka kesakitan dan angka kematian baik bayi, balita, ibu hamil maupun kematian karena penyakit lainnya sehingga dampaknya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya masyarakat Kota Bogor.

Kota Bogor bisa…..  (Adv).

Oleh : dr. Armein Sjuhary Rowi,MKM KepalaSeksi Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Bima Arya, Pancasila Harga Mati..

Kota Bogor – Kegiatan Haul Gus Dur ke 9 yang digelar dibalaikota bogor cukup berbeda dari tahun sebelumnya, selain dihadiri Anita Wahid, Unsur Muspida Kota Bogor, Perwakilan Lintas Agama dan juga dihadiri ratusan Gusdurian Jabodetabek,  Jumat (25/01).

Dalam sambutannya Walikota Bogor menegaskan bahwa dirinya rindu nilai-nilai perjuangan Gus Dur, dan khusus sebagai warga Kota Bogor Bima Arya mengajak warganya untuk membuktikan bahwa Kota Bogor bukanlah Kota yang Intoleran tapi Kota Bogor adalah Kota yang damai.

Menurut Bima ada empat hal yang tak bisa diganggu gugat dinegara ini, yaitu 4 (empat) Pilar Kebangsaan yaitu NKRI, BHINEKA TUNGGAL IKA, UUD 45 dan Pancasila.

“Empat hal yang tak bisa diganggu gugat yaitu NKRI, Bhineka Tunggal Ika, UUD 45 dan Pancasila, dan 4 Pilar itu adalah harga mati, !” tegas Bima.

Haul Gus Dur dengan thema ‘Yang Lebih Penting dari Politik Adalah Kemanusiaan’ malam ini juga tak kalah menarik, pasalnya lagu hubbul wathon minal iman dinyanyikan oleh Ibu-ibu dari Paduan Suara Katolik Katederal Kota Bogor.

Salah seorang anggota paduan suara Gereja Katederal Rita Marcia Simanjuntak mengatakan dirinya senang bisa menyanyikan Hubbul Wathon bersama group Paduan Suara Gereja Katedral.

Menurut Rita Haul Gus Dur merupakan momentum penting untuk mengingatkan bahwa keteladanan Gus Dur harus terus disuarakan dan diteladani agar bangsa yang penuh keragaman ini terus diberkahi. (gus)

PDAM Kota Bogor Kedatangan Tamu Dari Lombok

Kota Bogor – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menerima kunjungan DPRD Kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat (NTB) di ruang rapat utama PDAM Kota Bogor Jalan Siliwangi 121, Rabu (23/01).

Kunjungan studi banding ini membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyerataan Modal Pemerintah Kabupaten Lombok Utara pada PDAM Kabupaten Lombok Utara oleh Pansus DPRD Kabupaten Lombok Utara.

Rombongan diterima Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Syaban Maulana. Syaban didampingi Sekretaris Perusahaan Teguh Setiadi, Manajer Keuangan Handoyo, Asisten Manajer Hukum Tedi Djamaludin dan Asisten Manajer Humas Popi Rustanti.(*)
.
#pdamkotabogor #kunjungankerja #studibanding #ntb #pmp #kotabogor

SOLIDARITY TOUR PSI, MELAWAN KEBOHONGAN DAN MEMENANGKAN JOKOWI

Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggelar Solidarity Tour di 6 kota di Jawa Barat mulai 12 Januari sampai 17 Januari 2019. Sebelumnya, pada 11 Januari, PSI akan menyelenggarakan Festival 11 di Bandung.

Ketua Panitia Solidarity Tour, Sumardy, mengatakan safari PSI ini mengusung misi untuk menepis hoax yang selama ini dialamatkan kepada Presiden Jokowi dan PSI.

“Tujuannya untuk melawan kebohongan pihak-pihak tertentu dan memenangkan Pak Jokowi. Jadi kami akan blusukan untuk memperkenalkan program-program PSI, sembari menjelaskan kerja-kerja nyata Pak Jokowi,” kata Sumardy dalam konferensi pers di Basecamp DPP PSI, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis 10 Januari 2019.

Tak seperti kebanyakan partai yang tampil elitis dan eksklusif, PSI justru membuka ruang selebar-lebarnya untuk berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat.

Menurut Sumardy, “Dengan berkunjung langsung, diharapkan masyarakat bisa lebih memahami dan tidak terjebak dalam berita bohong atau hoax yang selama ini menimpa calon presiden yang diusung PSI, Pak Jokowi, dan menimpa PSI sendiri.”

Solidarity Tour di Jawa Barat merupakan rangkaian pertama dalam tur Jawa dan Bali yang rencananya digelar hingga menjelang hari pencoblosan Pemilu 2019. Kota-kota di Jawa Barat yang akan dikunjungi adalah Padalarang, Cirebon, Garut, Purwakarta, Sukabumi, dan Bogor.

Dalam Solidarity Tour, PSi akan menggunakan bus yang eksteriornya sudah dimodifikasi, dengan wajah Jokowi dan Grace Natalie terpampang.

Selain itu, dalam Solidarity Tour, PSI akan membuka 5 kelas pelatihan bagi kalangan millennial di kota-kota tersebut, dengan menghadirkan para ahli di bidang masing-masing sebagai pembicara.

“Ada pelatihan membangun perusahaan start up, kelas digital marketing, juga kelas menulis kreatif, kelas make up, dan kelas mobile-phone photography,” ungkap Sumardy.

Terkait Festival 11, pada kesempatan yang sama, juru bicara PSI, Andy Budiman mengatakan, “Bandung dipilih karena merupakan salah satu kota terpenting di Indonesia, dikenal sebagai Kota Kreatif. Banyak anak muda, seniman, dan kelompok kreatif lahir dari Bandung. Kang Ridwan Kamil yang dulu Wali Kota Bandung juga salah seorang tokoh kreatif Indonesia,” ujar Andy.

Pemilihan Bandung untuk Festival 11 pertama di 2019 ini tak terlepas dari komitmen PSI sebagai partai politik yang akan merangkul kaum muda dan memekarkan potensi-potensi mereka.

“Dalam Festival 11 di Bandung ini, kami ingin menyapa anak-anak muda Indonesia. Di pidato awal tahun 2019 Ketua Umum PSI Grace Natalie, yang merupakan inti Festival 11, akan disampaikan tawaran PSI untuk anak-anak muda Indonesia, apa yang hendak PSI lakukan untuk memaksimalkan potensi anak-anak muda kita,” lanjut Caleg DPR RI dari Dapil Jawa Timur I tersebut.

Selain itu, pidato politik Grace Natalie juga akan menyinggung sejumlah persoalan kebangsaan yang penting dan mendesak diselesaikan,

“Kami akan terus mengartikulasikan hal-hal yang mungkin bagi kalangan politisi lama dianggap tabu. Tapi bagi kami itu harus dibicarakan karena menjadi persoalan penting bagi Indonesia,” tutur Andy. (boy)

Melek Jurnalistik Dikalangan Milenial

Kota Bogor – Puluhan siswa dari 4 sekolah diantaranya SMAN 3, SMA Bhakti Insani, SMA PGRI I dan SMAN 7 Kota Bogor selasa pagi mengikuit kegiatan melek jurnalistik bersama di SMAN 3 Kota Bogor.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh kepala SMA Negeri 3 Bogor Endang Kusnawan ini merupapakan kegiatan eskul bagi siswa agar kedepan para siswa melek jurnalistik diera digital.

“Kami berharap para siswa yang mengikuti pelatihan jurnalistik ini mampu membedakan mana infomasi yang positif dan mana informasi hoax, ” ungkap Kepala SMAN 3 Endang Kusnawan, Selasa (11/12).

Sementara salah seorang siswa Meida mengatakan kegiatan pelatihan jurnalistik diera milineal ini sangat punya manfaat pasalnya banyak informasi dimedia sosial yang telah banyak membangun framing negatif dikalangan milenial.

“Selain dilatih membuat naskah dan pengambilan gambar foto dan video dengan pelatihan jurnalistik hari ini kami bisa memahami mana informas yang positif mana info hoax, ” ujar Meida, Selasa (11/12).

Sebagai narasumber kegiatan melek jurnalistik, dalam penjelasannya Bagus mengatakan bahwa dalam pemaparannya diberikan pelatihan kaitan penulisan naskah, pengambilan gambar, etika sebagai jurnalistik dan UU Pers. (boy)

Inilah Pemenang Penghargaan Mitra Kerja PUPR

Penghargaan PDAM Terbaik 2018

Kategori Jumlah Pelanggan Lebih dari 100.000 Sambungan Rumah: PDAM Tirta Pakuan, Kota Bogor
Kategori Jumlah Pelanggan 50.001-100.000 Sambungan Rumah: PDAM Tirta Asasta, Kota Depok
Kategori Jumlah Pelanggan 20.001-50.000 Sambungan Rumah: PDAM Buleleng, Kabupaten Buleleng
Kategori Jumlah Pelanggan 10.000-20.000 Sambungan Rumah: PDAM Tirta Segah Berau, Kabupaten Berau
Kategori Jumlah Pelanggan Kurang dari 10.000 Sambungan Rumah: PDAM Apa’ Mening, Kabupaten Malina. (adv)

Relawan Jokowi Salurkan Bantuan Asbes Untuk Warga Korban Puting Beliung

Kota Bogor – Peristiwa angin puting beliung yang menerjang beberapa kelurahan di Kota Bogor membuat duka yang dalam, peristiwa yang terjadi Kamis sore ini (06/12) selain mengakibatkan ratusan atap rumah warga rusak, puluhan pohon tumbang juga merenggut satu korban jiwa.

Bertempat dikampung Sukadamai RT 02/17, Kelurahan Cipaku Bogor Selatan, pagi tadi Relawan Jokowi memberikan bantuan ratusan asbes untuk warga yang terdampak angin puting beliung.

“Kami atas nama relawan jokowi turut berduka atas peristiwa ini, semoga bantuan asbes untuk atap rumah warga yang terdampak angin puting beliung akan punya manfaat.,” ujar Koordinator Relawan Jokowi Moh. Firaz, Sabtu (08/12).

Sementara menurut Ketua RT setempat, ada 17 rumah warga yang rusak dan 6 diantaranya mengalami rusak parah.

“Dari 17 rumah tersebut ada 21 KK dan 72 jiwa yang mengalami rumahnya terdampak angin puting beliung, ” ujar Andi Setiawan Ketua RT 02/17 Sukadamai Kelurahan Cipaku.

Ditambahkan Andi,  bantuan asbes yang diberikan oleh Relawan Jokowi ini sangat tepat dan dibutuhkan warga,  pasalnya sejak kejadian angin puting beliung curah hujan dikota bogor masih tinggi.

“Alhamdulillah, warga sangat terbantu dengan bantuan asbes ini,  karena langsung dapat digunakan untuk menutup atap rumah warga yang rusak, ” ujar Andi, Sabtu (08/12).

Hadir dalam pemberian bantuan tersebut Ketua DPC PDI perjuangan Dadang Danubrata yang juga sehari sebelumnya turun kelapangan untuk memberi bantuan kewarga yang menjadi korban angin puting beliung.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Dadang ini mengatakan, PDI Perjuangan sudah memberi bantuan, bahkan mengontrakkan salah seorang warga yang rumahnya cukup parah terdampak angin puting beliung.

“Alhamdulillah, kemarin kami sudah turun membantu dan hari ini Relawan Jokowi juga ikut membantu asbes, Insya Allah bermanfaat, ” pungkasnya. (boy)

PDAM Kota Bogor Salurkan Bantuan Korban Angin Puting Beliung

Kota Bogor – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memberikan bantuan untuk korban angin puting beliung yang melanda Kota Bogor, Jumat (7/12/18) siang.

Bantuan berupa mobil tangki kapasitas 1000 liter, terpal sejumlah 20 buah, air minum kemasan sejumlah 20 dus dan 10 dus mie instan.

Bantuan diberikan langsung oleh Direktur Umum PDAM Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan didampingi Asisten Manajer Umum dan Administrasi Arsip Hamita Hanum, Asisten Manajer Humas R. Poppi Rustanti kepada Camat Bogor Selatan Sujatmiko Biliarto.

#pdamtirtapakuan #pdamkotabogor #putingbeliungbogor #prayforbogor #bogor #kotabogor #welovebogor #bogohkabogor #sobatair