Walikota Sampaikan LPPAPBD Tahun Anggaran 2017

DPRD BERIKAN BEBERAPA CATATAN

Kota Bogor – Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) APBD, selain sebagai satu bentuk akuntabilitas kinerja Pengelolaan Pemerintah Kota Bogor atas penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah, sekaligus sebagai upaya untuk menerapkan prinsip transparansi dalam penyelenggaraan Tata Kelola Pemerintahan yang baik dan bersih (Good and Clean Governance).

Demikian Pemandangan Umum Gabungan Fraksi DPRD Kota Bogor, menyusul Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) APBD Tahun Anggaran 2017 disampaiakn Walikota Bogor,  Bima Arya pada Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor dipimpin Wakil Ketua DPRD,  Heri Cahyono, S.Hut. MM.  pada Senin 2 Juli 2018.

Dokumen Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Bogor Tahun Angaran 2017 yang disampaikan Walikota Bogor Bima Arya tersebut dalam bentuk laporan lengkap meliputi 7 dokumen, yakni Laporan Realisasi APBD Kota Bogor Tahun 2017, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Neraca per 31 Desember 2017 dan 2016, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas Tahun2017, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan  Keuangan.

Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2017 tersebut, berisi laporan yenga merupakan hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Ringkasan Laporan trersebut antara lain realisasi Pendapatan Daerah   sebesar Rp 2, 289 trilyun lebih  dari target sebesar Rp 2,311 trilyun lebih. Realisasi Belanja Daerah sebesar Rp 2,245 trilyun lebih dari target sebesar Rp 2,597 trilyun lebih.
Pada Pembiayaan Daerah terdapat penerimaan pembiayaan sebesar Rp 305,753 juta lebih. Sedangkan Pengeluaran Pembiayaan sebesar  Rp 19,234 juta lebih. Pada pengelolaan APBD tahun 2017 terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp 330,288 milyar lebih.
Pemandangan Umum Gabungan Fraksi setebal sepuluh halaman itu, dibacakan oleh Teguh Rihananto, S.AP. (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera), selanjutnya menyebutkan bahwa, dalam melaksanakan penggunaan anggaran,  prinsip dasar yang harus dipegang adalah Prinsip-prinsip Pengelolaan Keuangan Negara menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara adalah akuntabilitas yang berorientasi pada hasil, profesionalitas, proporsionalitas, keterbukaan dalam mengelola keuangan Negara dan pemeriksaan keuangan oleh Badan Pemeriksa yang bebas dan mandiri.

Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PPAPBD), sambung Teguh Rihananto, selain sebagai bentuk akuntabilitas kinerja pengelolaan keuangan Walikota dan pemerintah Kota Bogor atas penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah, sekaligus juga sebagai upaya untuk menerapkan prinsip transparansi dalam penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang baik.

Pengelolaan Keuangan Daerah hendaknya mencerminkan suatu prinsip dasar penegakkan akuntabilitas public dalam semua tahapan baik pada saat perencanaan,pelaksanaan, pengawasan maupun pertanggungjawabannya. Oleh karena itu, prinsip akuntabilitas publik harus diberlakukan kepada seluruh lembaga pengguna anggaran pemerintah daerah yang bekerja di atas legalitas masyarakat.

“Kita semua memahami, bahwa Rancangan Peraturan Daerah tentang PPAPBD Tahun Anggaran 2017 yang disampaikan Walikota Bogor kepada DPRD memuat laporan keuangan yang meliputi laporan realisasi anggaran, neraca dan arus kas. Kita juga memahami bahwa konteks pembahasan Rancangan Perda PPAPBD Tahun Anggaran 2017 tidak untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap muatan materinya, namun dalam rangka evaluasi antara rencana dan realisasi serta laporan dengan kenyataan sesuai norma yang ada,” kata Teguh Rihananto.

Ada beberapa catatan yang disampaikan pada pemandangan umum Gabungan Fraksi terkait Raperda PPAPBD Tahun 2017, antara lain masih adanya beberapa permasalahan Kota Bogor pada tahun 2017 yang harus dibenahi. Secara yuridis normative Raperda tentang PPAPBD Tahun Anggaran 2017 ini, sesuai dengan ketentuan perturan perundang-undangan. Apabila melihat laporan realisasi anggaran dalam Raperda PPAPBD tahun 2017, secara umum semua fraksi memberikan apresiasi terhadap pencapaian penerimaan pendapatan, khususnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai 99,02 persen.

Terkait besarnya SILPA dalam laporan realisasi anggaran dalam Raperda PPAPBD Tahun Anggaran 2017 ini seluruh Frakasi menganggap terserap dengan cukup baik. Namujn tingginya realisasai pendapatan belum diimbangi dengan realisdasi belanja yang optimal. Realisasi belanja Kota Bogor pada tahun 2017 baru mencapai angka 86,45 % yang berimplikasi pada munculnya SILPA yang sangat besar yaitu Rp 330,29 milyar. SILPA setinggi itu sudah terjadi berulang kali dengan kecenderungan yang semakin meningkat. Dibandingkan dengan SILPA tahun sebelumnya, SILPA APBD Tahun 2017 meningkat sebesar 8,5 persen.
Pada kesempatan itu, pemandangan umum Gabungan Fraksi juga memberikan catatan penilaian antara lain ada tiga hal pokok yang paling mendesak untuk diselesaikan kedepan, yakni Penataan Ruang Kota, Pengembangan dan perbaikan jaringan infrastruktur dan transportasi serta peningkatan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, ada beberapa program prioritas yang dilakukan Pemerintah Kota belum sepenuhnya terealisasi. Belum optimalnya penataan transportasi di pusat kota, khususnya terkait penambahan trayek  perresmian program  baru pasca rerouting yang perlui untuk disikapi serius. Masih adanya aktifitas membangunan yang dilakukan di Kota Bogor dampak negative pada lingkungan. Maraknya tempat usaha baru seperti Mall, Apartemen dan hotel beresiko memperparah kerusakan lingkungan. Belum optimalnya kinerja Dinas PUPR Kota Bogor terkait dengan amndeknya pendistribusian ratusan proyek APBD yangb berkorelasi dengan masih minimnya serapan anggaran belanja langsung.

Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya, pada kesempatan itu menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi yang menyeluruh dan mendorong Dinas PUPR untuk terus mengoptimalkan kinerja dan menyelesaikan pelaksanaan program dan kegiatan PUPR.

Terkait SILPA yang dinilai masih cukup besar, Walikota Bima Arya menjelaskan bahwa, SILPA tahun ini terjadi karena beberapa hal antara lain adanya beberapa kegiatan yang gagal lelang seperti revitalisasi SDN Cibeureum 2, pemasangan pagar seputar Kebun Raya dan kajian investasi daerah. Selain itu adanya efesiensi kegiatan seperti kegiatan alat peraga pendidikan SD/MI, pengadaan alat pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi penderita asap rokok serta pemasangan PJU di wilayah Kota Bogor. ***

Gabung Di PSI, STS Siap Rebut Kursi Parlemen Di Kota Bogor

Jakarta – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia atau PERADI, Sugeng Teguh Santoso, menyatakan diri mantab bergabung untuk berjuang bersama Partai Solidaritas Indonesia PSI, Rabu (11/7).

STS begitu ia sering disapa, datang ke Markas PSI di Jakarta. Ia bertemu dengan Ketua Umum Grace Natalie dan Bendahara Umum Suci Mayang Sari. Dalam pertemuan STS menyatakan dirinya mantab bergabung dengan PSI, untuk memperbaiki politik di Bogor. Ia akan maju menjadi Calon Anggota Legislatif atau Caleg PSI untuk Kotamadya Bogor.

Ketua Umum PSI Grace Natalie menyambut baik bergabungnya STS. “Sebagai salah seorang aktivis dan advokat senior, STS akan memperkuat deretan anggota parlemen PSI menjadi lebih berkualitas”.

Dalam Pemilihan Kepala Daerah Pilkada Kotamadya Bogor lalu, STS sebagai calon wakil walikota, berpasangan dengan Dadang Iskandar Danubrata berhasil meraih suara nomor tiga terbanyak dan membuat cukup banyak pengamat terkejut.

Sebagai pengacara STS dikenal aktif melakukan advokasi. “Saya merasa advokasi untuk membela rakyat akan lebih efektif jika saya masuk ke dalam sistem, dan saya ingin fokus mengawasi Kota Bogor” kata STS terkait majunya ia menjadi Caleg PSI.

Sementara Bendahara Umum, Suci Mayang Sari, yang juga merupakan Caleg PSI untuk DPR-RI di Jabar III yang meliputi Kabupaten Cianjur-Kotamadya Bogor menyatakan akan bekerjasama dengan STS untuk memenangkan PSI di Bogor. “Bogor memerlukan darah segar untuk mengatasi kemandekan. Saya dan STS siap maju untuk memperbarui politik Bogor,” kata Mayang yang dikenal sebagai salah seorang aktivis Trisaksi yang ikut berperan dalam Gerakan Reformasi ’98.

sts menyatakan siap menggebrak dan melakukan pembaruan politik untuk Kota Bogor.(boy)

Kunjungi IPA Dekeng, Bima Ingin Pastikan Layanan PDAM Lancar

BOGOR – Beberapa jam setelah menghadiri Halalbihalal 1439 H di kantor PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Senin (25/6/2018), Walikota Bogor Bima Arya mengunjungi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng di Kel Genteng, Kec. Bogor Selatan Kota Bogor.

Kunjungan walikota ke instalasi kapasitas 1800 liter perdetik (l/det) itu untuk memastikan pelayanan air bersih PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, baik dari segi teknis maupun nonteknis.
“Waktu saya cuti kampanye, saya banyak menerima informasi dari masyarakat soal kondisi pasokan air. Hari ini setelah cuti selesai, saya ingin tahu secara langsung kondisi sebenarnya, dan memastikan kondisinya harus lebih baik kedepannya,” ujar Bima di hadapan seluruh pegawai PDAM, termasuk Direktur Umum Rino Indira Gusniawan dan Direktur Teknik Syaban Maulana.

Menurut Bima, PDAM harus dapat mengantisipasi gangguan baik yang bersifat teknik maupun nonteknis sehingga pelayanan perusahaan air minum plat merah ini tetap prima dalan segala kondisi. Terlebih Kota Bogor akan menghadapi pesta demokrasi lima tahunan yang membutuhkan perhatian serius semua pihak.

Direksi PDAM Kota Bogor menyatakan siap menjalankan arahan walikota tersebut. Direktur Teknik Syaban Maulana menyatakan, jajaran dari Bagian Produksi serta Transmisi dan Distribusi siap bekerja 24 jam menjaga kualitas pengolahan dan pasokan ke masyarakat.

“Di bagian Produksi serta Transmisi dan Distribusi sudah punya sistem yang kami (direksi) kontrol 24 jam terus menerus. Jika terjadi gangguan yang tak terduga atau force majeure, keputusan apapun harus segera diambil,” ujar Syaban.
IPA Dekeng yang mengolah air baku untuk 80 persen pelanggan PDAM Kota Bogor juga sudah makin siap setelah program optimalisasi dari 1500 l/det menjadi 1800 l/det. Pompa Cipaku pun sudah siap menyalurkan air baku dari aliran Sungai Cisadane ke IPA Cipaku sebesar 150 l/det. Begitu pula sumber mata air Tangkil yang mendistribusikan air minum ke zona I. Begitu pula sumber mata air Bantar Kambing, Kota Batu dan IPA Cikereteg.

Direktur Umum PDAM Kota Bogor Rino Indira Gusniawan mengatakan, jajarannya siap membantu menyediakan stok material yang dibutuhkan oleh petugas di direktorat teknik. Termasuk pula kebutuhan mobil tangki dan Terminal Air Hydran Umum (TAHU) yang suatu saat dibutuhkan masyarakat.

Rino menambahkan tantangan yang dihadapi PDAM saat ini adalah faktir alam. Hujan yang terus menerus setelah masa musim panas, mengakibatkan tumpukan sampah di sungai sangat tinggi, dan pastinya mengganggu produksi air PDAM Kota Bogor.
“Kami juga mengimbau masyarakat di daerah hulu Sungai Cisadane agar sama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai. Juga pabrik-pabrik agar tidak membuang limbahnya ke sungai Cisadane karena alirannya akan mengganggu kualitas sumber air baku yang masuk ke intake Ciherang Pondok,” ujar Rino. (humas dan sosial)

Siapkan Program Pro Rakyat, DID Optimis Menangkan Pilwalkot Bogor

KOTA BOGOR – Hari pencoblosan dalam gelaran Pemilihan Walikota dan Wakil Walikot Bogor hanya menghitung hari,  yakni pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Jika warga Kota Bogor menginginkan perubahan yang berpihak pada masyarakat kecil, tentu saat pencoblosan nanti sebagai pilihan yang tepat pastinya coblos nomor 4, hal itu dikatakan Calon Walikota (Cawalkot) Bogor, Dadang Iskandar Danubrata di Sekretariat DPC PDI Perjuangan, Jalan Ahmad Yani II Nomor 4, Tanahsareal, Senin (18/6).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor yang juga calon kepala daerah nomor urut 4 ini ternyata sudah menyiapkan beragam program untuk merubah wajah kota hujan. Menurut Dadang, tentunya pembangunan yang menjadi prioritas bukan menekankan pada infrastruktur mempersolek taman kota. Namun, pemberdayaan sumber daya manusia serta sejahterakan masyarakat kecil yang selama ini terkesan haknya kerap “terlupakan”.

“Kesehatan gratis berbasis KTP, menjadi salah satu program saya. Dan, itu sering sosialisasikan pada warga saat blusukan,” kata Dadang membuka obrolan saat diwawancarai.

Dikatakan Dadang, jika dirinya dipercaya oleh masyarakat Kota Bogor nantinya, akan menyiapkan ambulans yang memiliki peralatan layaknya ICU untuk warga yang terkena serangan jantung. Hal itu disebutnya sebagai upaya dini penanganan medis terhadap penyakit jika terkendala macet di jalan.

“Penyediaan ambulans siaga di tiap kecamatan atau kelurahan tergagas dari masukan warga saat berkunjung menjenguk warga yang sakit beberapa waktu lalu. Terkait keterbatasan kamar kelas 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang kerap kali dikeluhkan masyarakat, program kami yakni membangun RSUD Tanpa Kelas. Tujuannya, agar masyarakat tak mampu segera bisa ditangani tanpa ada sebutan kelas VIP, kelas I, II dan III,” tuturnya.

Saat ditanya terkait menyejahterakan masyarakat Kota Bogor, Dadang kembali mengingatkan, dirinya dan pasangannya Sugeng Teguh Santoso sudah menyiapkan Program Setara atau Setahun 50 Juta Satu RT.

“Nantinya setiap RT akan diberikan dana untuk membangun wilayahnya sendiri. Setahun satu RT Rp 50 juta, 4000 RT jadi 200 miliar, verifikasi dan ada profosalnya, kita latih dulu bimtek, bimbingan teknis, Jadi memberi stimulan, pada konunitas terkecil ada pergerakan ekonomi,” katanya.

Dadang merinci, kucuran bantuan dalam bentuk uang tunai itu nantinya digunakan untuk 50 persen infrastruktur, serta sisanya pemberdayaan warga, hingga membantu keluarga pra sejahtera.

“Ya intinya mengentaskan kemiskinan satu diantara program utama kita, jadi dana itu bisa dipakai bangun MCK, fasilitas umum, sanitasi, RTLH dan lainnya,” pungkasnya. (boy)

Lahannya Dirusak PT. Waskita, Pemilik Lahan Dijalur Tol Bocimi Siapkan Somasi

Bogor – Geram akibat lahan miliknya dirusak PT. Waskita, Agus Mulyadi salah seorang pemilik lahan yang terdampak pelebaran Tol Bocimi diwilayah Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Bogor langsung mematok lahan miliknya, Sabtu (9/6).

Melalui Kuasa Hukumnya Agus Mulyadi menyayangkan adanya pengrusakan lahan miliknya oleh pihak PT Waskita selaku pengembang jalan tol. Akibatnya, lahan seluas 1650 meter miliknya tak dapat lagi digunakan untuk berkebun.

“Tanah saya ini memiliki luas 2000 meter terbagi pada dua bidang yakni yang satu 1650 dan satu lagi 350 meter. Dari 1650 baru dibebasin 310 dan 310 ini dibebasin 100 meter berarti jumlah tanah yang dibebasin semuanya 410 meter. Sedangkan sisanya tanpa ada ijin tahu-tahu sudah diurug jadi rusak dan belum dapat ganti rugi,”kata pemilik tanah Agus Mulyadi yang didampingi kuasa hukumnya, Greggorius Djako kepada wartawan, Sabtu (9/6/2018).

Sementara Kuasa Hukum korban Greggorius Djako mengatakan, untuk menjaga hal yang tidak diinginkan, pihaknya melakukan pemasangan plang atau tanda bahwa dilokasi tersebut ada sebidang tanah seluas 1650 milik Agus Mulyadi.

“Lokasi tanah ini belum pernah dijual karena milik pribadi berdasarkan girik C986 persil 109 S2, “ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk mengamankan aset dan penting menjaga agar tanah ini tidak dirusak oleh pihak manapun juga, pemilik tanah melakukan pematokan dan memberikan tanda kalau tanah ini benar-benar milik pribadi yang tidak pernah serta belum pernah diperjualbelikan.

“Makanya, kami melakukan pematokan untuk mengamankan tanah agar tidak berlanjut dirusak, “tegas Greogius.

Gregorius menegaskan pihaknya akan melayangkan surat keberatan dan meminta ganti rugi kepada pihak waskita. “Senin surat keberatan klien kami sudah kami layangkan kekantor waskita, dan kami berharap ada penyelesaian, ” tandasnya. (boy)

Antisipasi Kemacetan Tol Bocimi Mulai Difungsikan

Bogor – Meskipun belum sepenuhnya jadi,  Tol Bocimi Seksi I Ciawi-Cigombong sudah mulai bisa digunakan, Jumat (8/6).

Menurut Menteri PUPR Hadi Muljono, jalan sepanjang 15,3 Km dibuka secara fungsional tanpa tarif mulai hari ini, Jumat (8/6), hingga H+7 Hari Raya Idul Fitri 1439 pada 24 Juni 2018.

“Selama fungsional, ruas ini hanya dibuka untuk kendaraan pribadi dengan kecepatan maksimal 40 km per jam. Selain itu, ruas fungsional ini hanya dibuka searah, yakni dari Jakarta menuju Sukabumi pada tanggal 8-14 Juni, dan arah sebaliknya pada 15-24 Juni,” Kata Hadi, Jumat (8/6).

Terdapat tiga pintu tol, yakni pintu Tol Ciawi, kilometer 6+300 Cimande/Caringin, dan kilometer 15+300 Cijeruk/Cigombong. Sebagai antisipasi kemacetan, Pintu Tol Caringin akan dibuka jika kepadatan panjang terjadi di pintu tol Cigombong. Rest area sementara tersedia di kilometer 10+700 yang dilengkapi parkir kendaraan, toilet, dan mushola.

Sementara Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika, mengatakan hingga tanggal 19 Juni fungsi tol bocimi baru hanya untuk kendaraan mudik dari Jakarta dan Bogor menuju Cigombong dan Sukabumi. Setelah itu pada Sabtunya tanggal 20 Junui hingga 24 Juni, jalur difungsikan untuk kendaraan pulang mudik dari Sukabumi-Cigombong menuju Bogor dan Jakarta.

Untuk kondisi pertemuan kendaraan yang keluar tol dan kendaraan di jalur Sukabumi-Bogor, AKBP Dicky menuturkan, pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan siapkan anggota untuk berjaga secara shief. (boy)

Jaga Kondusifitas, Polresta Bogor Siap Memediasi Insan Pers Dengan Pengurus PDIP Kota Bogor

Kota Bogor – Puluhan insan pers dari beberapa organisasi wartawan bogor sabtu pagi (2/6) melakukan audiensi di Mapolresta Bogor. Audiensi ini terkait protes insan pers terhadap aksi penggerudukan kantor  Radar Bogor oleh sejumlah kader PDIP, beberapa waktu lalu.

Koordinator Aksi Billy Adhiyaksa mengatakan, kedatangannya ke Mapolresta Bogor itu untuk meminta klarifikasi dan konsultasi kepada jajaran kepolisian terkait aksi yang dua kali dilakukan oleh kader PDIP digedung Graha Pena.

“Pernyataan sikap kami dari Insan Pers se- Bogor Raya adalah menolak keras aksi kekerasan terhadap Wartawan,” tegas Billy,  Sabtu (2/6).

Billy menambahkan Insan Pers se – Bogor Raya juga sepakat untuk menjaga kondusifitas Kota Bogor dan menolak keras segala bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan.

“Dengan kejadian ini, kami selaku insan pers merasa prihatin. Untuk itu, kami sepakat untuk terus menjaga martabat insan pers dengan menyajikan pemberitaan yang obyektif berdasarkan fakta,” kata Billy.

Sementara, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Ulung Sampurna Jaya, Sik,. menyampaikan bahwa pihaknya menjamin tidak ada lagi kejadian serupa dan akan selalu ada untuk masyarakat, terutama bersama insan pers yang ada di Bogor.

Kapolres Bogor Kota berjanji akan memfasilitasi dan memediasi kedua belah pihak untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan yang sudah terjadi.

“Ya, agar tidak ada pihak yang dirugikan, sejauh ini pihak radar pun sudah menahan diri, jadi mari kita jaga kondusifitas Kota Bogor terlebih saat ini adalah tahun politik yang bertepatan dengan bulan suci ramadan,” ucapnya. (boy)

SEHAT DAN BUGAR SAAT BERPUASA

Oleh

drg.Firy Triyanti,M.Kes

Kepala Seksi P2 PTM, Kesehatan Jiwa dan Kesehatan Olah Raga

Dinas Kesehatan Kota Bogor

Menurut bahasa puasa  berasal dari kata assiyam yang artinya menahan diri, sedangkan menurut istilah puasa adalah menahan diri  dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.  Puasa merupakan rukun Islam yang ketiga.  Puasa hukumnya wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan. Hal ini berdasarkan perintah Allah SWT dalam Al-qur’an surat Al-Baqarah ayat 183 yang berbunyi:

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, supaya kamu bertakwa (Al-Baqarah : 183)

Puasa yang dilakukan dengan baik dan benar telah terbukti memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.  Hal ini karena puasa dikaitkan dengan proses detoksifikasi atau pengeluaran zat racun dari dalam tubuh.  Terlebih apabila berpuasa di bulan Ramadhan yang dilakukan selama 1 bulan penuh yang dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Secara psikis, puasa dapat menanggulangi stres dan depresi bagi beberapa orang karena mereka belajar untuk mengendalikan diri. Selain itu, setelah beberapa hari berpuasa tubuh akan mengalami peningkatan endorfin dalam darah yang memberikan perasaan sehat secara mental.  Saat berpuasa juga terjadi penurunan jumlah hormon kortisol yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal sehingga dapat menurunkan tingkat stres.

Berbagai manfaat puasa untuk kesehatan fisik antara lain :

  • Membantu memperbaiki kondisi medis

Puasa yang diiringi dengan pola makan yang sehat sebelum dan sesudahnya dapat membantu memperbaiki kondisi radang sendi, radang usus besar, dan penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis.

  • Menyehatkan jantung

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa sebulan sekali memiliki risiko 58 % lebih rendah terkena penyakit jantung, dibandingkan mereka yang tidak menjalani puasa. Ketika berpuasa, tubuh melakukan penurunan LDL (Low Density Lipoprotein) dan peningkatan HDL (High Density Lipoprotein) yang baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.  Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa berpuasa dapat mengurangi resistensi insulin yang memicu diabetes. Namun demikian, masih perlu dilakukan penelitian lebih menyeluruh. Selain itu, faktor-faktor lain seperti pola makan dan olahraga teratur sangat berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung.

  • Mengurangi risiko kanker.

Selama berpuasa, laju pembelahan sel dalam tubuh akan berkurang seiring faktor pertumbuhan yang menurun akibat terbatasnya asupan sehingga mampu mengurangi risiko kanker. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah kondisi tersebut berlaku pada manusia.

  • Menjaga berat badan

Pembakaran lemak menjadi energi membantu mengurangi berat badan dan tingkat kolesterol. Penurunan berat badan akan berdampak baik untuk mengendalikan diabetes dan tekanan darah.  Sebuah penelitian di Uni Emirat Arab menyimpulkan bahwa orang yang berpuasa terjadi pengurangan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol rendah meningkatkan kesehatan jantung sehingga dapat mengurangi risiko terserang penyakit jantung atau stroke. Terlebih lagi jika mengikuti program diet sehat, tingkat kolesterol pun dapat diturunkan dengan mudah.

  • Menyehatkan ginjal

Ginjal berfungsi untuk menyaring zat berbahaya dari makanan dan minuman yang kita konsumsi. Fungsi ginjal akan maksimal apabila kekuatan osmosis urin dalam tubuh mencapai 1.000-12.000 ml osmosis/kg air. Bersamaan dengan berkurangnya asupan air pada saat menjalankan ibadah puasa, target untuk mencapai kekuatan osmosis dalam urin dapat tercapai sehingga pada akhirnya akan berdampak baik untuk kesehatan ginjal.  Selain itu, tidak adanya masukan makanan dan minuman selam 14 jam maka tubuh mempunyai waktu yang cukup untuk memetabolisme zat-zat gizi secara sempurna dan sisa hasil metabolisme yang berupa racun akan sempurna dibuang.

Agar dapat mendapatkan manfaat tersebut diatas dan menjalankan ibadah puasa dengan lancar, kita harus tetap menjaga kebugaran kita saat berpuasa.  Kebugaran jasmani adalah kemampuan dan daya tahan fisik atau tubuh seseorang dalam melakukan berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari, tanpa mengalami kelelahan yang berarti.  Hal-hal yang perlu dilakukan antara lain :

  • Saat makan sahur, hindari makanan dan minuman yang terlalu banyak mengandung gula karena akan memicu tubuh memproduksi insulin sehingga menimbulkan rasa lapar, lemas, dan lesu.
  • Perbanyak makanan yang mengandung protein, vitamin A, B, dan C serta serat. Sertakan pula karbohidrat kompleks dalam menu sahur, seperti nasi merah, roti gandum, ubi, jagung dan singkong.
  • Hindari minum kopi dan manis terutama saat sahur. Kopi merangsang tubuh untuk sering buang air kecil sehingga air dalam tubuh berkurang, akibatnya dehidrasi dan lemas. Sedangkan minuman manis akan dicerna lebih cepat jadi cepat merasa lapar.
  • Jangan berlebihan saat makan sahur karena akan membuat kita lemas, dan jangan terlalu sedikit sehingga kita kekurangan tenaga waktu beraktifitas di siang hari. Cadangan energi dalam tubuh bisa bertahan antara 24-48 jam, sedangkan puasa hanya 14 jam saja.
  • Pada malam hari dan saat sahur minumlah air putih untuk proses pelarutan dan pengeluaran racun melalui air seni. Untuk mencegah dehidrasi, meski tidak merasa haus terutama pada orang lanjut usia diupayakan untuk meminum air putih yang cukup. Kebutuhan air bisa juga diperolah dari minum teh, susu, jus buah, kuah sayur dan lainya. Dalam sehari tubuh ini membutuhkan 2.000-2.500 mililiter air (8-10 gelas).

  • Saat berbuka puasa, mulailah dengan menikmati minuman hangat dan makanan ringan yang manis seperti, kurma atau kolak. Kurma memiliki kandungan serat dan gulanya sangat tinggi yang baik untuk kesehatan serta cepat diserap oleh tubuh yaiut 45-60 menit untuk energi. Selain itu juga, jangan langsung makan besar. Beri waktu sekitar 1 jam bagi pencernaan untuk beradaptasi setelah berjam-jam tidak ada asupan makanan. Hal ini supaya lambung tidak kaget.  Bagi mereka yang berat badannya melebihi berat ideal sebaiknya menghindari makanan tinggi kolesterol, sedangkan yang terlalu kurus selama berpuasa sebaiknya menambah porsi susu dan menghindari makanan yang sulit dicerna seperti sayuran berserat kasar (daun singkong, daun pepaya).
  • Mengomsumsi makanan yang berserat dan minum air atau jus buah setiap hari akan mencegah timbulnya sembelit atau susah buang air besar. Apabila diperlukan boleh mengomsumsi suplemen atau multivitamin yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Istirahat selama 1 jam di waktu siang hari sebab aktivitas siang menyebabkan banyak keluar keringat.

Meski asupan gizi berkurang, aktivitas fisik seperti olah raga ringan perlu dilakukan karena bermamfaat untuk menjaga kebugaran tubuh selama puasa.  Aktivitas fisik idealnya dilakukan 30 menit atau 2 jam menjelang berbuka. Olah raga ringan ini dapat berupa jalan kaki atau bersepeda.  Tidak dianjurkan melakukan olahraga setelah sahur karena dapat menyebabkan cepat lelah ketika puasa. Apabila ingin tidur lagi setelah sahur maka beri jarak setelah 2-3 jam.

Kadinkes Ingatkan Konsumsi Makanan Bergizi Dan Buah Saat Sahur Dan Berbuka Puasa

Kota Bogor – Dinas Kesehatan Kota Bogor mengingatkan warga yang menjalani puasa Ramadhan agar menjaga kondisi fisik agar tetap sehat dengan menyantap makanan bergizi seimbang saat berbuka dan sahur.

“Yang penting disiapkan selama bulan Ramadhan ini adalah kondisi fisik agar tetap sehat, salah satunya dengan makan makanan gizi seimbang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah di Bogor.

Dia menjelaskan upaya menjaga kondisi fisik tetap sehat sebagai hal penting agar aktivitas sehari-hari selama berpuasa tetap lancar, mengingat Ramadhan berlangsung selama musim kemarau yang akan menguras tenaga.

Ia menjelaskan tentang gizi seimbang, yakni mengonsumsi buah dan sayur lebih banyak dan minum air yang cukup selama Ramadhan.

Menurut Rubaeah, walaupun berpuasa jadwal makan dan minum berkurang, kebutuhan buah, sayur, dan air tetap diupayakan untuk dijaga.

“Makanlah manakan yang bergizi, protein tinggi, hindari makanan dengan lemak tinggi, dan karbohidrat tinggi selama Ramadhan,” katanya.

Rubaeah menjelaskan mengonsumsi makananan berlemak dan karbohidrat tinggi selama Ramadhan dapat merangsang gangguan pencernaan dan tenggorokan.

Selama Ramadhan, lanjutnya, kasus-kasus kesehatan yang sering terjadi pada masyarakat adalah gangguan pada pencernaan akibat pola makan yang kurang baik.

Dinkes Kota Bogor telah menyiagakan puskesmas dengan petugasnya untuk memberikan layanan kesehatan selama Ramadhan.

Ia mengatakan selama Ramadhan puskesmas tetap beroperasi seperti biasa. Hanya saja jam operasional mengalami perubahan sesuai aturan yang diterbitkan Pemkot Bogor.

“Ada pemotongan waktu operasional 30 menit dari biasanya, karena ada jam istirahat, makan, dan shalat,” kata Rubaeah. (ded)

E-Sir Solusi Rujukan Pelayanan Kesehatan Di Kota Bogor

E-Sir (elektronik-Sistem Informasi Rujukan)

Kota Bogor – Dalam menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang bermutu perlu dibuat sistem pelayanan secara berjenjang sesuai dengan kondisi keparahan penyakit. Pemerintah saat ini dituntut untuk mampu menciptakan suatu sistem pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas yang dapat melayani semua lapisan masyarakat baik dari kalangan kurang mampu sampai kalangan mampu dapat memanfaatkannya.

Upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan secara formal tertuang jelas dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, yang menyatakan bahwa salah satu tujuan yang hendak dicapai pembangunan di bidang kesehatan di Indonesia pada saat ini adalah mencapai masyarakat, bangsa dan negara di mana penduduknya memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata.

Dalam upaya pemberian pelayanan kesehatan, perlu dilakukan upaya peningkatan pelayanan kesehatan, yang diarahkan kepada pemberian pelayanan kesehatan yang bermutu, yaitu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan sesuai dengan standar dan etika pelayanan profesi yang meliputi pelayanan kesehatan dasar dan rujukan baik dalam bentuk pelayanan kesehatan perorangan maupun pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam hal memenuhi pelayanan kesehatan perorangan, pemerintah telah membuat sistem rujukan pelayanan kesehatan perseorangan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.001 Tahun 2012 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan yang menyebutkan bahwa pelayanan perseorangan terdiri Pelayanan kesehatan tingkat pertama di Puskesmas, Pelayanan kesehatan tingkat kedua di Rumah Sakit, dan Pelayanan kesehatan tingkat ketiga di Rumah Sakit Spesialistik. Dan untuk meningkatkan aksesibilitas, pemerataan dan peningkatan efektifitas pelayanan kesehatan, rujukan tersebut dilakukan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat yang memiliki kemampuan pelayanan sesuai kebutuhan pasien, dilakukan secara vertikal maupun horizontal baik secara berjenjang maupun dalam kondisi kegawat daruratan.

Salah satu penyebab tingginya AKI (angka kemtian ibu) dan AKB (angka kematian bayi) adalah tidak efektif dan efisiennya sistem rujukan. Sistem rujukan ibu dan bayi di Indonesia saat ini masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain permasalahan keterlambatan dan kurangnya koordinasi dan komunikasi antara perujuk dengan fasilitas rujukan. Seringkali rumah sakit tidak siap menerima pasien gawat darurat yang datang, atau pasien harus “tour of hospital” terlebih dahulu sebelum mendapatkan pertolongan memadai.  Selain itu, rujukan dini terencana yang diawali dengan pendataan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas sering tidak termonitor. Semua ibu hamil dengan faktor risiko tinggi seharusnya mendapatkan pengawasan ekstra ketat, supaya ibu tersebut tidak mengalami gawat darurat yang butuh upaya penanganan yang lebih sulit. Oleh karena itu, salah satu cara mempercepat penurunan jumlah kematian ibu dan bayi baru lahir adalah dengan memperkuat jejaring rujukan di tiap kabupaten/kota dengan melibatkan semua stakeholder kesehatan.  Dalam jejaring sistem rujukan, mekanisme komunikasi dan kolaborasi rujukan memiliki peranan sangat penting. Dengan sistem komunikasi dan koordinasi yang baik maka rumah sakit menjadi lebih siap untuk menerima pasien, rujukan lebih terarah, pasien sudah distabilisasi sebelum dirujuk, ada kolaborasi antara perujuk dengan fasilitas rujukan, dll. Kondisi geografis jejaring rujukan Kota Bogor menjadikan komunikasi rujukan memegang peran penting.

Pada tahun 2015-2016, Dinas Kesehatan Kota Bogor telah membangun sistem rujukan meliputi rujukan regional berjenjang untuk rujukan kegawatdaruratan maternal dan neonatal, dan rujukan kegawatdaruratan umum secara terintegrasi antara Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan Rumah Sakit  melalui elektronik sistem rujukan (e-SIR) yang secara keseluruhan dikelola dan dipantau oleh tenaga Call Center yang berada di Dinas Kesehatan Kota Bogor. Rumah Sakit sangat berperan dalam aplikasi e-SIR karena terkait dengan penerimaan dan penanganan pasien rujukan sehingga aplikasi e-SIR harus mudah diterima dan digunakan oleh Tim e-SIR Rumah Sakit. Selain itu, dalam sistem rujukan ini komitmen Rumah Sakit juga sangat diperlukan terutama berkaitan dengan ketersediaan tempat tidur perawatan umum dan perawatan intensif yang setiap saat ter update dan ter publish. Hal ini dimungkinkan untuk mempermudah dan mempercepat layanan rujukan.

Sistem rujukan elektronik awalnya dibentuk karena kebutuhan prioritas dalam pengelolaan rujukan maternal-neonatal untuk mendukung program EMAS (Expanding Maternal and Neonatal Survival) yang semakin meningkat jumlah kasus rujukannya sehingga keterlambatan penanganan seringkala terjadi karena selama ini rujukan dilakukan secara manual dan hanya melibatkan programmer di Dinas Kesehatan.

Program Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS) yang dikembangkan oleh USAID (United States Aids for International Development) dan Kementrian Kesehatan adalah gerakan penyelamatan ibu dan bayi baru lahir di Kota Bogor yang telah dilaksanakan mulai tahun 2016, bertujuan untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Neonatal di Kota Bogor melalui tahapan- tahapan yaitu:

1. Transparansi dan Akuntabilitas untuk mendukung kebijakan program
2. Penguatan Kualitas Pelayanan Klinis Gawat Darurat Kebidanan dan Bayi Baru Lahir
3. Penguatan Sistem Rujukan yang Efisien dan Efektif.

Aplikasi e-SIR Bogor Sehat merupakan aplikasi yang mendukung peningkatan pelayanan kesehatan rujukan maternal-neonatal dan umum yang dapat diakses tenaga kesehatan baik di Puskesmas, Bidan Praktek Mandiri, Klinik dan Rumah Sakit di Kota Bogor melalui beberapa media komunikasi seperti Web e-SIR, SMS Gateway, WA, telephone yang dikendalikan oleh operator terlatih sebagai Call Center.  Ruangan Call Center sendiri  bertempat di Dinas Kesehatan Kota Bogor dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana seperti meja, kursi, komputer dan perangkat pendukung lainnya. Operator Call Center bekerja dalam 3 (tiga) shift. Shift pertama jam 07.00-14.00 WIB, shift kedua jam 14.00-21.00 WIB dan shift ketiga jam 21.00-07.00 WIB. Setiap shift terdiri dari 1 (satu) orang operator Call Center yang melayani rujukan maternal-neonatal dan 1 (satu) orang operator Call Center yang melayani rujukan umum dengan pendampingan tenaga programer e-SIR. Operator Call Center memiliki tugas :

a. Memantau isi informasi rujukan yang masuk
b. Mengelola administrasi sistem rujukan
c. Memfasilitasi komunikasi 2 arah antara RS dengan bidan/tenaga kesehatan lainnya/puskesmas/umumMemantau bidan/puskesmas/umum perujuk dan status pasien yang dirujuk
d. Mengelola pertanyaan, saran, aspirasi, pengaduan
e. Membuat laporan bulanan, triwulan, semester dan tahunan
f. Mendokumentasikan setiap rujukan yang masuk pada buku laporan harian
g. Mengelola laporan kematian pasien

Selanjutnya aplikasi e-SIR Bogor Sehat ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang sakit dengan terlebih dahulu akses ke tenaga kesehatan di semua fasilitas kesehatan di Kota Bogor. Aplikasi e-SIR Bogor Sehat diharapkan dapat mendukung Smart City dan lembaga pemerintahan menjadi Good Goverment dan Good Corporate Governance.

****

Sumber : Nia Nurkania,M.Kes-Ka. Seksi Informas Kesehatan dan Humas Dinas Kesehatan Kota Bogor