Jalin Kemitraan, PWI Kota Bogor Persembahkan Penghargaan Kepada Sejumlah Pihak Swasta

Kota Bogor – Ketua PWI Kota Bogor Arihta Utama Surbakti menyerahkan piagam penghargaan kepada Kantor  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Hotel 101 dan Bogor Valley Hotel, Kamis (01/08).

Pemberian penghargaan ini merupakan upaya PWI Kota Bogor dalam menjalin kemitraan, baik dengan pemerintah daerah maupun institusi swasta lainnya.

“Mitra PWI tidak harus selalu instansi pemerintahan, karena luasnya cakupan dalam menulis pemberitaan, lembaga lain pun harus menjadi mitra PWI, ” Ujar Arie yang didampingi Sekretaris dan Bendahara Umum PWI Kota Bogor saat memberikan penghargaan di Bogor Valley Hotel, Kamis (01/08).

Ketua PWI Kota Bogor menambahkan, insan pers tidak melulu menulis berita tentang kebijakan pemerintah saja. Dunia usaha, pariwisata dan lainnya juga bisa menjadi bagian dari lingkup yang kerap bersentuhan dengan pers. Karena itu PWI Kota Bogor membuka kran kemitraan dengan institusi manapun.

“Sebagai insan pers, ketika melakukan tugasnya,  bisa diterima dengan baik oleh semua kalangan,” ujar Ari.

Sementara Public Relation Bogor Valley Hotel Dessy Vitasari mengatakan, pihaknya merasa tersanjung dan dihargai atas silaturahmi yang dijalin PWI Kota Bogor. Menurutnya selama ini pihaknya kurang banyak mengenal insan pers.

Diakuinya bahwa mereka memerlukan dukungan dari kalangan pers. Dengan jalinan kemitraan yang dibuka PWI Kota Bogor, lembaga tersebut siap berjalan beriringan membangun kerjasama yang jauh lebih baik lagi.

“Semoga kedepannya PWI Kota Bogor, jauh lebih sukses dan terus menjalin kemitraan dengan kami,” kata Dessy Vitasari, Public Relations Bogor Valley Hotel. (humas pwi kota)

Ada Apa di Bulan Agustus, Simak Disini..!!

Bogor – Gigs Fest adalah sebuah event Gigs dengan atmosfer Festival yang menyuguhkan musik, art, photo spot, community, clothing dan kuliner yang dikemas secara professional oleh Rock Addict Organizer dan West Fest Conspiracy untuk menghasilkan pengalaman baru dalam menikmati sebuah event. Panggung utama Gigs Fest akan diisi oleh musisi nasional yang selalu dinantikan oleh anak muda seperti Danilla, Kunto Aji, Feel Koplo, Sal Priadi, Pamungkas, Killing Me Inside dan The Panturas. Tidak ketinggalan akan ada lebih dari 50 band pendukung lainnya dari musisi Kota Bogor dan sekitarnya seperti Not for Child, Hidden Message, Kausa, The Dramma dll yang akan ikut memeriahkan Gigs Fest. Acara ini akan berlangsung selama 3 hari berturut-turut yaitu pada tanggal 16, 17 dan 18 Agustus 2019 bertempat di Area Panggung utama Gor Padjadjaran Bogor, yang diharapkan dapat mendatangkan 15.000 orang pengunjung dari berbagai usia.

Debut Gigs Fest ini bertemakan “Indiependence Day” karena bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia dan dimaksudkan untuk memberikan spirit kemerdekaan pada anak muda yang memiliki jiwa indie (mandiri, bebas dan merdeka). Event ini diharapkan dapat terselenggara di banyak kota sebagai Bogor menjadi tuan rumah pertama.

Selain sajian musik dipanggung utama, area venue lainnya juga akan dimeriahkan oleh pameran komunitas motor klasik bogor, pameran clothing dengan diskon besar-besaran dan aneka jajanan kuliner kekinian, konten lain yang juga diunggulkan Gigs Fest adalah area photo spot yang sangat cocok untuk anak-anak muda yang senang berswafoto dan update Instagram.

Pengunjung yang hadir di Gigs Fest akan berkesempatan mendapatkan berbagai macam hadiah dari kuis, games bertemakan 17 agustusan dan door prize dengan hadiah yang luar biasa. Gigs Fest juga bekerja sama dengan Loket.com, Go Tix, Tokopedia dan Market place lainnya untuk memudahkan pengunjung mendapatkan tiket, pengunjung dapat membeli tiket per-day dan tiket terusan dengan penawaran harga menarik. So, jangan lewatkan Gigs Fest! (admin)

GOVIN SHAFA SANTOSA TAWARKAN WISATA KULINER ALA KAPAL PESIAR

Sukabumi – Halal bil halal rekan partner kerja CV. GOVIN SHAFA SANTOSA berlangsung penuh keakraban yang di selenggarakan di restoran The Waves tepatnya berada di jalan Selabintana Kabupaten Sukabumi. Sabtu, 13/07/2019

Tri Handayanto, General Manager CV. GOVIN SANTOSA. Menyampaikan bahwa acara ini di adakan untuk lebih saling mengenal dan bersilaturahmi antara Management dan suplier yang telah bekerjasama dengan perusahaan.

“Ya, kami ingin lebih akrab dan bersilaturahmi. Juga kami ingin menyampaikan konsep bisnis perusahaan kami ini. ” Terang Tri han (Panggilan akrabnya) kepada reporter engingengnews.com.

” Ada Tiga baling bisnis di perusahaan kami ini. Yang pertama adalah Sakurate, sebuah tempat kuliner dengan konsep kapal pesiar, dan nuansa kulinernya di jamin berbeda yaitu seperti menikmati makanan di suasana kapal pesan. Yang kedua adalah The Waves, di sini kita menyajikan menu – menu yang bercitarasa sensasional western, Italian dan Asian. Yang ketiga adalah Octopus, ini adalah cafe tempat kongkow eklusive dengan baristra – baristra handal yang profesional.” Jelasnya.

Masih kata Tri han, Ini bisa di jadikan destinasi wisata baru di Sukabumi. Dan kami berharap bisa di manfaatkan serta di nikmati oleh warga Sukabumi pada khususnya dan seluruh masyarakat pada umumnya.

Sakurate, The Waves dan Octopus berada di Jalan Selabintana Sukabumi. ( JJ)

Manado, Jendela Wisata Indonesia

Manado – Blusukan di Jendela Indonesia Manado, Presiden Jokowi Lihat Potensi Besar Pariwisata Sulawesi Utara.

Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Utara, Kamis, 4 Juli 2019, Presiden Joko Widodo mendengar ada banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di provinsi tersebut. Tampaknya, hal tersebut menumbuhkan rasa ingin tahu Presiden akan destinasi wisata yang dimaksud.

Kurang lebih pada pukul 21.00 WITA Kepala Negara memutuskan untuk menyambangi dan melihat langsung salah satu destinasi wisata populer di daerah tersebut, yakni Jendela Indonesia yang berlokasi di Jalan Piere Tendean, Sario Tumpaan, Sario, Kota Manado.

Sesampainya di lokasi, Presiden langsung mengunjungi gerai yang menjual produk kuliner setempat. Kepala Negara juga ingin mengetahui sejumlah fasilitas publik yang ada untuk mengetahui kesiapan pengelola dan masyarakat dalam hal kenyamanan dan kebersihan area wisata. “Sekarang kerja enggak bisa makro. Mikro (detail) harus diikuti sehingga betul-betul tampak mana yang harus di- _backup_ oleh pemerintah pusat, mana yang bisa dikerjakan pemerintah provinsi, mana yang swasta,” kata Presiden mengenai kunjungannya itu.

Jendela Indonesia adalah sebuah tempat wisata di Kota Manado yang dalam 2,5 tahun belakangan sukses berkembang menjadi sebuah pusat aktivitas wisata. Pusat kuliner yang mengedepankan hidangan khas Indonesia serta UKM-UKM lokal yang menjajakan produk yang menjadi pelengkap daya tarik objek wisata di dekat pantai yang oleh warga setempat disebut Boulevard Manado. “Di sini menurut saya ada sebuah peluang besar untuk menarik wisatawan, turis, yang itu akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang baik bagi Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Kepala Negara.

Melalui kunjungannya malam ini, Presiden melihat adanya potensi yang sangat besar bagi objek wisata tersebut untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan. Pemerintah, bersama dengan pemerintah daerah dan swasta, juga akan memberikan dorongan dan dukungan dalam membenahi atau menyempurnakan fasilitas-fasilitas publik di sekitar kawasan itu. (admin)

Hadirkan Wahana Baru Mandi Salju, HTM Gumati Waterpark Tetap Sama

Bogor – Ada yang baru dan unik di wahana air waterboom Gumati Waterpark saat ini. Sejumlah inovasi tengah digencarkan oleh pihak pengelola Gumati Waterpark guna menambah keseruan dan sensasi lain saat berwisata ke Gumati Waterpark (GWP).

Seperti dikatakan Staff Gumati Waterpark Wahyu Sanjaya atau yang akrab disapa Gusmo, kata dia wahana Mandi Salju sudah hadir dan diuji coba di GWP saat liburan lebaran kemarin. Antusias pengunjung semakin tinggi dengan kehadiran wahana barunya ini.

“Untuk menambah fasilitas dan keseruan berwisata di Gumati Waterpark ini, kami lakukan inovasi baru dengan menghadirkan wahana mandi salju, rencana wahana ini akan hadir saat hari libur atau weekend saja,” ucapnya, Kamis (4/7/2019).

Lebih lanjut Gusmo mengatakan, untuk pengunjung yang akan menikmati keseruan bermain mandi salju tidak usah takut untuk mencobanya, karena bahan liquid yang dihasilkan menjadi gelembung busa bak salju tersebut aman untuk kesehatan, tidak perih dimata dan aman bagi kulit.

“Untuk bahan atau liquid yang kita gunakan dijamin aman, tidak berbau, tidak pedih dimata bahkan untuk kulitpun tidak berbahaya,” lanjutnya.

Gusmo menambahkan, untuk harga masuk tidak berubah dengan adanya wahana baru ini, hari biasa mulai Senin sampai Jumat HTM Rp40.000 dan untuk weekend atau hari libur hanya Rp70.000. (hm)

Pantai Minajaya, Pantai Eksotik Milik Pemkab Sukabumi

Sukabumi – Selain Pantai Palabuanratu dan Ujung Genteng yang sudah menjadi obyek wisata terkenal, masih ada pantai nan indah dan ciamik yang dimiliki Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, salah satunya pantai Minajaya yang terkenal indah menawan.

Lokasi Pantai Minajaya berada di Kecamatan Surade, Kabupeten Sukabumi, Jawa Barat, akses menuju pantai tersebut sangatlah mudah, Jika ditempuh dari pusat Kota Sukabumi, lokasi pantai berjarak kurang lebih 125 KM.

Ada dua Akses pilihan yang bisa ditempuh dari arah Kota Sukabumi, pertama dengan treck Palabuanratu, Bagbagan, Loji, Puncakdarma, Palangpang, Ciracap, Surade, dan kedua lewat pasar Pangleseran, Jampang tengah Kiaradua, Jampang Surade, selain itu ada beberapa akses lainnya.

Dari Kecamatan Surade lokasi pantai Minajaya berjarak kurang lebih 6 Km, kondisi jalan menuju pantai tersebut lumayan bagus sehingga pengunjung bisa memarkir kendaraan tepat di bibir pantai, harga tiketnya pun cukup murah dan aman di kantong karena lokasi wisata tersebut saat ini dikelola langsung oleh pemerintah setempat.

“Alhamdulillah Pak Bupati H.Marwan Hamami Begitu serius mendorong sektor pariwisata, kemarin rombongan pak Bupati tiba di pantai Minajaya, kami semua membahas pengembangan sektor pariwisata itu” jelas Nuryaman, Sekertaris Desa Buniwangi saat ditemui reporter engingengnews.com

Jika sedang Surut, pengunjung bisa berjalan ke tengah laut diantara karang dan rumput laut, kadang tak jarang pengunjung mengambil agar laut karena di lokasi tersebut banyak tumbuh di sela sela karang.

“Kedepan pemerintah desa bersama masyarakat dan pemuda akan melakukan pembenahan di beberapa titik, salah satunya adalah jalan di sekitar pantai sehingga pengunjung bisa nyaman” tambahnya.

Menurut sejarahnya Pantai indah dan mengesankan ini awalnya bernama pantai Kutamara Sejak tahun 1964 berubah menjadi Pantai Minajaya.

Perubahan Nama itu bermula saat masyarakat pantai Kutamara dikejutkan dengan kedatangan sebuah kapal besar menuju ke pesisir Tanggal 12 April 1964, Mereka menyangka bahwa kapal itu kapal perang Malaysia yang sengaja menyerang dari arah selatan. Berita itu langsung tersebar ke seluruh wilayah Surade, Ciracap dan Jampangkulon.

Namun akhirnya diketahui bahwa kapal yang datang tersebut adalah kapal ikan yang kehabisan bahan bakar di tengah laut sehingga terombang-ambing dan terdampar ke pesisir pantai Kutamara. kurang lebih 300 meter dari pesisir pantai. Pada badan kapal tertulis Minajaya 2.

  1. Nama Minajaya ini menjadi populer (Viral pada jamannya) Sehingga tanpa disadari penyebutan nama Minajaya bagi pantai Kutamara menjadi sering terucap dari mulut ke mulut, sejak itulah pantai eksotis di Kecamatan Surade Sukabumi tersebut dikenal dengan sebutan “Pantai Minajaya”. (Kominfo SMI)

Hanya Bayar 25ribu Bermain Sepuasnya di Waterpark Telaga Malimping

Bogor – Menikmati libur lebaran, Taman Wisata Telaga Malimping siap menyambut para tamu dengan memberi diskon tiket masuk sebesar 50%, dari harga biasa 50ribu rupiah kini hanya 25ribu rupiah sudah termasuk tiket masuk plus menikmati waterpark.

“Khusus menyambut hari libur lebaran, kami memberikan harga khusus tiket masuk hanya 25ribu rupiah sudah dapat sepuasnya bermain diwaterpark,” ujar Manager TWTM Kokom,  Senin (04/06).

Ditambahkannya, menyambut libur lebaran tahun ini Telaga Malimping terus berbenah untuk menyambut tamu, selain fasilitas permainan air, kolam renang dewasa dan anak, restourant, penginapan dan tentu saja area parkir kami telah siapkan agar pengunjung bisa nyaman berlibur bersama keluarga.

“Untuk yang mau nginap kami ada hotel dengan harga 300ribu dan juga bungalow, ” ujar Kokom kepada engingengnews.com.

Khusus bungalow ada beberapa pilihan selain fasilitas kamar mandi, dapur dan juga balkon, ada yang mampu menampung 5 hingga 20 orang.

“Harga bungalow mulai dari harga 1juta hingga 2juta rupiah tergantung jumlah kamar, ” papar Kokom.

Tempat wisata Telaga Malimping beralamat dikampung Malimping Desa Ciadeg Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor hanya 3km dari pintu tol keluar Caringin – Bocimi.

“Keluar tol caringin kemudian ikuti petunjuk arah melalui google maps atau waze, hanya 3km dari pasar caingin, atau yang melalui jalur batutulis-cihideung, dapat langsung menuju taman wisata telaga malimping, ” pungkasnya. (boy)

Libur Lebaran, Banjir Hadiah di Jungle Waterpark

Bogor – Menyambut datangnya libur lebaran, berbagai program menarik sudah disiapkan oleh The Jungle Waterpark.

Kali ini The Jungle Waterpark mengusung tema “Let’s Get Wet” selama periode 5-16 Juni 2019 yang akan memberikan keseruan lebih banyak lagi dengan berbagai tambahan sajian acara menarik selain serunya berbagai wahana air.

Marcomm Manager The Jungle Waterpark Bogor Minia Arpita Barus mengatakan, untuk menambah keseruan selama libur lebaran The Jungle meluncurkan film 4 Dimensi baru berjudul ‘Wall of China’. Dalam film ini anda akan masuk dalam adegan bersama seorang pria tua dengan sepeda becak bertenaga roket. Petualangan ini bertambah seru karena anda diajak merasakan meluncur dari ketinggian, menanjaki Tembok Besar Cina, melewati jalan yang amat panjang, menghindar dari bebatuan dan berbagai rintangan lainnya.

Adegan film akan semakin nyata terasa dengan paduan efek teknologi empat dimensi, disempurnakan dengan efek getaran, goncangan, hembusan angin, dan cipratan air, sehingga para penonton benar-benar dibawa hanyut ke dalam tiap adegan film. Film ‘Wall Of China’ ini merupakan film ke 16 yang dipersembahkan oleh The Jungle Bogor.

“Selama libur lebaran ini kami akan memberlakukan harga khusus tiket masuk yaitu hanya Rp. 110.000,- dari harga seharusnya Rp. 125.000,-. Harga tiket tersebut sudah termasuk semua permainan di wahana air, kecuali cinema 4D,” jelas Minia. Selain itu ada juga tarian tradisional, splash aerobic, live music, acrobat, badut, teater kabaret, animal circus, humanoid, cosplay superheroes, penampilan Hilda dan Dandi Kilau DMD dan masih banyak lagi.

Banyak juga hadiah disiapkan oleh para The Jungle Waterpark bagi para pengunjung diantaranya televisi, handphone, dvd player, kompor gas dan masih banyak yang lainnya.

The Jungle Waterpark beroperasi mulai pukul 08.00 s/d 18.00 WIB selama libur Lebaran. The Jungle Waterpark memiliki banyak wahana air diantaranya Kiddy Pool, Fountain Futsal , Racer Slide, Tower Slide, Lazy River, Bird park, Leisurepool, Wave pool dan Kolam Air Hangat.

Struk pembelian tiket The Jungle Waterpark juga dapat digunakan untuk mendapatkan gratis tiket masuk ke Jungle Festival atau J-Bound. Jungle Fest adalah sebuah taman bermain keluarga yang berlokasi 500 meter dari The Jungle. Selama periode liburan ini JungleFest juga akan menyajikan berbagai event bertema Ekspresi Lebaran dan banyak hadiah menarik untuk pengunjung. (admin)

Jokowi Ajak Warga Belanja Di Pasar Tradisional

Bogor – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeli tempe saat blusukan ke Pasar Bogor, Jawa Barat. Ia juga ingin memastikan bahwa harga bahan pokok yang terbuat dari kacang kedelai itu tak naik.

“Ya dari dulu senengnya tempe, ini sambil ngecek tempe naik atau tidak,” kata Jokowi di Pasar Bogor, Jalan Roda, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (30/10) malam.

Lebih jauh, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga tak menemukan adanya tempe yang berukuran tipis di pasar tersebut.

“(Jadi) harganya tetap. Tadi ngelihat sendiri (tidak tipis). Ya tebel,” jelasnya.

Jokowi mengaku kunjungannya ke Pasar Bogor pada malam hari agar tak berdesakan dengan para pembeli lainnya.

Ia juga mengajak seluruh warga agar berbelanja ke pasar tradisional lantaran harganya yang lebih murah ketimbang pasar modern.

“Kalau siang-siang (di sini) berdesakan dengan pembeli. Kalau malam yang beli hanya saya,” tandasnya. (boy)