Siapkan Advokasi Anggota, DPN PERADI Layangkan Surat Ke Polda Metro Jaya

Jakarta – Menindaklanjuti Laporan Polisi No.TBL/6145/IX/2019/PMJ/Dit.Reskrium tanggal 25 September 2019) terkait penganiayan terhadap Sunggul H Sirait, SH, MH., yang menjadi korban. Ketua bidang Pembelaan Profesi Advokat PERADI RBA Pilipus Tarigan, SH, MH., melayangkan surat kepada Kapolda Metro Jaya terkait tindak lanjut perkara terhadap korban, Senin (30/09).

Menurut Pilipus, bahwa tindakan Agung Cs tersebut sangat merendahkan martabat Profesi Advokat, dan telah menyerang kehormatan profesi Advokat khususnya seorang advokat yang sedang menjalankan tugas profesinya.

“Hari ini kami DPN PERADI melalui Ketua Bidang Pembelaan Profesi Advokat melayangkan surat kepada Polda Metro Jaya untuk menindaklanjuti perkara, karena perbuatan pelaku selain menjadi tindak pidana juga melecehkan provesi advokat, ” ujar Philipus Tarigan, Senin (30/09).

Advokat yang akrab disapa PTG ini menegaskan, korban adalah sebagai anggota PERADI dan mengadukan untuk meminta perlindungan Hukum kepada organisasi dimana korban berada.

“Sampai hari ini korban masih tercatat sebagai anggota Perhimpunan Advokat Indonesia, dan sudah seyognya kami sebagai wadah organisasi membantu dalam proses perlindungan hukum,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya pada tanggl 25 Septeber 2019 telah terjadi pemukulan terhadap Advokat SUNGGUL HAMONANGAN SIRAIT,S.H.,M.H.,  yang diduga dilakukan oleh Sdr. Agung Cs  yang terjadi di kantor  PT. Northcliff Indonesia yang beralamat di Equity Tower 45th Floor Suite D & H Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Sudirman Central Business District Jakarta, 12190. (boy)

Anggotanya Dianiaya Debt Collector, Ketua Bidang Advokasi DPN PERADI Desak Polisi Segera Proses Pelaku

Jakarta – Ketua Bidang Pembelaan Profesi Advokat DPN PERADI RBA,  Philipus Tarigan, S.H, M.H., mendesak pihak Kepolisian segera menangkap pelaku penganiayaan terhadap Sunggul Hamongan Sirait, SH, MH., yang menjadi korban kekerasan oleh sejumlah oknum Debt Collector pada hari Rabu lalu.

“Perbuatan penganiayaan ini melecehkan profesi advokat, dan kami dari DPN PERADI RBA akan membantu dalam mengambil langkah hukum,”  tegas Philipus Tarigan, Sabtu (28/09).

Kepada engingengnews.com pria yang akrab disapa PTG ini menegaskan bahwa perbuatan semena-semena yang dilakulan oleh para oknum debt collector ini jelas melanggar hukum dan tidak boleh terjadi pada siapapun termasuk kepada Advokat.

“Hari Senin kami DPN PERADI akan langsung ke Polda Metro Jaya untuk meminta agar pelaku segera diproses sesuai hukum, ” tegasnya.

Sementara dari keterangan korban Sunggul Hamongan Sirait, S.H., M.H., mengakui bahwa dirinya mendapat perlakuan tidak baik dari rombongan Debt Colector di gedung Equality lantai 45 kawasan SCBD.

menurutnya pada hari Rabu sekitar pukul 12:30 WIB datang rombongan pimpinan Jamal Sangaji, Ali Sangaji dan I.G. Agung NP dkk berjumlah 12 orang di lantai 45 gedung Equality ingin bertemu pimpinan perusahaan.

Namun kebetulan pimpinan perusahaan tidak berada di tempat. Dan segala usaha yang menyangkut hukum pada perusahaan tersebut telah dikuasakan penuh pada kantor Pengacara SHS LAW OFFICE.

Sebelumnya telah terjadi dialog sejuk secara intens antara pengacara SHS dengan Ali dkk secara langsung dan sebelumnya lewat telepon Jamal.

“Sejak awal saya sangat akomodatif dan membuka dialog dalam menyelesaikan permintaan rombongan Jamal dan Ali cs. Dan telah disetujui kesepakatan menyelesaikannya,” kata Sunggul.

Namun pada sekitar pukul 15.00 WIB, tiba- tiba salah satu rombongan yaitu Ali Sangaji setelah keluar dari salah satu ruangan pertemuan membentak bentak Sunggul dan mengeluarkan kata kata kasar dan kencang yang seharusnya tidak perlu diucapkan karena kesepakatan sudah tercapai.

“Kemudian seketika itu salah satu rombongan Jamal cs melakukan pemukulan tinju bebas yang sangat kuat mengenai kepala belakang pengacara Sunggul,’ ujarnya.

Korban yang juga berprofesi sebagai Pengacara ini seketika terjatuh dan tidak konsenterasi terhadap apa yang terjadi karena menahan kesakitan. Akhirnya Sunggul Hamonangan Sirait melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polda Metro Jaya dan telah dilakukan visum di salah satu rumah sakit Jakarta. Kasusnya sedang ditangani penyidik Polda Metro Jaya. (boy)

Mayat Wanita Tanpa Identitas Dipinggir Sawah Ternyata Amelia Lulusan D III IPB

“Keponakan saya ini informasinya hendak pulang dari Bogor ke rumahnya di Cianjur, Jabar setelah mendaftar untuk melanjutkan kuliah S1 di IPB. Namun, pada Minggu (21/7) malam kami kehilangan kontak tahu-tahu dapat kabar bahwa Amelia dalam kondisi mengenaskan,” kata paman korban Gunalan, saat di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Selasa (23/7/2019).

Gunalan menuturkan, sebelum hilang kontak keluarga dan rekan korban sempat berkomunikasi. Saat itu Amelia merasa ketakutan karena kendaraan umum yang dinaikinya dalam kondisi kosong dari arah Bogor menuju Cianjur.

Namun, setelah pukul 22.00 WIB pada Minggu (21/7) nomor handphone korban tidak bisa dihubungi lagi dan langsung hilang kontak, sebab tidak ada kabar, pihak keluarga langsung mencoba melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Tapi, pada Senin, (22/7) pagi sekitar pukul 06.30 WIB warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum digegerkan dengan penemuan mayat yang nyaris tanpa pakaian di pinggir sawah di Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum.

Temuan jenazah wanita ini juga sampai ke telinga keluarga korban, bahkan hasil penelusuran posisi terakhir signal handphone milik alumni IPB ini berada di Sukabumi.

Tentu semakin menguatkan kecurigaan keluarga korban untuk datang ke Sukabumi, dan benar saja saat jasad wanita itu adalah Amelia Ulfa (22).

“Kami curiga Amel diculik dan dirampok, kemudian jasadnya dibuang di Sukabumi dan mudah-mudahan Amel bukan korban perkosaan. Karena saat ditemukan barang miliknya hilang seperti handphone, laptop dan lainnya hanya tersisa uang Rp1.000,” katanya pula.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan memang dari hasil autopsi dan visum et repertum oleh dokter forensik RSUD R Syamsudin SH, sebelum meninggal korban mengalami kekerasan fisik terlebih dahulu. (jj)

Mayat Wanita Tanpa Busana Ditemukan Warga di Pinggir Sawah

Sukabumi – Warga Kampung Bungbulang Selaeurih Rt 03 RW 05 Kelurahan Babakan Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi, Pagi tadi Senin (22/07/2019) sekitar Pukul 06.30 Wib, dihebohkan dengan penemuan mayat wanita muda usia sekitar 18 Tahun.

Mayat perempuan tanpa identitas tersebut kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak berbusana.

Menurut salah satu orang warga, Cecep (40thn) menjelaskan bahwa mayat tersebut di temukan oleh warga yang akan pergi ke sawah.

“Tadi pagi seorang warga yang akan ke sawah yang menemukan mayat tersebut ” ujar Cecep, Senin (22/07).

Menindaklanjuti laporan warga pihak Kepolisian langsung memberikan garis polisi di tempat kejadian. Dan saat ini mayat tersebut sudah di bawa ke Rs. Syamsudin, SH. ( JJ )

Polres Bogor Bongkar Jaringan Pengedar Dan Pabrik Ekstasi di Cibinong

Bogor – Jajaran Satuan Narkoba Polres Bogor berhasil membongkar jaringan pengedar sekaligus pabrik pil exstasi di Cibinong Bogor.

Berdasarkan keterangan Polisi, para pelaku berhasil memproduksi barang haram tersebut sekitar 500 butir per hari.

Menurut pengakuan para tersangka, mereka memproduksi pil haram tersebut sudah berlangsung selama satu bulan di Sukahati Cibinong Kabupaten Bogor dan mengedarkannya di wilayah Jabodetabek.

“Peran dari tersangka adalah sebagian memproduksi pil ektasi dan sebagian lagi langsung mengedarkan barang haram tersebut diwilayah jabodetabek ” ujar Kasat Narkoba, AKP Andri Alam Wijaya, Jumat (19/07).

Andri Alam menjelaskan efek penggunaan dari ekstasi ini bersifat menghancurkan karena para tersangka membuat barang haram tersebut tidak memiliki dasar atau bukan ahli di bidang apoteker karena para tersangka belajar dengan cara otodidak.

“Pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat 2, 112 ayat 2 dan 113 karena memproduksi sehingga ancaman hukumannya berat antara 20 ahun hingga seumur hidup,” katanya. (de)

Bima Arya Serukan Tindak Tegas Aktor Intelektual Kerusuhan 22 Mei

Kota Bogor – Wali Kota Bogor  sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional Bima Arya menegaskan aktor intelektual kerusuhan aksi demo 22 Mei di Jakarta yang menyebabkan jatuhnya korban nyawa merupakan penghianat negara.

“semua yang terlibat aksi kerusuhan harus ditindak tegas,” ujar Bima, (22/05).

Menurut Bima jika memang dinyatakan oleh polisi ada kelompok yang tidak spontan, ya harus dicari, aktor intektualnya siapa, dibongkar tuntas. Mereka inilah penghianat negara menurut saya, mereka ini orang-orang kejam yang menari diatas penderitaan, pemilu ini sudah baik, sudah bagus, tiba-tiba dikotori, ungkap Bima.

Bima menambahkan kerusuhan tersebut harus didalami dan dilakukan investigasi. Siapapun dugaan pelaku mesti ditindak tegas termasuk jika hal itu dilakukan oleh aparat yang menyalahgunakan wewenangnya.

“ya kalau ada aparat yang menyalahgunakan kewenangannya sama saja di proses juga, lakukan investigasi saja, semuanya dibuka,” ujar Bima.

Lebih lanjut Bima mengatakan dirinya merasa prihatin melihat adanya sekelompok orang menggunakan cara kekerasan untuk menyampaikan aspirasi. Hal itu menurutnya tidak dibenarkan di negara ini.

Tapi disisi lain menurut Bima dirinya yakin dan optimis bahwa aparat dan pemerintah bisa mengendalikan situasi hari ini dan memberi rasa aman nyaman bagi seluruh warga tanpa terkecuali.

Sementara di Kota Bogor sendiri hingga saat ini Bima memastikan situasi kota hujan kondusif dan pihaknya akan terus mengawal hal tersebut.

“mari kita jadikan hukum sebagai panglima. Di Kota bogor sendiri saya komunikasi dengan Muspida untuk membangun suasana guyub dan saya optimis warga Bogor jernih tidak akan lakukan hal seperti itu, Gak ada mobilasi, saya akan pantau terus,” tukas Bima. (boy)

Polisi Menangguhkan Penahanan Untuk Ketua GNPF ulama Bogor Raya

Kota Bogor – Setelah diperiksa Satreskrim Polres Bogor Kota, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Bogor Raya, Iyus Khaerunnas akhirnya dibebaskan, Sabtu (18/05).

Namun meskipun dibebaskan status Iyus masih tersangka dan wajib lapor selama seminggu dua kali ungkap Kapolres Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser

“Atas permohonan dari pihak keluarga dan kuasa hukumnya tersangka untuk tidak dilakukan penahanan,” ujar Kapolresta Bogor Kota Kombez Pol Hendri Fiuser, Sabtu (18/05).

Menurut Hendri dengan alasan kemanusiaan dan dengan pertimbangan bahwa yang bersangkutan tidak akan melarikan diri dan tidak akan menghilangkan barang bukti maka pihak Kepolisian memberikam penangguhan penahanan kepada Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Bogor Raya Iyus Khaerunnas.

“Tak hanya itu, Iyus juga sudah menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada masyarakat dan berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Bogor Raya Iyus Khaerunnas ditangkap atas seruan jihad dan berbicara soal komunisme yang viral di media sosial.

Iyus disangkakan melanggar Pasal 45 A ayat 2 junto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang RI nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang RI Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 atau Pasal 15 Undang-undang RI nomor 1 Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong dan atau pasal 160 KUHPidana. (boy)

Ketua GNPF-U Ditangkap Satreskrim Polres Kota Bogor

Kota Bogor – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Bogor Iyus Khaerunnas ditangkap Satreskrim Polresta Bogor, Jumat (17/5).

Penangkapan ini diduga karena Iyus berbicara mengenai komunis dan ajakan perlawanan dalam video yang sudah viral dimedia sosial.

“Ya, hari ini sedang dilakukan pemeriksaan,” ujar Kapolres Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser, Sabtu (18/5).

Menurut Hendri, Iyus ditangkap hari Jumat (17/5) kemarin sekitar pukul 14.00 WIB. Penangkapan ini menurut Hendri  karena video yang beredar, di mana Iyus berbicara mengenai adanya kecurangan Pemilu, masifnya komunisme, hingga ajakan untuk melawan itu semua.

“Kasus dugaan terkait video yang beredar,” kata Hendri.

Sampai saat ini Pihak Kepolisian belum menetapkan status hukum terhadap Iyus.

“Masih diperiksa. Saya belum dapat laporan detailnya dari Satreskrim apa hasilnya,” kata Hendri.(boy)

Tim Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Jaringan ISIS Di Bogor

Bogor – Tim Densus 88 Antiteror yang diback up Polres Bogor menangkap terduga teroris jaringan ISIS, E alias AR (51) di kediamannya, Jalan Nanggewer, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (17/5).

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky menegaskan, saat dilakukan penggeledahan sekitar pukul 15.30 WIB, ditemukan beberapa bahan baku bom.

Selain itu, bahan peledak seperti triaseton triperoksida (TATP) dan nitrogliserin serta bahan-bahan kimia untuk merakit bom.

“Ditemukan juga rangkaian detonator dan senjata tajam, beberapa panci, paku-paku termasuk buku pembuatan bom dan buku doktrin jihadi di lokasi,” ujar Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky.

Penangkapan dan penggeledahan hingga olah TKP, kata Dicky, dilakukan langsung Tim Densus 88 Mabes Polri dan olah TKP dilakukan Jibon dari Gegana Korps Brimob.

“Selesai olah TKP Magrib tadi, langsung dibawa untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan sementara diduga dia itu jaringan ISIS Indonesia,” kata Dicky. (boy)

Tim Jaguar Polresta Depok, Ciduk Genk Motor Pembacok Tukang Soto

Depok – Anggota Jaguar Polresta Depok mengamankan tersangka geng motor yang membacok tangan korbannya di Jalan Margonda, Kemiri Muka, Beji, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (15/5/2019) dini hari.

Kepala Tim Jaguar Polresta Depok Aiptu Tulus mengatakan korban yang bernama Agtomih, 25(thn) pedagang soto, terkena sabetan gergaji es di bagian pundak kiri oleh pelaku setelah diikuti dari arah Jalan Juanda ketika mau pulang selesai berdagang.

“Pelaku berboncengan tiga orang dua motor telah mengikuti korban dari Jalan Juanda,” ujar Aiptu Tulus,  Rabu (15/05).

Menurut Tulus setibanya di depan Perum Depok Indah Jalan Margonda pelaku teriak berhenti sambil mengancam akan dibacok setelah itu langsung menghentikan motor korban hingga terjatuh dan seorang pelaku turun membacok korban hingga mengenai pundak sebelah kiri dan temannya korban di kaki

Motor korban Honda Scoopy B 6826 ZAL yang jatuh nyaris dirampas pelaku namun gagal. Lantaran korban langsung berteriak minta tolong warga dan langsung menangkap pelaku.

“Modusnya pelaku berencana mau merampas motor milik korban tersebut.Lantaran ketika motor korban mau dibawa kabur warga melihat langsung menangkap pelaku,”tambah Aiptu Tulus.

Dari peristiwa tersebut, pelaku yang berhasil diamankan tiga orang yaitu, TT,22, RA,16, seorang wanita S,20, kini sama Jaguar telah dibawa ke Reskrim Polresta Depok.

“Anggota masih mencari tiga pelaku yang kabur dari kerumunan warga saat kejadian. Dalam peristiwa ini pelaku dikenakan ancaman tindak pidana 365 KUHP tentang pencurian kekerasan motor ancaman pidana diatas lima tahun.” (boy)