Hoax,  Bikin Hitam Jadi Putih, Putih Jadi Hitam..

Kota Bogor – Pemerintah harus mengambil langkah strategis, guna menjaga tegaknya negara Indonesia dari upaya-upaya pelaku penyebaran kabar bohong yang bertujuan menciptakan instabilitas keamanan negara, hal ini dikatakan oleh Abdul Fatah, saat acara Ngobrassts, Rabu (24/10).

“Kasus ujaran kebencian dan hoax, perlu langkah strategis, jika tidak, maka hoax akan meluluhlantahkan perabadaban manusia,” kata Abdul Fatah.

Selain Abdul Fatah sebagai Pengamat Sosial, hadir dalam acara Ngobrassts (ngobrol bareng STS), Kapolsek Bogor Tengah Kompol Syaefudin Gayo dan juga Kabid Tekhnologi Informatika Kominfo Kota Bogor Hendra Nugroho.

Kompol Gayo yang mewakili Kapolresta Bogor Kota, mengatakan, ujaran kebencian telah menimbulkan gangguan Kamtibmas. Kejadian ini tidak diperhitungkan 10 tahun sebelumnya.

“Medsos saat ini membawa kita ke sesuatu yang putih bisa jadi hitam. Dan Polisi termehek-mehek ikuti perkembangan medsos,” ungkap Kompol Syaefudin Gayo, Rabu (24/10).

Menurut Gayo beruntung saat ini Menkoinfo meminta semua pemegang HP harus registrasi. Ini membantu karena bisa pantau keberadaan pemegang HP yang menyebar hoax.

Kapolsek memberi contoh dampak negatif medsos salah satunya adalah kejahatan seksual. Berawal kenal di Fb. Lalu janjian ketemu dan selanjutnya kejadian terjadi.

“Kota Bogor beberapa waktu lalu dapat gelar kota ramah anak, namun seminggu lalu, ada dua siswi yang jual diri lewat medsos dan ditangkap Walikota disalah satu apartemen,” papar Kompol Gayo.

Ditambahkannya, saat ini ada empat
kategori pengguna sosmed. Pertama, ada yang baca tapi tidak komen. Kedua, sosmed pengembira (begitu dapat posting, langsung jempol walau belum dibaca isinya). Ketiga, langsung di share. Kelompok ini dikategorikan sebagai reporter. Mereka tidak di gaji dan tidak pikir panjang. Lalu yang terakhir yakni kelompok bipolar. Kelompok ini marah tentang berita hoax tapi masif juga menyebarkan hoax.

“Polisi tidak bangga penjarakan orang. Tapi atas nama hukum ya harus dijalankan,”tegasnya.

Sementara pengamat sosial Abdul Fatah kembali menambahkan sekelompok masyarakat Indonesia senang dengan berita hoax.

“Kenapa sekarang hoax merajalela. Karena masyarakat menyukai kebohongan. Kenapa masyarakat menyukai kebohongan, karena demi suatu kepentingan yang sama. Kalau kepentingannya sama, dan saat momentum yang sama dengan kepentingan yang sama, bohong pun dikonsumsi,” ujar Abdul disambut aplous peserta.

Bagi Abdul fatah yang biasa dipanggil bapak kumis beracun ini menegaskan bahwa dalam politik ada dua sisi. Dibelakang ekonomi di depan politik.

“Kebohongan itu tidak bisa dipungkiri. Ini perkembangan jaman. Bagi sekelompok orang, walau dihidangkan kebenaran tapi sudah ada bibit dan virus kebencian yang di doktrin oleh pihak yang satu sekutu, maka kebohonganpun dianggap benar dan benar dianggap salah,” tegas Abdul Fatah.

Sementara Hendra Nugroho dari Dinas Kominfo Kota Bogor mengatakan, hasil riset, orang paling lama hidup tanpa ponsel hanya 7 menit.

“Manusia jaman sekarang, akses ponsel 8 jam sehari,” ujar Hendra.
Ia menegaskan di Indonesia saat ini ada 800 ribu situs. Dari jumlah ini, sudah  773 ribu situs di blokir.

“Tujuan diblokir, agar keamanan dan kesopanan terjaga. Kominfo Kota Bogor sekarang sudah melakukan edukasi. Ini supaya menghindari implikasi negatif. Kami dari Kominfo mengajak kita semua, agar menjadi pengguna internet yang sehat,”kata Hendra.

Praktisi Hukum Ujang Sujai menegaskan, ujaran kebencian dan hoax adalah kejahatan dan kuncinya adalah penegakan hukum. “Pelaku ujaran kebencian dan penyebar hoax harus dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku dinegara ini, ” tegas Ujang Sujai.

Sementara host acara Ngobrassts Sugeng Teguh Santoso mengatakan bahwa kegiatan Ngobrassts yang digelar di kafe buli-buli di Jalan Sanga Buana 18, Bogor Tengah, Kota Bogor ini digelar setiap hari Rabu pukul 15.30 dan akan selalu menghadirkan narasumber dan tema yang sedang trend.

“Ngobrassts kami lakukan setiap minggu, agar masyarakat sadar akan dampak hukum, sosial budaya dan politik dari kabar hoax yang disebar tanpa lakukan cros chek,” ungkap Sugeng, rabu (24/10).

STS, Kasus Ratna Sarumpaet Serahkan Pada Proses Hukum

Jakarta – Polemik cerita Ratna Sarumpaet yang mengaku dianiaya oleh beberapa orang di Bandung akhirnya berujung pada pelaporan. Rabu kemarin (03/10) berbagai elemen masyarakat berdatangan ke Bareskrim Polri untuk melaporkan dugaan kebohongan yang dilakukan oleh  Ratna Sarumpaet yang juga salah satu anggota Tim Kampanye Pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto – Sandiaga Uno tersebut.

Salah satu elemen masyarakat yang ikut melaporkan dugaan kebohongan Ratna Sarumpaet di Bareskrim Polri adalah Tim Advokat Pengawal Pancasila.

Ditemui dikantornya di Gedung MTH Square – Jakarta Timur, Sugeng Teguh Santoso salah seorang Advokat Pengawal Pancasila yang turut dalam rombongan advokat yang melaporkan dugaan kebohongan Ratna Sarumpaet mengatakan Indonesia adalah negara hukum, maka kita serahkan semuanya pada proses hukum, apakah Ratna sarumpaet akan terkena proses hukum sebagai tersangka aktor intelektual penyebaran berita bohong dan apakah Prabowo Subianto, Fadli Zon dan tokoh lainnya yang ikut melansir berita Ratna Sarumpaet yang mengaku dianiaya juga akan terkena proses hukum sebagai pihak yang menyebarkan berita bohong atau bisa dilepaskan dari pertanggung jawaban hukum berdasarkan alasan pemaaf pidana karena dibohongi Ratna Sarumpaet, semua diserahkan kepada proses hukum.

“Apakah pengakuan Ratna Sarumpaet mengaku berbohong adalah exit close bagi Prabowo dan Fadli zon untuk tidak terkena pertanggung jawaban pidana?  Semuanya akan dijawab dalam proses hukum yang akan dilakukan oleh Bareskrim Mabes Polri,” ungkap pria yang akrab disapa STS ini,  Kamis (4/10).

Sebelum derasnya laporan Polisi, ternyata Bareskrim Mabes Polri telah melakukan  penyelidikan, dan sudah dinaikkan status penyidikan bahkan sudah menyampaikan pemberitahuan dimulainya penyidikan ke Kejaksaan. Artinya penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet dianiaya telah cukup dapat dibuktikan sebagai perbuatan delik penyebaran berita bohong melalui sarana elektronik. (boy)

3 Pengedar Uang Palsu Dibekuk Polisi

Kota Bogor – Tiga tersangka pengedar uang palsu (Upal) di Kota Bogor, dibekuk aparat kepolisian Polresta Bogor Kota.

Kapolres Bogor Kota, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, mengatakan, dari tangan para tersangka, polisi mengamankan uang palsu sebanyak 1.800 lembar dalam pecahan Rp 100 ribu rupiah, dua lembar koran uang palsu pecahan Rp 100 ribu rupiah yang belum digunting, dan satu lembar koran uang palsu pecahan 1 Dolar Amerika yang belum digunting dengan jumlah 50 Dolar.

“Ketiga tersangka ditangkap setelah petugas mendapat laporan warga terkait dugaan adanya peredaran uang palsu. Dan akhirnya anggota melakukan penangkapan kepada ketiga tersangka di sebuah warung di daerah Bantar Kemang,” ujarnya Kapolres, kepada wartawan, Kamis (20/9/18).

Dikatakan Kapolres, kejadian, berawal dari informasi masyarakat yang memberitahukan ada seorang yang menawarkan uang dari PERURI, yang dijual belikan dengan janji akan melipat gandakan sepuluh kali lipat. Uang palsu tersebut ditransaksikan kepada korban dengan perbandingan satu uang asli dan dua uang palsu.

“Atas informasi tersebut anggota Reskrim Polsek Bogor Timur Kota Bogor langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap tiga orang pelaku pada Rabu (19/9/18) malam. Sebenarnya ada empat orang tersangka saat penangkapan. Namun, satu orang berhasil melarikan diri. Ketiga tersangka yang diamankan yakni MCH (48) asal Cianjur, HS (48) asal Bogor, dan R (49) asal Sukabumi,” kata Ulung.

Menurut Ulung, perkara yang disangkakan
penipuan dan atau pemalsuan uang sesuai dengan Pasal 378 KUHP SUB Pasal 36 UU NO.7 tahun 2011 tentang mata uang, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan atau denda sebesar 100 miliar.

“Kita masih kembangkan kasus ini, pelaku masih akan didalami keterangannya. Terkait dimana uang palsu ini dibuat, ke mana saja diedarkannya, dan siapa saja jaringannya,” Pungkasnya. (boy)

Pelaku Pencurian Meter Air Diciduk Polisi

BOGOR – Polisi berhasil meringkus seorang pria yang diduga pelaku pencurian meter air di sejumlah tempat Kota Bogor. TS (38) diringkus jajaran Polres Bogor Kota di Jalan Perintis Kemerdekaan Kebon Jahe Kelurahan Kebon Kalapa Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, Rabu (6/6/2018).

TS diciduk tanpa perlawanan dan langsung dibawa di Mapolresta untuk pengembangan kasusnya. Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit kendaraan sepeda motor yang digunakan untuk melakukan pencurian, satu smartphone warna putih, kunci inggris, 29 unit meter air yang belum sempat terjual dan sebelas unit sambungan keran.

Penangkapan TS berawal dari hasil penyelidikan saksi yang melihat pelaku sedang mencoba mencuri meter air salah satu ruko di kawasan Cimanggu. Aksinya terekam kamera pengawas sehingga terlihat cukup jelas plat nomor kendaraan pelaku. Saksi bersama sejumlah pegawai PDAM melaporkan temuan ini ke Polresta Bogor.

Berbekal informasi warga dan rekaman CCTV, Satreskrim Polresta Bogor bergerak menciduk tersangka di kediamannya. Kini, pelaku yang pernah menjadi pegawai lepas harian di PDAM itu mendekam di tahanan Mapolresta Bogor untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan upaya pengembangan kasus.

Sekretaris Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor Rinda Lilianti mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam mengungkap dan menangkap pelaku pencurian meter air yang meresahkan masyarakat dalam dua pekan terakhir.

“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah berhasil menangkap pelaku. Ini juga menunjukkan bahwa PDAM serius menangani kasus pencurian meter air yang merugikan pelanggan,” ujar Rinda. (humas dan sosial)

Pelaku Terdeteksi, PDAM Koordinasi Polresta

Terima 117 Laporan Kehilangan Meter Air

BOGOR – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor bergerak cepat menangani kasus pencurian meter air yang marak belakangan ini. Perusahaan air bersih milik Pemerintah Kota Bogor ini telah berkoordinasi dengan Polresta Bogor Kota guna mengungkap siapa pelaku sekaligus dalang kejahatan yang merugikan masyarakat, terutama pelanggan PDAM itu.

Sekretaris Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor Rinda Lilianti mengungkapkan, pihaknya telah mengetahui seorang pria yang diduga pelaku pencuri meter air di kawasan Cimanggu. Pelaku disebut Rinda pernah menjadi pekerja harian lepas PDAM, sehingga cukup paham mencabut sejumlah meter air milik PDAM.

“Pelaku berinisial TS, berhasil kita amankan di daerah Cijahe beberapa hari lalu. Informasinya berawal dari laporan salah seorang satpam yang bertugas di ruko daerah Cimanggu. Satpam itu memergoki pelaku sedang membongkar meter air, tapi dilepas karena pelaku mengaku pegawai PDAM,” ujar Rinda, Rabu (6/6/2018).

Namun satpam itu sempat mengambil gambar nomor kendaraan yang dipakai pelaku. “Satpam itu kemudian melapor ke salah seorang pegawai PDAM melalui salah seorang purnakarya PDAM. Lalu bersama-sama petugas kepolisian menelusuri si pelaku berbekal plat nomor sepeda motor yang dilaporkan satpam itu. Alhamdulillah ketemu, dan pelaku mengakui perbuatannya,” ujar Rinda.

PDAM, lanjut Rinda telah melaporkan kasus ini kepada Polresta dengan harapan bisa menuntaskan kasus ini hingga ditemukan dalang dan motifnya. Dia khawatir, aksi pencurian ini semakin marak apalagi akan menghadapi musim liburan lebaran.
“Bapak Direktur Utama berharap agar pelakunya segara ditangkap, terlebih sudah 117 laporan kehilangan meter air yang dilaporkan pelanggan hingga 5 Juni 2018,” tutup Rinda.(humas dan sosial)

Pelaku Pencurian Meter Air Terekam CCTV

BOGOR – Kasus pencurian meter air makin menjelang Lebaran kian marak di Kota Bogor. Umumnya yang disasar adalah meteran yang terpasang di ruko-ruko minim pengawasan. Hingga Senin sore (4/6/2018) sudah 80 pelanggan yang melaporkan melalui Call Center 24 Jam PDAM Kota Bogor sejak 25 Mei lalu. Pelanggan pun kembali diingatkan lebih waspada mengingat pelaku sudah berani beraksi pada siang hari.

Ini terlihat dari kamera pengawas yang terpasang di salah satu ruko di Jalan Merdeka Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor. Dari CCTV terpantau pelaku mengendarai sepeda motor metik seorang diri dari arah Markas Korem 06/Suryakancana Bogor. Langsung memarkirkan kendaraannya di salah satu ruko tepat di depan kantor Dinas Sosial.

Gerakannya terbilang cepat, hanya perlu waktu tujuh menit untuk mencabut empat unit meter air. Usai menjalankan aksinya, si pelaku yang mengenakan setelan jas hujan warna merah langsung melaju ke arah Cimanggu.

“Kejadiannya (pencurian meter air yang terekam CCTV) pada hari Jumat tanggal 1 Juni 2016. Pelaku datang ke lokasi pukul 12.27 WIB, dan pergi pukul 12.34. Pelakunya sangat lihai, dia berani menjalankan aksinya pada siang hari,” ujar Sekretaris Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor Rinda Lilianti, Senin (4/6/2018).

PDAM, lanjut Rinda, akan menyerahkan rekaman kamera pengawas ini kepada pihak kepolisian sebagai petunjuk pengungkapan jaringan pencurian meter air. Rinda menduga aksi ini merupakan sindikat yang terorganisir.

“Sepanjang Senin saja kami menerima 21 laporan meter hilang dari pelanggan di daerah Jalan Otista, Gedong Sawah, Jalan Bangbarung, Jalan RE Martadinata, Jalan KH Sholeh Iskandar, Pandu Raya dan lain-lain. Mereka mengincar meteran air yang terpasang di ruko-ruko. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar mantan Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Bogor itu.

Rinda mengimbau pelanggan yang merasa kehilangan meter airnya segera melapor ke Bagian Pelayanan Pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di jalan Siliwangi No 121 Kota Bogor pada jam kerja. Sesuai Perda Pelayanan, pelanggan diharuskan melapor ke PDAM maksimal tujuh hari sejak diketahui hilangnya meter air.

“Pelanggan bisa mendapatkan penggantian meter jika sudah menandatangani surat pernyataan kehilangan meter dari pihak kepolisian, melunasi tunggakan rekening air dan/atau rekening non air, dan membayar meter air sesuai harga meter yang berlaku di PDAM,” kata mantan Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Bogor itu.

Rinda menambahkan, jika pelapor melebihi batas waktu yang ditentukan, maka akan dikenakan biaya bukaan kembali (BBK) sebesar 10 persen dari biaya pemasangan baru pergolongan pelanggan. “Jadi kami imbau pelanggan yang mereka meter airnya hilang, segera melapor ke PDAM,” tutup Rinda. (humas dan sosial)

Waspadalah, Pencurian Meter Air Yang Mengaku Petugas !

HIMBAUAN

Pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang kami hormati,

Saat ini marak terjadi PENCURIAN METER AIR dengan modus sebagai PEGAWAI PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Kami menghimbau agar pelanggan berhati-hati apabila ada orang yang mengatasnamakan petugas PDAM PDAM Tirta Pakuan Kota Bogorakan mencabut meter air Anda.

Kenali indentitasnya:

1.     Lihat dan minta ID Card petugas.

2.     Lihat logo di seragamnya.

3.     Tanyakan SPK (surat perintah kerja) yang ditandatangani pejabat Kepala Bagian Transmisi dan Distribusi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Petugas PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak mengganti/mencabut meter pada MALAM HARI. Kecuali ada perjanjian dengan pihak pelanggan.

Bagaimana jika Meter Air Anda Hilang/Dicuri? Segera LAPORKAN ke Call Center 24 jam PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di nomor 0251-8324111.

Perda No 2 tahun 2014 tentang Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Pasal 13.

(1)    Pelanggan yang mengalami kehilangan meter air akibat pencurian harus melaporkan kepada PDAM dalam waktu 7×24 (tujuh kali dua puluh empat) jam sejak diketahui hilangnya meter air.

(2)    Pelanggan yang melaporkan ke PDAM selama waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mendapatkan penggantian meter air dengan ketentuan sebagai berikut:

a. menandatangani surat pernyataan kehilangan meter air di atas meterai;

b. melunasi tunggakan rekening air dan/atau rekening non air;

c. membayar biaya meter air sesuai harga meter yang berlaku di PDAM.

(3)  Pelanggan yang melaporkan ke PDAM melebihi waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (4) berlaku ketentuan sebagai berikut:

a. menandatangani surat pernyataan kehilangan meter air di atas meterai;

b. melunasi tunggakan rekening air dan/atau rekening non air;

c. membayar biaya meter air sesuai harga meter yang berlaku di PDAM;

d. membayar biaya bukaan kembali sebesar 10% (sepuluh persen) dari biaya pemasangan baru per golongan pelanggan.

(4)  Apabila di kemudian hari pelanggan terbukti menghilangkan meter air secara sengaja, maka pelanggan dikenakan sanksi pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku di PDAM.

 
Bogor, 4 Juni 2018

a.n DIREKTUR UTAMA

PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR

SEKRETARIS PERUSAHAAH

TTD

RINDA LILIANTI

 
#stoppencurianmeterair

#laporkanpencurianmeterair

#pencurianmeterairmerugikanpelanggan

Marak Pencurian Meter Air, PDAM Imbau Pelanggan Waspada

Kota Bogor – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menerima 21 laporan kasus kehilangan meter air sejak akhir pekan lalu. Sekretaris PDAM Kota Bogor Rinda Lilianti mengimbau pelanggan untuk lebih waspada dan menjaga alat untuk mengukur volume pemakaian air oleh pelanggan itu.

Rinda mengatakan, saat ini marak pencurian meteran PDAM yang dilaporkan oleh masyarakat atau pelanggan. Dia pun menyampaikan empati kepada pelanggan, karena akibat perbuatan tak bertanggungjawab itu pasokan air bersih ke pelanggan terhenti.

“Kami pastikan, unit meter air itu dicabut dengan sengaja oleh pihak luar. Bukan oleh petugas resmi PDAM (yang mencabut meter karena alasan tunggakan pelanggan). Karena setelah kita lihat di sistem CIS (Costumer Information system), pelanggan yang kehilangan meter air itu tidak memiliki tunggakan,” ujar Rinda di ruang kerjanya, Senin (28/5/2018).

Untuk kehilangan meteran air, dia menandaskan bahwa PDAM tidak dapat menanggung kerugian, melainkan dibebankan kepada masyarakat dengan harga pembelian Rp 308 ribu untuk ukuran pipa setengah inch. Hal tersebut sesuai dengan amanah Perda No 2 tahun 2014 Pelayanan PDAM Kota Bogor bahwa pelanggan bertanggungjawab atas kerusakan meter air serta membayar biaya penggantian akibat kelalaian pelanggan.

Rinda mengimbau pelanggan yang merasa kehilangan meter airnya segera melapor ke Bagian Pelayanan Pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di jalan Siliwangi No 121 Kota Bogor pada jam kerja. Sesuai Perda Pelayanan, pelanggan diharuskan melapor ke PDAM maksimal tujuh hari sejak diketahui hilangnya meter air.

“Pelanggan bisa mendapatkan penggantian meter jika sudah menandatangani surat pernyataan kehilangan meter dari pihak kepolisian, melunasi tunggakan rekening air dan/atau rekening non air, dan membayar meter air sesuai harga meter yang berlaku di PDAM,” kata mantan Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Bogor itu.

Rinda menambahkan, jika pelapor melebihi batas waktu yang ditentukan, maka akan dikenakan biaya bukaan kembali (BBK) sebesar 10 persen dari biaya pemasangan baru pergolongan pelanggan. “Jadi kami imbau pelanggan yang mereka meter airnya hilang, segera melapor ke PDAM,” tutup Rinda. (humas dan sosial)

Gara-gara Gelapkan Sepeda Motor, PNS Kota Bogor di Tangkap Polisi.

Eng Ing Eng – Melakukan penipuan dan penggelapan sepeda motor seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Bogor diamankan Polsekta Bogor Utara.

PNS berinisal SA yang bertugas di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor itu kini mendekam di ruang tahanan untuk menunggu proses peradilan.

Saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsekta Bogor Utara Ipda Herwanda membenarkan atas penangkapan PNS tersebut.

Namun sayang dirinya enggan membeberkan tentang kronologis penipuan yang dilakukan PNS itu, dan hanya nyuruh awak media menunggu keterangan kapolsek yang sedang ada acara reuni.

“Kasusnya penggelapan dan penipuan, untuk keterangan lengkapnya nanti aja sama pak kapolsek, sekarang lagi ada acara reuni,” ucapnya.

Dari penangkapan seorang abdi negara itu, pihak kepolisian mengamankan barang bukti salah satunya adalah motor plat merah yang merupakan inventaris dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bogor.

“Tiga motor yang diamanin, salah satu yah adalah mobil inventaris, tapi motor itu akan kita kembalikan,” pungkasnya.

Soal Kematian Fernando, Hingga Kini Polisi Belum Tetapkan Tersangka.

Eng Ing Eng – Meski sudah memeriksa 10 saksi, namu polisi belum menetapkan tersangka atas kematian Fernando yang tertembak dalam perkelahian dengan oknum Anggota Brimob di Club Malam Lipps, Sabtu 20 Januari 2018 lalu.

Wadir Reskrimum Polda Jawa Barat AKBP Trunoyudo yang didampingi Kabidkum Polda Jawa Barat, Iksan Bagus Pramono itu menuturkan, bahwa penyelidikan ini dilakukan secara marathon.

Trunoyudo mengatakan, sampai saat ini polisi masih mendalami penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi.

ke 10 saksi itu yang sudah dipinta keterangan antaralain, tiga orang teman dari almarhum (Fernando, red), calon istri Briptu Ridho, juru parkir Fajar dan Deri.

Selain itu lanjut dia, penyidik juga memeriksa orang-orang yang terlibat maupun tidak, tapi melihat kejadian tersebut termasuk dua saksi dari Polsek Bogor Timur.

“Kamu belum bisa menetapkan tersangka, karena keterangan dari 10 saksi yang diperiksa, dalam keterangannya masih belum singkron,” kata Trunoyudo di Mako Polresta Bogor Kota, Selasa (23/01/18).

Masih kata dia, hingga saat ini Briptu Ridho juga belum bisa dipinta ketetangan karema hingga saat ini masih belum sadar keberadaannya masih di ruang ICU RS Keramat Jati Jakarta.

“Kami akan minta keterangan dokter soal kondisi terakhir Briptu Ridho, kemudian hasil visum dan autopsi sementara ini mencoba kita untuk menganalisa,” tuturnya.

Dalam penyelidikan kasus tersebut kata dia, tentu membutuhkan waktu. Karena harus ada kecermatan dan ketelitian, serta analisis dari pihak ahli.

Dalam penanganan kasus yang merenggut nyawa kader Gerindra itu, selain memeriksa para saksi, polisi juga telah menyita barang bukti seperti satu buah senjata api (senpi) jenis HS Kaliber 9 milimeter, berikut satu buah magazine, amunisi 4 butir.

“Selain itu, tim juga mendapati adanya CCTV dan nanti akan uji secara digital forensik oleh tim ahli,” pungkasnya.

Seperti dalam berita sebelumnya, Fernando Alan Joshua Wowor terlibat perkelahian di Club malam lipps di Sukasari, Bogor Timur, Sabtu (20/01/18) pukul 02.00 WIB dini hari.

Fernando tertembak dibagian dada, meski sempat dilarikan ke RS PMI namun nyawanya tidak tertolong, sementara Briptu Ridho anggota Brimob mengalami kritis dan dilarikan ke RS Keramat Jati Jakarta.