Cantik Itu Dari Hati ..

Kenali Definisi Cantik dari Hati, Kutipan Zozibini Tunzi Ini Patut Dijadikan Inspirasi !

Bagi sebagian perempuan, tekanan yang membebani punggung mereka terasa begitu berat. Kaum perempuan seolah dituntut tampil sesuai standar kecantikan masyarakat. Seiring zaman,
tekanan tersebut bukannya melemah, namun justru semakin menguat dan beragam.

Pada era moderen sekarang, sebenarnya kaum perempuan telah bebas untuk mengekspresikan diri, namun masih banyak yang belum bisa melakukannya akibat ketakutan menghadapi tuntutan
masyarakat yang seringkali tidak realistis. Apalagi dalam banyak wacana, standar kecantikan kerap diidentikan dengan kulit putih atau tubuh langsing. Ini adalah hal yang tidak memanusiakan kaum perempuan dan memusnahkan rasa percaya diri mereka.

Tidak punya rasa percaya diri kerap menimbulkan keraguan terhadap diri sendiri. Jika berlarut-larut, ketidakpercayaan diri membuat seseorang tenggelam dalam tekanan sosial sehingga pada akhirnya mencoba berbagai cara agar muncul perasaan diterima oleh masyarakat.

Kondisi ini justru melupakan potensi diri mereka sendiri. Padahal bentuk wajah, warna kulit atau tektur
rambut yang unik, bukanlah tolok ukur kecantikan.

Kecantikan tidak seharusnya menyiksa dan membebani.
Beauty, as they say, is in the eye of the beholder.
Source: Wikipedia

Mengutip pidato Zozibini Tunzi, pada penobatannya sebagai pemenang ajang Miss Universe 2019 :

“I grew up in a world where a woman who looks like me; with my kind of skin, and kind of hair isn’t considered beautiful. I think it is time that that stops today. I want children to look at me and see my face and I want them to see their faces reflected in mine.”

Zozibini Tunzi adalah perempuan Afrika Selatan berkulit hitam pertama yang memenangkan mahkota Miss Universe. Banyak sekali orang yang menyatakan kemenangannya sebagai kemenangan bagi gadis-gadis di Afrika Selatan dan Afrika secara lebih luas.

Model sekaligus sosok yang kerap terlibat dalam kegiatan aktivisme ini dengan tegas menunjukkan dirinya melawan kekerasan terhadap perempuan. Selain menjadi inspirasi bagi banyak gadis dan wanita yang merasa tidak terlihat, Tunzi memenangkan hati dengan
pernyataannya yang kuat tentang kepemimpinan.

Tunzi menentang patriarki yang membuat kaumnya, kaum perempuan, hanya diam di tempat.

“It’s something that has been lacking in young girls and women for a very long time, not because we don’t want to but because of what society has labelled women to be.”

Momen kemenangan Zozibini Tunzi seharusnya dapat menjadi momen kebanggaan bagi banyak orang, khususnya kaum perempuan di seluruh dunia. Semangat serta sifat tak patah arangnya merupakan definisi kecantikan yang sesungguhnya karena wanita tidak seharusnya dinilai berdasarkan apa yang terlihat dari luar. Kecantikan merupakan soal penerimaan diri seutuhnya dan patut dilihat dari spektrum yang luas.

Kata ‘kecantikan’ tidak berdiri secara tunggal, melainkan secara keseluruhan dari paduan berbagai faktor, baik mental dan spiritual.

Tentu, standar kecantikan akan selalu ada dan tidak akan pernah hilang. Namun, satu-satunya tugas yang dapat kita lakukan adalah melihat serta memilah apa yang sebenarnya penting dalam hidup kita.

Kaum perempuan, merupakan makhluk yang kuat dan pantas mendapatkan setiap kesempatan untuk mengambil tempat di tengah masyarakat. Semakin cepat kita mulai melihat perempuan mampu meraih posisi kepemimpinan, semakin sedikit anggapan bahwa itu
sesuatu yang tabu dan kita bisa mulai bergerak maju sebagai perempuan.

Go, women, we are so much more than the standards of beauty set by today’s society!

Alifa Dhea Ardianti Putri
Penulis adalah mahasiswa semester I jurusan Hubungan Masyarakat Program Vokasi Universitas
Indonesia.

BERSAMA MASYARAKAT MERAIH SUKSES

PERINGATAN HARI AIDS SEDUNIA TINGKAT KOTA BOGOR TAHUN 2019

Oleh :
Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular serta Surveilans
Dinas Kesehatan Kota Bogor

Kota Bogor – Human Immunodefisiensi Virus (HIV) merupakan penyakit menular yang ditandai dengan menurunnya kekebalan tubuh pada manusia. Dalam perkembangannya HIV, kumpulan gejala akibat menurunnya fungsi kekebalan tubuh akan menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Sydrome). Sindroma ini menggambarkan tahap klinis akhir dari infeksi HIV.

Permasalahan HIV/AIDS telah menjadi tantangan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Menurut data UNAIDS pada tahun 2017 tercatat jumlah kematian yang disebabkan oleh AIDS sebanyak 940.000 kasus di seluruh dunia. Angka itu terdiri dari kematian di usia dewasa sebanyak 830.000 dan sisanya pada usia anak sebanyak 110.000.

Indonesia menjadi salah satu negara yang termasuk dalam Kawasan Asia Pasifik. Kawasan ini menduduki peringkat ketiga sebagai wilayah dengan pengidap HIV/AIDS terbanyak di seluruh dunia dengan total penderita sebanyak 5,2 juta jiwa. Indonesia menyumbang angka 620.000 dari total 5,2 juta jiwa di Asia Pasifik yang terjangkit HIV/AIDS (UNAIDS,2018).

Jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sebanyak 301.959 jiwa dan paling banyak ditemukan di kelompok umur 25-49 tahun dan 20-24 tahun (Kementerian Kesehatan,2018). Provinsi Jawa Barat menempati peringkat ketiga sebagai provinsi dengan jumlah infeksi HIV tertinggi di Indonesia dengan total penderita sebanyak 31.293 jiwa.

Menurut laporan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, sebaran kasus HIV positif yang terlaporkan sejak tahun 1989-2017 paling banyak ditemukan di Kota Bandung, diikuti oleh Kota Bekasi dan Kota Bogor. Adapun jumlah kasus HIV positif yang ditemukan di Kota Bogor hingga tahun 2017 sebanyak 4333 jiwa (Profil Kesehatan Dinkes Provinsi Jawa Barat, 2017).

Berdasarkan data VCT (Voluntary Counseling and Testing), HIV positif dan AIDS Dinas Kesehatan Kota Bogor pada tahun 2018, jumlah yang dilakukan konseling dan test HIV sebanyak 22.650 orang, kasus HIV positif 446 kasus dan kasus AIDS 251 kasus. Data dari Januari – Juni 2019 tercatat jumlah yang dilakukan konseling dan test sebanyak 12.988 orang, jumlah HIV positif sebanyak 199 kasus, dan jumlah AIDS sebanyak 7 kasus.

HIV dapat tertular melalui hubungan seksual yang tidak aman, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, air susu ibu yang terinfeksi HIV dan donor darah. Remaja saat ini masih kurang pengetahuan tentang seksualitas dan penularan HIV/AIDS, sehingga perilaku remaja ada yang melakukan seksual di luar nikah dan bahkan dilakukan secara berganti-ganti pasangan, merupakan perilaku beresiko dalam penularan HIV/AIDS.

Melihat berbagai kasus HIV/AIDS yang terjadi di masyarakat, masalah HIV/AIDS bukan hanya menjadikan masalah kesehatan bagi penderitanya, namun dampaknya akan menyebabkan masalah-masalah lain, seperti masalah sosial dan ekonomi bagi penderita dan juga keluarganya. Oleh karena itu, partisipasi dari seluruh stakeholder dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS menjadi sangat penting. Salah satu cara dalam mengatasi permasalahan di atas dan sekaligus dalam rangkaian memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) tahun 2019, dengan tema : “Bersama masyarakat Meraih Sukses”, Dinas Kesehatan dan Komisi Pemberantasan AIDS Kota Bogor akan melaksanakan kegiatan Talkshow yang bertujuan sebagai berikut (1) memberikan informasi yang komprehensif dan optimal mengenai HIV/AIDS dalam rangka pencegahan dan penemuan pengobatan infeksi HIV /AIDS sehingga dapat menekan laju epideminya virus HIV; (2) Memberikan penjagaan dan pembentengan diri terutama remaja anak sekolah, mahasiswa, dan masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS; (3) Meningkatkan kepedulian, kepekaan dan peranan seluruh unsur masyarakat (terutama remaja anak sekolah dan mahasiswa) berkaitan dengan  penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia; (4) Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, untuk tidak melakukan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS; (5) Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV secara dini; dan (6) Meningkatkan akses pengobatan, perawatan, kepedulian serta dukungan terhadap orang dengan HIV/AIDS.

Sasaran Talkshow sebanyak kurang lebih 300 (tiga ratus) orang yang terdiri atas siswa SMA dan mahasiswa Kota Bogor, unsur Rumah Sakit, Puskesmas, Lapas yang melayani HIV AIDS, KPA dan LSM Peduli HIV-AIDS dan tentu saja peserta dari jajaran Dinas Kesehatan Kota Bogor. Talkshow tersebut akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 14 Desember 2019, bertempat di Lapangan Heulang Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor. Acara Hari AIDS sendiri diperingati oleh seluruh Dunia setiap tanggal 1 Desember.

Harapan Dunia terhadap kasus HIV/AIDS adalah tercapainya 3 Zero pada tahun 2030, yaitu Zero New Infection (tidak ada infeksi baru HIV/AIDS), Zero AIDS Related Deaths (tidak ada kematian akibat AIDS) dan Zero Discrimination (tidak ada stigma dan diskriminasi kepada ODHA).

Mari bersama kita wujudkan generasi sehat tanpa HIV/AIDS, mari bersama meraih sukses tanpa HIV/AIDS.

Humas Dinas Kesehatan
Kota Bogor

Hilangkan Stunting, Bogor Utara Punya Kampung Germas

Kota Bogor – Pemerintah Kota Bogor meresmikan Kampung Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Peresmian dilakukan Wakil Ketua TP PKK Kota Bogor yang juga bunda stunting, Yantie Rachim di RW 07, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Selasa (19/11/19).

Dalam kesempatan, Yantie Rachim, didaulat untuk membacakan deklarasi Kampung Germas. Ia menuturkan, Kampung Germas sudah 70 persen disini berhasil dengan berbagai program yang merupakan kreatifitas dan inovasi dari warga.

“Kedepan harus ditingkatkan sinergitas kebersamaan lagi antara Kecamatan, Kelurahan, RW dan RT. Kami sangat mengapresiasi keberhasilan disini, apalagi lokasi Kampung Germas ini merupakan P2WKSS dalam lomba mewakili Kota Bogor ke tingkat Jawa Barat,” ucap Yantie.

Untuk stunting, lanjut Yantie, di wilayah Tanah Baru ini bukan hanya peduli tetapi harus banyak bergerak mencegah dan menghentikan stunting, karena ada beberapa wilayah di Kota Bogor yang masih tinggi dan akan ditekan stuntingnya.

“Kami akan bekerjasama dengan PKK dan ada program Tanggap Leungitken Staunting (Taleus) di Kota Bogor ini. Kita juga konsen menjaga anak anak gadis usia remaja dengan memantau hingga menikah, hamil dan memiliki anak,” jelasnya.

Camat Bogor Utara Rahmat Hidayat yang didampingi Lurah Tanah Baru Dede Sugandi mengatakan, dengan deklarasi kampung Germas di RW 07 diharapkan menambah poin ketika dilakukan penilaian lomba P2WKSS tingkat Provinsi Jawa Barat pada 22 November mendatang. Karena Kampung Germas ini sangat mendukung program P2WKSS.

“Ini salah satu kampung yang kreatif dan inovatif di wilayah Kecamatan Bogor Utara. Disemua Kelurahan juga ada, diantaranya Kampung Tematik, KWT, KLA, Kampung KB dan Kampung Germas. Kami menghimbau kepada warga melaksanakan gerakan hidup sehat diantaranya melakukan aktifitas fisik dan makan makanan sayuran serta rutin membersihkan lingkungan,” tandasnya.

Kasie Promkes Dinkes Kota Bogor, Erny Yuniarti menerangkan, ada tiga kegiatan inovasi pendukung Kampung Germas di wilayah Kecamatan Bogor Utara ini. Ada Kampung Kemarau, Kampung Taleus dan Kampung Bank Sampah. Kegiatan ini untuk merubah maindset kepada masyarakat.

“Sebenarnya Germas sama dengan kegiatan sehari hari, tinggal memudahkan ingatan warga serta mengimplementasikannya saja,”pungkasnya. (boy)

SMPN 5 Kota Bogor Rebut Juara Sekolah Sehat Tingkat Nasional

Kota Bogor – SMP Negeri 5 Kota Bogor meraih juara pertama The Best Achievement Lomba Sekolah Sehat (LSS) Berkarakter tingkat nasional 2019 untuk kategori pencapaian terbaik.

“SMPN 5 Kota Bogor telah dinobatkan juara pertama The Best Achievement LSS 2019 ini. Semoga dengan dinobatkannya penghargaan tersebut dunia pendidikan di Kota Bogor bisa menjadi lebih baik lagi,” ujar Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, Kamis (14/11/2019).

Dengan penobatan itu, sebagai sekolah sehat terbaik pada LSS tingkat nasional 2019 ini, menurut Dedie sejalan dengan keinginan pihaknya untuk menjadikan Kota Bogor ramah bagi keluarga, kota yang sehat, cerdas dan sejahtera.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin menambahkan, menjadi siswa untuk sekolah bersih dan sehat merupakan harapan bagi semuanya. Oleh karenanya, dia mengajak kepada seluruh sekolah di Kota Bogor meniru SMPN 5 yang telah jadi juara nasional.

“Menjadi siswa pada sekolah bersih dan sehat berkarakter adalah harapan bagi setiap siswa. Untuk itu maka semua sekolah di Kota Bogor harus seperti SMPN 5 atau TK Akbar. Melalui sekolah bersih sehat dan berkarakter Insyaallah akan lahir generasi sehat cerdas dan berkarakter,” harapnya.

Pada kegiatan LSS tingkat nasional tahun 2019 ini diikuti oleh 96 sekolah yang terdiri dari 26 Provinsi dan 82 Kabupaten/Kota se-Indonesia. Terdapat tiga kategori pemenang dalam perhelatan kali ini, yakni Best Performance, Best Achievement dan Best Character Building.

Dari ketiga kategori itu terdapat masing-masing 12 pemenang dari masing-masing tingkatan sekolah. Mulai dari tingkatan TK/RA, SD/Mi, SMP/Mts, hingga SMA/Ma mengikuti helatan tahunan ini. (boy)

  

Walikota, Sikap Anak Tergantung Pendidikan Usia Dini

Kota Bogor – Gebyar PAUD yang digelar Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pendidikan dihadiri oleh ribuan putra-putri PAUD, TK beserta guru dan orang tua yang digelar di Indoor A Gor Pajajaran, Kota Bogor, Jumat (08/11/2019).

Hadir dalam perayaan tersebut Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Bunda PAUD Kota Bogor, Yane Ardian.

Saat memberikan pesan Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan bahwa pendidikan dan sikap anak sangat tergantung lingkungan saat usia dini, seperti yang dilakukan Pelangi (siswa PAUD) yang bertugas sebagai dirigen, ia langsung meminta maaf saat musik lagu Indonesia Raya sempat terhenti.

“Ini contoh anak yang cerdas, santun dan cepat tanggap, mudah-mudahan anak di Kota Bogor seperti pelangi. Saya minta titip sopan santunnya dijaga terus seperti ini,” ujarnya.

Sementara Bunda PAUD Kota Bogor, Yane Ardian mempresentasikan tentang bagaimana menunjukkan rasa bangga terhadap anaknya. Dia mencontohkan, banyak orangtua yang ingin anaknya hebat, tetapi kerap melakukan kekerasan verbal kepada anak. Padahal, ketika orang tua ingin anaknya hebat, harus bisa menjaga lisan dan ini berlaku juga untuk guru PAUD.

“Anak itu pembawa rezeki. Jadi jangan sampai mengabaikan dan menyakiti anak atau mengeluh karena merawat anak,” ujar Yane.

Selain diisi oleh berbagai keterampilan seni oleh siswa PAUD dan TK, juga dihadirkan mobil curhat sekaligus pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor. (boy)

Walikota Bogor, Peserta BPJS Kelas 3 Harus Dapat Subsidi

Kota Bogor – Menyikapi kebijakan pemerintah pusat soal kenaikan tarif Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS), Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, saat ini Pemerintah Kota Bogor sedang mengkaji tentang BPJS. Ini bukan soal uangnya, bukan soal kapasitas APBD, tapi lebih kepada kajian mengenai sistem apa yang terbaik untuk menjangkau warga yang membutuhkan secara efektif.

“Jadi, kami sedang hitung bagaimana ini dengan Jamkesda? dengan BPJS bagaimana? itu sedang kita dalami. Nanti saya ingin tukar pikiran dengan rumah sakit-rumah sakit, dengan pemerhati kesehatan, minta masukan dari masyarakat, minta masukan dari dinas, ke depan BPJS seperti apa,” kata Bima usai senam sehat bersama di lapangan Sempur, Kota Bogor, Sabtu (9/11/19) pagi.

Bima mengakui, kebijakan dari pemerintah pusat ini, cukup memberikan dampak tidak saja bagi pemerintah tapi bagi warga semuanya.

“Seperti peserta BPJS kelas 3, menurut saya jangan dibebani. Kelas 3 itu harusnya terus diberikan subsidi diberikan atensi. Sebetulnya itu. Kami berharap warga tidak usah dipusingkan lagi. Kira-kira gitu. Saya dan bu kadinkes, satu dua hari ke depan akan mengkaji betul bagaimana formula kita merespon kebijakan pusat soal BPJS ini,” ujarnya.

Ditanya soal peserta yang pindah kelas atau yang masih menunggak, Bima mengatakan memiliki opsi.

“Opsinya adalah kita mengalokasikan dari APBD Jamkesda melalui pendataan. Kami hanya menanggung warga miskin atau warga tidak mampu yang sakit saja. Jadi, warga yang tidak mampu dan warga yang sakit saja kalau ada datanya. Itu bisa menjadi pilihan sebetulnya,” ungkapnya. (boy)

Peringati HKN, Walikota Bogor Resmikan Kampung Germas

Kota Bogor – Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55, ribuan warga Kota Bogor bersama Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Abdul Rachim melakukan senam sehat bersama di lapangan Sempur, Kota Bogor, Sabtu (9/11/19) pagi.

Selain senam bersama, dilakukan juga pembentangan giant banner Germas dan HKN bertuliskan “Pola Hidup Sehat Agar Hidup Tidak Sesaat” oleh seluruh perserta senam. Dilanjutkan peresmian kampung Germas di wilayah Sempur dan pelepasan bibit ikan di sungai Ciliwung. Di acara ini, terdapat juga stand-stand RS dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Bima dan jajaran tampak ikut senam sehat dan usai kegiatan mengatakan, sehat itu nomor satu. Menjaga kesehatan tidak bisa setengah-setengah. Harus dari ujung ke ujung mulai dari pencegahan sampai pengobatan.

“Rumah sakit RSUD sedang dibangun, puskesmas terus diperbaiki, alat kesehatan terus ditambah. Saya juga minta ke Kadisdik setiap pagi semua siswa harus bergerak dan berolahraga. Biasakan setiap hari senam lakukan kayang atau peregangan setiap saat,” ucapnya.

Bima juga mengungkapkan bahwa fasilitas olahraga di lapangan bola yang ada di Jalan Kresna akan segera diresmikan. “Insya Allah tahun depan GOR dan Taman Topi akan dijadikan tempat berlari yang nyaman untuk semua. Jadi, semua kecamatan akan di sediakan fasilitas olahraga dan kita juga akan terus sampaikan kepada warga untuk hidup sehat dan mengkonsumsi makanan sehat,” pungkasnya. (boy)

Menjadi Penggerak Duta Sehat di Wilayah, Dinkes Sasar Milenial

Kota Bogor – Sebanyak 21 finalis duta muda sehat 2019 tingkat puskesmas se wilayah Kecamatan Bogor Selatan menjalani tahap seleksi akhir untuk dipilih sebagai juara yang akan mewakili Kecamatan Bogor Selatan di pemilihan duta muda sehat tingkat Kota Bogor. Acara pemilihan dilangsungkan di Hotel Pajajaran Suite, Bogor Nirwana Residence, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Selasa (22/10/19).

Kepala Puskesmas Bogor Selatan, drg. Ellyanti MKN, menjelaskan, pemilihan tingkat puskesmas se- wilayah Kecamatan Bogor Selatan ini, dilaksanakan oleh lima puskesmas yakni puskesmas Bogor Selatan, Mulyaharja, Cipaku, Bondongan, dan Lawang Gintung. Lima puskesmas ini, punya binaan wilayah kerja di 16 kelurahan se-Kecamatan Bogor selatan.

“Jadi, sebelum pemilihan duta muda sehat tingkat kota kita lakukan dulu pemilihan di tingkat wilayah yang nanti pemenangnya akan mewakili wilayah kecamatannya di tingkat kota pada bulan November nanti,” jelasnya.

Ia menerangkan, audisi di tingkat wilayah ini sudah berlangsung dari bulan lalu. Dan hari ini adalah tahap seleksi akhir. Dari puluhan peserta yang mendaftar dan diseleksi di tiap-tiap puskesmas, terjaring 21 peserta di mana masing-masing puskesmas di tiap kelurahan mengirimkan kandidatnya 4 orang.

Untuk tahapan seleksi, Kepala Puskesmas Cipaku, dr. Heryman, M.Kes menjelaskan, usia peserta yang mengikuti pemilihan ini dari 17-24 tahun. Tahapan seleksi yang dilakukan berupa tes tulis sebanyak 20 soal tentang kesehatan secara umum, lalu wawancara terkait wawasan mereka tentang kesehatan, kemudian mereka melakukan presentasi dan terakhir melihat CV track record dari masing-masing peserta. Itu nanti ditotal nilainya.

“Dari 21 peserta akan pilih yang nilainya tertinggi. Dari situ kami tentukan tiga pasang juara 1, 2, dan 3. Namun yang mewakili ke tingkat kota hanya diajukan dua pasang juara yakni juara 1 dan 2 saja. Pemilihan tingkat kota akan dilangsungkan di bulan November sekaligus memperingati hari kesehatan nasional ke-55,” terangnya.

drg. Ellyanti meneruskan, pemilihan ini, diinisiasinya oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor. Di tingkat wilayah dilaksanakannya oleh puskesmas. Tujuannya memilih duta muda sehat tingkat wilayah sebagai penggerak kesehatan di wilayahnya masing-masing.

Duta sehat ini, adalah generasi change maker atau pembawa perubahan yang nantinya membantu menyelesaikan masalah-masalah yang ada khususnya dalam bidang kesehatan. Sehingga peran pemerintah dan masyarakat mendorong inisiatif pemuda seperti yang tercantum dalam deklarasi pemuda siaga peduli kesehatan bahwa pemuda dapat berperan sebagai motivator, penggerak, pelopor pembangunan kesehatan dan pelaksana kegiatan kesehatan.

“Kenapa pemuda? karena melalui generasi muda kita bisa ikut berperan mengedukasi masyarakat untuk berprilaku hidup bersih dan sehat. Kecamatan Bogor Selatan ingin memastikan potensi yang diwakil oleh pemuda pemudi untuk berperan serta aktif dalam pembangunan di bidang kesehatan. Melalui sarana promosi, prilaku, dan gaya hidup sehat dari oleh dan untuk masyarakat sehingga masyarakat tahu, mau, dan mampu menjadi insan yang cinta sehat dan siap membangun negerinya,” ungkapnya.

Dinkes Kota Bogor Siaga Bencana..

Kota Bogor – Untuk membantu penanganan bencana alam banjir dan tanah longsor, tim kesehatan memegang peranan penting dalam menyelamatkan warga yang menjadi korban bencana.

Dilibatkan dalam latihan gabungan sebagai tim pembantu penanggulangan bencana alam, Suroto dari Dinas Kesehatan Kota Bogor pada bidang yankes mengatakan, tim yang di persiapkan mulai dari dokter, perawat, sopir ambulance. Sedangkan untuk alat-alat yang dipersiapkan seperti PhD, infus set, peralatan luka, peralatan untuk patah tulang, P3K, dan obat-obatan.

“Teknisnya bila terjadi bencana kami biasanya tunggu instruksi dari BPBD dan TNI baru menurunkan tim dari puskesmas karena Dinkes timnya gabungan. Dari puskesmas kemudian dikoordinasikan dulu bagaimana baiknya, baru kami turun ke lapangan,” terangnya, usai latihan di lapangan Sempur Kaler, Kelurahan Sempur, Kota Bogor, Kamis (17/10/19).

Ia menjelaskan, untuk tim di wilayah, satu korwil itu membawahi beberapa puskesmas. Biasanya satu korwil itu perwakilan dari puskesmas. Satu dokter dan dua perawat. Kalau untuk mobil ambulance dari dinkes siap terus di puskesmas tiap wilayah juga ada. Karena puskesmas yang mempunyai rawat inap pasti ada ambulance-nya.

“Kalau ada korban ibu hamil maka kami libatkan bidan, perawat, dokter, kesling untuk kebersihan air minum, P2P. Biasanya hari ketiga bencana itu, korban bencana biasanya diserang penyakit. Jadi kita harus melihat ada yang terserang penyakit atau tidak,” jelasnya.

Merokok di Mall Siap-Siap Disidang..

Kota Bogor – Belasan orang terjaring razia tipiring karena kedapatan merokok di kawasan tanpa rokok (KTR).

Para pelanggar KTR tersebut langsung menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) yang dilakukan di halaman plaza Jambu Dua, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Razia KTR ini, melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes), Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), Koramil Bogor Utara, dan Polsek Bogor Utara.

Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Erni Yuniarti menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya penegakan hukum perda KTR di Kota Bogor. Dalam razia ini, sebanyak 18 orang yang kedapatan merokok di dalam mal dan di dalam angkot langsung digiring untuk menjalani sidang tipiring.

“Jadi, sanksi bagi pelanggar KTR ini, denda maksimalnya sebesar Rp 100 ribu atau kurungan selama tiga hari. Tapi selama ini, hakim jaksa memutuskan rata rata Rp 50-60 ribu tergantung kesalahannya. Karena biasanya, sebelum dijatuhi sanksi hakim pasti menanyakan kenapa dia melanggar. Alasannya ada yang karena tidak tahu dan bukan warga Kota Bogor, atau tidak di infokan pemilik tenant. Jadi itu, menjadi pertimbangan hakim dalam memutuskan vonis,” jelasnya, Rabu (30/10/19).

Erni mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke seluruh mal di Kota Bogor. Bahkan di perda lama diterangkan bahwa tempat umum dan tempat kerja untuk menyediakan tempat merokok.

“Jadi, tempat umum ini memungkinkan untuk memfasilitasi tempat merokok. Yang penting tidak boleh di tempat lalu lalang dan harus ada penanda tempat merokok,” jelasnya.