Pelaku Pencurian Meter Air Diciduk Polisi

BOGOR – Polisi berhasil meringkus seorang pria yang diduga pelaku pencurian meter air di sejumlah tempat Kota Bogor. TS (38) diringkus jajaran Polres Bogor Kota di Jalan Perintis Kemerdekaan Kebon Jahe Kelurahan Kebon Kalapa Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, Rabu (6/6/2018).

TS diciduk tanpa perlawanan dan langsung dibawa di Mapolresta untuk pengembangan kasusnya. Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit kendaraan sepeda motor yang digunakan untuk melakukan pencurian, satu smartphone warna putih, kunci inggris, 29 unit meter air yang belum sempat terjual dan sebelas unit sambungan keran.

Penangkapan TS berawal dari hasil penyelidikan saksi yang melihat pelaku sedang mencoba mencuri meter air salah satu ruko di kawasan Cimanggu. Aksinya terekam kamera pengawas sehingga terlihat cukup jelas plat nomor kendaraan pelaku. Saksi bersama sejumlah pegawai PDAM melaporkan temuan ini ke Polresta Bogor.

Berbekal informasi warga dan rekaman CCTV, Satreskrim Polresta Bogor bergerak menciduk tersangka di kediamannya. Kini, pelaku yang pernah menjadi pegawai lepas harian di PDAM itu mendekam di tahanan Mapolresta Bogor untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan upaya pengembangan kasus.

Sekretaris Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor Rinda Lilianti mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam mengungkap dan menangkap pelaku pencurian meter air yang meresahkan masyarakat dalam dua pekan terakhir.

“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah berhasil menangkap pelaku. Ini juga menunjukkan bahwa PDAM serius menangani kasus pencurian meter air yang merugikan pelanggan,” ujar Rinda. (humas dan sosial)

Diduga Arus Pendek Rumah Warga Disempur Ludes Terbakar

Bogor – Dua rumah milik warga dikampung lebak kantin RT 03/05, bogor tengah kota bogor hangus dilalap sijago merah, Sabtu (9/6).

Diduga api berasal dari arus pendek akibatnya rumah milik Asep dan Dudung hangus terbakar, sehingga kerugian diduga mencapai ratusan juta rupiah.

Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Marse Hendra Saputra mengatakan,  peristiwa tersebut diduga akibat konsleting listrik atau arus pendek dari salah satu rumah warga milik Dudung, kemudian merambat ke rumah Asep yang lokasinya berdekatan dengan tempat kejadian kebakaran.

“Peristiwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 13.45 WIB, ada dua rumah milik warga yang hangus terbakar, yakni rumah Dudung dan Asep,” ungkap Marse, Sabtu (9/6/2018).

Marse menambahkan, karena api membesar sehingga merambat kerumah lainnya dan satu rumah milik Eliya terkena imbasnya. “Rumah yang terbakar itu diisi 3 KK dan 12 jiwa, semuanya selamat. Sementara kerugiannya ditaksir mencapai Rp 150 juta,” tambahnya.

Api berhasil dijinakan pukul 14.15 WIB, setelah 5 unit armada damkar Kota Bogor dan satu dari kabupaten dikerahkan.

Saat ini pemerintah kota bogor masih mendata kerugian milik korban dan mengevakuasi keluarga yang terkena musibah kebakaran.  (boy)

Lahannya Dirusak PT. Waskita, Pemilik Lahan Dijalur Tol Bocimi Siapkan Somasi

Bogor – Geram akibat lahan miliknya dirusak PT. Waskita, Agus Mulyadi salah seorang pemilik lahan yang terdampak pelebaran Tol Bocimi diwilayah Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Bogor langsung mematok lahan miliknya, Sabtu (9/6).

Melalui Kuasa Hukumnya Agus Mulyadi menyayangkan adanya pengrusakan lahan miliknya oleh pihak PT Waskita selaku pengembang jalan tol. Akibatnya, lahan seluas 1650 meter miliknya tak dapat lagi digunakan untuk berkebun.

“Tanah saya ini memiliki luas 2000 meter terbagi pada dua bidang yakni yang satu 1650 dan satu lagi 350 meter. Dari 1650 baru dibebasin 310 dan 310 ini dibebasin 100 meter berarti jumlah tanah yang dibebasin semuanya 410 meter. Sedangkan sisanya tanpa ada ijin tahu-tahu sudah diurug jadi rusak dan belum dapat ganti rugi,”kata pemilik tanah Agus Mulyadi yang didampingi kuasa hukumnya, Greggorius Djako kepada wartawan, Sabtu (9/6/2018).

Sementara Kuasa Hukum korban Greggorius Djako mengatakan, untuk menjaga hal yang tidak diinginkan, pihaknya melakukan pemasangan plang atau tanda bahwa dilokasi tersebut ada sebidang tanah seluas 1650 milik Agus Mulyadi.

“Lokasi tanah ini belum pernah dijual karena milik pribadi berdasarkan girik C986 persil 109 S2, “ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk mengamankan aset dan penting menjaga agar tanah ini tidak dirusak oleh pihak manapun juga, pemilik tanah melakukan pematokan dan memberikan tanda kalau tanah ini benar-benar milik pribadi yang tidak pernah serta belum pernah diperjualbelikan.

“Makanya, kami melakukan pematokan untuk mengamankan tanah agar tidak berlanjut dirusak, “tegas Greogius.

Gregorius menegaskan pihaknya akan melayangkan surat keberatan dan meminta ganti rugi kepada pihak waskita. “Senin surat keberatan klien kami sudah kami layangkan kekantor waskita, dan kami berharap ada penyelesaian, ” tandasnya. (boy)

Ada Gangguan Pasokan Air, Petugas PDAM Kota Bogor Telusuri Jalur Cipaku – Bubulak

PDAM Telusuri Jalur Cipaku-Bubulak

Kota Bogor – Tim dari Bagian Transmisi dan Distribusi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menelusuri jalur pipa Distribusi dari Reservoir Cipaku di Kelurahan Cipaku Kecamatan Bogor Selatan hingga Kelurahan Bubulak Kecamatan Bogor Barat sejauh 10-15 kilometer.

Petugas Sub Bagian Pengaliran dan Jaringan dibantu personil Sub Bagian Penanggulangan Kebocoran bahu membahu jalur pipa menuju wilayah zona III setelah mendapat informasi gangguan pengaliran di wilayah Bubulak.

Sekretaris PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Rinda Lilianti mengatakan, hingga Rabu siang (16/5/2018), petugas belum menemukan penyebab utama gangguan pasokan air bersih ke wilayah Bubulak dan sekitarnya.

“Hingga Rabu sore pukul 15:00 WIB, petugas gabungan masih menelusuri kemungkinan ada gangguan teknis pada jaringan pipa distribusi yang mengarah ke wilayah Bubulak. Mungkin ada pipa bocor atau tersebut, sehingga pasokan air bersih ke Bubulak tidak normal. Pipa bocor atau tersumbat bisa membuat tekanan air menjadi berkurang,” kata Rinda.

Sementara untuk menangani gangguan di wilayah Bubulak, Rinda menyebutkan PDAM sudah menyiapkan Tangki Air Hydrant Umum (TAHU). Petugas sudah berkoordinasi dengan Kelurahan Bubulak mencari titik pemasangan tangki portabel itu.

“Kalau tangki air sudah jalan dari beberapa hari lalu. Memang tidak mencakup keseluruhan warga yang membutuhkan. Untuk itu kami mohon maaf atas gangguan pelayanan ini,” tutup Rinda. (humas dan sosial)

Kenapa Dadang – STS Harus Menang, Ini Kata Abdi Yuhana ..

Kota Bogor – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Abdi Yuhana mengajak warga Kota Bogor pendukung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Dadang Iskandar Danubrata dan Sugeng Teguh Santoso untuk memenangkan Pilkada Kota Bogor.

“Saya mengajak warga Kota Bogor untuk menjemput perubahan dengan memilih pasangan dadang – sugeng calon pemimpin yang bersih,” kata Abdi dalam orasi politiknya di gelaran kampanye akbar, dilapangan Semeru, Sabtu (12/5/2018).

Menurut Abdi, kenapa warga Kota Bogor harus memilih pasangan nomor 4 Dadang – Sugeng,  menurutnya pasangan nomor empat adalah pasangan yang bersih, memiliki program pro rakyat,  pasangan yang berbudaya relijius dan pemimpin yang nasionalis dan toleran.

“Dengan program berbasis 50 juta per RT, maka program pembangunan diwilayah akan bergerak dan akan berimbas menurunkan angka pengangguran dikota bogor,” tegasnya.

Dalam kesempatan inipun politisi banteng muda Jawa Barat ini menegaskan, Kota Bogor yang pernah mendapat kota yang intoleran  kedepan harus menjadi kota yang aman,  nyaman dan damai untuk semua masyarakatnya tanpa membedakan ras,  suku dan agama.  (ded)

Jelang Puasa, Ribuan Pendukung Dadang – STS cucurak Bareng Dikampanye Akbar

Kota Bogor – Sebagai simbol kebersamaan,  ribuan pendukung calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor nomor urut empat (4) Dadang – STS menyantap nasi liwet dalam kegiatan kampanye akbar yang digelar dilapangan semeru Kota Bogor,  Sabtu (12/04).

Calon Walikota Bogor nomor urut empat yang akrab disapa DID ini mengatakan, ngaliwet ini sesuai dengan motto paslon empat yakni Bogor bersama, jadi apapun itu kita akan selalu bersama dengan rakyat. “karena kita hadir untuk rakyat, seperti hal-nya ngeliwet ini, kita makan bersama di daun yang sama dan bersama-sama,” ujar Dadang saat menyantap liwet bersama dengan ribuan relawan dan juga pendukungnya dari unsur partai pengusung.

Senada dikatakan Wakil Dadang Danubarata, Sugeng Teguh Santoso. Menurut pria berpeci hitam itu, ngeliwet adalah simbol kebersamaan gotong royong, mulai dari belanja, masak dan makannya pun bersama.

“Ini pula yang akan kita terapkan nanti di masa kepemimpinan, yaitu selalu mengedepankan kebersamaan bersama-sama, karena kedua partai pengusung kami selalu mengedepankan gotong royong,” tegas pria berprofesi Advokat itu.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan paslon DID-STS, Rusmiati Ningsih mengatakan, gelaran ngaliwet akbar ini selain bertujuan mengedukasi warga untuk selalu bergotong royong, itupun dilakukan semata-mata untuk menggapai kemenangan haruslah di tunjukan dengan kerja keras yang oftimal.

“Sekuat-kuatnya kita gotong royong dan sekeras-kerasnya kita kerja itu untuk menggapai kemenangan pemimpin dalam kebersamaan,” pungkasnya. (ded)

Ingin Walikota Baru, Ribuan Pendukung Dadang – STS Penuhi Lapangan Semeru

Kota Bogor – Kampanya akbar pasangan calon walikota dan wakil walikota bogor nomor urut empat (4) Dadang – Sugeng digelar dilapangan semeru kota bogor, Sabtu (12/4).

Ribuan kader Partai PDI Perjuangan, PKB dan relawan ikut hadir memeriahkan jalannya kampanye yang diisi dengan senam pagi,  orasi politik,  hiburan dan diakhiri dengan ngaliwet bareng.

“Yang hadir disini hanya perwakilan saja, dan Alhamdulillah ribuan pendukung dan simpatisan dadang – sugeng hadir, ” ujar Ketua Tim Kampanye Rusmiati Ningsih, Sabtu, (12/04).

Sementara beberapa warga yang juga relawan Dadang – STS menegaskan, kehadirannya diacara kampanye akbar ini merupakan harapannya agar Kota Bogor memiliki pemimpin baru. “Saya ingin kota bogor lebih baik dan memiliki walikota baru yang pro rakyat,  dan dadang – sugeng pilihan yang tepat,” ungkap Eti salah seorang relawan asal bogor barat.

Selain ribuan pendukung nomor empat Dadang – Sugeng, hadir beberapa jurkam dari DPRD Kota Bogor, DPRD Jawa Barat dan DPR RI. (de)

Harapan Dinkes Kota Bogor menuju UHC (Universal Health Coverage)

Kota Bogor – Sehat merupakan hak setiap orang, baik orang kaya mupun orang miskin. Oleh karena itu pemerintah menggulirkan program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Sebagaimana tertera dalam Peraturan Presiden nomor 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan bahwa Jaminan Kesehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah.

Nah, disini jelas  bahwa jaminan kesehatan itu “tidak gratis” artinya harus membayar iuran atau iurannya dibayarkan oleh pemerintah bagi fakir miskin dan orang tidak mampu.  Bagi fakir miskin dan orang tidak mampu yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah disebut sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional Penerima Bantuan Iuran (JKN  PBI).

Universal Health Coverage (UHC) menurut  WHO adalah Sistem kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bermutu dengan biaya terjangkau.

UHC merupakan target yang tertuang dalam Peta Jalan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). UHC JKN diartikan bahwa seluruh masyarakat sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional dan dapat mengakses pelayanan kesehatan.

Kepesertaan JKN yang dikelola oleh BPJS terdiri dari jenis kepesertaan :

1. Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang terdiri dari: fakir miskin dan orang tidak mampu
2. Bukan PBI yang terdiri dari:
– Pekerja Penerima Upah (PPU): PNS/TNI/POLRI dan karyawan
– Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU): wiraswasta/memiliki usaha sendiri
– Bukan Pekerja: tidak memiliki pekerjaan dan dari kalangan sosial ekonomi yang mampu

Cakupan kepesertaan JKN Kota Bogor di akhir 2017 mencapai 770.331 jiwa (77%) dan diharapkan mencapai UHC di Januari 2019. Prosentase kepesertaan JKN di BPJD KCU Kota Bogor adalah peserta PBI 47% dan Bukan PBI 53%.

Melihat prosentase tersebut dapat disimpulkan bahwa masih kurangnya prosentase kepesertaan Bukan PBI. Jumlah peserta JKN Mandiri Kota Bogor yang menunggak sejumlah 90.000 an jiwa yang tentunya menjadi beban bagi BPJS untuk membayar jasa pelayanan ke Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik/dokter praktek swasta yang bekerjasama dengan BPJS. Permasalahan tersebut merupakan tantangan yang besar bagi Pemerintah, Masyarakat Kota Bogor, dan BPJS untuk pencapaian target UHC JKN Kota Bogor.

Guna pengoptimalan program JKN maka pemerintah pusat telah membuat berbagai regulasi update di tahun 2017 dan 2018, yaitu diterbitkannya Instruksi Presiden, Peraturan Menteri Dalam Negeri, Peraturan Menteri Keuangan, Peraturan Walikota Bogor, Surat Edaran Walikota Bogor, dan MOU tentang UHC Pemerintah Kota Bogor dengan BPJS.

Dalam rangka pengentasan kemiskinan Kota Bogor, dilakukan salah satu langkah dari sektor kesehatan yaitu melalui kepesertaan PBI JKN, baik yang didanai oleh Pemerintah Pusat maupun yang didanai oleh Pemerintah Daerah. Tujuannya adalah agar masyarakat miskn dan tidak mampu dapat mengakses layanan kesehatan. Saat ini masih dilakukan pendataan masyarakat miskin oleh kelurahan agar masyarakat tersebut dapat didaftarkan sebagai peserta PBI JKN.

Berikut ini adalah tantangan UHC Kota Bogor:

1. Kesiapan pemetaan dan pendataan penduduk yang belum terdaftar JKN
2. Kesiapan dukungan perangkat daerah
3. Kesiapan alokasi anggaran
4. Dukungan masyarakat dari kepesertaan mandiri/pekerja (Peserta Bukan PBI) sebagai subsidi bagi pembiayaan JKN

Adapun strategi pencapaian UHC Kota Bogor :

1. Segi Pendataan, berapa penduduk miskin-tidak mampu dan penduduk mampu
2. Segi Regulasi, aturan daerah, dibentuk Tim Komunikasi BPJS, Tim Percepatan UHC
3. Segi Anggaran, kemampuan daerah /APBD Murni, Bantuan Provinsi dan Bantuan Pusat
4. Memaksimalkan Peran Lintas Sektor
5. Meningkatkan Peran Serta Masyarakat dan menyamakan persepsi masyarakat tentang JKN yaitu melalui sosialisasi masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya JKN sebagai Asuransi Kesehatan Sosial Nasional
Demi terwujudnya UHC perlu peran serta berbagai pihak, Pemda dengan jajarannya, dunia usaha / swasta, tokoh masyarakat   serta masyarakat sendiri.

Masyarakat yang tidak tercover dalam kepesertaan JKN PBI atau bekerja pada instansi atau perusahaan agar secara sukarela mendaftarkan diri dan disiplin dalam membayar premi serta mengikuti peraturan yang berlaku dalam pelayanan JKN/KIS. Mari kita sukseskan bersama program Universal Health Coverage di Kota Bogor, agar semua lapisan masyarakat mendapatkan jaminan kesehatan tanpa terkecuali.

Oleh: dr. Tri Yuliani,MKM Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Jaminan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bogor.

KINERJA DINAS KESEHATAN KOTA BOGOR TAHUN 2017 DALAM PROGRAM UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT MENUJU BOGOR KOTA SEHAT

Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setingggi-tingginya. Derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari berbagai indikator yaitu indikator angka harapan hidup, angka kematian  dan status gizi masyarakat.

Pembangunan manusia adalah sebuah proses pembangunan yang bertujuan agar manusia mempunyai kemampuan di berbagai bidang, khususnya dalam bidang kesehatan, pendidikan dan pendapatan.  Keberhasilan pembangunan manusia dapat diukur melalui tiga hal yaitu umur panjang dan sehat, berpengetahuan dan memiliki kehidupan yang layak. Umur panjang dan sehat  direpresentasikan dengan indikator angka harapan hidup ; pendidikan direpresentasikan dengan indikator angka melek huruf; serta kehidupan yang layak direpresentasikan dengan indikator kemampuan daya beli. Semua indikator yang merepresentasikan ketiga indikator pembangunan manusia  terangkum dalam suatu nilai  tunggal yaitu Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index).

Dinas Kesehatan merupakan salah satu SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang mengupayakan indikator umur panjang dan sehat masyarakat Kota Bogor melalui berbagai upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif melalui Visi “Masyarakat Kota Bogor Sehat, Nyaman, Mandiri dan Berkeadilan”. Tercapainya Visi tersebut bukan semata-mata hasil kerja Dinas Kesehatan akan tetapi merupakan hasil kerja seluruh sektor yang didukung oleh  peran serta seluruh masyarakat. Adapun masyarakat Kota Bogor sesuai Visi tersebut di atas yang ingin dicapai adalah masyarakat yang ditandai penduduknya hidup dalam lingkungan yang sehat dengan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Lingkungan sehat yang diharapkan adalah yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan pemukiman yang sehat, serta perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan. Perilaku sehat yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Kemampuan masyarakat yang diharapkan adalah yang mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu tanpa adanya hambatan, baik yang bersifat ekonomi maupun non ekonomi. Pelayanan kesehatan yang bermutu yang dimaksudkan disini adalah pelayanan kesehatan yang memuaskan pemakai jasa pelayanan serta yang diselenggarakan sesuai dengan standar dan etika profesi. Diharapkan dengan terwujudnya lingkungan dan perilaku hidup sehat serta meningkatnya kemampuan masyarakat maka derajat kesehatan perorangan, keluarga, dan masyarakat dapat ditingkatkan secara optimal.

Selanjutnya untuk dapat mewujudkan Visi tersebut, ditetapkan 4 Misi Pembangunan Kesehatan Kota Bogor sebagai berikut :

  1. Menyediakan sarana dan pelayanan kesehatan yang paripurna merata, bermutu, terjangkau dan nyaman.
  2. Menggerakkan peran serta masyarakat dalam meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan lingkungan serta jaminan kesehatan
  3. Memenuhi ketersediaan dan pemerataan tenaga kesehatan yang profesional dan amanah.
  4. Menyelenggarakan tata kelola sumberdaya kesehatan yang adil, transparan dan akuntabel

Untuk mewujudkan tercapainya Visi dan Misi Dinas Kesehatan Kota Bogor tersebut di atas, telah disusun target kinerja, program dan indikator kinerja program yang dituangkan kedalam 17 program salah satunya adalah yaitu Program Upaya Kesehatan Masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat terutama layanan kesehatan khusus  seperti kesehatan mata, kesehatan jiwa, kesehatan olah raga, kesehatan jemaah haji, dan kesehatan tradisional sehingga masyarakat Kota Bogor yang sehat dapat terwujud.

Berikut ini adalah beberapa kegiatan dan hasil kegiatan yang dilaksanakan selama tahun 2017 dalam upaya kesehatan masyarakat Kota Bogor terutama layanan kesehatan khusus yaitu sebagai berikut :

  1. Kesehatan Indra Penglihatan dan Indra Pendengaran, beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan diantaranya adalah :
    1. Pemberian Kacamata gratis bagi anak sekolah dasar/MI yang bertujuan untuk memberikan bantuan kacamata gratis bagi anak sekolah dari keluarga miskin di Kota Bogor. Diberikan kepada 450 orang yang mengalami gangguan visus atau tajam penglihatan, sehingga diharapkan gangguan penglihatan anak tersebut dapat dikoreksi.
    2. Sosialisasi Program Indera Pendengaran bagi siswa SMA/SMK, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan indera bagi anak sekolah, khususnya siswa SMA/SMK, Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang siswa dari SMA dan SMK se Kota Bogor.
    3. Pemberian Kacamata bagi Lansia, bertujuan untuk memberikan bantuan kacamata gratis bagi para lansia yang merupakan kader kesahatan Kota Bogor yang mengalami gangguan visus atau tajam penglihatan.

 

  1. Kesehatan jiwa

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan yang memfokuskan pada masalah kejiwaan, agar pasien dengan gangguan jiwa dapat terdeteksi dan tertangani. Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya :

  1. Pembinaan ACT (Asertive Community Treatment) di Puskesmas bertujuan untuk memberikan pelayanan yang komprehensif dan fleksibel, dukungan dan layanan rehabilitasi untuk individu dengan gangguan jiwa berat, dimana layanan diberikan di lingkungan natural pasien, bukan dalam setting Rumah Sakit kepada 12 puskesmas agar pasien mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa di tempat pasien tinggal.
  2. Pelatihan Kader dalam Rangka Deteksi Dini Kesehatan Jiwa, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan 100 orang kader agar mampu menjalankan proses pemberdayaan kepada pasien maupun keluarga penderita gangguan jiwa guna mendukung peran tenaga medis dalam menanggulangi masalah kesehatan jiwa yang ada di masyarakat.
  3. Sosialisasi Program Kesehatan Jiwa Bagi Siswa Menengah, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran tentang kesehatan jiwa kepada 100 orang siswa dari wilayah Kota Bogor dalam mendukung program kesehatan jiwa.

 

  1. Upaya Kesehatan Kerja
    1. Review Walk Through Survey pada Kelompok Kerja Informal bertujuan untuk mengidentifikasi sumber bahaya di tempat kerja, menemukan lokasi bahaya potensial, mengidentifikasi kebijakan manajemen terhadap upaya kesehatan kerja dan keselamatan kerja, mengidentifikasi potensi hazard yang perlu dilakukan kajian/ survey lebih dalam, seperti IPAL, kantin, dan sebagainya. Survey ini telah dilakukan kepada 40 pekerja informal di Kota Bogor seperti bengkel sandal dan sepatu, serta pabrik tempe.
    2. Sosialisasi Kesehatan Kerja pada Pekerja Informal

Kegiatan ini dilakukan kepada 50 pekerja informal di Kota Bogor dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja dalam mengidentifikasi sumber bahaya di tempat kerja, menemukan lokasi bahaya potensial, mengidentifikasi kebijakan manajemen terhadap upaya kesehatan kerja dan keselamatan kerja, mengidentifikasi potensi hazard yang perlu dilakukan kajian / survey lebih dalam, seperti IPAL, kantin,dan sebagainya.

 

  1. Pelayanan kesehatan Haji

Penyelenggaraan kesehatan haji meliputi Pemeriksaan kesehatan, bimbingan dan penyuluhan kesehatan haji, pelayanan kesehatan, imunisasi, surveilans, Sistem Kewaspadaan Dini dan respon Kejadian Luar Biasa (KLB), Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan musibah massal, Kesehatan lingkungan dan manajemen penyelenggaraan kesehatan haji.

Tujuan  penyelenggaraan kesehatan haji yaitu meningkatkan kondisi kesehatan jemaah haji sebelum keberangkatan, menjaga agar jemaah haji dalam kondisi sehat selama menunaikan ibadah sampai tiba kembali ke tanah air, dan mencegah terjadinya transmisi penyakit menular yang mungkin terbawa keluar /masuk oleh jemaah haji.

Pada pelayanan kesehatan haji dilakukan juga test kebugaran jasmani bagi jemaah haji Kota Bogordengan tujuan agar mengetahui tingkat kebugaran Jemaah Haji Kota Bogor sehingga para Jemaah dapat menyesuaikan dan melatih aktifitas fisik sesuai dengan tingkat kebugaran jasmani masing-masing Jemaah. Jemaah Haji Kota Bogor tahun 2017 yang diperiksa kebugaran sebanyak 832 orang, dengan hasil sebagai berikut

No

Puskesmas

 

Jml Cjh

 

Jumlah yang diukur

Kebugarannya

 

Kategori
Baik Cukup Kurang

Gagal

1 Tanah Sareal 225 189 5 132 50 2
2 Bogor Timur 95 79 2 53 18 6
3 Bogor Selatan 109 103 0 43 47 13
4 Semplak 235 192 11 126 52 3
5 Bogor Tengah 100 58 11 32 14 1
6 Tegal Gundil 220 211 31 131 41 8
Jumlah 984 832 60 517 222 33

 

  1. Perawatan Kesehatan Masyarakat

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat (rawan kesehatan) dalam mengatasi masalah kesehatannya, sehingga dengan upaya tersebut diharapkan dapat tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal dengan mengupayakan upaya-upaya preventif dan promotif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. Pelayanan Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) dilakukan dalam bentuk pelayanan di dalam dan luar gedung dengan sasaran pelayanan adalah pelayanan terhadap Individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan selalu memprioritaskan sasaran rawan terhadap masalah kesehatan (Rentan Resiko Tinggi). Kegiatan perkemas di ruang lingkup Puskesmas secara garis besar adalah Asuhan keperawatan pasien kontak Puskesmas diantaranya, Pengkajian keperawatan (Penemuan kasus atau masalah kesehatan baru), Pendidikan kesehatan kepada individu atau keluarga, Tindakan keperawatan langsung (Direct Care), Konseling Keperawatan ( Nursing Center), Pengobatan (Sesuai Kewenangan), Penanggulangan kasus gawat darurat (Sesuai Kewenangan), Penanggulangan Infeksi rujukan dan Dokumentasi Pelayanan Keperawatan.

               Cakupan Perawatan Kesehatan Masyarakat Kota Bogor

No Variabel Tahun
2015 2016 2017
1. Keluarga Rawan 151.345 151.468 151.720
2. Keluarga Rawan Tercacat 74.232 74.367 74.421
3. Keluarga Rawan yang Dibina 65.241 65.362 66.662
4. Keluarga Rawan yang selesai di Bina 59.231 59.345 60.645
5. Keluarga Rawan yang perlu tindak  lanjut Perawatan 6312 6561 6652

 

  1. Kegiatan Kesehatan Gigi dan Mulut
  2. Penyediaan Sarana Prasaran Layanan Kesehatan Gigi

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pembangunan kesehatan di Kota Bogor khususnya pelayanan kesehatan Gigi dan Mulut  melalui peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana pelayanan kesehatan di Puskesmas, dan tersedianya sarana penunjang pelayanan kesehatan kedokteran gigi di puskesmas sesuai standar, sehingga kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat meningkat.

  1. Program Kesehatan Gigi
    1. Pengembangan UKGM (Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat) Inovatif di wilayah Kota Bogor

Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa (UKGMD) merupakan upaya Puskesmas dalam menjangkau pelayanan kesehatan gigi di masyarakat kelurahan melalui Posyandu dikota Bogor. Kegiatannya berupa penyuluhan kesehatan gigi bagi ibu hamil dan ibu balita yang datang ke posyandu, pemeriksaan gigi secara visual oleh kader yang telah terlatih, dan rujukan bagi yang membutuhkan pengobatan gigi lanjutan. Jumlah posyandu yang telah melakukan kegiatan UKGMD pada tahun 2017 sebanyak 844 posyandu yakni sebesar 88%.

  1. Pelatihan Pendidikan Kesehatan Gigi dan Mulut Bagi Guru PAUD di Wilayah Kota Bogor Tahun 2017

Kegiatan ini bertujuan untuk pelayanan kesehatan gigi dan mulut pemberdayaan guru PAUD di wilayah kerja puskesmas Kota Bogor dengan sasaran 45 orang guru PAUD di wilayah Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Berikut adalah jumlah kunjungan gigi di puskesmas :

 

No

 

Kunjungan Gigi Puskesmas

Tahun
2015 2016

2017

1 Rawat Jalan Gigi Umum 136.998 138.785 139.521
2 Anak SD/MI 22.048 22.162 22.371
3 Bumil 4.084 4.128 4.167
4 PraSekolah 56.832 54.269 55.348
JUMLAH 219.962 219.344 221.407

 Upaya Kesehatan Gigi  Sekolah (UKGS) merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan Puskesmas untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi di lingkup Sekolah Dasar. Kegiatan yang dilaksanakan berupa penyuluhan  kesehatan gigi dan sikat gigi massal, serta dilakukan  screening pemeriksaan gigi khususnya bagi siswa SD kls 1, kls 3, dan kls 5. Bagi siswa yang membutuhkan perawatan gigi diberi surat rujukan ke Puskesmas guna memperoleh pengobatan gigi selanjutnya. Dari jumlah 221.407 siswa yang diperiksa sebanyak 69.236 siswa atau 31,3% memerlukan perawatan gigi yang pada umumnya dengan diagnose persistensi (gigi susu yang terlambat dicabut) dan karies.

                             Cakupan UKGS Puskesmas

No Kegiatan 2015 2016 2017
1 Murid SD yg diperiksa 48.156 63.896 64.574
2 Murid SD yg perlu Perawatan 28.383 29.819 29.932
3 Murid SD yg mendapat Perawatan 13.238 15.391 15.673
6 Sikat Gigi Masal 4058 4126 4213
  1. Kegiatan Kesiapsiagaan Bencana dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)

Kegiatan ini bertujuan untuk membrikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum dan khusus saat terjadi bencana dan keadaaan darurat lainnya serta melakukan kesiapsiagaan. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan diantaranya sebagai berikut :

  1. Pembentukkan tim khusus yang terdiri dari petugas pelayanan kesehatan dari jajaran Dinas Kesehatan Kota Bogor, yaitu Dokter, Perawat dan Ambulance beserta pengemudi Dalam penanggulangan dan kesiapsiagaan bencana Tim berkoordinasi dengan lintas program dan Puskesmas yang wilayahnya terkena dampak bencana serta koordinasi lintas sektor terkait antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Kecamatan, Kelurahan dan PMI. Beberapa kejadian bencana di Kota Bogor :
    1. Penanganan banjir di cibuluh, kedung halang, Sukaresmi, Kayumanis. Penanganan tanah longsor di Semplak, Mulyaharja. Penanganan angin puting beliung di Bogor Selatan.
    2. Pelayanan kegawatdaruratan di penghujung tahun 2017 adalah pelayanan Pos Kesehatan di daerah bencana kebakaran dikelurahan Empang wilayah kerja Puskesmas Gang Aut dengan membuka posko Kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan semala 7 hari dan 24 jam untuk para pengungsi.
  2. Pertemuan TRC (Tim Reaksi Cepat)

Pertemuan Tim Reaksi Cepat (TRC) Bencana, dengan sasaran seluruh Puskesmas di kota Bogor. dan perwakilan unsur terkait dalam pelaksanaan Penanggulangan Bencana dengan total peserta sebanyak 55 orang. Tujuannya antara lain meningkatkan pengetahuan penganggulangan bencana, meningkatkan peningkatan earlywarning berbasis masyarakat, alur rujukan dan koordinasi saat penanganan bencana, melakukan mitigasi dan RHA serta membentuk TIM TRC di masing-masing Puskesmas di Kota Bogor.

  1. Program Indonesia Sehat dengan pendekatan Keluarga (mulai pertengahan 2017)

Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga merupakan program nasional yang harus dilaksanakan dalam mendukung pencapaian standar pelayanan minimal. Terdapat 12 indikator utama untuk penanda status kesehatan sebuah keluarga. Kedua belas indikator utama tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB).
  2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan.
  3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap.
  4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif.
  5. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan.
  6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar.
  7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratu.r
  8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan.
  9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok.
  10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
  11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih.
  12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.

Ada empat puskesmas di Kota Bogor yang sudah melaksanakan PIS PK sampai dengan tahun 2017 Tahun 2017 , yaitu :

  1. Puskesmas Bogor Selatan.
  2. Puskesmas Bogor Timur.
  3. Puskesmas Pasir Mulya.
  4. Puskesmas Tanah Sareal.

Sumber : LKPJ Dinas Kesehatan Kota Bogor Tahun 2017

Seksi Informasi Kesehatan dan Humas

Dinas Kesehatan Kota Bogor

——————————————————————————————————————————–

Mencegah Lebih baik daripada Mengobati