Siapkan Program Pro Rakyat, DID Optimis Menangkan Pilwalkot Bogor

KOTA BOGOR – Hari pencoblosan dalam gelaran Pemilihan Walikota dan Wakil Walikot Bogor hanya menghitung hari,  yakni pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Jika warga Kota Bogor menginginkan perubahan yang berpihak pada masyarakat kecil, tentu saat pencoblosan nanti sebagai pilihan yang tepat pastinya coblos nomor 4, hal itu dikatakan Calon Walikota (Cawalkot) Bogor, Dadang Iskandar Danubrata di Sekretariat DPC PDI Perjuangan, Jalan Ahmad Yani II Nomor 4, Tanahsareal, Senin (18/6).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor yang juga calon kepala daerah nomor urut 4 ini ternyata sudah menyiapkan beragam program untuk merubah wajah kota hujan. Menurut Dadang, tentunya pembangunan yang menjadi prioritas bukan menekankan pada infrastruktur mempersolek taman kota. Namun, pemberdayaan sumber daya manusia serta sejahterakan masyarakat kecil yang selama ini terkesan haknya kerap “terlupakan”.

“Kesehatan gratis berbasis KTP, menjadi salah satu program saya. Dan, itu sering sosialisasikan pada warga saat blusukan,” kata Dadang membuka obrolan saat diwawancarai.

Dikatakan Dadang, jika dirinya dipercaya oleh masyarakat Kota Bogor nantinya, akan menyiapkan ambulans yang memiliki peralatan layaknya ICU untuk warga yang terkena serangan jantung. Hal itu disebutnya sebagai upaya dini penanganan medis terhadap penyakit jika terkendala macet di jalan.

“Penyediaan ambulans siaga di tiap kecamatan atau kelurahan tergagas dari masukan warga saat berkunjung menjenguk warga yang sakit beberapa waktu lalu. Terkait keterbatasan kamar kelas 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang kerap kali dikeluhkan masyarakat, program kami yakni membangun RSUD Tanpa Kelas. Tujuannya, agar masyarakat tak mampu segera bisa ditangani tanpa ada sebutan kelas VIP, kelas I, II dan III,” tuturnya.

Saat ditanya terkait menyejahterakan masyarakat Kota Bogor, Dadang kembali mengingatkan, dirinya dan pasangannya Sugeng Teguh Santoso sudah menyiapkan Program Setara atau Setahun 50 Juta Satu RT.

“Nantinya setiap RT akan diberikan dana untuk membangun wilayahnya sendiri. Setahun satu RT Rp 50 juta, 4000 RT jadi 200 miliar, verifikasi dan ada profosalnya, kita latih dulu bimtek, bimbingan teknis, Jadi memberi stimulan, pada konunitas terkecil ada pergerakan ekonomi,” katanya.

Dadang merinci, kucuran bantuan dalam bentuk uang tunai itu nantinya digunakan untuk 50 persen infrastruktur, serta sisanya pemberdayaan warga, hingga membantu keluarga pra sejahtera.

“Ya intinya mengentaskan kemiskinan satu diantara program utama kita, jadi dana itu bisa dipakai bangun MCK, fasilitas umum, sanitasi, RTLH dan lainnya,” pungkasnya. (boy)

Pelaku Pencurian Meter Air Diciduk Polisi

BOGOR – Polisi berhasil meringkus seorang pria yang diduga pelaku pencurian meter air di sejumlah tempat Kota Bogor. TS (38) diringkus jajaran Polres Bogor Kota di Jalan Perintis Kemerdekaan Kebon Jahe Kelurahan Kebon Kalapa Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, Rabu (6/6/2018).

TS diciduk tanpa perlawanan dan langsung dibawa di Mapolresta untuk pengembangan kasusnya. Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit kendaraan sepeda motor yang digunakan untuk melakukan pencurian, satu smartphone warna putih, kunci inggris, 29 unit meter air yang belum sempat terjual dan sebelas unit sambungan keran.

Penangkapan TS berawal dari hasil penyelidikan saksi yang melihat pelaku sedang mencoba mencuri meter air salah satu ruko di kawasan Cimanggu. Aksinya terekam kamera pengawas sehingga terlihat cukup jelas plat nomor kendaraan pelaku. Saksi bersama sejumlah pegawai PDAM melaporkan temuan ini ke Polresta Bogor.

Berbekal informasi warga dan rekaman CCTV, Satreskrim Polresta Bogor bergerak menciduk tersangka di kediamannya. Kini, pelaku yang pernah menjadi pegawai lepas harian di PDAM itu mendekam di tahanan Mapolresta Bogor untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan upaya pengembangan kasus.

Sekretaris Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor Rinda Lilianti mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam mengungkap dan menangkap pelaku pencurian meter air yang meresahkan masyarakat dalam dua pekan terakhir.

“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah berhasil menangkap pelaku. Ini juga menunjukkan bahwa PDAM serius menangani kasus pencurian meter air yang merugikan pelanggan,” ujar Rinda. (humas dan sosial)

Diduga Arus Pendek Rumah Warga Disempur Ludes Terbakar

Bogor – Dua rumah milik warga dikampung lebak kantin RT 03/05, bogor tengah kota bogor hangus dilalap sijago merah, Sabtu (9/6).

Diduga api berasal dari arus pendek akibatnya rumah milik Asep dan Dudung hangus terbakar, sehingga kerugian diduga mencapai ratusan juta rupiah.

Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Marse Hendra Saputra mengatakan,  peristiwa tersebut diduga akibat konsleting listrik atau arus pendek dari salah satu rumah warga milik Dudung, kemudian merambat ke rumah Asep yang lokasinya berdekatan dengan tempat kejadian kebakaran.

“Peristiwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 13.45 WIB, ada dua rumah milik warga yang hangus terbakar, yakni rumah Dudung dan Asep,” ungkap Marse, Sabtu (9/6/2018).

Marse menambahkan, karena api membesar sehingga merambat kerumah lainnya dan satu rumah milik Eliya terkena imbasnya. “Rumah yang terbakar itu diisi 3 KK dan 12 jiwa, semuanya selamat. Sementara kerugiannya ditaksir mencapai Rp 150 juta,” tambahnya.

Api berhasil dijinakan pukul 14.15 WIB, setelah 5 unit armada damkar Kota Bogor dan satu dari kabupaten dikerahkan.

Saat ini pemerintah kota bogor masih mendata kerugian milik korban dan mengevakuasi keluarga yang terkena musibah kebakaran.  (boy)

Antisipasi Kemacetan Tol Bocimi Mulai Difungsikan

Bogor – Meskipun belum sepenuhnya jadi,  Tol Bocimi Seksi I Ciawi-Cigombong sudah mulai bisa digunakan, Jumat (8/6).

Menurut Menteri PUPR Hadi Muljono, jalan sepanjang 15,3 Km dibuka secara fungsional tanpa tarif mulai hari ini, Jumat (8/6), hingga H+7 Hari Raya Idul Fitri 1439 pada 24 Juni 2018.

“Selama fungsional, ruas ini hanya dibuka untuk kendaraan pribadi dengan kecepatan maksimal 40 km per jam. Selain itu, ruas fungsional ini hanya dibuka searah, yakni dari Jakarta menuju Sukabumi pada tanggal 8-14 Juni, dan arah sebaliknya pada 15-24 Juni,” Kata Hadi, Jumat (8/6).

Terdapat tiga pintu tol, yakni pintu Tol Ciawi, kilometer 6+300 Cimande/Caringin, dan kilometer 15+300 Cijeruk/Cigombong. Sebagai antisipasi kemacetan, Pintu Tol Caringin akan dibuka jika kepadatan panjang terjadi di pintu tol Cigombong. Rest area sementara tersedia di kilometer 10+700 yang dilengkapi parkir kendaraan, toilet, dan mushola.

Sementara Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika, mengatakan hingga tanggal 19 Juni fungsi tol bocimi baru hanya untuk kendaraan mudik dari Jakarta dan Bogor menuju Cigombong dan Sukabumi. Setelah itu pada Sabtunya tanggal 20 Junui hingga 24 Juni, jalur difungsikan untuk kendaraan pulang mudik dari Sukabumi-Cigombong menuju Bogor dan Jakarta.

Untuk kondisi pertemuan kendaraan yang keluar tol dan kendaraan di jalur Sukabumi-Bogor, AKBP Dicky menuturkan, pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan siapkan anggota untuk berjaga secara shief. (boy)

Pelaku Terdeteksi, PDAM Koordinasi Polresta

Terima 117 Laporan Kehilangan Meter Air

BOGOR – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor bergerak cepat menangani kasus pencurian meter air yang marak belakangan ini. Perusahaan air bersih milik Pemerintah Kota Bogor ini telah berkoordinasi dengan Polresta Bogor Kota guna mengungkap siapa pelaku sekaligus dalang kejahatan yang merugikan masyarakat, terutama pelanggan PDAM itu.

Sekretaris Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor Rinda Lilianti mengungkapkan, pihaknya telah mengetahui seorang pria yang diduga pelaku pencuri meter air di kawasan Cimanggu. Pelaku disebut Rinda pernah menjadi pekerja harian lepas PDAM, sehingga cukup paham mencabut sejumlah meter air milik PDAM.

“Pelaku berinisial TS, berhasil kita amankan di daerah Cijahe beberapa hari lalu. Informasinya berawal dari laporan salah seorang satpam yang bertugas di ruko daerah Cimanggu. Satpam itu memergoki pelaku sedang membongkar meter air, tapi dilepas karena pelaku mengaku pegawai PDAM,” ujar Rinda, Rabu (6/6/2018).

Namun satpam itu sempat mengambil gambar nomor kendaraan yang dipakai pelaku. “Satpam itu kemudian melapor ke salah seorang pegawai PDAM melalui salah seorang purnakarya PDAM. Lalu bersama-sama petugas kepolisian menelusuri si pelaku berbekal plat nomor sepeda motor yang dilaporkan satpam itu. Alhamdulillah ketemu, dan pelaku mengakui perbuatannya,” ujar Rinda.

PDAM, lanjut Rinda telah melaporkan kasus ini kepada Polresta dengan harapan bisa menuntaskan kasus ini hingga ditemukan dalang dan motifnya. Dia khawatir, aksi pencurian ini semakin marak apalagi akan menghadapi musim liburan lebaran.
“Bapak Direktur Utama berharap agar pelakunya segara ditangkap, terlebih sudah 117 laporan kehilangan meter air yang dilaporkan pelanggan hingga 5 Juni 2018,” tutup Rinda.(humas dan sosial)

Pelaku Pencurian Meter Air Terekam CCTV

BOGOR – Kasus pencurian meter air makin menjelang Lebaran kian marak di Kota Bogor. Umumnya yang disasar adalah meteran yang terpasang di ruko-ruko minim pengawasan. Hingga Senin sore (4/6/2018) sudah 80 pelanggan yang melaporkan melalui Call Center 24 Jam PDAM Kota Bogor sejak 25 Mei lalu. Pelanggan pun kembali diingatkan lebih waspada mengingat pelaku sudah berani beraksi pada siang hari.

Ini terlihat dari kamera pengawas yang terpasang di salah satu ruko di Jalan Merdeka Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor. Dari CCTV terpantau pelaku mengendarai sepeda motor metik seorang diri dari arah Markas Korem 06/Suryakancana Bogor. Langsung memarkirkan kendaraannya di salah satu ruko tepat di depan kantor Dinas Sosial.

Gerakannya terbilang cepat, hanya perlu waktu tujuh menit untuk mencabut empat unit meter air. Usai menjalankan aksinya, si pelaku yang mengenakan setelan jas hujan warna merah langsung melaju ke arah Cimanggu.

“Kejadiannya (pencurian meter air yang terekam CCTV) pada hari Jumat tanggal 1 Juni 2016. Pelaku datang ke lokasi pukul 12.27 WIB, dan pergi pukul 12.34. Pelakunya sangat lihai, dia berani menjalankan aksinya pada siang hari,” ujar Sekretaris Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor Rinda Lilianti, Senin (4/6/2018).

PDAM, lanjut Rinda, akan menyerahkan rekaman kamera pengawas ini kepada pihak kepolisian sebagai petunjuk pengungkapan jaringan pencurian meter air. Rinda menduga aksi ini merupakan sindikat yang terorganisir.

“Sepanjang Senin saja kami menerima 21 laporan meter hilang dari pelanggan di daerah Jalan Otista, Gedong Sawah, Jalan Bangbarung, Jalan RE Martadinata, Jalan KH Sholeh Iskandar, Pandu Raya dan lain-lain. Mereka mengincar meteran air yang terpasang di ruko-ruko. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar mantan Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Bogor itu.

Rinda mengimbau pelanggan yang merasa kehilangan meter airnya segera melapor ke Bagian Pelayanan Pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di jalan Siliwangi No 121 Kota Bogor pada jam kerja. Sesuai Perda Pelayanan, pelanggan diharuskan melapor ke PDAM maksimal tujuh hari sejak diketahui hilangnya meter air.

“Pelanggan bisa mendapatkan penggantian meter jika sudah menandatangani surat pernyataan kehilangan meter dari pihak kepolisian, melunasi tunggakan rekening air dan/atau rekening non air, dan membayar meter air sesuai harga meter yang berlaku di PDAM,” kata mantan Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Bogor itu.

Rinda menambahkan, jika pelapor melebihi batas waktu yang ditentukan, maka akan dikenakan biaya bukaan kembali (BBK) sebesar 10 persen dari biaya pemasangan baru pergolongan pelanggan. “Jadi kami imbau pelanggan yang mereka meter airnya hilang, segera melapor ke PDAM,” tutup Rinda. (humas dan sosial)

Waspadalah, Pencurian Meter Air Yang Mengaku Petugas !

HIMBAUAN

Pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang kami hormati,

Saat ini marak terjadi PENCURIAN METER AIR dengan modus sebagai PEGAWAI PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Kami menghimbau agar pelanggan berhati-hati apabila ada orang yang mengatasnamakan petugas PDAM PDAM Tirta Pakuan Kota Bogorakan mencabut meter air Anda.

Kenali indentitasnya:

1.     Lihat dan minta ID Card petugas.

2.     Lihat logo di seragamnya.

3.     Tanyakan SPK (surat perintah kerja) yang ditandatangani pejabat Kepala Bagian Transmisi dan Distribusi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Petugas PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak mengganti/mencabut meter pada MALAM HARI. Kecuali ada perjanjian dengan pihak pelanggan.

Bagaimana jika Meter Air Anda Hilang/Dicuri? Segera LAPORKAN ke Call Center 24 jam PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di nomor 0251-8324111.

Perda No 2 tahun 2014 tentang Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Pasal 13.

(1)    Pelanggan yang mengalami kehilangan meter air akibat pencurian harus melaporkan kepada PDAM dalam waktu 7×24 (tujuh kali dua puluh empat) jam sejak diketahui hilangnya meter air.

(2)    Pelanggan yang melaporkan ke PDAM selama waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mendapatkan penggantian meter air dengan ketentuan sebagai berikut:

a. menandatangani surat pernyataan kehilangan meter air di atas meterai;

b. melunasi tunggakan rekening air dan/atau rekening non air;

c. membayar biaya meter air sesuai harga meter yang berlaku di PDAM.

(3)  Pelanggan yang melaporkan ke PDAM melebihi waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (4) berlaku ketentuan sebagai berikut:

a. menandatangani surat pernyataan kehilangan meter air di atas meterai;

b. melunasi tunggakan rekening air dan/atau rekening non air;

c. membayar biaya meter air sesuai harga meter yang berlaku di PDAM;

d. membayar biaya bukaan kembali sebesar 10% (sepuluh persen) dari biaya pemasangan baru per golongan pelanggan.

(4)  Apabila di kemudian hari pelanggan terbukti menghilangkan meter air secara sengaja, maka pelanggan dikenakan sanksi pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku di PDAM.

 
Bogor, 4 Juni 2018

a.n DIREKTUR UTAMA

PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR

SEKRETARIS PERUSAHAAH

TTD

RINDA LILIANTI

 
#stoppencurianmeterair

#laporkanpencurianmeterair

#pencurianmeterairmerugikanpelanggan

TENAGA KESEHATAN TELADAN KOTA BOGOR TAHUN 2018

Oleh :
Eriati, MKM
Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusi  Kesehatan
Dinas Kesehatan Kota Bogor

Kota Bogor – Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan tersebut merupakan upaya seluruh potensi bangsa Indonesia, baik masyarakat, swasta maupun pemerintah. Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang ditandai penduduk yang hidup dengan perilaku dan dalam lingkungan sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang optimal di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Undang-Undang No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dimana pasal 13 menegaskan pemerintah dan pemerintah daerah wajib memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan baik jumlah, jenis, maupun kompetensi secara merata untuk menjamin keberlangsungan pembangunan kesehatan. Pasal 14 juga menyebutkan bahwa perencanaan tenaga kesehatan disusun berjenjang (dimulai fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah daerah kabupaten/kota, pemerintah daetah provinsi sampai pemerintah secara nasional) berdasarkan ketersediaan tenaga kesehatan dan kebutuhan penyelenggaraan pembangunan dan upaya kesehatan.

Tenaga kesehatan memiliki peranan penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat agar masyarakat mampu untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat sehingga akan terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi. Tenaga kesehatan juga berperan besar dalam menentukan pembangunan kesehatan. Di Indonesia, terdapat ribuan tenaga kesehatan di Puskesmas yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh dan menunjukkan prestasi kerja yang sebaik-baiknya. Mereka adalah pahlawan bangsa yang menunaikan tugasnya untuk mencapai visi kita bersama, yaitu masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan.

Tenaga di bidang kesehatan terbagi menjadi dua yakni tenaga kesehatan dan asisten tenaga kesehatan, dimana tenaga kesehatan merupakan tenaga kesehatan yang mempunyai pendidikan minimal diploma tiga (D3) kesehatan. Selain itu tenaga kesehatan terdiri tenaga medis dan paramedis serta penunjang lainnya, diantaranya dokter, dokter gigi, perawat, apoteker, bidan, nutrisionis, sanitarian, promkes, kesehatan kerja dsb.

Sejalan dengan Nawa Cita Kabinet Kerja yang mengutamakan pembangunan dari pinggir ke tengah, maka Prioritas kebijakan Kementerian Kesehatan adalah untuk penguatan pelayanan primer. Banyak yang telah dicapai dalam Pembangunan Kesehatan, terutama dalam meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu capaian dalam peningkatan akses pelayanan kesehatan adalah tersedianya 9.740 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yang dilayani oleh para tenaga kesehatan dan dilengkapi dengan sarana-prasarana layanan kesehatan yang diperlukan.
Puskesmas adalah fasilitas sarana pelayanan kesehatan terdepan dan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di seluruh Tanah Air. Puskesmas sebagai fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang memberikan pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN yang pengelolaannya dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan. Sejak diberlakukannya JKN pada 1 Januari 2014 hingga saat ini
Tenaga Kesehatan diharapkan mendukung dengan sungguh-sungguh suksesnya pelaksanaan JKN, yaitu dengan memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada seluruh masyarakat. Langkah untuk mengutamakan upaya promotif-preventif hendaknya benar-benar mendapat perhatian khusus, termasuk langkah memperluas cakupan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat, dengan pendekatan berbasis keluarga (PIS-PK). Tenaga kesehatan teladan juga memiliki prestasi yang membanggakan dan kontribusi yang besar dalam pelaksanaan 3 fungsi Puskesmas, yaitu sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, penggerak pemberdayaan masyarakat dan pemberi pelayanan kesehatan strata pertama.

Dalam rangka pembinaan tenaga kesehatan agar tercipta motivasi dan kinerja yang terus meningkat, maka perlu penghargaan yang dianggap sebagai pemberi semangat. Oleh karena itu pemerintah dari mulai pusat dan daerah memberikan perhatian dengan melaksanakan pemilihan tenaga kesehatan teladan untuk tenaga kesehatan fungsional di Puskesmas yaitu tenaga dokter, dokter gigi, nutrisionis, sanitarian, apoteker, perawat, bidan dan tenaga promosi kesehatan.

Pada Tahun 2018, Kota Bogor memberikan kesempatan kepada 7 (tujuh) tenaga kesehatan fungsional yang bekerja di puskemas untuk mengikuti ajang kompetensi pemilihan tenaga kesehatan dari tingkat kecamatan sampai tingkat nasional, dimana biaya penyelenggaraan bersumber dana APBD Dinas Kesehatan Kota Bogor melalui Kegiatan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Saat ini Kota Bogor memiliki tenaga  fungsional kesehatan dokter umum 91 orang, dokter gigi 44 orang, perawat 113 orang, bidan 106 orang, apoteker 10 orang, sanitarian 28 Orang, promosi kesehatan 28 orang, radiografer 5 orang, gizi 23 orang, dan pranata laboratorium 36 orang.
Kegiatan Pemilihan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Kota Bogor Tahun 2018  dilakksanakan pada bulan April 2018 melalui beberapa tahapan seleksi yaitu :

– Seleksi uji tulis
– Psikotes
– Wawancara

Seleksi uji tulis meliputi materi-materi lintas program seperti materi tentang kesehatan ibu dan anak, kesehatan remaja dan lansia, gizi, PHBS, KTR, gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), penyakit menular dan tidak menular, PIS-PK, jaminan kesehatan, dll. Selain itu diberikan juga materi tentang keprofesian. Psikotes dilakukan oleh seorang psikiater yang dimiliki Dinas Kesehatan Kata Bogor sedangkan wawancara dilakukan oleh para Kepala Bidang dan programer terkait tenaga kesehatan teladan pada Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Tenaga Kesehatan Teladan Terbaik 1 Tingkat Kota Bogor di masing-masing jenis tenaga yaitu sebanyak 7 (tujuh) orang ditetapkan dengan Surat Keputusan Walikota Bogor dan mereka  berhak untuk mengikuti Pemilihan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan pada tanggal 7 sampai dengan 10 Mei 2018 dan Tenaga Kesehatan Teladan Terbaik 1 untuk masing-masing jenis tenaga di Tingkat Provinsi akan mewakili Jawa Barat dan hadir dalam Acara Peringatan Hari Kemerdekaan RI di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 2018.

Pemilihan dan pemberian penghargaan untuk tenaga kesehatan teladan akan terus dilaksanakan setiap tahan karena pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat memotivasi tenaga kesehatan fungsional lainnya untuk melaksanakan pekerjaan lebih profesional guna meningkatkan derajat kehidupan kesehatan masyarakat Kota Bogor yang lebih baik. Kota Bogor pasti bisa!!!

Oleh :
Eriati, MKM
Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusi  Kesehatan
Dinas Kesehatan Kota Bogor

KEMACETAN KOTA MENJADI TANTANGAN 

Bogor Menuju Kota Berwawasan Lingkungan

Kota Bogor – Hari Minggu, 3 Juni 2018,  Bogor tepat berusia 536 tahun, terhitung sejak penobatan Sri Baduga Maha Raja Pajajaran atau lebih dikenal dengan sebutan Prabu Siliwangi sang penguasa Kerajaan Pajajaran. Pasang surut perkembangan kota telah dialami Bogor sepanjang perjalanan sejarahnya hingga berwujud seperti sekarang. Dijaman Kolonial dikenal sebagai Buitenzorg  (Kota Peristirahatan).

Selain itu, pemerintah Belanda menjadikan Bogor sebagai tempat riset pertanian tropis,  karena Indonesia memiliki beragam jenis tanaman yang penting untuk ekonomi Belanda serta Eropa, keberadaan Kebun Raya Bogor menjadi tempat koleksi tanaman bernilai ekonomi itu.

Seiring dengan perkembangan zaman, hal yang tak terelakkan, Kota Bogor  di masa depan akan tumbuh menjadi sebuah kota metropolitan. Kendati begitu, DPRD Kota Bogor bersama Pemerintah Daerah  akan berupaya keras agar kota ini tetap menjadi sebuah kota yang berkepribadian, berkarakter, beridentitas, berjati diri sebagai Kota yang Bersih, Indah dan Nyaman (Beriman).

Seperti di utarakan Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bogor H.Atmadja, SE. bahwa, apa yang telah terjadi di masa lalu sudah semestinya memberi spirit untuk membuat Kota Bogor  agar menjadi sebuah kota yang aman dan nyaman ditempati, serta mampu menyejahterakan warganya. Kota Bogor harus dijadikan sebagai kota berwawsan lingkungna dengan sistem pembangunan kota yang berkelanjutan agar mampu memenuhi kebutuhan warga masyarakat pada saat ini dengan menciptakan keseimbangan lingkungan, sosial dan ekonomi, namun tidak mengabaikan kebutuhan generasi yang akan datang. Kota Bogor Menuju Kota Berwawasan Lingkungan, sambungnya,  dimaknai sebagai upaya untuk mewujudkan masyarakat kota sesuai dengan tekad bersama untuk membangun kota ini sesuai fungsinya, termasuk sosial dan budaya.

Beberapa program yang dirancang untuk mewujudkan hal tersebut di antaranya adalah pengembangan ruang publik untuk memberikan kesempatan masyarakat kota berinteraksi dan mengekspresikan karyanya baik seni maupun budaya, melestarikan lingkungan hidup, memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh kembang melalui program Kota Layak Anak (KLA), memberikan kebutuhan dasar masyarakat seperti lingkungan sehat, perumahan ( pemugaran rumah tak layak huni) dan air bersih serta memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan, ungkap  Atmadja.

Sebagai landasan utama mencapai kota yang berwawasan lingkungan, DPRD bersama Pemerintah Kota Bogor dari waktu ke waktu terus membangun dan memperkuat kebersamaan antar elemen masyarakat, menjalin toleransi antar umat beragama, kerukunan antar etnis, berdialog intensif dengan kelompok-kelompok dari berbagai paham maupun ideologi politik. Semua dirangkul, diberi akses, diberi kesempatan dan ruang yang sama untuk berkontribusi memajukan Kota Bogor.

Dengan demikian tumbuh rasa memiliki yang besar terhadap kota ini, sehingga tercapai harmoni kehidupan sosial yang menyejukkan. Situasi yang demikian merupakan syarat utama untuk membangun kota dan menggerakkan roda perekonomian kota. Sebab, bergeraknya ekonomi kota akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan pencapaian kondisi keamanan yang kondusif, Kota Bogor  kini telah dikenal sebagai kota ramah investasi. Sektor bisnis yang diperkirakan akan menyumbang nilai investasi cukup besar di antaranya sektor jasa perhotelan dan perdagangan.

Untuk mewujudkan diri Bogor sebagai kota berwawasan lingkungan, menurut politisi Partai Golkar ini,  penyediaan transportasi yang baik kepada masyarakat juga menjadi perhatian. Ketiadaan sistem transportasi publik yang layak akan membuat jalan-jalan di Kota Bogor penuh sesak dengan kendaraan  yang berujung pada kemacetan dan kesemerawutan, seperti kondisi saat ini, ungkapnya.

“Namun, mengapa penataan kota masih semrawut? “Untuk mewujudkan prioritas utama,  memang penataan transportasi menjadi sangat penting, Ini sulit karena pembenahan infrastruktur Kota Bogor selama lebih dari 20 tahun kebelakang  tersendat-sendat, “ katanya.

Memang harus diakui, setiap pengunjung Kota Bogor, selalu mengeluhkan kesemerawutan, terutama dengan banyaknya angkutan kota yang ngetem disembarang tempat. Oleh sebab itu, penataan transportasi dan infrastruktur di Bogor  saat ini sudah sangat mendesak, paparnya.

Mengurai masalah transportasi di Kota Bogor merupakan pekerjaan pelik. Terjadinya kemacetan lalu lintas ditengarai disebabkan oleh tingginya jumlah angkutan umum dan terkonsentrasinya kegiatan di pusat kota. Di samping itu banyaknya PKL yang memakan badan jalan, kurang disiplinnya pengguna jalan, terbatasnya sarana prasarana transportasi dan belum terpadu sistem managemen transportasi regional.

Berdasarkan kenyataan itu, seharusnya penanganan masalah transportasi dilakukan dengan menata angkutan umum dan pembangunan jalan. Memang langkah yang telah diakukan untuk menata angkutan umum antara lain, pengorasian Bus Trans Pakuan sebagai rintisan konversi dari jenis angkutan umum terbatas menjadi angkutan umum masal, namun belakangan pengoperasian Bus ini menghadapi tantang yang sangat serius.

Selain itu, menurut Atmadja,  DPRD sangat mengapresiasi usaha-usaha yang sudah dilakukan Pemkot Bogor seperti mengoptimalkan sarana serta prasarana yang sudah tersedia, antara lain dengan pemeliharaan jalan dan peningkatan kapasitas simpang, pemeliharaan fasilitas lalu lintas dan pengendalian lalu lintas serta peningkatan layanan angkutan umum.

Memang kondisi lalu lintas yang aman dan lancar memerlukan dukungan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas yang tertib dan taat aturan. Oleh karena itu, setiap program sudah seharusnya mengikut sertakan warga masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa sampai dengan tokoh masyarakat  dalam upaya penyadaran  tertib berlalu lintas di Kota Bogor, pintanya.

Sudah suatu keharusan masyarakat diajak berpikir bersama untuk menentukan sarana transportasi apa yang layak digunakan, kemudian dimana saja lokasi yang tepat dan strategis untuk dibangun Halte. Kemudian dalam evaluasi kebijakan, masyarakat juga dilibatkan aktif untuk mengontrol perilaku sopir transportasi umum di jalanan. Hal ini dilakukan dengan sms, juga via email. Dan satu hal yang tak kalah pentingnya adalah penguatan supremasi hukum menjadi kunci sistem transportasi di Kota Bogor, papar Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bogor, H.Atmadja, SE.*** (adv)