145 Layanan Perizinan Kebutuhan Masyarakat Dapat di Akses Melalui MPP

BOGOR – Masyarakat Kota Bogor tidak lama lagi akan dapat menikmati fasilitas Mall Pelayanan Publik (MPP).

Menempati area seluas 740 meter persegi, MPP yang melaksanakan persiapan launching pada hari Jum’at (23/8/2019) bertujuan memudahkan masyarakat untuk mengakses 145 jenis layanan dan perizinan dari 14 instansi pemerintah.

Terdapat beberapa instansi pemerintah yang tergabung dalam MPP yang diberi nama Grha Tiyasa ini, PDAM Tirta Pakuan, Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Imigrasi Kelas 1, Samsat, Bank BJB dan lain sebagainya.

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pun menyediakan berbagai jenis layanan kepada masyarakat di MPP, seperti keluhan pelanggan, pemasangan baru, pembayaran tagihan air, balik nama pelanggan, pindah letak meter, dan lainnya

Direktur Utama , Deni Surya Senjaya berharap dengan adanya gerai PDAM di MPP bisa dimanfaatkan masyarakat Kota Bogor.

“Di gerai ini, pelanggan khususnya dan masyarakat yang ingin menjadi pelanggan PDAM akan mendapat berbagai informasi pelayanan yang mereka butuhkan.” Kata Deni. (HUMAS PDAM TIRTA PAKUAN)

KEJAR IBADAH BOLEH, KESEHATAN JANGAN DILUPAKAN

Oleh :
dr. Armein Sjuhary Rowi,MKM
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional
Dinas Kesehatan Kota Bogor

Kota Bogor – Kesehatan sebagai istithoah dalam beribadah haji merupakan syarat mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar, hal ini sudah ditegaskan pemerintah dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016 Tentang Istithoah.

Peraturan pemerintah ini menimbulkan berbagai reaksi masyarakat terutama yang memang sangat berniat melaksanakan ibadah haji. Reaksi yang paling sering adalah keberatan, karena menganggap hal ini sebagai tindakan menghalang orang beribadah. Padahal jika jamaah haji tidak sehat, maka tentu saja ibadah haji tidak bisa dilaksanakan. Petugas kesehatan pun tidak bisa membantu, karena peran petugas adalah untuk mendampingi terjaganya kesehatan jamaah agar bisa menunaikan ibadah, tetapi jika jamaah tidak sanggup, maka petugas kesehatan hanya mampu merawat bukan menghajikan jamaah. Demikian pula rekan sesama jamaah pun tidak dapat memberikan pertolongan, ibadah di tanah suci menjadi tanggungjawab pribadi ketika dijalankan.

Banyak calon jamah haji yang tidak peduli akan kesehatannya, dengan asumsi bahwa sehat, sakit dan mati adalah kehendak Allah SWT. Bahkan pernah ada pengalaman, seorang jamaah yang tetap ngotot ingin berangkat menunaikan ibadah haji walaupun kondisinya sudah tidak memungkinkan dan sakit-sakitan. Dia memiliki keinginan untuk meninggal di Tanah Suci. Pada saat itu peraturan Menteri kesehatan belum berlaku dan akhirnya dengan berbagai jerih upaya, Tim Kesehatan mengikhlaskan jamaah tersebut untuk beribadah, tentunya melalui pengawasan dan pendampingan yang ketat. Ternyata saat beribadah jamaah tersebut tidak meninggal juga, bertahan sampai kembali ke tanah air, dan kondisinya yang tidak stabil cukup merepotkan petugas kesehatan serta jamaah yang lain.

Selain itu Ada pula cerita seorang Ibu hamil yang memalsukan kehamilannya dengan meminjam urine (air seni) pembantunya, agar saat diperiksa tidak terdeteksi hamil. Setelah ketahuan Ibu tersebut mengamuk dan memohon untuk diijinkan berangkat ke tanah suci dan beribadah, tetapi petugas kesehatan tetap tegas melarang ibu tersebut.

Beragam cerita ini menunjukkan bahwa masih banyak calon jamaah haji yang mengesampingkan kesehatan, mengganggap bahwa yang utama adalah prosesi ibadahnya bukan kesahatan atau istithoahnya, padahal dengan kondisi demikian justru tidak memungkinkan beribadah haji dan malah menyusahkan orang disekitarnya. Meskipun ukuran nilai ibadah kembali pada Allah, tetapi secara kasat mata manusia bisa tahu bahwa kadar ibadah sudah berkurang dan malah menimbulkan dosa, apabila si jamaah membawa kesusahan baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Beberapa kondisi yang perlu dilakukan upaya kesehatan ketat adalah bukan hanya karena jamaah mengidap penyakit menular saja, tetapi penyakit-penyakit yang tidak menular juga. Kasus-kasus hipertensi, diabetes hingga masalah kejiwaan kerap menjadi gangguan saat jamaah beribadah. Harus diwaspadai juga gangguan dimensia pada jamaah usia lanjut. Banyak kejadian, jamaah yang tersesat atau lupa tempat, waktu dan keadaan. Sehingga untuk memaksimalkan tenaga kesehatan, perlu kembali bahwa pada dasarnya kesehatan diri sendiri adalah tanggungjawab pribadi setiap orang. Kondisi tanah suci yang sangat ekstrim juga mempengaruhi kesehatan seseorang, apalagi jika lalai menggunakan pelindung seperti topi, kacamata hitam, masker hingga alas sepatu yang tidak menimbulkan lecet.

Banyak dilaporkan kasus jamaah yang tidak menggunakan pelindung dan berada di lokasi dengan panas yang cukup tinggi, menderita “heat stroke”, yaitu stroke atau terganggunya peredaran darah ke kepala dan otak, akibat bendungan pembuluh darah karena mekanisme adaptasi dengan temperature yang cukup tinggi. Kemudian pola makan juga cukup berpengaruh, biasanya jamaah malas makan atau menunda makan, hal ini akan menyebabkan gangguan kesehatan.

Tahun 2019, Kota Bogor memberangkatkan kurang lebih 1.041 jamaah yang istithoah, dan sebagian ada yang dengan status pengawasan serta pendampingan. Untuk membatasi permasalahan yang muncul, bekal obat-obatan dan pendamping yang memahami kondisi jamaah, sudah disediakan. Pendampingan dari Tim Kesehatan juga tetap tersedia dan semakin intensif dengan pola yang komunikatif. Jamaah haji adalah lebih dari sekedar pasien, karena mereka adalah tamu Allah SWT, maka sudah menjadi kewajiban Tim kesehatan untuk memantau kondisi mereka.

Upaya yang sudah dilakukan pemerintah untuk menjaga kesehatan dan kebugaran jamaah haji adalah melakukan pembinaan yang dimulai sejak jamaah mendaftar ibadah haji, sebelum keberangkatan, di perjalanan, di asrama haji, selama di tanah suci dan setelah kembali ke tanah air. Pembinaan ini bertujuan sebagai sarana mencapai kondisi kesehatan optimal jemaah hingga menjelang keberangkatan. Pola pelaksanaan dapat secara mandiri atau kelompok yang bersifat terus-menerus dan berkesinambungan. Jamaah akan dibimbing untuk sadar akan kesehatan, tindakan-tindakan apa yang dibutuhkan untuk mempertahankan kesehatan dan sebagainya.

Pembinaan kesehatan jamaah yang dimulai dari tanah air adalah dengan tetap mempertahankan kebugaran jamaah. Kemudian saat perjalanan, terutama perjalanan yang ditempuh lewat udara dengan waktu hampir 10 jam dan kondisi berada pada posisi tertentu, yaitu duduk di pesawat udara, mengharuskan jamaah setiap beberapa menit harus berdiri dan bergerak, agar tidak sakit.

Selanjutnya ketika jamaah berada di tanah suci, komitmen untuk berhati-hati dan tetap menjaga kesehatan harus terus dijaga. Jangan biasakan minum air es Zam-zam, karena sering menyebabkan jamaah menjadi batuk-batuk. Waspadai penggunaan toilet dengan tetap memperhatikan higienitas.

Terakhir ketika jamaah kembali ke tanah suci, biasanya faktor kelelahan dapat membuat jamaah sakit, sehingga pastikan segera memeriksakan kesehatan dan perbanyak istirahat.
Terima Kasih

**************

Perbaikan Pipa Di Jalan Abdullah Bin Nuh, Aliran Air PDAM di Kawassan Curug Dan Yasmin Terganggu..

Selamat siang #sobatair
.
Selasa (20/8/2019) pukul 13.30 WIB s/d 17.00 WIB, PDAM Tirta Pakuan akan mengerjakan perbaikan pipa PVC 4″ di Jl. Abdullah Bin Nuh.
.
Lokasi terdampak gangguan pengaliran wilayah Curug dsk, Yasmin dsk.
.
Pengaliran akan kembali normal secara bertahap setelah petugas melakukan pemulihan jaringan (recovery).
.
Bagi pelanggan yang membutuhkan pasokan air bersih melalui tangki, silakan hubungi call center PDAM Tirta Pakuan di nomor 0251-8324111 atau WA08111182123
Mohon maaf atas ketidaknyamanan

#pdamtirtapakuan #pdamkotabogor #pdamkotabogorbisa #pelayananpublik #ikhtiaruntukkotabogor #bogorberlari

Rayakan 17 Agustus, PDAM Tirta Pakuan Gelar Lomba Mancing Bersama Warga

BOGOR – Merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggelar lomba mancing bersama karyawan dan warga Palasari di IPA Palasari Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Minggu (18/08).

Mengangkat tema ‘Dengan Semangat Kemerdekaan Kita Galang Kebersamaan Dalam Menciptakan Lingkungan Bersih Dan Nyaman’, Direktur Umum PDAM Tirta Pakuan Rino Indira menghimbau masyarakat sekitar wilayah Palasari untuk menjaga kebersihan aliran air sungai.

“Aliran air sungai harus dijaga tetap bersih, karena selain dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup, sungai pun bisa dijadikan sarana rekreasi, salah satunya kegiatan memancing yang kita adakan hari ini,” Ujar Dirum PDAM Tirta Pakuan Rino Indira.

Kegiatan memancing sekaligus sosialisasi ini diikuti oleh 40 orang peserta dan penyelenggara menyediakan 120 kg ikan mas untuk diperebutkan para peserta. Pemenang dengan raihan ikan yang paling banyak diberikan hadiah sejumlah uang tunai.
.
Andriansyah selaku penanggung jawab kegiatan perlombaan mengungkapkan harapannya agar kegiatan positif seperti ini bisa berlangsung secara rutin setiap tahun.

“Kegiatan perlombaan memancing ini adalah yang pertama kali diselenggarakan PDAM Tirta Pakuan, semoga bisa menjadi agenda rutin tahunan,” Ujarnya. (Humas PDAM Tirta Pakuan)

Begini Suasana Manajemen PDAM Kota Bogor Peringati HUT RI ..

Sabtu dan Minggu (17-18/8/2019) PDAM Tirta Pakuan Melaksanakan berbagai kegiatan untuk memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke -74
.
Dimulai dari pelaksanaan upacara bendera dan perlombaan antar karyawan (17/8/2019), dilanjutkan lomba memancing yang diikuti oleh karyawan dan masyarakat sekitar Palasari di IPA Palasari.
.
#pdamtirtapakuan #pdamkotabogor #pdamkotabogorbisa #pelayananpublik #ikhtiaruntukkotabogor #bogorberlari

Dinilai Cacat Hukum, Warga Tegallega Desak Izin Apartemen Alhambra Dicabut

Kota Bogor – Puluhan warga yang tinggal di sekitar area lokasi pembangunan Apartemen Alhambra atau GPPC dikawasan Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor melakukan aksi demo, Kamis (15/08).

Aksi warga ini dengan membawa sejumlah spanduk dan karton bertuliskan “Menolak Pembangunan Alhambra Apartemen”, didepan pintu masuk lokasi proyek.

Koordinator aksi, Imam Supriyadi mengatakan, warga sudah 5 tahun berjuang untuk menolak adanya pembangunan Apartemen GPPC yang berubah menjadi Alhambra APT. Menurutnya sejak awal Walikota Bogor Bima Arya menegaskan tidak akan mengeluarkan IMB sebelum seluruh warga menyetujui dan memberikan persetujuan perizinan.

“Tetapi kenyataannya, masih ada warga yang belum diakomodir, dan pada Mei 2019, Pemkot Bogor akhirnya mengeluarkan IMB,” ungkapnya.

Warga mendesak agar Walikota Bogor Bima Arya membekukan dan mencabut IMB untuk GPPC atau Alhambra APT ini.

“IMB itu cacat hukum karena ijin yang didapatkan dimanipulasi. Ada warga yang terdampak ternyata hingga saat ini tidak memberikan perijinan,” tegas Imam, Kamis (15/08).

IMB yang telah dikeluarkan itu tidak memenuhi aspek strategis, aspek teknis dan aspek psikis. Imam menjelaskan, dalam Simtaru (Sistem Tata Ruang) yang merupakan aplikasi menyangkut Tata Ruang milik Pemkot Bogor bahwa kawasan lokasi itu adalah pemukiman sedang, artinya seharusnya tidak boleh ada pembangunan apartemen karena tentunya apartemen itu komersial.

“Sejak 2017 sudah berpolemik dan warga sangat sulit ketemu Walikota, bahkan sudah 3 kali mengajukan pertemuan audiensi bersama Bima Arya, tetapi tetap saja tidak bisa bertemu. Akhirnya warga bertemu dengan presiden Jokowi dan mengadukan permasalahan ini kepada Presiden semalam,” tegasnya.

Ketua LBH Bogor, Zentoni yang hadir dalam aksi itu mengatakan, aksi damai ini menolak penggusuran dan pembongkaran kios warga yang sudah berdiri 30 tahun. Kasus ini harus segera ditangani oleh KPK karena banyak kejanggalan kejanggalan.

“Kami akam melaporkan kasus ini ke KPK, banyak sekali kejanggalan yang terjadi. Pemkot Bogor dalam mengeluarkan IMB untuk GPPC harus diusut tuntas oleh KPK,” tandasnya.

Terpisah, pihak perusahaan Sumartoro selaku Site Manager Alhamra APT mengatakan, aksi demo warga dan sebenarnya persoalan ini sudah berproses sudah cukup lama dari 2014 diproses perizinan sampai keluarnya IMB tahun ini.

“Yang demo tadi kebanyakan bukan warga disini dan juga kebanyakan dari pihak pemilik kios. Sebenarnya pihak pihak ini pada proses perizinan sudah diundang namun dalam pertemuan itu mereka tidak hadir dan menolak tanpa alasan,” ucapnya.

Terkait soal dugaan manipulasi perizinan yang dikatakan warga, Sumartono menjelaskan, semuanya sudah berjalan baik dan tidak ada manipulasi perizinan, karena sudah melalui proses dari bawah mulai RT, RW, Kelurahan hingga ke Pemkot Bogor.

“Semuanya sudah sesuai aturan dan prosedural. Bahkan pengajuan kami dari 20 lantai sudah diturunkan menjadi 8 lantai. Jadi tidak ada menipulasi data warga dalam kepengurusan perizinan, semua sudah sesuai aturan,” terangnya.

Dengan adanya aksi demo itu, pihak Alhambra APT berjanji akan segera melakukan mediasi.

“Dalam waktu dekat akan melakukan mediasi dengan para pemilik kios atau warung dan warga. Sebagian besar warga atau pemilik kios sudah mendapatkan uang kerohiman dan kami juga menyediakan tempat relokasi,” tandasnya. (boy)

Ajak Wartawan Bekerja Lebih Profesional Ketua PWI Jawa Barat Serahkan Buku Saku Wartawan

BOGOR – Ketua PWI Jawa Barat Hilman Hidayat beserta jajaran pengurus melakukan kunjungan ke sekretariat PWI Kota Bogor pada Rabu 14 Agustus 2019. Kedatangan mereka disambut Ketua PWI Kota Bogor Arihta Utama Surbakti beserta jajaran pengurus.

Setibanya, Hilman Hidayat beserta jajaran pengurus menyempatkan diri melakukan peninjauan ke beberapa ruangan sekretariat termasuk Musholla An Naba yang direncanakan bakal direnovasi tahun ini.

Selepas itu, dilakukan pembahasan bersama terkait program kerja PWI kedepan. Masih dalam suasana penuh keakraban, juga dibahas berbagai permasalahan menyangkut dunia kewartawanan saat ini.

Hilman Hidayat mengatakan, ke Kota Bogor merupakan kunjungan yang ke 13 dari seluruh sekretariat PWI yang ada di Jawa Barat. Kunjungan ini tujuan utamanya adalah untuk menyerahkan buku saku wartawan dari dewan pers.

“Buku ini merupakan buku panduan yang bagus sebagai pedoman wartawan agar lebih profesional sesuai dengan hukum-hukum pers di Indonesia. Buku ini juga memberikan semacam benteng serta perlindungan terhadap profesi wartawan agar terhindar dari delik-delik yang tidak perlu,” ujarnya.

Menurutnya, profesi wartawan sekarang ini memang memiliki tantangan yang berat, apalagi dengan lahirnya Undang Undang lain yang sebetulnya bersinggungan dengan profesi wartawan, seperti UU ITE, Peradilan Anak dan sebagainya. Jika wartawan tidak hati hati dan tidak profesional sesuai aturan, maka rawan terkena aduan atau delik pers.

“Nah, bagi yang sudah menjadi wartawan yang masuk kategori dari dewan pers, itu tentu kalau ada karya jurnalistik kita yang di delik aduan atau delik pers bisa pakai hukum pers dari dewan pers. Tetapi jika belum memenuhi syarat dewan pers, profesi kita itu rawan dituntut oleh Undang Undang yang lain. Misal upload di media sosial, bisa terkena UU ITE kalau memang kategori orang itu sebagai profesi wartawan tidak terpenuhi persyaratan dari dewan pers,” paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi ke daerah kepada rekan rekan wartawan agar mereka membaca berbagai aturan yang sudah dikeluarkan oleh dewan pers. Salah satunya, buku saku wartawan dari dewan pers.

“Peraturan dewan pers itu banyak. Kita tadi berikan buku saku agar dibagikan untuk dipelajari kemudian disosialisasikan kepada rekan-rekan sebagai payung terhadap profesi kita dalam bekerja,” jelas Hilman.

Lebih jauh dijelaskan olehnya, bahwa tahun ini PWI Pusat telah menggulirkan program teranyar yaitu PWI Peduli untuk diimplementasikan di daerah dengan membentuk tim khusus yang fokus terhadap kejadian bencana alam.

“Jadi PWI Peduli digulirkan tahun ini oleh PWI Pusat dan mulai menggelinding ke daerah daerah. PWI Peduli ini semacam kepedulian kita kepada lingkungan sekitar. Misalnya, terjadi bencana alam di Indonesia, gunung meletus, tsunami dan lainnya, PWI ikut terlibat di sana secara aktif. Jadi dengan adanya PWI Peduli kita punya tim khusus yang dibentuk di daerah terutama difokuskan pada daerah rawan bencana,” tukasnya.(*)

1×24 Jam Perbaikan Pipa Bocor di Bojong Koneng Beres..

BOGOR – PDAM Tirta Pakuan mengerjakan perbaikan kebocoran Pipa steel diameter 400 mm di jembatan Bojong Koneng Kec. Caringin Kab. Bogor, Rabu (14/8/2019). Hal ini sebagai tindak lanjut laporan dari staf pengaliran via call center.
.
“Pukul setengah tujuh pagi kami merespon untuk segera diperbaiki karena kondisi kebocorannya sangat tinggi yang beresiko pada dampak pengaliran kepada pelanggan, kebocoran ini disebabkan oleh karet flange yang sudah getas, adapun pipa tersebut terpasang sejak tahun 1973.” Ujar Andri Ramadhan supervisor penanggulangan kebocoran.
.
Metode pengelasan digunakan untuk perbaikan kebocoran pipa berdiameter 400mm ini, cara tersebut dilakukan atas dasar pertimbangan waktu, efisiensi, dan kecepatan pengerjaan, tambah Andri.
.
Seluruh wilayah zona 1 yaitu Jl Ry. Sukabumi, Jl Rulita, Jl. Wangun, Sindang Sari, Muara Sari, Jl. Raya Tajur, Babadak, Sindang Rasa, Jl. Sukajaya, Perum Unitex, Perum Royal Tajur, Kp. Gandok Biotrop, Jl. Aster, Jl.Dahlia, Gg. Balai desa, Gg. Gudang Garam, Perum Villa Tajur, Perum Teras Hijau, Perum Rancamaya, Kp. Kertamaya, Rivella Park, Kp. Girang Sari, Cogreg, Babakan Baru, Cipaku Haji, Cimanengah, Pakuan Hill, Lebak Nangka dan wilayah sekitarnya menjadi wilayah yang terkena dampak gangguan pengaliran. Estimasi pekerjaan perbaikan ini sekitar 1×24 jam namun pengaliran akan kembali normal secara bertahap setelah petugas melakukan pemulihan (recovery) jaringan
.
Andri pun menginformasikan “bahwa kami sudah mempersiapkan tangki untuk bantuan kepada pelanggan khususnya wilayah zona 1 dengan menghubungi call center kami apabila membutuhkan bantuan tangki, serta kami mohon doanya agar perbaikan berlangsung lancar.” Tutup Andri (Humas PDAM Tirta Pakuan)

Ada Pipa Bocor Dijalur Tangkil, Pasokan Air PDAM Kota Bogor di Zona I Terganggu ..

Selamat Pagi #Sobatair

PENGUMUMAN
.
Rabu (14/8/2019). Kami informasikan terkait adanya pipa bocor steel 400mm jalur Tangkil di lokasi jembatan Bojong Koneng, kebocoran ini tidak direncanakan (emergency) dan saat ini aliran air sudah dimatikan.
.
Hal ini berdampak adanya gangguan pengaliran untuk seluruh wilayah Zona 1, yaitu Jl Ry. Sukabumi, Jl Rulita, Jl. Wangun, Sindang Sari, Muara Sari, Jl. Raya Tajur, Babadak, Sindang Rasa, Jl. Sukajaya, Perum Unitex, Perum Royal Tajur, Kp. Gandok Biotrop, Jl. Aster, Jl.Dahlia, Gg. Balai desa, Gg. Gudang Garam, Perum Villa Tajur, Perum Teras Hijau, Perum Rancamaya, Kp. Kertamaya, Rivella Park, Kp. Girang Sari, Cogreg, Babakan Baru, Cipaku Haji, Cimanengah, Pakuan Hill, Lebak Nangka dan wilayah sekitarnya.
.
Estimasi pekerjaan perbaikan kebocoran ini sekitar 1 x 24 jam namun pengaliran akan kembali normal secara bertahap setelah petugas melakukan pemulihan (recovery) jaringan
.
Bagi pelanggan yang membutuhkan pasokan air bersih melalui tangki, silakan hubungi call center PDAM Tirta Pakuan di nomor 0251-8324111 atau WA 08111182123.
.
Mohon maaf atas ketidaknyamanan

#pdamtirtapakuan #pdamkotabogor #pdamkotabogorbisa #pelayananpublik #ikhtiaruntukkotabogor #bogorberlari