Musholla An-naba Kota Bogor Dapat Bantuan Semen Tiga Roda

Bogor – PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, melalui Direktur Sumber Daya Manusia Antonius Marcos menyerahkan bantuan 160 sak semen untuk pembangunan Musholla An-Naba, di lingkungan gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor pada Jum’at (20/9/2019) siang.

Penyerahan secara simbolis diterima langsung oleh Ketua PWI Kota Bogor Aritha U Surbakti didampingi Ketua Pembangunan Mushola An-Naba Iwan Kurniawan, Sekretaris Pembangunan Mushola Roy Andi Tachta Nusantara dan jajaran pengurus PWI Kota Bogor.

Direktur PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Antonius Marcos mengatakan, dirinya hari ini menyerahkan bantuan semen untuk membangun mushola, tetapi kedatangan mereka yang paling penting adalah menjalin komunikasi yang baik.

“Pada kesempatan ini, saya sangat senang bisa diundang kesini (PWI Kota Bogor-red) hingga bertemu dengan teman-teman. Tentunya tali silaturahim yang sudah sekian lama terjalin akan terus kami tingkatkan,” ungkap Marcos kepada wartawan usai penyerahan semen.

Marcos melanjutkan, jangan sampai kunjungan ini merupakan yang terakhir tapi silaturahmi tetap terjalin melalui kunjungan-kunjungan berikutnya. Dirinya juga mendoakan PWI Kota Bogor semakin maju dan tetap kompak sehingga menjadi salah satu organisasi yang dapat menjadi contoh yang baik bagi wartawan dimanapun.

“Semoga bantuan kami mencukupi untuk pembangunan mushola An-Naba ini. Setelah melihat sendiri, kami juga memiliki rasa tanggung jawab untuk supaya bisa mushola terwujud. Tentunya kami tidak menutup mata, jika memang masih kurang masa kami diamkan. Kami sudah diundang, sudah dikasih jaket, tentu kami akan tetap bantu. Ini juga pertama kali saya turun secara langsung menyerahkan bantuan di wilayah,” jelasnya.

Ketua PWI Kota Bogor Aritha U Surbakti mengatakan, dirinya mengapresiasi bantuan dari indocemen sebagai bentuk kemitraan yang terjalin baik selama ini, terlebih pemberian bantuan ini istimewa, dikarenakan diberikan langsung Direktur.

“Ya, tadi disebutkan langsung oleh pak Marcos, ini pertama kalinya direksi turun langsung memberikan bantuan khususnya ke organisasi media,” tegas Ketua PWI Kota Bogor yang akrab disapa Ari.

Ari melanjutkan, semoga pembangunan mushola An-Naba segera selesai dan saat ini sudah mencapai progres 40 persen. Ditargetkan pada pertengahan Oktober 2019 mushola An-Naba sudah bisa dipergunakan kembali untuk ibadah dan tinggal menunggu finishing.

“Semoga adanya pembangunan mushola An-Naba ini, menjadi ladang amal bagi para wartawan PWI Kota Bogor,” pungkasnya. (boy)

BJB Syariah Buka Pelayanan Tagihan Air PDAM Tirta Pakuan

Bogor – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menandatangani perjanjian kerja sama dengan Bank Jabar Banten Syariah, Jum’at (20/9/2019).

Berlokasi di Lantai 5 Kantor cabang Bank BJB Syariah. PDAM Tirta Pakuan dihadiri oleh Direktur Utama, Deni Surya Senjaya, Direktur Teknik, Syaban Maulana dan serta perwakilan Manajer dan Asisten Manajer.

Pemimpin Cabang BJB Syariah Anton Abdurrachman mengatakan bahwa perjanjian kerja sama yang disepakati adalah mengenai pelayanan pembayaran (Payment Point Online Banking).

“Yang kita kerjasamakan saat ini adalah pelayanan pembayaran tagihan air PDAM. Hal ini bertujuan memudahkan pelayanan bagi pelanggan dengan bertambahnya payment point.” Ujar Anton.

Deni Surya Senjaya berharap kerjasama dengan BJB Syariah dapat memberi keuntungan bagi kedua belah pihak.

“Semoga dari kerja sama ini memberikan nilai plus baik untuk PDAM maupun BJB Syariah, tapi tujuan utama dari kerjasama ini adalah kami ingin memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.” Ujar Deni. (boy)

Ada Perbaikan Pipa PDAM di Kedung Halang, Ini Wilayah Yang Terdampak

Selamat pagi #SobatTika

Selasa (17/9/2019) pukul 10.00 WIB s/d 14:00 , PDAM Tirta Pakuan akan melaksanakan pekerjaaan perbaikan kebocoran pipa HDPE 12 ” di Jl. Raya Kedung Halang perempatan ring road

Lokasi terdampak gangguan pengaliran di Kedung Halang, Jl Sholeh Iskandar, Villa Bogor Indah, Tanah Baru, Kaumsari, Mbah Dalem, Kedung Badak, Komplek Ciluer, dsk.

Pengaliran akan kembali normal secara bertahap setelah petugas melakukan pemulihan jaringan (recovery).

Bagi pelanggan yang membutuhkan pasokan air bersih melalui tangki, silakan hubungi call center PDAM Tirta Pakuan di nomor 0251-8324111 atau WA 08111182123
Mohon maaf atas ketidaknyamanan

#pdamtirtapakuan #pdamkotabogor #pdamkotabogorbisa #pelayananpublik #ikhtiaruntukkotabogor #bogorberlari

Jaga Kualitas Air Untuk Pelanggan, Petugas IPA PDAM Kuras Sedimen Cipaku

Kota Bogor – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor melaksanakan program pengurasan sedimen di IPA Cipaku, Kamis (12/09)

Rahmat salah seorang operator IPA menjelaskan, proses pengurasan sedimen ini bertujuan untuk menjaga kualitas air yang didistribusikan ke pelanggan.

“Pengurasan ini dilakukan supaya air yang mengalir ke pelanggan tetap terjaga”. Katanya.

Waktu yang dibutuhkan untuk menguras satu unit adalah empat jam, pengurasan dilakukan tiga bulan sekali. Metode pembersihan sedimentasi dilaksanakan secara manual (menggunakan tenaga manusia).

“Kita melibatkan tiga sampai empat orang dalam proses pembersihan sedimen per unitnya. Kita bersihkan tempat penampungan air tersebut agar bersih dari kotoran dan lumut yang sering muncul”. Ujar Rahmat. (adv)

Info PDAM Kota Bogor Hari Ini..

Selamat pagi #sobatair
.
Rabu (11/9/2019) pukul 21.00 WIB s/d Kamis (12/9/2019) Pukul 03:00 WIB , (6 Jam) PDAM Tirta Pakuan akan melaksanakan pekerjaaan koneksi pipa HDPE 12″ X 6″ di Perumahan Rancamaya
.
Lokasi terdampak gangguan pengaliran di Kp. Rancamaya, Kertamaya, Dekeng, Lebak Nangka, Nyangkokot, Gg. Pala, Babakan Baru, Cimanengah, Cipaku Haji, Kelurahan Genteng, Perumahan Pakuan Hill dsk.
.
Pengaliran akan kembali normal secara bertahap setelah petugas melakukan pemulihan jaringan (recovery).
.
Bagi pelanggan yang membutuhkan pasokan air bersih melalui tangki, silakan hubungi call center PDAM Tirta Pakuan di nomor 0251-8324111 atau WA 08111182123
Mohon maaf atas ketidaknyamanan

#pdamtirtapakuan #pdamkotabogor #pdamkotabogorbisa #pelayananpublik #ikhtiaruntukkotabogor #bogorberlari

Jawab Keluhan Pelanggan, PDAM Tirta Pakuan Ajak Audiensi Warga Dampit

Bogor – PDAM Tirta Pakuan melakukan kegiatan audiensi mengenai penanganan gangguan pengaliran di Kampung Dampit RW 08 Desa Mekarjaya Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor, Senin malam (9/9/2019).

Pertemuan yang berlangsung di Mesjid Al Istiqomah tersebut dihadiri 35 perwakilan warga kampung Dampit.

Dari PDAM hadir Manajer Humas dan Pelayanan Pelanggan Jamalis, Manajer NRW dan Trandis Dani Rakhmawan, Asisten Manajer Sub Departemen Pengaliran Purwadi dan Asisten Manajer Humas R. Poppi Rustanti.

Perwakilan warga, mengatakan, pasokan air ke Kampung Dampit sering terganggu pada waktu-waktu tertentu, terutama disaat pagi dan sore .

Dani Rakhmawan menjawab bahwa sumber air PDAM di Kota Batu memiliki keterbatasan debit air baku, oleh karena itu sangat rentan terjadi gangguan.

Dani pun menginformasikan bahwa PDAM mempersiapkan program jangka pendek hingga jangka panjang untuk menyelesaikan masalah gangguan pengaliran di wilayah Kampung Dampit dan sekitarnya. “Untuk rencana jangka pendek kami upayakan penambahan pipa baru dan mengaktifkan pompa dorong yang berada di Jl. Sedane. Lalu kedepannya kami juga berupaya mencari sumber air baru untuk mensuplai daerah yang belum teraliri air PDAM,” Tandasnya.

Jamalis menambahkan, PDAM Tirta Pakuan selalu berusaha untuk memberikan pelayanan maksimal bagi pelanggannya. “Mohon doanya agar program jangka pendek hingga panjang yang sudah kami rencanakan dapat terealisasikan, sehingga masalah gangguan pengaliran dapat segera teratasi,” Ujarnya. (Humas PDAM Tirta Pakuan)

Peringati Haornas 2019, SMAN 4 Kota Bogor Senam Maumere Bersama..

Kota Bogor – Memperingati Hari Olah Raga Nasional ratusan siswa – siswi SMA Negeri 4 Kota Bogor bersama guru dan Kepala Sekolah menggelar senam Maumere bersama, Senin (09/09/2019).

Kepala SMA Negeri 4 Kota Bogor, Hj. Enung Nuripah, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan senam yang digelar selepas upacara bendera ini merupakan momentum kebersamaan dalam memeriahkan Haornas 2019 di sekolah yang berada dijalan Bogor Nirwana Residance tersebut.

“Selain untuk kesehatan, momentum Haornas ini menjadi ajang kebersamaan dan kegembiraan para murid dan guru untuk senam maumere,” Ujar Hj. Enung, Senin (09/09).

Sementara salah seorang siswa kelas 12 Olivia mengatakan, senam massal maumere secara bersamaan baru pertama kali dilakukan dalam momentum hari olah raga nasional ini, bahkan menurut Olivia yang memimpin senam maumere adalah siswa kelas XI.

“Seru deh dihari olah raga nasional 2019 ini, sehatnya dapat, gembira kebersamaannya juga dapat, pokoknya happy kita, ” ungkapnya.

Kegiatan senam bersama yang melibatkan semua unsur disekolah ini hanya dilakukan satu jam dari pukul 08.00 hingga 09.00 pagi dan dilanjut kembali belajar sperti biasa. (boy)

Pro Kontra Wacana Propinisi Bogor Raya, Syahwat Elit atau Kepentingan Masyarakat..?

BOGOR – Wacana pembentukan daerah otonomi baru Propinsi Bogor Raya yang digulirkan Walikota Bogor Bima Arya terkesan kuat masih merupakan suara elit politik. Pasalnya, sampai saat ini, belum ada masyarakat yang menyatakan sikap atau aspirasi pentingnya daerah memisahkan diri dari Jawa Barat. Demikian disampaikan DR Amsori saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk “Propinsi Bogor Raya, Perlu atau Tidak?” yang digelar Lembaga Pelita Pasundan di sekretariatnya , Jalan Muaraberes, Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (9/9/2019).

“Sampai saat ini belum ada masyarakat yang menyatakan pendapatnya. Tapi, kalau menurut saya, pembentukan Propinsi Bogor Raya, perlu. Pembentukan propinsi baru, perlu ada persetujuan dari dewan daerah, kepala daerah dan gubernur serta, Mendagri,” tukas pria yang eks wakil ketua kordinator 212 yang juga Dosen PTS di Jakarta.

Dalam diskusi yang dimoderatori oleh aktivis 98, Eko Octa, Sugeng Teguh Santoso menyampaikan, pembentukan propinsi baru harus dicermati secara dalam.

“Undang-undang secara normatif memungkinkan dibentukanya propinsi baru. Hanya, yang harus diwaspadai, pembentukan propinsi baru ini membawa kepentingan siapa? Kepentingan elit, atau kepentingan masyarakat? Jangan sampai lahirnya propinsi baru malah akan terjadi oligarki politik korup. Jadi, perlu dicermati dan didalami,” tandas advokat yang akrab disapa STS.

Dia melanjutkan, publik juga harus mendalami apa yang menjadi motif digulirkannya wacana propinsi baru.
“Jika yang melatarbelakangi persoalan layanan publik, atau untuk kesejahteraan masyarakat, itu baik. Tapi, itu pun harus diuji, apakah selama ini peran Jabar tidak optimal untuk masyarakat. Hal lain, Bogor salam ini dikenali sebagai daerah “merah” dalam intoleransi. Berkaitan dengan nama Propinisi Bogor Raya, juga harus didalami, apakah ada motif ideologi politik atau tidak,” tutur Sugeng.

Salah seorang anggota DPRD Depok, Babai Suhaemi yang saat itu hadir juga ikut berbicara. Dia menyampaikan, sepakat jika harus digagas propinsi baru.
“Tapi, gagasan itu harus dari keinginan masyarakat. Bukan dari keinginan elit. Hal lain, sebutan kedaerahan Bogor Raya untuk pembentukan propinsi baru, dinilai kurang mengikat daerah lain. Seperti Depok, Bekasi dan Kerawang. Sebab, saat ini Bekasi sendiri melalui kepela daerahnya menyatakan lebih memilih bergabung dengan DKI Jakarta, dibanding Bogor. Artinya, jika gagasan membentuk propinsi baru perlu dimulai dari masyarakat dan tidak menggunakan nama kedaerahan. Tapi gunakan nama yang memiliki nilai sejarah yang bisa mengikat beberapa daerah yang akan diajak bergabung, seperti Depok, Kerawang, Bekasi, selain dari kota dan Kabupaten Bogor. Tapi, yang saya sampaikan ini merupakan pernyataan pribadi ya, bukan atasnama dewan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kabupaten Bogor, Ruhiyat Saujana menyampaikan komentar senada.
“Jika usulan pembentukan wacana Propinsi Bogor Raya menjadi aspirasi dan kebutuhan rakyat, mari kita suarakan secara masif. Kalau perlu dengan alat peraga dan kita gerakan secara bersama-sama. Tapi, jika keinginan propinsi baru, merupakan syahwat elit politik, lebih baik kita tolak. Sebab, sudah pasti ada kepentingan dan target politik,” ucap wakil rakyat yang juga mantan aktivis ini.

Mengakhiri diskusi publik, Ketua Pelita Pasundan, Rinto Febrian Guswit menyampaikan, perlu dilakukan kajian lebih mendalam soal pembentukan otonomi daerah baru.
“Mari kita bandingkan dulu, apakah selama daerah seperti Bogor dan sekitarnya bergabung dengan Jabar layanan publik hingga kesejahteraan rakyat mencapai kemajuan atau tidak. Jika, tidak maksimal, saya sangat mendukung propinisi baru, dengan nama baru dan dengan harapan agar nantinya bisa memberikan kemudahan layanan public dan mensejahterakan masyarakat,” tuntasnya. (admin)

Sekolah Ibu Turunkan Angka Perceraian di Kota Bogor

Kota Bogor – Sekretaris Dae­­rah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menilai program Sekolah Ibu sebagai program yang mampu mengu­rangi angka perceraian di Kota Bogor. Hal ini dikatakan Ade Syarif kepada wartawan engingengnews.com dikantornya, Sabtu (07/09).

“Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ingin mengubah sikap peran dan perilaku seorang ibu sebagai pribadi di rumah tangga. Infor­masi di Kementerian Agama (Kemenag) di persida­ngan Pengadilan Agama (PA) Kota Bogor sudah sangat berkurang tingkat perceraian Kota Bogor,” ujarnya.

Selain itu, program Sekolah Ibu juga diharapkan dapat membentuk anak di keluarga. Karena para ibu memiliki kemampuan berkomunikasi dengan anak-anaknya dan juga suaminya.

Masyarakat yang madani, menurut Ade, berangkat dari keluarga. Ketika keluarga sudah baik maka Kota Bogor akan madani dan bersahabat kota­nya. Karena itu, ini harus dieva­luasi kehidupan keluarga di Kota Bogor misalnya berku­rang pemakaian narkoba, tawu­ran, pemakaian gawai, dan perilaku negatif lainnya.

Sperti diketahui diawal bulan September sebanyak 960 peserta Sekolah Ibu, dari tiga kecamatan di Kota Bogor menjalani prosesi wisuda di Gor Indoor Pajajaran, Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa (03/09).

Prosesi wisuda dilakukan langsung oleh Wali Kota Bima Arya yang ditandai dengan pemindahan tali toga dari sebelah kiri ke sebelah kanan.

Ketua Panitia Wisuda Sekolah Ibu, Artiana Yanar Anggraini menyampaikan, peserta wisuda Sekolah Ibu kali ini berasal dari Kecamatan Bogor Barat 480 orang, Bogor Timur 180 orang, dan Bogor Tengah 300 orang. “Meski Sekolah Ibu hanya berlangsung selama 20 kali pertemuan, atau sekitar 2,5 bulan, diharapkan para peserta bisa memanfaatkan ilmu yang didapat dari Sekolah Ibu di dalam keluarganya,” ungkap Anna.

Anna yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pember­dayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPM­PPA) ini menutur­kan, peserta Sekolah Ibu mengalami peruba­han setelah mengikuti Sekolah Ibu.

Diharapkannya, para wisuda­wan Sekolah Ibu bisa menjalani hubungan keluarga yang harmonis. Karena dampak Sekolah Ibu ini terbukti dengan turunnya angka gugatan perceraian di Pengadilan Agama Kota Bogor. “Di 2016 gugatan perceraian 83 perkara, 2017 turun menjadi 79 perkara, dan 2018 turun lagi menjadi 54 perkara,” pungkasnya. (boy)

Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Mobil Esemka

Boyolali – Presiden Joko Widodo ( Jokowi) akhirnya meresmikan pabrik mobil Esemka milik PT Solo Manufaktur Kreasi, di Sambi-Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019) siang.

Dalam persemiannya, Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi Eddy Wirajaya, menjelaskan kepada Jokowi bila pabrik beserta fasilitas Esemka semuanya dikerjakan oleh anak bangsa.

“Esemka atau PT Solo Manufaktur Kreasi adalah perusahaan nasional yang semua jajaran anak direksinya adalah anak bangsa. Kami juga tegaskan bila mobil yang kami produski bukan lah mobil nasional, tapi mobil yang dibuat anak bangsa,” ujar Eddy dalan seremoni peresmian pabrik di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019).

Sementara itu, sebelum meresmikan pabrik Esemka, Jokowi mengatakan bila kehadiran pabrik Esemka di Jawa Tengah, khsusnya di Boyolali, akan memberikan efek penting bagi pergerakan ekonomi.

Hal ini lantaran Esemka akan mampu memberikan efek berantai bagi industri pemasok otomotif lokal lainnya. Mulai dari tingkat menengah, sekala kecil, sampai tingkat rumahan sekaligus.

“Bukan hanya pekerja di pabrik ini saja, tapi effeknya juga akan sampai ke pemasok lokal lainnya, sebab itu kita semua harus dukung,” ucap Jokowi.

“Saya tidak akan maksa kita semua untuk beli, tapi setelah saya lihat dan coba tadi memang bagus, jadi memang wajib kita beli, kalau belinya produk impor keterlaluan. Dengan mengucap bismillah saya reamikan pabrik ini beserta fasilitasnya,” kata Jokowi.(admin)