Siswa Pusdikzi Belajar Pengolahan Air ke PDAM

KOTA BOGOR – Sebanyak 20 siswa Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) Kodiklat TNI AD mengikuti pelatihan dan praktek teknik pengolahan air PDAM Kota Bogor di IPA Dekeng Kel. Genteng Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, kemarin.
Mereka dipandu Asisten Manager Pengolahan 1 PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Rudi Hermawan.

Pimpinan rombongan Kapten Czi Tono Darsono mengatakan, kunjungan ke IPA Dekeng ini merupakan bagian dari rangkaian penyelenggaraan pembukaan Susba Bek Air dan Listrik Tahun Ajaran (TA) 2019 dan rencana operasional pendidikan Susba Bek Air dan Listrik TA 2019.

“Kami mengunjungi salah satu instalasi pengolahan air milik PDAM Kota Bogor. Kami meminjam tempat dan peralatan pada materi pompa air atau pemeliharaan pompa air untuk siswa Susba Bek Air dan Listrik,” kata Kapten Tono di sela-sela kunjungan.

Kapten Tono mengaku kagum dengan peralatan dan sistem yang dikembangan di IPA dengan kapasitas 1800 liter perdetik tersebut. “Saya kagum karena sistem yang dikembangkan oleh sipil sudah sangat maju. Artinya, kami banyak belajar dari PDAM Kota Bogor. Mereka sudah menggunakan PAC untuk pengolahan, mungkin kami bisa menerapkannya di Pusdikzi,” kata pria asal Sumedang itu.

Dia menjelaskan, siswa Susba Bek Air dan Listrik TA 2019 berasal dari seluruh kesatuan Zeni seluruh Indonesia. “Setelah mendapatkan ilmu dari sini, mereka akan dikembalikan ke kesatuan Zeni-nya masing-masing. Kalau Kodam (komando daerah militer) nya membutuhkan, ya bisa saja mereka ditarik ke sana,” papar Tono.

Asisten Manager Humas PDAM Kota Bogor R. Poppi Rustanti mengatakan, PDAM terbuka bagi seluruh pihak untuk belajar cara pengolahan air bersih. “PDAM banyak dikunjungi elemen masyarakat, baik itu siswa sekolah, mahasiswa, PDAM lain dan umum. Harapannya setelah belajar dari PDAM, mereka bisa lebih memahami pengolahan air bersih,” ujar Poppi.(*)

Ada Perbaikan Pipa, Ini Wilayah Yang Terdampak

Selamat pagi #sobatair yang budiman.
.
Mimin informasikan rencana perbaikan pipa bocor jenis AC 6 inch di Jl RE Martadinata Fly Over pada hari Kamis 14 Maret 2019 pukul 11:00 s/d 17:00 WIB (6 jam).
.
Perbaikan tersebut berpotensi mengakibatkan gangguan pengaliran sebagai berikut :
.
– Jl Haur Jaya dsk;
– Jl RE Martadinata dsk;
– Jl Bubulak Pondok Rumput dsk.
.
Pengaliran akan kembali normal secara bertahap setelah petugas melakukan pemulihan (recovery) jaringan.
.
Mimin mengimbau #sobatair dan pelanggan untuk menampung air saat masih mengalir. Bagi pelanggan yang membutuhkan pasokan air melalui tangki dapat menghubungi Call Center 24 jam PDAM di nomor 0251-8324111 atau whatsapp 08111182123.
.
Atas nama manajemen, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pelayanan ini. Terima kasih.

#pdamkotabogor #kotabogor #pelayananpublik #sobatair #welovebogor #bogohkabogor

Apel Pagi, Dirut PDAM Lepas Karyawan Punakarya Dan Persiapan Spam Katulampa

Selamat malam malam #sobatair
.
Tadi pagi, Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memimpin apel pagi di lingkungan PDAM Kota Bogor, sekaligus pelepasan pegawai yang memasuki masa purnakarya.
.
Pegawai yang dilepas adalah Bapak Uma, staf pada Sub Departemen Administrasi, Umum dan Arsip. Uma mengabdi di PDAM Kota Bogor selama 25 tahun.
.
Dalam amanatnya, Dirut menyampaikan kepada seluruh pegawai untuk bersama-sama bergerak jelang pengoperasian SPAM Katulampa.
.
Dalam hitungan bulan, proyek penambahan kapasitas produksi sebesar 300 liter perdetik itu sudah dapat dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Bogor, terutama wilayah Bogor Utara.
.
Untuk wilayah zona VI, Dirut juga meminta jajaran di Sekretariat Perusahaan untuk mempercepat penyelesaian pembebasan lahan di daerah Jalan Kabandungan.
.
Ke depan PDAM membangun sumber mata air baru di sekitar wilayah Jalan Kabandungan Ciapus untuk meningkatkan pelayanan air bersih bagi pelanggan di zona VI.
.
Demikian, terima kasih.
.
#pdamkotabogor #pelayananairbersih #airbersih #welovebogor #hut42

Ada Koneksi Pipa, Ini Wilayah Yang Terganggu..

PEMBERITAHUAN
.

Pelanggan PDAM Kota Bogor yang

Mimin informasikan rencana koneksi pipa Distribusi Utama diameter 200 mm, 160 mm, 110 mm dan 63 mm (relokasi pipa dampak pembangunan Fly Over RE Martadinata) di lokasi Jalan RE Martadinata, pada hari Jumat 8 Maret 2019 sebagai berikut:

1. Koneksi pipa HDPE 6″ ke pipa AC 6″ pada pukul 14:30 s/d 16:30 WIB.
.
Wilayah gangguan antara lain Jl RE Martadinata, Jl Perwira, Jl Abesin, Jl Ciwaringin, Jl Haur Jaya, Jl Pondok Rumput, Kp. Bubulak dsk.

2. Koneksi pipa HDPE 8″ ke pipa AC 10″ pada pukul 21:00 s/d Sabtu 9 Maret 2019 pukul 01:00 WIB.
.
Wilayah gangguan Jl RE Maryadinata, Jl Perwira, Jl Abesin, Jl Ciwaringin, Jl Haur Jaya, Jl Pondok Rumput, Kp. Bubulak dsk, Jl Pemuda dsk, Jl Ahmad Yani dsk, Jl Dadali dsk, Jl Kesehatan dsk, Jl Merak dsk.
.
Pengaliran akan kembali normal secara bertahap setelah petugas melakukan pemulihan (recovery) jaringan.
.
Kami mengimbau #sobatair dan pelanggan untuk menampung air saat masih mengalir. Bagi pelanggan yang membutuhkan pasokan air melalui tangki dapat menghubungi Call Center 24 jam PDAM di nomor 0251-8324111 atau whatsapp 08111182123.
.
Atas nama manajemen, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pelayanan ini. Terima kasih.
.
Bogor, 8 Maret 2019
a.n DIREKTUR UTAMA
PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR
SEKRETARIS PERUSAHAAN
TEGUH SETIADI

#pdamkotabogor #kotabogor #pelayananpublik #sobatair #welovebogor #bogohkabogor

Walikota Resmikan Kampung Tematik

Selamat pagi #sobatair.
.
PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mengapresiasi keberadaan Kampung Tematik Jendela Dunia di Gang Kepatihan Kelurahan Panaragan Kec Bogor Tengah yang Kamis pagi kemarin diresmikan Bapak Walikota Bogor Bima Arya.
.
Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Umum PDAM Kota Bogor Rino Indira Gusniawan.
.
Kampung tematik yang mengusung tema internasional tersebut sudah terlihat dari depan Gang Kepatihan. Kedua sisinya terlihat lukisan rumah tua empat dimensi ala Takayama di Jepang sekaligus dengan hiasan pohon sakura. Selain nuansa Jepang, Kota London juga bisa dirasakan di sana karena terdapat lukisan tentara kerajaan London, serta di platform Sembilan merupakan tembok serupa yang ada di film Harry Potter.
.
Tempat-tempat dari setiap lukisan di Kampung Tematik tersebut bisa menjadi tempat untuk berswafoto karena kecantikannya. Itu merupakan tujuan warga sekitar dalam upayanya untuk menjaring wisatawan ke kampung tersebut. Oleh karena itu dengan didirombaknya menjadi kampung tematik tersebut diharapkan bisa menjadi tujuan wisata baru, karena didukung akses yang dekat stasiun Bogor.
.
Ilustrasi air terpampang di salah satu slot tembok kawasan tersebut.
.
Diharapkan, Kampung Tematik Jendela Dunia ini akan menjadi salah satu kampung tematik unggulan. Karena ada tiga dimensi yang ada di kampung ini. Yakni, dimensi wisata bisa untuk foto dan kuliner, dimensi pembelajaran karena kampung ini jadi percontohan untuk pengelolaan sampah dan dimensi alam karena ada sungai untuk wisata air.
.
Terima kasih.
.
#pdamkotabogor #kampungtematik #kepatihan #welovebogor #bogohkabogor

Info PDAM Hari ini ..

Selamat sore #sobatair yang budiman.

Kami informasikan rencana perbaikan pipa bocor jenis AC 18″ di Jalan Empang depan Toko Ria Busana pada hari Selasa 5 Maret 2019 pukul 16:00 s/d 22:00 WIB (6 jam).

Perbaikan tersebut berpotensi mengakibatkan gangguan pengaliran sebagian besar zona III sebagai berikut :

*Jl Empang, Pulo Empang, Jalan Sedane, Pancasan dsk, Pasir Kuda dsk, Cibalagung dsk, Jabaru dsk, Bojong Menteng dsk, Gunung Batu, dsk, Lebak Sari, Kebon Manggis, Kp Kramat, Jl Pahlawan, Jl Juanda, Jl Kapt Muslihat, Jl Paledang, Jl Panaragan, Jl Mantarena, Kepatihan, Jl Perintis Kemerdekaan, Jl Merdeka, Jl Semboja, Kebon Kopi, Sindang Sari, Jl Kartini, Jl Mayor Oking, Jl Nyi Raja Permas, Jl MA Salmun, Jl Ardio, Jl Dewi Sartika, Gedong Sawah, Pasar Anyar dsk, Jl Pedati, Jl Lawang Seketeng, Gg Aut dsk, Villa Duta dsk, Pajajaran Regency dsk, Jl Raya Pajajaran dsk, Ciheuleut dsk, Bogor Lake Side dsk, Kp Sawah dsk, Cimahpar dsk, Griya Soka dsk, Bogor Raya Residence dsk, Viasa Valley, Kp Baranangsiang I,II,III, Cikabuyutan dsk, Jl Bangka, Jl Riau, Cidangiang dsk, Jl Padi, Jl Binamarga dsk.*

Pengaliran akan kembali normal secara bertahap setelah petugas melakukan pemulihan (recovery) jaringan.

Kami mengimbau #sobatair dan pelanggan untuk menampung air saat masih mengalir. Bagi pelanggan yang membutuhkan pasokan air melalui tangki dapat menghubungi Call Center 24 jam PDAM di nomor 0251-8324111 atau whatsapp 08111182123.

Atas nama manajemen, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pelayanan ini. Terima kasih.

#pdamkotabogor #kotabogor #pelayananpublik #sobatair #welovebogor #bogohkabogor

Ayo ke Posbindu PTM di Kota Bogor….

Kota Bogor – Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit yang bukan disebabkan oleh proses infeksi (tidak infeksius) sehingga tidak menularkan kepada orang lain. Penyakit tidak menular akhir-akhir ini menjadi trend dan meningkat terus jumlah kasusnya karena berbagai faktor yaitu diantaranya pengaruh transisi epidemiologi, transisi lingkungan, transisi demografis, ekonomi, sosial budaya (lifestyle, modernisasi), dll.

Selain itu penyakit tidak menular menjadi masalah kesehatan masyarakat karena peningkatan PTM berdampak negatif pada ekonomi dan produktivitas bangsa, pengobatan PTM seringkali memakan waktu lama dan memerlukan biaya besar serta beberapa jenis PTM adalah penyakit kronik dan/atau katastropik yang dapat mengganggu ekonomi penderita dan keluarganya dengan salah satu dampak PTM adalah terjadinya kecacatan termasuk kecacatan permanen.

Beberapa penyakit tidak menular yang saat ini sedang mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan untuk dikendalikan dan dilakukan pencegahan yaitu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (seperti penyakit jantung koroner, hipertensi,stroke), diabetes mellitus, kanker, penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) dan ganguan akibat kecelakaan dan kekerasan.

Ada faktor resiko yang memicu terjadinya penyakit tidak menular. Faktor risiko adalah suatu kondisi yang secara potensial berbahaya dan dapat memicu terjadinya PTM pada seseorang atau kelompok tertentu. Berikut ini adalah beberapa faktor risiko penyakit tidak menular yang harus diwaspadai oleh masyarakat Kota Bogor supaya terhindar dari penyakit tidak menular yaitu :

• Konsumsi garam berlebih
• Konsumsi lemak berlebih
• Kurang konsumsi sayur dan buah
• Kurang aktifitas fisik
• Obesitas
• Komsumsi alkohol
• Konsumsi rokok
• Dll.

Posbindu PTM (Pos Pembinan Terpadu Penyakit Tidak Menular) merupakan kegiatan pengendalian faktor risiko PTM melalui pemberdayaan masyarakat. Sasaran program ini ditujukan kepada seluruh masyarakat sehat dan berisiko yang berusia mulai dari 5 tahun ke atas. Disebut Posbindu PTM karena kegiatan pengendalian faktor risiko PTM terintegrasi dengan Posbindu yang sudah lebih dulu ada.

Kegiatan PTM yang terintegrasi Posbindu tersebut melibatkan kader-kader kesehatan yang sudah dilatih sebagai pelaksana dengan pendampingan tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat. Saat ini Kota Bogor sudah memiliki 431 Posbindu PTM yang tersebar di 68 Kelurahan dari 503 Posbindu yang ada di Kota Bogor. Dan ke depan seluruh Posbindu akan dikembangkan menjadi Posbindu PTM.

Posbindu PTM dapat diselenggarakan sebulan sekali tetapi bila diperlukan dapat lebih dari 1 kali dalam sebulan. Hari dan waktu yang dipilih sesuai dengan kesepakatan serta dapat saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Posbindu PTM diperlukan untuk mengendalikan faktor risiko PTM yang terdapat pada setiap individu agar tidak berkembang menjadi penyakit tidak menular.

Apa saja kegiatan Posbindu PTM?

Aktifitas Posbindu PTM meliputi identifikasi faktor risiko PTM, edukasi konseling faktor risiko PTM, pencatatan dan pemantauan termasuk rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan dengan menggunakan sistem 5 meja. Pelayanan sistem 5 meja terdiri dari meja 1 untuk pelayanan registrasi dan administrasi, meja 2 untuk wawancara, meja 3 untuk pengukuran antropometri (BB,TB,LP, analisa lemak tubuh), meja 4 untuk pengukuran faktor risiko PTM biologis (pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, arus puncak espirasi, dll), dan meja 5 untuk edukasi dan konseling.

Kapan dirujuk dari Posbindu PTM ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar?

Apabila pada kunjungan berikutnya (setelah 3 bulan) kondisi faktor risiko yang dimiliki tidak mengalami perubahan (tetap pada kondisi buruk), atau sesuai dengan kriteria rujukan maka untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik harus dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar seperti Puskesmas atau klinik swasta sesuai dengan kebutuhan dan keinginan yang bersangkutan. Meski telah mendapatkan pengobatan yang diperlukan, para penyandang faktor risiko PTM yang telah dirujuk tetap dianjurkan untuk melakukan pemantauan faktor risiko PTM secara rutin di Posbindu PTM.

Berikut ini jangka waktu pemantauan faktor risiko PTM yang harus diketahui oleh seluruh masyarakat Kota Bogor :

Faktor Risiko Orang Sehat Faktor Risiko Penyandang PTM
Glukosa darah puasa 3 tahun sekali 1 tahun sekali  1 bulan sekali
Glukosa darah 2 jam 3 tahun sekali 1 tahun sekali  1 bulan sekali
Glukosa darah sewaktu 3 tahun sekali 1 tahun sekali  1 bulan sekali
Kolesterol darah total 5 tahun sekali 6 bulan sekali 3 bulan sekali
Trigliserida 5 tahun sekali 6 bulan sekali 3 bulan sekali
Tekanan darah 3 bulan sekali 1 bulan sekali 1 bulan sekali
Indeks Massa tubuh (IMT) 3 bulan sekali 1 bulan sekali 1 bulan sekali
Lingkar perut 3 bulan sekali 1 bulan sekali 1 bulan sekali
Arus Puncak Ekspirasi 1 tahun sekali 3 bulan sekali 1 bulan sekali

“Dengan POSBINDU PTM mari kita cegah Penyakit Tidak Menular”  

Sumber: Kementrian Kesehatan RI Berbagai sumber kesehatan lain. (ADV).

Oleh: Seksi Informasi Kesehatan dan Humas Dinas Kesehatan Kota Bogor.

BOGOR ANJANG SEHAT (BAS) “KETIKA PETUGAS KESEHATAN DATANG BERTAMU”

Kota Bogor – Ada dua hal yang perlu ditekankan dalam perbaikan dan peningkatan pelayanan kesehatan, yaitu mutu pelayanan dan akses. Mutu dapat ditingkatkan dengan komitmen, integrasi dan dukungan, sedangkan akses perlu beberapa tindakan yang konkret agar masyarakat dapat menjangkau fasilitas kesehatan serta pelayanan kesehatannya.

Sampai saat ini, keterjangkauan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan boleh dibilang gampang gampang sulit. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap keterjangkauan tersebut seperti letak fasilitas pelayanan kesehatan, transportasi yang digunakan untuk mencapai fasilitas tersebut, hingga kesadaran dan inisiatif masyarakat untuk mau datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Kota Bogor sebenarnya adalah kota yang memiliki akses atau keterjangkauan yang cukup mudah. Sarana transportasi tersedia, hingga semua fasilitas pelayanan kesehatannya dapat dijangkau. Tetapi inisiatif masyarakat untuk mencapai fasilitas kesehatan sering belum maksimal. Setelah banyaknya promosi kesehatan yang dilakukan agar masyarakat sadar dan mau ke fasilitas pelayanan kesehatan gencar dilakukan, maka tindakan berikutnya adalah langsung mendekati masyarakat dalam pelayanan kesehatan.

Dengan berjalannya berbagai program kesehatan, ternyata mampu mengungkapkan data bahwa lebih dari 30% masyarakat Kota Bogor masih dalam kondisi rawan atau kondisi dengan indeks tidak sehat. Program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga (PIS PK) telah memberikan sumbangsih bagaimana kondisi masyarakat di Kota Bogor. Program-program kesehatan yang lain, selain memperlihatkan data, juga memberikan peluang untuk dibuat berbagai inovasi agar kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dapat terpenuhi. Dengan semakin meningkatnya kasus penyakit kronis dan penyakit akibat perilaku yang kurang mempehatikan kesehatan, maka dibutuhkan penanganan yang cepat, dan terintegrasi.

Untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap tenaga kesehatan khususnya dokter di wilayah Kota Bogor, disepakati untuk melaksanakan suatu kegiatan Kunjungan Rumah, yang melibatkan tenaga medis dan tenaga kesehatan di Puskesmas seluruh Kota Bogor. Kesepakatan ini berdasarkan hasil pertemuan penguatan kegiatan puskesmas. Kegiatan ini dinamakan dengan Bogor Anjang Sehat (BAS).

Konsep kegiatan BAS adalah melaksanakan kunjungan ke rumah masyarakat, melakukan pendekatan secara keluarga dan individu, penemuan kasus hingga intervensinya. Lingkup Kegiatan Bogor Anjang Sehat merupakan kunjungan rumah kepada keluarga (home visite) yang dilaksanakan oleh Tim yang terdiri atas tenaga medis (dokter dan dokter gigi), tenaga penunjang medis (perawat dan bidan) serta tenaga kesehatan lainnya (nutrisionist, sanitarian, farmacist dan tenaga kesehatan lainnya), dalam bentuk FGD untuk pelayanan bagi masalah kesehatan, baik penyakit akut, maupun penyakit Kronis.

Tim Dinas Kesehatan Kota Bogor saat melakukan kunjungan ke salah satu rumah warga di Kota Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan BAS dilaksanakan oleh Tim dengan kebutuhan sarana dan prasarana sebagai berikut :

1. Sarana Transportasi
Baik dengan jalan kaki atau menggunakan angkutan khusus berupa kendaraan roda dua untuk menjangkau daerah yang sulit dijangkau, kendaraan roda dua dilengkapi dengan peralatan medis dan kesehatan sesuai kebutuhan dan kendaraan diberi tanda pengenal berupa stiker atau tulisan kegiatan Bogor Anjang Sehat.

2. Sarana Teknis Lapangan
Berupa perlengkapan teknis lapangan yang terdiri atas perlengkapan identitas seperti rompi, topi dan payung serta perlengkapan medis dan kesehatan yang digunakan untuk kegiatan Bogor Anjang Sehat serta ditunjang oleh alat tulis kantor sebagai pelengkap.

Sasaran Bogor Anjang Sehat adalah keluarga dan masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan, baik pada kasus yang dini maupun dalam rangka follow up dan diharapkan pada kunjungan selanjutnya menjadi kunjungan sehat untuk promotiv dan preventif terhadap munculnya gangguan kesehatan/penyakit. Data keluarga yang memiliki masalah kesehatan, didapatkan dari hasil Pendataan program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK), berdasarkan pada 12 indikator keluarga sehat.

Tim Bogor Anjang Sehat (BAS) terdiri atas Tim BAS Dinas Kesehatan Kota Bogor, sebagai pembina dan pendamping, terdiri atas Penanggungjawab Kegiatan Kepala Dinas dan dibantu oleh Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang serta Kepala Sub Bagian dan Kepala Seksi. Tim BAS Puskesmas terdiri atas tenaga medis (dokter dan dokter gigi), tenaga penunjang medis (perawat dan bidan) serta tenaga kesehatan lainnya (nutrisionist, sanitarian, farmacist dan tenaga kesehatan lainnya) di 25 Puskesmas se Kota Bogor.

Tim Dinas Kesehatan Kota Bogor saat melakukan kunjungan ke salah satu rumah warga di Kota Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan Kunjungan Rumah Bogor Anjang Sehat (BAS) adalah sebagai berikut :

1. Penemuan kasus baru (deteksi dini).
2. Penemuan  suspek/kasus kontak serumah.
3. Pemantauan keteraturan berobat sesuai program pengobatan.
4. Pelayanan kesehatan dasar langsung (direct care) maupun tidak langsung (indirect care).
5. Upaya pengobatan tindak lanjut (follow up).
6. Upaya pemulihan pasca pengobatan/perawatan.
7. Pemantauan status kesehatan beresiko.
8. Pemantauan status gizi buruk.
9. Penyuluhan/Pendidikan kesehatan pada individu dan keluarganya.
10. Dokumentasi Kegiatan: laporan kegiatan sesuai format kasus + foto kegiatan.

Adapun keluaran yang diharapkan adalah :

1. Meningkatnya pengetahuan, sikap dan perilaku individu, keluarga tentang  kesehatan.
2. Meningkatnya penemuan dini kasus baru.
3. Meningkatnya  pelayanan kesehatan .
4. Meningkatnya penanganan kasus yang memerlukan tindak lanjut pelayanan kesehatan di rumah.
5. Meningkatnya akses keluarga miskin mendapat pelayanan kesehatan.

Bogor Anjang Sehat (BAS) merupakan salah satu inovasi Bidang Kesehatan Kota Bogor dalam menurunkan angka kesakitan dan angka kematian baik bayi, balita, ibu hamil maupun kematian karena penyakit lainnya sehingga dampaknya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya masyarakat Kota Bogor.

Kota Bogor bisa…..  (Adv).

Oleh : dr. Armein Sjuhary Rowi,MKM KepalaSeksi Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Petugas Call Center PDAM Harus Lebih Profesional

BOGOR – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menetapkan standar tinggi dalam pelayanan Call Center 24 Jam kepada pelanggan. Petugas yang terbukti cakap menjalankan tugasnya, maka akan diberi penghargaan khusus. Sebaliknya jika lalai, maka akan dikenakan sanksi yang berlaku.

Untuk itu, kata Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, operator Call Center dituntut lebih profesional dalam melayani pelanggan dan lihai menangani keluhan gangguan pelayanan. “Layanan Call Center 24 Jam PDAM Kota Bogor merupakan layanan pelanggan yang melayani berbagai informasi. Seperti informasi gangguan pengaliran, pasang baru, tagihan dan sebagainya,” ujar Deni saat melepas kegiatan Kunjungan Lapangan Petugas Call Center awal pekan ini.

Kegiatan ini merupakan program Sub Departemen Humas PDAM Kota Bogor untuk memberikan pengetahuan tentang lokasi sumber-sumber air, instalasi pengolahan air, laboratorium, dan sistem pengolahan air pada perusahaan air bersih milik Pemkot Bogor ini.

Lokasi-lokasi yang dikunjungi itu antara lain Sumber Air Kota Batu di Desa Kota Batu Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor, intake Ciherang Pondok (Cipon) di Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor, IPA Cipaku dan Laboratorium di Kelurahan Cipaku Kecamatan Bogor Selatan, IPA Dekeng di Kelurahan Genteng Kecamatan Bogor Selatan dan SPAM Katulampa di Desa Cibanon Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor.

Deni memberikan apresiasi kegiatan ini. Petugas Call Center, menurut Deni harus memiliki pemahaman menyeluruh jenis produk dari sebuah perusahaan. Hal ini penting saat menghadapi komplain atau pertanyaan dari pelanggan sehingga dapat menjawab pertanyaan atau masalah yang dihadapi customer dengan cepat dan lugas.

“Beberapa petugas (Call Center) saya lihat muka-muka baru. Saya setuju mereka diajak ke lokasi-lokasi sumber air dan (intake) Cipon agar lebih paham tentang air baku PDAM. Kenapa kalau keruh bisa terjadi gangguan, dan lain-lain,” ujar Deni.

Deni meminta petugas Call Center bekerja lebih profesional karena tuntutan pelanggan terhadap pelayanan PDAM Kota Bogor sudah sangat tinggi. “Ketika ada pelanggan yang komplain, dia (petugas) harus dapat menjelaskan secara gamblang. Singkat, padat dan jelas. Segera koordiasikan dengan pihak terkait jika ada laporan gangguan,” ujar Deni.

Asisten Manajer Humas PDAM Kota Bogor R. Poppi Rustanti menambahkan kunjungan lapangan ini merupakan program pembinaan PDAM bersama PT Personel Alih Daya (Persada) sebagai penyedia jasa Contact Center dan Resepsionis di PDAM.

“Pada prinsipnya, kami berkomitmen menghadirkan operator Call Center yang profesional dan handal, sehingga masyarakat dan pelanggan bisa mendapatkan akses informasi yang mudah dan cepat tertangani,” ujar mantan Kepala Sub Bagian Hubungan Langganan PDAM Kota Bogor ini. (*)

Sejarah Hari Kesehatan Nasional

Kota Bogor – Sejarah lahirnya Hari Kesehatan Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November berawal dari upaya pemberantasan penyakit Malaria di Indonesia. Di era 50-an, penyakit Malaria mewabah di Indonesia. Penyakit ini menjangkiti hampir semua masyarakat di seluruh negeri. Terdapat ratusan ribu orang yang tewas akibat wabah Malaria tersebut. Akibat banyaknya korban yang jatuh, pemerintah kemudian segera mengambil tindakan dengan melakukan beragam upaya untuk membasmi Malaria.

Upaya pembasmian penyakit Malaria dimulai tepatnya pada tahun 1959 dengan dibentuknya Dinas Pembasmian Malaria oleh pemerintah. Empat tahun kemudian, yaitu pada tahun 1963, namanya kemudian diganti menjadi Komando Operasi Pembasmian Malaria yang disingkat menjadi KOPEM. Upaya pembasmian ini dilakukan oleh pemerintah dengan dibantu organisasi kesehatan dunia WHO dan USAID.

Dengan dilakukan upaya pemberantasan Malaria tersebut, pemerintah berharap Malaria bisa benar-benar diberantas. Bentuk upaya pemberantasan penyakit Malaria sendiri dilakukan dengan menggunakan obat jenis DDT. Penyemprotan obat ini dilakukan secara massal ke rumah-rumah penduduk yang ada di pulau Jawa, Bali dan Lampung.

Presiden Soekarno yang menjabat sebagai Presiden RI kala itu, melakukan penyemprotan pertama secara simbolis pada tanggal 12 November 1959, bertempat di desa Kalasan, Yogyakarta. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) untuk diperingati setiap tahunnya.

Tema perayaan HKN setiap tahunnya berbeda-beda. Namun, tentu saja dengan tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia sekaligus pemahaman mereka akan pentingnya hidup sehat. Biasanya, akan ada beragam kegiatan yang dilakukan guna meramaikan acara yang diawali oleh pembukaan dari Menteri Kesehatan ini.

Terlepas dari bentuk acara dan jenis kegiatan yang ada di dalamnya, perayaan HKN sendiri tidak akan berjalan dengan mulus tanpa dukungan semua pihak. Diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah pusat dengan kepala daerah, dunia usaha, sampai dengan organisasi kemasyarakatan agar persiapan acara bisa dilakukan dengan baik. Dukungan masyarakat juga diperlukan dengan berpartisipasi langsung selama acara, baik dengan mengikuti lomba atau hanya sekadar hadir untuk mendengarkan talk show tentang kesehatan yang biasanya diberikan.

Menyongsong perayaan Hari Kesehatan Nasional yang ke-54 pada tanggal 12 November 2018 mendatang, marilah kita mengkaji kembali apa yang sudah berhasil dicapai dengan adanya perayaan tersebut. Saat ini masyarakat sudah semakin mudah untuk mengakses fasilitas kesehatan. Terbukti dengan adanya peningkatan pelayanan kesehatan di berbagai daerah, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah.

Selain peningkatan pelayanan kesehatan, infrastruktur fasilitas kesehatan pun sudah semakin memadai, tersedia jaminan kesehatan nasional (JKN) dengan sistem gotong royong. Untuk daerah-daerah terpencil, bahkan pemerintah sudah menyediakan flying doctor dan rumah sakit bergerak, sehingga pelayanan kesehatan juga bisa menjangkau daerah-daerah tersebut.

Momentum Hari Kesehatan Nasional ke-54 Tahun 2018 menjadi pengingat publik bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya akan terwujud, apabila semua komponen bangsa; masyarakat, organisasi kemasyarakatan, swasta berperan serta dalam upaya kesehatan, dengan lebih memprioritaskan promotif-preventif dan semakin menggalakkan serta melembagakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), tanpa mengabaikan kuratif-rehabilitatif.

Pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, akademisi dan praktisi turut ambil bagian dalam peringatan HKN untuk mendukung pembangunan kesehatan Masyarakat semakin mengerti arti penting perilaku dan lingkungan sehat, serta melakukan gerakan hidup sehat, baik di keluarga, tempat kerja, tempat-tempat umum dan fasilitas lainnya.

Dengan mengacu pada Buku Panduan HKN Ke-54 tahun 2018 yang dikeluarkan oleh Kementria Kesehatan RI, bahwa tema HKN Ke-54 Tahun 2018 adalah “Aku Cinta Sehat”, dengan sub tema “Ayo Hidup Sehat…Mulai Dari Kita” dan pesan-pesan pendukung sebagai berikut :

  • SALAM SEHAT, SEHAT INDONESIA
  • Keluarga Sehat, Indonesia Kuat
  • Wujudkan Indonesia Sehat dengan promotif dan preventif
  • Sehatkan diri dan sekitar, mulai dari kita
  • INTEGRITAS: “Sehat Tanpa Korupsi”. Jaga Diri, Jaga Teman, Jaga Kementerian Kesehatan
  • Etos Kerja : “Sehat Melayani.” Cepat (No Delay), Tepat (No Error), Bersahabat (No Complaint)
  • Gotong royong:“Indonesia Sehat”. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat
  • Budaya Kerja Harian :
    1T : Minimal 1 pekerjaan tuntas setiap hari
    2K : Minimal 2 kebaikan setiap hari
    3S : Senyum, Sapa, Salam
    4M : Hadir 4 menit sebelum kegiatan dimulai
    5R : Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin

Peringatan HKN Ke-54 Tahun 2018 Tingkat Kota Bogor dimeriahkan dengan berbagai kegiatan dan lomba yang melibatkan berbagai institusi kesehatan yang ada di Kota Bogor mulai dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik, Apotik, Laboratorium, Akademisi, SMK Kesehatan,dll.

Berikut rangkaian Kegiatan dan Lomba dalam memperingati HKN Ke-54 Tingkat Kota Bogor Tahun 2018, diantaranya :

  • Lomba-lomba Olah Raga
    – Lomba Bola Volley (Pa/Pi, Tanggal 8 – 10 Oktober 2018, tempat Halaman RS Marzoeki Mahdi)
    – Lomba Tenis Meja Beregu (Pa, Tanggal 11-12 Oktober 2018, tempat Gedung Parkir RS Hermina)
    – Lomba Bulu Tangkis Beregu 9Pa, Tanggal 15-17 Oktober 2018, tempat GOR Taman Yasmin)
    – Lomba Futsal (Pa/Pi, Tanggal 22-24 Oktober 2018, tempat Lap. Futsal Taman Yasmin)
  • Lomba-Lomba Seni
    – Lomba Menyanyi Duet (Tanggal 29 Oktober 2018, tempat Gedung Serbaguna RS Hermina)
    – Lomba Hand Hygiene Dance (Tanggal 30 Oktober 2018, tempat Gedung Serbaguna RS Hermina)
  • Lomba MTQ (Tanggal 1 Nopember 2018, tempat Gedung Serbaguna RS Hermina)
  • Lomba Kantor Pemerintah Bersih dan Sehat (Bulan Juli dan Agustus 2018)
  • Lomba Cipta Inovasi Puskesmas (tanggal 24 Oktober 2018, tempat Aula RS PMI)
  • Pemilihan Duta Muda Sehat Tingkat Kota Bogor Tahun 2018 (awal Nopember 2018)
  • Lomba Vlog #teuhayangngaroko Tingkat Kota Bogor tahun 2018 (akhir Nopember 2018)
  • Upacara Peringatan HKN ke 54 pada hari Senin, 12 November 2018, tempat di Area Depan GOR Pajajaran Kota Bogor diikuti oleh seluruh insan kesehatan dari berbagai institusi kesehatan di Kota Bogor.
  • Acara puncak HKN Ke-54 Tingkat Kota Bogor yang akan dihadiri Bapak Walikota Bogor, diawali dengan carnaval institusi kesehatan, senam sehat bersama, pengumuman dan pemberian hadiah lomba, hiburan,dll.

Nah, sudah siapkah Anda untuk ikut berpartisipasi dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun ini? Ingat, partisipasi dan dukungan Anda sangat berharga demi tercapainya masyarakat Kota Bogor dan masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

(Advertorial dari Seksi Infokes Dinas Kesehatan Kota Bogor)