AYO GENERASI MUDA KOTA BOGOR  SAATNYA YANG MUDA BERAKSI

Oleh :
Erny Yuniarti, SKM
Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
Dinas Kesehatan Kota Bogor

Saat ini, Indonesia menghadapi tantangan serius berupa masalah kesehatan triple burden, karena masih adanya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) dan penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi muncul kembali. Pada era 1990-an, penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Tuberkulosis (TBC), dan Diare. Namun sejak 2010, penyakit tidak menular (PTM) seperti Stroke, Jantung, dan Kencing manis memiliki proposi lebih besar di pelayanan kesehatan .

Pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi) dalam 30 tahun terakhir ditengarai karena adanya perubahan gaya hidup masyarakat. Pergeseran pola penyakit ini mengakibatkan beban pada pembiayaan kesehatan negara.Sebuah pembelajaran berharga di era jaminan kesehatan nasional (JKN), anggaran banyak terserap untuk membiayai penyakit katastropik, yaitu: PJK, Gagal Ginjal Kronik, Kanker, dan Stroke. Selain itu, pelayanan kesehatan peserta JKN juga didominasi pada pembiayaan kesehatan di tingkat lanjutan dibandingkan di tingkat dasar.

Fakta ini perlu ditindaklanjuti karena berpotensi menjadi beban yang luar biasa terhadap keuangan negara.

Meningkatnya PTM dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia, bahkan kualitas generasi bangsa. Hal ini berdampak pula pada besarnya beban pemerintah karena penanganan PTM membutuhkan biaya yang besar. Pada akhirnya, kesehatan akan sangat mempengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi.

Permasalahan kesehatan yang timbul saat ini merupakan akibat dari perilaku hidup yang tidak sehat ditambah sanitasi lingkungan serta ketersediaan air bersih yang masih kurang memadai di beberapa tempat. Hal tersebut sebenarnya dapat dicegah bila fokus upaya kesehatan diutamakan pada upaya preventif dan promotif dalam menumbuh-kembangkan kemandirian keluarga dan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat.

Seiring dengan kondisi kesehatan masyarakat Kota Bogor  dengan trend penyakit tidak menular yang semakin meningkat serta menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017, maka pemerintah Kota Bogor mengeluarkan kebijakan yang lebih implementatif melalui Peraturan Walikota Nomor 47 Tahun 2017 tentang gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Kota Bogor. Pelaksanaan Germas Kota Bogor adalah melalui tindakan promotif dan preventif hidup sehat yang pelaksanaannya melibatkan seluruh komponen masyarakat baik perangkat daerah, dunia usaha, akademisi maupun lembaga swadaya masyarakat/organisasi massa.

Komponen masyarakat yang terlibat dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat terdiri dari semua lapisan dan semua usia. Data dari BPS  (Kota Bogor dalam Angka Tahun 2017), Tahun 2016 jumlah penduk Kota Bogor sebesar  1.064.687, dengan jumlah usia muda (mengacu pada UU Kepemudaan Nomor 40 tahun 2009  yaitu usia 16 tahun s/d 30 tahun)  sebesar 266.841 orang atau sebesar 25,1% dari total jumlah penduduk Kota Bogor.

Melihat data tersebut, dengan jumlah penduduk usia muda yang besar merupakan potensi  yang dapat  diberdayakan dalam membantu penanganan masalah kesehatan di Kota Bogor.

Generasi muda adalah sebagai obyek dan subyek dalam pembangunan kesehatan.Salah satu upaya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan adalah membentuk jejaring kemitraan dengan anak muda Kota Bogor .

Pada tanggal 25 Februari 2018, Dinas Kesehatan membentuk komunitas sehat yang terdiri dari berbagai kelompok muda di Kota Bogor. Adapun komunitas yang tergabung dalam Komunitas Muda sehat yaitu : Paguyuban Duta Muda Sehat, Relawan Bogoh Ka Bogor, Pramuka Saka Bhakti Husada, Forum Anak Kota Bogor, PKPR Kota Bogor dan Turn On Your Life. Masing-masing kelompok atau organisasi muda ini sudah memiliki program kerja masing-masing khususnya bidang kesehatan.  Seperti Paguyuban Duta Muda Sehat memiliki program kampanye kesehatan dan charity kepada masyarakat luas, Saka Bhakti Husada memiliki program kerja membantu sosialisasi, kampanye kesehatan di masyarakat dan sekolah, Forum Anak Kota Bogor aktif dalam menyuarakan suara anak dalam mendorong terbentuknya kebijakan kesehatan, Turn On Your Life (TOYL)  aktif  bergerak dalam penanggulangan perilaku merokok di remaja serta kampanye untuk anak muda ,Relawan Bogor Ka Bogor aktif dalam kampanye dan sosialisasi PHBS serta pengobatan massal, dll

Tujuan dibentuknya komunitas muda sehat ini adalah memberikan wadah kepada kelompok muda kota Bogor untuk dapat bekerja bersama sama dan membangun kemitraan untuk pembangunan kesehatan melalui goverment-community partnership sehingga  membawa dampak yang lebih signifikan untuk mewujudkan masyarakat sehat  dan mandiri yang berkelanjutan. Selain itu dengan terbentuknya komunitas muda sehat ini, semua kelompok muda kota Bogor dapat memberikan dukungan, komitmen, dan peran-sertanya dalam bergotong royong meningkatkan kesadaran, kemauan, dan  kemampuan hidup sehat bagi setiap orang . Pendekatan-pendekatan yang dilakukan juga harus berbasis bukti (evidence-based) dan pembelajaran (lesson-learned) sehingga para remaja tidak hanya mendapatkan pemahaman namun juga perubahan perilaku.

Selanjutnya dengan terbentuknya komunitas muda sehat Kota Bogor, maka semua unsur/ kelompok yang tergabung didalammya menyusun program kerja secara bersama-sam . Kegiatan yang dilaksanakan melibatkan semua kelompok serta menyasar masyarakat yang lebih luas.Harapannya dengan melibatkan semakin banyak komponen maka kegiatan lebih memiliki daya ungkit dan daya guna bagi masyarakat.
Melibatkan semakin banyak generasi muda  berarti semakin banyak  perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan edukasi kesehatan kemasyarakat yang sifatnya promotif-preventif. Semakin banyaknya kelompok masyarakat yang bergerak di kesehatan akan membantu pemerintah kota Bogor  khususnya dinas kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat   serta  mendorong perubahan perilaku yang tidak sehat menjadi perilaku sehat sehingga menurunkan angka kesakitan dan kematian di masyarakat. Selain itu dengan banyaknya  anak-anak muda yang fokus pada kesehatan diharapkan mampu menginsipirasi anak muda lainnya di Kota Bogor .

Sudah saatnya generasi muda kota Bogor  mengambil peran dalam berbagai kegiatan di bidang kesehatan. Di tangan generasi muda lah terletak masa depan kota Bogor menuju Kota Bogor Sehat dan Nyaman.

Generasi Muda Sehat Kota Bogor Pasti Bisa…..Ayo saatnya bergerak !!!

Jelang Ramadhan, PDAM Kota Bogor Gelar Cucurak Bareng Wartawan

Kota Bogor – Cucurak atau makan bersama jelang Ramadan antara direksi dan manajemen PDAM Kota Bogor bersama rekan-rekan media berlangsung di IPA Palasari, Desa Palasari Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor, Selasa (15/5/2018).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempererat silaturahmi antara PDAM dengan media massa di Kota Bogor, terutama menyambut bulan suci Ramadan 1439 H.

Deni mengucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian media terhadap program-program yang sedang dijalankan PDAM. “Atas peran rekan-rekan media pula, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dikategorikan sebagai PDAM Sehat pada tahun 2017 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Deni pun mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada rekan-rekan media dan berharap kerjasama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan.

Hadir dalam kesempatan tersebut para pejabat struktural di PDAM Kota Bogor antara lain Sekretaris Perusahaan Rinda Lilianti, Kepala Satuan Pengawasan Intern (SPI) Sony Hendarwan, Kepala Bagian Produksi Adi Gunadi, Kepala Bagian Transmisi dan Distribusi Dani Rakhmawan, Kepala Bagian Pelayanan Pelanggan Jamalis, Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Dicky Budhi Purnama, Kepala Bagian Perlangkapan dan Peralatan Rivelino Rizky Muchtar, Kepala Bagian Perencanaan dan Pengawasan Teknik Ardani Yusuf, serta sejumlah Kepala Sub Bagian.(*).

Malam Tahun Baru Bersama ‘Koes Plus’ Ditaman Wisata Telaga Malimping

Eng Ing Eng – Perayaan pergantian malam tahun baru, pengunjung Taman Wisata Alam Telaga Malingping akan dimanjakan dengan gala dinner, pesta kembang api dan yang lebih mengesankan lagi adalah panggung hiburan dengan lagu-lagu band legendaris Koes Plus.

Dengan demikian, para pengunjung akan mendapat kesan berbeda saat moment melepas tahun 2017 dan menyambut tahun 2018.

Berbagai hiburan yang disediakan managemen TWA Talaga Malingping bisa dinikmati semua pengunjung secara cuma-cuma alias gratis.

Bagi para pecinta musik khususnya fans berat Koes Plus, kesempurnaan perayaan malam tahun baru akan didapat di tempat wisata yang berlokasi di kaki gunung salak tersebut.

Bayangkan, semua pengunjung tentu merasa happy, karena pertunjukan spektakuler akan mngghibur anda bersama pasangan, keluarga, sahabat, atau kolega ditengah balutan sejuknya udara malam yang menyelimuti lokasi Talaga Malingping.

Seperti diketahui TWA Talaga Malingping yang berlokasi di Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor menjadi tempat wisata favorit di kawasan Bogor.

Karena, nuansa alamnya yang cantik dengan balutan penghijauan serta udara yang sejuk akan menjamin para pengunjung untuk mendapat kepuasan dalam berwisata.

Lokasi wisata yang berada di kaki gunung salak ini, bisa di akses dengan mudah, bisa ditempuh sekitar satu jam dari pintu Tol Ciawi melalui jalur Sukabumi.

Atau bagi pengunjung dari Kota Bogor bisa mengakses TWA Talaga Malingping melalui jalur lintas Pamoyanan melewati Kecamatan Cijeruk.

Kenyamanan di TWA Talaga Malingping, selain nuasna alamnya yang sejuk, taman wisata alam ini menyediakan fasilitas super lengkap dan tenrtunya setiap pengunjung akan mendapatkan kepuasan tersendiri saat berlibur dan merasakan kesan berbeda.

Dengan fasilitas yang super lengkap, maka pengunjung bisa mengujungi lokasi wisata ini besama keluarga, sahabat atau kolega bisnis. Karena disini pengunjung bisa bermalam dan menikmati berbagai permainan dengan segala fasilitas yang tersedia.

TWA Talaga Malingping memiliki 106 kamar, yang terbagi beberapa type antaralain VIP, Deluxe, Ekonomi, Barak, Gazebo, Ringing Stage dan Tenda. Dengar tarif harga kamar mulai Rp 250 ribu hingga Rp 3 juta per malam.

Dengan berbagai fasilitas yang super lengkap, TWM Talaga Malingping tentu akan menjamin liburan pengunjung, karena setiap pengunjung bisa menikmati setiap fasilitas yang dimilikinya.

Disini pengunjung bisa menikmati wahana air sepuasnya seperti water park, water boom, kolam mandi bola, kolam ember tumpah,
kolam renang air mancur bahkan
terapi ikan.

Untuk menambah keseruan momen liburan anda, selain itu, Talaga Malingping juga memiliki fasilitas yang tak kalah asyik, dengan menikmani wahana nuansa perahu, mulai perahu naga,
perahu angsa, perahu goes hingga
perahu putar mini.

Bagi yang hobi mancing, jangan khawarir karena disini juga tersedia kolam pancing lengkap dengan alat pancing berbagai ukuran, sehingga penggila mancing mania bisa mancing sepuasnya.

Selain gala dinner dengan hidangan berbagai menu khas dan yang favorit, pengunjung bisa berdendang sambil olah vokal di hall yang telah disediakan, juga bisa mengakses internet dengan wiffi hotspot secara cuma-cuma alias gratis.

Bermalam tahun baruan di TWM Talaga Malingping pasti akan membuat liburan anda sekeluarga berkesan, karena pesta kembang api akan menghiasi detik-detik pergantian malam dalam menyambut tahun 2018.

Untuk yang hobi tantangan, pengunjung juga bisa menguji adrenalin disini dengan menikmati
outbond, flaying fox, canofi street,
fun games dan team building.

Berbicara kapasitas, bagi yang membawa rekan kerja atau kolega untuk persentase, meeting atau bahkan persepsi pernikahan. Jangan khawatir, karena TWA Talaga Malingping juga memiliki aula serbaguna, wedding party,
birthay party, meeting room yang dilengkapi organ tunggal (OT) dan
projektor yang juga bisa digunakan arisan keluarga.(As)

Bogor dan Kisarazu, Kisah Persahabatan Dua Kota Di Awali….

Kamis (14/12/2017), langkah persahabatan dua kota Bogor dan Kisarazu yang tertuang dalam deklarasi kota persahabatan dua kota pada November tahun lalu, dimulai. Adalah pelaksanaan Students Online Exchange antara SMP Negeri 1 Bogor dengan Hatazawa Junior High School (JHS) melalui Video Call Skype yang mengawali langkah tersebut. Belasan siswa/siswi dan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Bogor menyapa siswa/siswi, Kepala Sekolah Hatazawa JHS dan tak ketinggalan hadir pula Wali Kota Kisarazu Yoshikuni Watanabe.

Di awal acara, SMPN 1 Kota Bogor memberikan sebuah pertunjukan musik lewat pianis muda yang juga siswa di SMPN 1 Kota Bogor. Anak laki-laki dengan kemeja putih dibalut jas hitam dan celana hitam berjalan ke arah piano yang sudah disediakan di belakang kursi. Dengan jari lentiknya, anak tersebut memainkan lagu Sunda Manuk Dadali yang kemudian dilanjut lagu yang sering menjadi lagu motivasi bagi remaja di Jepang.

Peserta Students Online Exchange Kisarazu bertepuk tangan dan nampak terpukau sebab mereka merasa diberikan kejutan. Tak lama, Wali Kota Bogor Bima Arya datang dan segera ikut bergabung dengan memberikan ucapan senangnya bertemu kembali dengan Yoshikuni Watanabe. Begitu pula sebaliknya dua orang pemimpin daerah beda negara ini saling bertegur sapa secara jarak jauh. Bima menyebut perjalanan ke Kisarazu pada November tahun lalu, adalah kunjungan luar negeri yang paling bekesan. “Selain karena penyambutan yang luar biasa dari Pak Walikota Watanabe, juga karena banyak hal yang saya yakini akan berlanjut dengan nyata dalam kerja sama dua kota,” ujarnya.

Acara kemudian dilanjut dengan perkenalan dari kedua belah pihak. Dimulai dari seorang siswi Hatazawa JHS yang menceritakan tentang Kota Kisarazu dan kemudian dilanjut siswa Harazawa JHS yang menceritakan seputar sekolah mereka menggunakan bahasa Inggris. Pemaparan dari Hatazawa JHS pun dibalas dengan pemaparan balik dari Siswa SMPN 1 Bogor Muhammad Jabril Faizatori tentang Kota Bogor dan disusul persentasi dari Alma Putri Nashrida tentang SMPN 1 Bogor.

Alma mengatakan, dirinya ditunjuk langsung oleh salah seorang guru untuk latihan presentasi menggunakan bahasa Inggris mengingat ia merupakan salah seorang siswa yang nilai bahasa Inggris-nya diatas 90. “Saya memang sudah belajar bahasa Inggris dari kecil dan memang suka juga dengan bahasa Inggris, jadi saya senang sekaligus bangga bisa terpilih,” ujar siswa kelas VIII ini yang juga bercita-cita menjadi CEO Google.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Bogor Sri Sugiarti mengatakan, pihaknya bangga bisa terpilih menjadi sister school dengan sekolah Hatazawa JHS. Ia pun sudah sangat siap untuk sharing peningkatan mutu pendidikan dengan Kisarazu Jepang. Dan sudah tidak sabar untuk dapat berkunjung ke Kisarazu. “Kami berharap bisa mengirim siswa kami kesana untuk pertukaran pelajar. Agar anak-anak bisa belajar tentang pendidikan karakter di Jepang,” pungkasnya.

Kota Persahabatan Bogor-Kisarazu
Pembentukan Kerjasama Kota Persahabatan antara Bogor dengan Kisarazu, diawali kunjungan Walikota Kisarazu, Yushikuni Watanabe dan rombongan pada 6 Oktober 2016. Saat itu, Walikota Watanabe menyampaikan minat kotanya untuk melakukan penjajakan kerja sama kota persahabatan dengan kota Bogor. Kisarazu melihat potensi yang ada di Kota Bogor untuk bekerja sama dalam bidang agro industri yakni mengembangkan organic city.  “Organic City sejalan dengan Kota Bogor,” ujar Bima.

Bima menyambut baik tawaran kerja sama ini. “Pemerintah Kota Bogor dalam upaya menyikapi semua tantangan dalam era globalisasi ini terus aktif dan konsisten untuk menjalin dan meningkatkan kerjasama luar negeri baik dalam bentuk bilateral maupun multilateral,” kata Bima. Kesempatan untuk bermitra dengan Kisarazu, kata Bima, adalah kesempatan untuk berbagi pengalaman sekaligus menerapkan berbagai kemajuan kelebihan kota mitra untuk di kota Bogor.

Pada 18 November 2016, dilakukan penandatangan Deklarasi Bersama antara Bogor dan Kisarazu untuk membentuk kerjasama yang saling menguntungkan sebagai kota persahabatan di KBRI Tokyo. Ruang lingkup kerjsama kota bersahabat antara ke dua kota ini adalah pendidikan, kebudayaan, pariwisata, pertanian, dan kesehatan.

Sementara itu, Kepala Bagian Kerjsama, Tyas Ajeng Fitriani, menyebut rencana aksi kerjasama itu diantaranya meliputi pertukaran informasi dan teknis terkait pertanian organik. “Kisarazu terkenal dengan teknologinya dalam persoalan pertanian organik. Kita berharap ada transfer pengetahuan dan teknologi nantinya,” ujarnya.

Di bidang kebudayaan, ada rencana untuk saling tukar menukar misi budaya antara dua kota. Termasuk nanti di bidang pendidikan, ada harapan melahirkan sister school yang memungkinkan dua pelajar di dua sekolah dan dari dua kota saling tukar menukar budaya dan bahasa (Advertorial)

Dinkes Ciptakan ‘Agen Of Change’ Kesehatan.

Kota Bogor – Momen hari jadi Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 53, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor gelar sayembara Duta Kesehatan di Bakorwil, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bogor, Kamis (30/11).

Setelah melewati babak kualifikasi, kini para finalis yang terdiri dari delapan muda-mudi unjuk kebolehan di grand final untuk menentukan pemenang sebagai Duta Muda Sehat Award Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor.

Ke depalan finalis tersebut tampil dengan mengenakan pakaian adat sunda. Mereka yang mengikuti ajang tersebut merupakan hasil seleksi dari enam kecamatan se Kota Bogor sejak beberapa pekan lalu.

Staf Promo Kesehatan Dinkes Kota Bogor Erni mengatakan, masing-masing finalis diberikan kesempatan untuk menyampaikan presentasi seputar kesehatan.

“Di grand final ini mereka menyampaikan materi yang berbeda, tapi tentunya seputar kesehatan, dan ada juri yang menilai,” kata Erni.

Menurut dia, pencariam Duta Muda Sehat tersebut merupakan rangkaian acara dari menyambut HKN.

Ia melanjutkan, tugas duta kesahatan itu, mereka menjadi ‘agen of change’ tugasnya
sosialisasi tentang kesehatan seperti bahaya merokok, narkoba, hiv aids dan penyakin menular lainnya.

Jadi tambah Erni, sejauh ini yang mensosialisasikan kesehatan kan hanya melibatkan kader posyandu, dan kedepan perlu hadir muda mudi yang juga peduli tentang kesehatan masyarakat.

“Duta kesehatan ini nanti jadi panjang tangannya Dinkes Kota Bogor, karena saat ini para pemuda perlu berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat soal kesehatan,” tandasnya. (as)

Membentuk Generasi Berencana

Kota Bogor – Masa remaja merupakan sebuah fase kehidupan yang mulai banyak diwarnai masalah. Hal itu tidak terlepas dari situasi dan kondisi kehidupan seseorang pada masa itu, yang sedang berada pada tahap pencarian identitas diri dan pembentukan jati diri. Berdasarkan standar WHO, mereka yang tergolong sebagai remaja adalah mereka yang berusia di kisaran antara 10 sampai dengan 24 tahun.

Bagi para remaja di Indonesia, permasalahan yang kerap muncul dalam kehidupan keseharian adalah masalah seputar seksualitas. Selain itu masalah ancaman HIV AIDS serta peredaran narkotika, alkohol, psikotoprika dan zat-zat adiktif lainnya (Nafza). Para remaja juga memiliki pengetahuan yang rendah tentang kesehatan reproduksi dan median usia kawin. Median usia kawin pertama perempuan adalah 19,8 tahun. Faktor ekonomi menjadi faktor dominan terhadap median usia kawin pertama perempuan.

Keterlibatan para remaja dalam peredaran dan konsumsi nafza cukup tinggi. Begitupun remaja yang mengidap HIV AIDS relatif banyak. Sedangkan pengetahuan para remaja yang rendah tentang kesehatan reproduksi misalnya, dapat dilihat dari sebuah hasil survey. Diketahui, hampir separuh (47,9%) remaja perempuan tidak mengetahui kapan seorang perempuan memiliki hari dan masa suburnya.

Kondisi serta situasi yang ada di dalam kehidupan masyarakat seperti itu dan yang terjadi di dalam kehidupan keluarga, memang menjadi faktor yang sangat berpengaruh kuat terhadap kehidupan seorang remaja. Padahal fase remaja merupakan tahap bagi seseorang untuk mempersiapkan kehidupan masa depannya. Baik tidaknya masa depan seseorang di masa depan, bisa tergantung pada baik tidaknya kehidupannya di masa remaja.
Sementara itu dalam perkembangan kehidupannya para remaja akan memasuki masa transisi kehidupan.

Bank Dunia menyebutkan ada 5 transisi kehidupan yang akan dialami oleh para remaja. Masing masing transisi dalam melanjutkan sekolah, mencari pekerjaan, memulai kehidupan berkeluarga, menjadi anggota masyarakat dan mempraktekan hidup sehat.

Semua transisi itu tentu harus terlewati dengan baik. Itu sebabnya para remaja perlu mendapatkan bimbingan dan arahan yang tepat untuk bisa melalui fase – fase tersebut dan masa transisi dengan baik, sehingga mereka mampu menyiapkan diri untuk masa depannya. Salah satu hal yang perlu diberikan kepada remaja adalah bimbingan agar mereka memiliki perencanaan untuk menjalani kehidupan di masa depannya. Baik itu kehidupan pribadi, kehidupan keluarga dan memasuki kehidupan bermasyarakat.

Mereka perlu diarahkan untuk memiliki perencanaan pada jenjang pendidikan, perencanaan dalam berkarir dan perencanaan untuk menikah membangun sebuah keluarga. Mereka perlu diarahkan untuk merencanakan pernikahan di usia yang tepat sesuai siklus kesehatan reproduksi. Untuk laki-laki menikah minimal di usia 25 tahun dan untuk perempuan pada usia minimal 22 tahun. Untuk tujuan itulah pemerintah telah melaksanakan program membentuk generasi berencana (genre).

Program genre diwujudkan melalui kegiatan di dalam Pusat Informasi dan Konseling (PIK) yang dapat dibentuk di lingkungan sekolah, lingkungan kampus atau lingkungan warga. Keberadaan PIK sangat penting artinya dalam membantu para remaja atau mahasiswa untuk memperoleh informasi dan pelayanan konseling. Khususnya konseling tentang penyiapan kehidupan berkeluarga bagi para remaja dan mahasiswa.

Secara umum PIK dapat difungsikan untuk memberikan pelayanan informasi dan konseling seputar 8 fungsi keluarga, pendewasaan usia perkawinan, tiga risiko yang berkaitan dengan masalah seksualitas, nafza, HIV dan ADIS.

Disamping itu PIK juga dapat bergerak untuk melakukan peningkatan life skills para remaja atau mahasiswa serta memberikan advokasi kepada mereka yang membutuhkan.

Di Kota Bogor sampai dengan saat ini telah dibentuk 59 Kelompok PIK Remaja dan Mahasiswa. Terdiri dari 55 kelompok di jalur masyarakat yang tersebar di 68 kelurahan, serta 4 kelompok yang berada di jalur pendidikan. Masing-masing di SMP Negeri 1 Bogor, SMP Negeri 2 Bogor, SMP PGRI 17 Bogor dan SMA Negeri 3 Bogor. (Advertorial)

Gebyar Genre Ceria Kota Bogor

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPP KB) Kota Bogor, Minggu 29 Oktober mendatang akan menggelar Gebyar Generasi Berencana (Gebyar Genre). Berlangsung di Lapangan Heulang, acara ini akan diisi dengan berbagai kegiatan edukasi bagi para remaja, khususnya seputar tema menolak pernikahan dini, Napza dan sex bebas.

Menurut Lilis Sukartini, Kepala DPP KB Kota Bogor, kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan pemahaman, pengetahuan serta sikap dan perilaku positif remaja. Khususnya yang terkait dengan kesehatan dan hak-hak reproduksi untuk meningkatkan derajat kesehatan reproduksinya dan menyiapkan kehidupan berkeluarga dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan. Di samping itu “Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar pemuda di Kota Bogor melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja,” kata Lilis.

Pada kegiatan tersebut juga akan dilaksanakan pelantikan Kelompok Kerja Pelayanan (Pokjayan) Kota Bogor. Pokjayan Kota Bogor telah dibentuk sejak tahun 2016. Banyak kegiatan yang dilakukan Pokjayan. Diantaranya mengolah sampah rumah tangga untuk menjadi barang bernilai ekonomis dan mengajak para emaja untuk mengikuti berbagai kegiatan positif dan berbagi solusi dalam mengatasi masalah-masalaha remaja. (advertorial)

Dewan Kesenian Dan Kebudayaan Gelar Ngawangkong Budaya Bareng YSK

BOGOR – Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Yayasan Satu Keadilan menggelar kegiatan Ngawangkong Kebudayaan Sunda Urang Bogor, di Joglo Keadilan, Jl. Parakan Salak, Kemang, Kabupaten Bogor, Kamis (26/10/17).

Selain dihadiri 100 pekerja seni dan budaya yang berasal dari beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Bogor, turut pula hadir dan melakukan dialog dalam kegiatan tersebut, Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Fajar Riza Ul Haq.

Di hadapan pelaku seni dan kebudayaan se-Kabupaten Bogor, Fajar Riza Ul Haq menyampaikan, kebijakan kebudayaan yang jitu merupakan alat yang paling efektif untuk menyatukan masyarakat dengan menekankan kembali pentingnya aras kebudayaan sebagai salah satu penangkal jitu paham ektremisme yang mensiarkan permusuhan.

Fajar memaparkan, Indonesia sesungguhnya telah memiliki regulasi terkait dengan pemajuan dan perlindungan kebudayaan, melalui UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Namun sayangnya, banyak masalah yang sudah terlihat bakal muncul pada tataran implementasinya. Misalnya, sudah terlihat dari rumusan UU tersebut bahwa perhatian yang paling besar diberikan justru kepada apa yang disebut ‘tradisi’, bukan kepada problematika kebudayaan kekinian. Seolah-olah, kebudayaan daerah dianggap sebagai pemanis untuk kepentingan pariwisata, tidak lebih dari itu.

Lebih jauh, Fajar mengusulkan agar masyarakat seni dan kebudayaan melakukan suatu upaya untuk mendokumentasikan memori-memori lokal yang termuat dalam kebudayaan-kebudayaan daerah. Salah satu jalannya ialah dengan membuat digital museum sebagai upaya pendokumentasian yang memanfaatkan kemajuan teknologi.

“Hal ini diperlukan, tanpa melakukan hal tersebut, memori lokal terancam terhapus dengan sangat cepat. Kita harus mendayagunakan teknologi seperti aplikasi untuk pemajuan budaya” ujar Fajar.

Fajar menilai, justru di sinilah letak penting kebudayaan lokal sebagai salah satu sarana jitu melawan paham ekstremisme yang kini membelah masyarakat. Memori kultural lokal tidak selalu menyangkut masa lalu yang kadaluwarsa. Lebih dari itu, ia mengandung simbol-simbol yang selama ini telah terbukti menjamin keberlangsungan kebersamaan dan toleransi di Indonesia. Namun bila melihat hari ini, toleransi yang sesungguhnya merupakan kearifan lokal tersebut nyatanya kian tergerus.

“Suatu paradoks, 40 tahun lalu di mana masyarakat kita mungkin masih banyak yang ‘buta huruf’, umumnya justru lebih toleran dan berkebudayaan adiluhung. Apa sarananya? Teater, wayang, tutur dan kitab kuning, kidung, pantun, syair. Hal-hal ini menjadi sarana di mana nilai-nilai luhur dan agama diajarkan melalui simbolisme yang canggih.

Kini sebaliknya, sebagian besar orang melek huruf, tetapi kecanggihan kulturalnya justru surut. Mereka tidak lagi mengenyam intisari simbolis dari ajaran-ajaran lama. Sebagai gantinya, mereka merangkul tafsir harfiah atas agama yang sempit, mutlak, dan non-simbolis. Akibatnya ada di depan mata, matinya simbolisme tradisional yang diikuti dengan kebangkitan konservatisme, menilai dengan kacamata hitam-putih. Kemodernan tidak lagi menghasilkan pencerahan, melainkan penyuraman,” papar Fajar.

Fajar juga memberi perhatian khusus bagi kontribusi pemuda. Hari ini pemuda dituntut mampu menjadi pilar kemajuan bangsa dari berbagai aspek. Peran ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan para pemuda untuk membuktikan diri bahwa kehadirannya akan berdampak kepada generasi-generasi mendatang secara terus-menerus.

“Yang lebih penting adalah pemuda terlibat secara pro aktif merawat dan melestarikan kelangsungan keberagaman yang telah terbangun dalam semangat kemanusiaan, kenusantaraan, kebangsaan, dan ke-bineka tunggal ika-an sebagai cultural value bangsa Indonesia,” ucapnya.

Fajar kemudian menyoroti mengenai ketiadaan UU mengenai pengakuan dan perlindungan hak masyarakat adat di Indonesia. Sampai sejauh ini, RUU tersebut masih berada dalam Program Legislasi Nasional 2017 setelah sejak 2012 diperjuangkan. Menurut Fajar, bila RUU ini berhasil diterbitkan sebagai UU, maka ini akan melengkapi konstitusi yang telah kita pakai selama 72 tahun. “Masyarakat adat adalah bagian yang penting dari masyarakat kita karena mereka sudah ada sebelum negara ini dibangun,” kata Fajar.

Sementara Ketua Yayasan Satu Keadilan Sugeng Teguh santoso yang dihubungi lewat sambungan telepon selulernya menyambut positif kegiatan diskusi budaya ini. Pria yang juga bakal calon walikota ini mengatakan, dirinya meminta maaf tak bisa hadir dalam kegiatan budaya tersebut,  pasalnya ada pekerjaan yang harus diselesaikan diluar kota.

Menurutnya,  YSK sebagai rumah bersama terbuka untuk siapa saja yang akan menggelar diskusi, terlebih soal budaya. “Tak hanya soal hukum,  YSK siap bekerjasama dengan siapapun untuk berkontribusi membangun bangsa,” ujarnya.

Bapak yang akrab disapa STS ini berharap, kegiatan seperti ini akan terus berlanjut agar budaya bangsa ini akan terus terawat dan terjaga.  (boy)