Rayakan 17 Agustus, PDAM Tirta Pakuan Gelar Lomba Mancing Bersama Warga

BOGOR – Merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggelar lomba mancing bersama karyawan dan warga Palasari di IPA Palasari Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Minggu (18/08).

Mengangkat tema ‘Dengan Semangat Kemerdekaan Kita Galang Kebersamaan Dalam Menciptakan Lingkungan Bersih Dan Nyaman’, Direktur Umum PDAM Tirta Pakuan Rino Indira menghimbau masyarakat sekitar wilayah Palasari untuk menjaga kebersihan aliran air sungai.

“Aliran air sungai harus dijaga tetap bersih, karena selain dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup, sungai pun bisa dijadikan sarana rekreasi, salah satunya kegiatan memancing yang kita adakan hari ini,” Ujar Dirum PDAM Tirta Pakuan Rino Indira.

Kegiatan memancing sekaligus sosialisasi ini diikuti oleh 40 orang peserta dan penyelenggara menyediakan 120 kg ikan mas untuk diperebutkan para peserta. Pemenang dengan raihan ikan yang paling banyak diberikan hadiah sejumlah uang tunai.
.
Andriansyah selaku penanggung jawab kegiatan perlombaan mengungkapkan harapannya agar kegiatan positif seperti ini bisa berlangsung secara rutin setiap tahun.

“Kegiatan perlombaan memancing ini adalah yang pertama kali diselenggarakan PDAM Tirta Pakuan, semoga bisa menjadi agenda rutin tahunan,” Ujarnya. (Humas PDAM Tirta Pakuan)

Begini Suasana Manajemen PDAM Kota Bogor Peringati HUT RI ..

Sabtu dan Minggu (17-18/8/2019) PDAM Tirta Pakuan Melaksanakan berbagai kegiatan untuk memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke -74
.
Dimulai dari pelaksanaan upacara bendera dan perlombaan antar karyawan (17/8/2019), dilanjutkan lomba memancing yang diikuti oleh karyawan dan masyarakat sekitar Palasari di IPA Palasari.
.
#pdamtirtapakuan #pdamkotabogor #pdamkotabogorbisa #pelayananpublik #ikhtiaruntukkotabogor #bogorberlari

Keberhasilan Hari Ini Adalah Buah Perjuangan Masa Lalu ..

Sukabumi – Generasi yang tidak menghargai perjuangan para pahlawan bangsa adalah generasi yang kerdil, generasi yang tercerabut dari akar sejarah bangsanya hal ini ditegaskan Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi dalam acara riung mungpulung bersama para tokoh pejuang, Janda Perintis Kemerdekaan, Veteran, Angkatan 45, Wredhatama, dan organisasi kejuangan se-Kota Sukabumi, yang di selenggarakan Pemerintah Kota Sukabumi di Gedung Juang 45, Senin, (12/08/2019).

“Kita tidak dapat di pisahkan dari masa lalu yang telah menjadi suatu proses perjalanan sebuah bangsa,” ujar Fahmi.

Ditambahkannya keberhasilan saat ini yang sedang kita nikmati baik itu Aparatur Sipil Negara (ASN) , TNI, Polri, pengusaha, karyawan swasta dan lain sebagainya tentunya tidak dapat terlepas dari buah perjuangan para pendahulu di masa lalu.

Maka dari itu sebagai penerus bangsa, sangatlah wajar untuk senantiasa menaruh rasa hormat kepada para pini sepuh, para pejuang perintis dan janda perintis kemerdekaan, yang telah membela bangsa.

Dalam acara tersebut di hadiri pula oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri S Hamami. Unsur Forkominda Kota Sukabumi, Sekda Kota Sukabumi serta masyarakat kota Sukabumi. (JJ)

Idul Adha, SMA Negeri 4 Kota Bogor Bagikan 500 Bingkisan Daging Qurban

Kota Bogor – Merayakan Hari Raya Idul Adha 1440 H, SMA Negeri 4 Kota Bogor membagikan 500 bingkisan daging qurban kepada warga disekitar sekolah,  Senin (12/08).

Kepala SMA Negeri 4 Kota Bogor Hj. Enung Nuripah, S.Pd., M.Pd., mengatakan untuk Idul Adha tahun ini ada peningkatan jumlah hewan qurban, jika tahun lalu hanya 2 ekor sapi, tahun ini ada  3 ekor sapi dan 3 ekor kambing untuk hewan qurban yang dikumpulkan melalui siswa, guru dan orang tua siswa.

“Alhamdulillah idul adha tahun ini melalui infaq siswa, guru dan orang tua siswa kami membagikan kurang lebih 500 bingkisan daging qurban untuk warga sekitar sekolah, ” ujar Kepala SMA Negeri 4 Kota Bogor, Hj. Enung Nuripah, S.Pd., M.Pd., Senin (12/08).

Menurutnya pelaksanaan qurban merupakan ajang pembelajaran rasa ikhlas bagi siswa dengan menanamkan ikhlas dan kepedulian diharapkan para siswa akan memiliki karakter dan ahlak yang baik.

“Tujuan dari pelaksanaannya qurban ini adalah melatih keikhalsan dan kepekaan sosial bagi siswa,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan idul qurban ini para siswa dilibatkan secara langsung baik saat pembagian, pendistribusian daging bahkan saat memotong hewan kurban. (boy)

Gubernur Jateng Targetkan Lima Juta Umat Budha Datang Ke Borobudur Setiap Tahun

Magelang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menargetkan lima juta umat budha dari seluruh dunia datang ke Borobudur tiap tahun.

Target itu disampaikan Ganjar di hadapan ratusan Biksu dan ribuan umat Budha saat menghadiri peringatan Asalha Maha Puja 2563/2019 di Pelataran Candi Borobudur Magelang, Minggu (14/7).

“Beberapa waktu lalu saya dipanggil bapak Presiden, dan meminta saya agar Jateng bisa berkontribusi lebih banyak pada pertumbuhan ekonomi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah sektor pariwisata,” kata Ganjar.

Untuk meningkatkan pariwisata, Ganjar menaruh harapan besar pada sokongan kawasan Borobudur. Sebagai candi Budha terbesar di dunia, Borobudur dapat disulap sebagai tempat yang paling ingin dikunjungi umat Budha.

“Dengan lima juta umat Budha yang datang tiap tahun, ditambah wisatawan lokal dan mancanegara, maka pariwisata di kawasan Borobudur akan berkembang pesat,” tegasnya.

Ganjar menegaskan akan memberikan ruang, waktu dan tempat khusus bagi umat Budha yang datang ke Borobudur. Para pemeluk agama Budha dipastikan dapat berkumpul, beribadah ataupun melakukan wisata religi di Borobudur dengan nyaman.

“Berbagai kegiatan keagamaan di Borobudur juga akan kami dukung penuh.Maka pada hari ini, saya meminta bapak ibu pemeluk agama Budha yang hadir, untuk dapat menjadi duta keagamaan sekaligus duta wisata Jawa Tengah,” tegasnya.

Keinginan Ganjar disambut baik oleh Ketua Sangha Theravada Indonesia, Bhante Subhapanno Mahathera. Dirinya mengatakan, banyaknya kegiatan keagamaan yang digelar di Borobudur, maka akan sangat memungkinkan menyedot wisatawan dari mancanegara.

“Kegiatan semacam ini sangat memungkinkan menyedot wisatawan dari berbagai negara. Mudah-mudahan ke depan dapat dikelola lebih baik lagi, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat seperti yang diinginkan pak Ganjar,” ucapnya disambut tepuk tangan semua hadirin. (admin)

Lantik MWC NU Cijeruk, Said Agil Pesan Agar NU Berperan Positif di Masyarakat

Bogor – Kegiatan peresmian SMP-SMK Nahdlatul Ulama Bogor di Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor sekaligus Pelantikan MWC NU Cijeruk, diresmikan langsung Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj. MA,  Selasa, (09/07).

Acara yang dirangkai dengan tema “Tadarus Nahdlatul Ulama” peran Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan sumber daya Manusia. Yang di inisiasi oleh Ketua Pengurus PCNU Kabupaten Bogor KH. Romdon, S.H., M.H dan segenap jajaran pengurus harian.

Acara yang berlangsung dimulai sejak siang ba’da Sholat Dzuhur dirangkai dengan pembacaan Tawassul, Tahlil dan Istighotsah dan dilanjutkan dengan Pelantikan kepengurusan Majlis Wilayah Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) kecamatan Cijeruk langsung dilantik oleh Rois Tanfidziyah yang juga dihadiri Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj. MA yang merupakan ketua umum PBNU.

Turut hadir Kapolres Kabupaten Bogor, AKBP. AM Dicky beserta jajaran dan Banom-banom NU, Ansor, Banser, IPNU dan IPPNU turut memeriahkan acara yang berlangsung hingga sore hari.

Dalam arahannya, Ketua Umum PBNU berpesan agar NU dapat berperan di masyarakat, Peran Agama, peran Pendidikan budaya, peran Kemajuan Ekonomi sosial dan peran Organisasi, pentingnya kita berorganisasi, tutur Kyai Agil Siradj saat memberi tausyiah dihadapan jamaah Nahdliyyin yang hadir.

Jadi umat Islam harus mendirikan Organisasi, kalau personal itu akan sulit, Ummatan wasahaton, seperti Hadrotusyekh KH. Hasyim Asyari dengan para ulama mengaplikasi ayat tersebut caranya mendirikan Jamiyyah Nahdlatul Ulama.

Mendirika Nahdlatul Ulama dengan Asas Ahlussunnah wal Jamaah, membentuk NU dengan para Kyai lain sebagai Aplikasi dari ayat Ummatan Wasahtan.

Diakhiri dengan penandatanganan Peresmian SMP-SMK NU Bogor oleh Kyai Said disaksikan oleh kepala Kemenag Jawa Barat, KH. A. Buchori, MM, dan doa penutup oleh KH. Abidin asal Tenjo Kabupaten Bogor. (admin)

Manado, Jendela Wisata Indonesia

Manado – Blusukan di Jendela Indonesia Manado, Presiden Jokowi Lihat Potensi Besar Pariwisata Sulawesi Utara.

Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Utara, Kamis, 4 Juli 2019, Presiden Joko Widodo mendengar ada banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di provinsi tersebut. Tampaknya, hal tersebut menumbuhkan rasa ingin tahu Presiden akan destinasi wisata yang dimaksud.

Kurang lebih pada pukul 21.00 WITA Kepala Negara memutuskan untuk menyambangi dan melihat langsung salah satu destinasi wisata populer di daerah tersebut, yakni Jendela Indonesia yang berlokasi di Jalan Piere Tendean, Sario Tumpaan, Sario, Kota Manado.

Sesampainya di lokasi, Presiden langsung mengunjungi gerai yang menjual produk kuliner setempat. Kepala Negara juga ingin mengetahui sejumlah fasilitas publik yang ada untuk mengetahui kesiapan pengelola dan masyarakat dalam hal kenyamanan dan kebersihan area wisata. “Sekarang kerja enggak bisa makro. Mikro (detail) harus diikuti sehingga betul-betul tampak mana yang harus di- _backup_ oleh pemerintah pusat, mana yang bisa dikerjakan pemerintah provinsi, mana yang swasta,” kata Presiden mengenai kunjungannya itu.

Jendela Indonesia adalah sebuah tempat wisata di Kota Manado yang dalam 2,5 tahun belakangan sukses berkembang menjadi sebuah pusat aktivitas wisata. Pusat kuliner yang mengedepankan hidangan khas Indonesia serta UKM-UKM lokal yang menjajakan produk yang menjadi pelengkap daya tarik objek wisata di dekat pantai yang oleh warga setempat disebut Boulevard Manado. “Di sini menurut saya ada sebuah peluang besar untuk menarik wisatawan, turis, yang itu akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang baik bagi Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Kepala Negara.

Melalui kunjungannya malam ini, Presiden melihat adanya potensi yang sangat besar bagi objek wisata tersebut untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan. Pemerintah, bersama dengan pemerintah daerah dan swasta, juga akan memberikan dorongan dan dukungan dalam membenahi atau menyempurnakan fasilitas-fasilitas publik di sekitar kawasan itu. (admin)

Mantan Gubernur Jakarta Ahok Jajal Naik MRT, Penumpangpun Heboh Selfie Bareng

Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta ke-17 Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok hari ini untuk pertama kalinya menjajal MRT Jakarta. Kehadirannya kontan membuat heboh para pengguna moda transportasi umum itu.

Seluruh kegiatan tersebut diabadikan anak lelakinya, Nicholas Sean Purnama, lewat Insta Story-nya, Jumat, 5 Juli 2019.

Ini adalah pertama kalinya Ahok melihat proyek nasional yang dikerjakan selama ia menjabat gubernur itu.

Setelah menjajal MRT Jakarta, Ahok kemudian menuju Lapangan Banteng dengan naik Jeep Rubicon yang tidak berwarna putih.

(foto: instagram @basukibtp)

[Winston Zippi Johannes]

Presiden Jokowi Dan Ibu Negara Sambangi Kawasan Wisata Bunaken

Bunaken – Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana dalam rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Utara pagi ini kembali meninjau destinasi wisata yang ada di provinsi tersebut. Keduanya menyambangi Taman Nasional Bunaken yang dikenal memiliki keindahan bawah laut dan kaya akan keanekaragaman hayati. “Kita ingin melihat lapangan di mana ada potensi-potensi yang bagus, yang dipakai untuk pariwisata. Tapi memang ini adalah area konservasi yang juga harus hati-hati,” ujar Presiden di Dermaga Bunaken, Jumat, (05/072019).

Presiden dan rombongan bertolak menuju lokasi dari dermaga yang berada di area hotel tempat menginap dengan menaiki kapal Bunaken Crystal 7. Setelah kurang lebih 45 menit perjalanan, rombongan tiba di Dermaga Bunaken dan berganti kapal khusus yang dilengkapi ruang bawah kapal untuk menuju laut lepas dan menikmati kecantikan ikan-ikan tropis serta terumbu karang yang eksotis di salah satu perairan di tempat dengan biodiversitas tertinggi di dunia.
Terkesima dengan keindahan bawah laut Taman Nasional Bunaken, Presiden Joko Widodo berharap potensi pariwisata yang ada di lokasi itu terus dirawat dan dipelihara dengan baik. Menurutnya, lokasi tersebut dapat menjadi salah satu kekuatan pariwisata terbesar di Sulawesi Utara di masa mendatang. “Saya kira ini potensi yang sangat baik, tapi memang harus dirawat dan dijaga jangan sampai sampah plastik masuk ke sini. Dulu banyak, sekarang tadi saya lihat sudah (bersih) karena rutin dari pemerintah daerah selalu membersihkan sampah-sampah lautnya,” ujarnya.

Sadar akan potensi besar tersebut, pemerintah pusat langsung bergerak untuk menjadikan salah satu kawasan wisata tersebut lebih tertata dan terintegrasi. Ke depannya, destinasi wisata bawah laut tersebut diperkirakan akan jauh lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan, khususnya wisatawan asing, seiring dengan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata Sulawesi Utara oleh pemerintah sehingga memerlukan perencanaan yang matang.

Manado, 5 Juli 2019
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
(BPMI)

Antrean Panjang di Ruang Curhat UPT Puskermas Sindang Barang

Raut wajah Apay, nampak kusut dan lusuh. Kalau berkedip, seringkali pria berusia 52 tahun itu, menutup rapat lalu membelalakkan matanya. Bicaranya menunduk, enggan beradu pandang. Apay alias Saparudin, salah satu dari 255 penderita Schizophrenia, yang mengikuti program Superman atau Asuhan Perawatan Mandiri Pasien Orang dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di UPT Puskesmas Sindang Barang, Kelurahan Sindang Barang, Kota Bogor.

Delapan tahun sudah warga Kampung Cilau Laladon ini, setiap Rabu mengikuti terapi di Ruang Curhat UPT Puskemas Sindang Barang. Di ruangan berukuran sekitar 3×4 meter, yang disesaki lemari serta rak buku. Apay, terus berjuang agar sembuh dari  Schizophrenia Paranoid, yang dideritanya.

“Apay, harus apa kalau mendengar suara itu,” tanya Yeni Daerni Pinem,
perawat penanggung jawab program Keswa yang menangani konseling di Ruang Curhat.

“Tutup telinga bu. Lalu Apay hardik suara itu biar pergi,” jawab Apay, terbata-bata,
sambil menutup telinga.

Entah itu pagi,  siang, sore maupun malam, kata Apay, ia sering dirasuki suara-suara aneh. Teriakan atau jeritan di telinga Apay, membuatnya ketakutan. Jika dibiarkan, kata Yeni, halusinasi yang dialami Apay bisa membahayakan dirinya.

Yeni Daerni Pinem, perawat penanggung jawab program Keswa yang menangani konseling di Ruang Curhat,UPT Puskesmas Sindang Barang.

Gangguan jiwa yang diderita Apay, diawali pengalaman pahit. Peristiwanya sepuluh tahun lalu. Berturut-turut kedua orang tua Apay meninggal. Tidak lama berselang, giliran kakak serta adiknya menyusul ke liang lahat.

Kejadian itu mengguncang batin Apay. Ia jadi penyendiri, sering melamun, larut dalam kesedihan. Upaya penyembuhan, Apay harus dibantu dengan meminum obat secara rutin. Sayangnya tidak semua pasien bisa meminum obat teratur.

Adalah Sopian (45), salah seorang pasien perawatan ODGJ, termasuk sulit
minum obat. Cerita ibunya, emak Mariam, penolakan Sopian saat disuruh minum obat. Sopian malah mencampur dan mengaduk obat dengan air kopi.

“Anak saya ngak mau minum obat. Katanya itu obat buat orang gila!,” papar Mariam.

Dihadapan Yeni. Mariam, menangis karena tidak berdaya menyuruh anaknya supaya minum obat. Dengan sabar dan telaten Yeni, menghibur serta menyemangati Mariam agar terus  berupaya sampai  Sopian mau minum
obat.

Emak Mariam tengah menceritakan kondisi kejiwaan Sopian (45) kepada perawat Yeni.

“Emak, harus terus semangat ya.  Supaya Sopian, anak emak bisa sembuh,” kata Yeni menyemangati.

Penata Tingkat Satu ini menjelaskan, keluarga merupakan faktor penting
dalam proses penyembuhan. Dukungan dari keluarga akan berdampak besar pada perkembangan kesehatan jiwa si pasien.

Penderita Schizophrenia, lanjut Yeni, bisa membahayakan dirinya bahkan orang lain. Kondisi pasien seperti itu, dinamai Gaduh Gelisah.

Kalau pasen dianggap berat. Puskemas kerjama dengan RS Marzuki Mahdi melalui program ACT (asertif comunity treatmen), tediri dari multi disiplin ilmu. Ada dokter, skiater, sekolah perawat dan pekerja sosial.

“Kalau pasien mengalami gaduh gelisah, akan ditangani lebih lanjut di RS Marzuki Mahdi,” papar Yeni.

Berbeda dengan penanggulangan terhadap penderita HIV/AIDS, yang
telatif gencar. Penanganan penderita Schizophrenia, jauh dari hinggar bingar. Padahal sejak 2008 setiap Rabu dan Kamis, puluhan pasien rela mengantre mengikuti konseling di Ruang Curhat UPT Puskemas Sindang Barang.

Sadar akan kekurangan tenaga petugas. Puskesmas Sindang Barang, bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Spesialisasi Perawatan Jiwa Universitas Indonesia, membentuk Kelurahan Siaga Sehat Jiwa, pengembangan dari Kelurahan Siaga. Dari situ lahirlah 400
kader.

Kondisi kejiwaan Widya (45) sertaIrfan
Wahyudin (39) berangsur-angsur baik pasca mengikuti konseling di Ruang Curhat.

“Sekarang bertahan ada 300 kader yang aktif membantu,” ujar Yeni.

Para kader, kata Yeni, mendatangi rumah-rumah warga untuk mendeteksi
penderita Schizophrenia. Hasilnya, tercatat 255 orang dalam ganguan
jiwa. Poli Jiwa UPTD Puskesmas Sindang Barang, melakukan intervensi
tehadap 255 orang itu, dengan memberi pengobatan melalui terapi kelompok.

“Dari 255 orang, sekitar 100 orang didiagnosa mengidap Schrizophrenia,” ungkap Yeni.

Tidak hanya Apay. Pagi itu pasien Asuhan Perawatan ODGJ lainnya, Irfan
Wahyudin (39) dan Widya (45), secara bergiliran mengikuti sesi konseling bersama Yeni. Dibelakan mereka sekira 60 pasien lainnya menunggu giliran konseling di Ruang Curhat.

Irfan Wahyudi, biasa dipanggil Ipang, selama hampir tujuh tahun terakhir mengalami halusinasi penglihatan.

“Tiba-tiba, suka ngelihat bayangan orang atau bentuk lain yang menyeramkan. Takut, kesiksa rasanya,” ucap Ipang.

Seperti halnya Apay, dipenghujung pertemuan, keduanya dibekali resep
untuk menebus obat.

“Resep bagi pasien BPJS tidak dikenai biaya. Sedangkan pasien umum bayar  lima ribu rupiah,” kata Yeni.

Pada kesempatan itu Yeni menjelaskan, banyak diantara pasiennya yang sudah sembuh, namum kembali kambuh. Menurut Yeni, pemicu yang mebuat penyakit itu kembali menjangkit, karena si pasien tidak berkegiatan.

“Karena tidak berkegiatan atau tidak beraktifitas. Yang ada malah banyak bengong, melamun. Itu yang bikin penyakitnya kambuh,” terang Yeni.

Antrian pasien di ruang Curhat UPT Puskesmas Sindang Barang.

Karena itu, Yeni berharap agar Undang-undang No 8 tahun 2016 tentang Disabilitas Pasal 53 Ayat 1 dan 2, bisa dilaksanakan. Yeni juga
berharap agar pemerintah Kota Bogor membentuk Tim Pelaksana-Kesehatan
Jiwa Masyarakat (TP-KJM).

“Penanganan pasien jadi terkoneksi antar instansi. Sehingga penanganan orang
dalam ganguan jiwa bisa maksimal,” tutup Yeni. (admin)