145 Layanan Perizinan Kebutuhan Masyarakat Dapat di Akses Melalui MPP

BOGOR – Masyarakat Kota Bogor tidak lama lagi akan dapat menikmati fasilitas Mall Pelayanan Publik (MPP).

Menempati area seluas 740 meter persegi, MPP yang melaksanakan persiapan launching pada hari Jum’at (23/8/2019) bertujuan memudahkan masyarakat untuk mengakses 145 jenis layanan dan perizinan dari 14 instansi pemerintah.

Terdapat beberapa instansi pemerintah yang tergabung dalam MPP yang diberi nama Grha Tiyasa ini, PDAM Tirta Pakuan, Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Imigrasi Kelas 1, Samsat, Bank BJB dan lain sebagainya.

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pun menyediakan berbagai jenis layanan kepada masyarakat di MPP, seperti keluhan pelanggan, pemasangan baru, pembayaran tagihan air, balik nama pelanggan, pindah letak meter, dan lainnya

Direktur Utama , Deni Surya Senjaya berharap dengan adanya gerai PDAM di MPP bisa dimanfaatkan masyarakat Kota Bogor.

“Di gerai ini, pelanggan khususnya dan masyarakat yang ingin menjadi pelanggan PDAM akan mendapat berbagai informasi pelayanan yang mereka butuhkan.” Kata Deni. (HUMAS PDAM TIRTA PAKUAN)

3 Point Permintaan Warga Teplan Sebagai Penggugat Kepada Petinggi TNI

Kota Bogor – Pengadilan Negeri Kota Bogor mulai menggelar mediasi dalam perkara gugatan Ramli (60 Tahun) warga Kedung Badak terhadap Presiden Joko Widodo sebagai tergugat satu, Panglima TNI sebagai tergugat dua, Pangdam Siliwangi sebagai tergugat tiga, Danrem Suryakencana sebagai tergugat empat dan Badan Pertanahan Nasional Kota Bogor sebagai turut tergugat. Mediasi pertama ini digelar Rabu (21/8/2019).

Dalam sidang mediasi tersebut, Ramli yang di dampingi kuasa hukum dari LBH Keadilan Bogor Raya menyampaikan sejumlah permintaannya, Pertama meminta agar tanah dan bangunan yang dimiliki Penggugat dikembalikan, Kedua Penggugat juga meminta biaya angkut barang dan yang Ketiga tidak melakukan perbuatan yang menimbulkan tekanan psikologis kepada warga lainnya seperti mengirim surat yang bernada ancaman, teror dan intimidasi terhadap warga pemilik bangunan dan tanah lainnya.

“Kami harap Para Tergugat dan Turut Tergugat untuk menyetujui semua usulan penawaran perdamaian yang Penggugat ajukan” ujar Sugeng Teguh Santoso, Kuasa Hukum Penggugat dari LBH Keadilan Bogor Raya.

Penggugat berharap agar Para Tergugat dapat memenuhi hak Penggugat, khususnya yang menjadi keberatan dari Penggugat. Poin-poin permintaan Penggugat tersebut telah disampaikan secara lisan dan tertulis.

Selain itu Penggugat berharap kasus ini dapat segera selesai. Bahkan jika memungkinkan, perkara ini selesai ditahap mediasi tanpa harus masuk ke dalam persidangan. Proses mediasi selanjutnya, akan digelar kembali dalam pekan depan.

“Jika permintaan Penggugat dikabulkan atau disepakati sehingga ada titik temu maka selesai di mediasi” tutup Sugeng yang akrab disebut STS.

Sebab, Ramli mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum oleh penguasa, berawal dari pengosongan paksa yang dilakukan oleh Korem Suryakencana terhadap tempat tinggal Ramli pada tanggal 26 Juli 2018. (boy)

KEJAR IBADAH BOLEH, KESEHATAN JANGAN DILUPAKAN

Oleh :
dr. Armein Sjuhary Rowi,MKM
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional
Dinas Kesehatan Kota Bogor

Kota Bogor – Kesehatan sebagai istithoah dalam beribadah haji merupakan syarat mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar, hal ini sudah ditegaskan pemerintah dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016 Tentang Istithoah.

Peraturan pemerintah ini menimbulkan berbagai reaksi masyarakat terutama yang memang sangat berniat melaksanakan ibadah haji. Reaksi yang paling sering adalah keberatan, karena menganggap hal ini sebagai tindakan menghalang orang beribadah. Padahal jika jamaah haji tidak sehat, maka tentu saja ibadah haji tidak bisa dilaksanakan. Petugas kesehatan pun tidak bisa membantu, karena peran petugas adalah untuk mendampingi terjaganya kesehatan jamaah agar bisa menunaikan ibadah, tetapi jika jamaah tidak sanggup, maka petugas kesehatan hanya mampu merawat bukan menghajikan jamaah. Demikian pula rekan sesama jamaah pun tidak dapat memberikan pertolongan, ibadah di tanah suci menjadi tanggungjawab pribadi ketika dijalankan.

Banyak calon jamah haji yang tidak peduli akan kesehatannya, dengan asumsi bahwa sehat, sakit dan mati adalah kehendak Allah SWT. Bahkan pernah ada pengalaman, seorang jamaah yang tetap ngotot ingin berangkat menunaikan ibadah haji walaupun kondisinya sudah tidak memungkinkan dan sakit-sakitan. Dia memiliki keinginan untuk meninggal di Tanah Suci. Pada saat itu peraturan Menteri kesehatan belum berlaku dan akhirnya dengan berbagai jerih upaya, Tim Kesehatan mengikhlaskan jamaah tersebut untuk beribadah, tentunya melalui pengawasan dan pendampingan yang ketat. Ternyata saat beribadah jamaah tersebut tidak meninggal juga, bertahan sampai kembali ke tanah air, dan kondisinya yang tidak stabil cukup merepotkan petugas kesehatan serta jamaah yang lain.

Selain itu Ada pula cerita seorang Ibu hamil yang memalsukan kehamilannya dengan meminjam urine (air seni) pembantunya, agar saat diperiksa tidak terdeteksi hamil. Setelah ketahuan Ibu tersebut mengamuk dan memohon untuk diijinkan berangkat ke tanah suci dan beribadah, tetapi petugas kesehatan tetap tegas melarang ibu tersebut.

Beragam cerita ini menunjukkan bahwa masih banyak calon jamaah haji yang mengesampingkan kesehatan, mengganggap bahwa yang utama adalah prosesi ibadahnya bukan kesahatan atau istithoahnya, padahal dengan kondisi demikian justru tidak memungkinkan beribadah haji dan malah menyusahkan orang disekitarnya. Meskipun ukuran nilai ibadah kembali pada Allah, tetapi secara kasat mata manusia bisa tahu bahwa kadar ibadah sudah berkurang dan malah menimbulkan dosa, apabila si jamaah membawa kesusahan baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Beberapa kondisi yang perlu dilakukan upaya kesehatan ketat adalah bukan hanya karena jamaah mengidap penyakit menular saja, tetapi penyakit-penyakit yang tidak menular juga. Kasus-kasus hipertensi, diabetes hingga masalah kejiwaan kerap menjadi gangguan saat jamaah beribadah. Harus diwaspadai juga gangguan dimensia pada jamaah usia lanjut. Banyak kejadian, jamaah yang tersesat atau lupa tempat, waktu dan keadaan. Sehingga untuk memaksimalkan tenaga kesehatan, perlu kembali bahwa pada dasarnya kesehatan diri sendiri adalah tanggungjawab pribadi setiap orang. Kondisi tanah suci yang sangat ekstrim juga mempengaruhi kesehatan seseorang, apalagi jika lalai menggunakan pelindung seperti topi, kacamata hitam, masker hingga alas sepatu yang tidak menimbulkan lecet.

Banyak dilaporkan kasus jamaah yang tidak menggunakan pelindung dan berada di lokasi dengan panas yang cukup tinggi, menderita “heat stroke”, yaitu stroke atau terganggunya peredaran darah ke kepala dan otak, akibat bendungan pembuluh darah karena mekanisme adaptasi dengan temperature yang cukup tinggi. Kemudian pola makan juga cukup berpengaruh, biasanya jamaah malas makan atau menunda makan, hal ini akan menyebabkan gangguan kesehatan.

Tahun 2019, Kota Bogor memberangkatkan kurang lebih 1.041 jamaah yang istithoah, dan sebagian ada yang dengan status pengawasan serta pendampingan. Untuk membatasi permasalahan yang muncul, bekal obat-obatan dan pendamping yang memahami kondisi jamaah, sudah disediakan. Pendampingan dari Tim Kesehatan juga tetap tersedia dan semakin intensif dengan pola yang komunikatif. Jamaah haji adalah lebih dari sekedar pasien, karena mereka adalah tamu Allah SWT, maka sudah menjadi kewajiban Tim kesehatan untuk memantau kondisi mereka.

Upaya yang sudah dilakukan pemerintah untuk menjaga kesehatan dan kebugaran jamaah haji adalah melakukan pembinaan yang dimulai sejak jamaah mendaftar ibadah haji, sebelum keberangkatan, di perjalanan, di asrama haji, selama di tanah suci dan setelah kembali ke tanah air. Pembinaan ini bertujuan sebagai sarana mencapai kondisi kesehatan optimal jemaah hingga menjelang keberangkatan. Pola pelaksanaan dapat secara mandiri atau kelompok yang bersifat terus-menerus dan berkesinambungan. Jamaah akan dibimbing untuk sadar akan kesehatan, tindakan-tindakan apa yang dibutuhkan untuk mempertahankan kesehatan dan sebagainya.

Pembinaan kesehatan jamaah yang dimulai dari tanah air adalah dengan tetap mempertahankan kebugaran jamaah. Kemudian saat perjalanan, terutama perjalanan yang ditempuh lewat udara dengan waktu hampir 10 jam dan kondisi berada pada posisi tertentu, yaitu duduk di pesawat udara, mengharuskan jamaah setiap beberapa menit harus berdiri dan bergerak, agar tidak sakit.

Selanjutnya ketika jamaah berada di tanah suci, komitmen untuk berhati-hati dan tetap menjaga kesehatan harus terus dijaga. Jangan biasakan minum air es Zam-zam, karena sering menyebabkan jamaah menjadi batuk-batuk. Waspadai penggunaan toilet dengan tetap memperhatikan higienitas.

Terakhir ketika jamaah kembali ke tanah suci, biasanya faktor kelelahan dapat membuat jamaah sakit, sehingga pastikan segera memeriksakan kesehatan dan perbanyak istirahat.
Terima Kasih

**************

Perbaikan Pipa Di Jalan Abdullah Bin Nuh, Aliran Air PDAM di Kawassan Curug Dan Yasmin Terganggu..

Selamat siang #sobatair
.
Selasa (20/8/2019) pukul 13.30 WIB s/d 17.00 WIB, PDAM Tirta Pakuan akan mengerjakan perbaikan pipa PVC 4″ di Jl. Abdullah Bin Nuh.
.
Lokasi terdampak gangguan pengaliran wilayah Curug dsk, Yasmin dsk.
.
Pengaliran akan kembali normal secara bertahap setelah petugas melakukan pemulihan jaringan (recovery).
.
Bagi pelanggan yang membutuhkan pasokan air bersih melalui tangki, silakan hubungi call center PDAM Tirta Pakuan di nomor 0251-8324111 atau WA08111182123
Mohon maaf atas ketidaknyamanan

#pdamtirtapakuan #pdamkotabogor #pdamkotabogorbisa #pelayananpublik #ikhtiaruntukkotabogor #bogorberlari

Rayakan 17 Agustus, PDAM Tirta Pakuan Gelar Lomba Mancing Bersama Warga

BOGOR – Merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggelar lomba mancing bersama karyawan dan warga Palasari di IPA Palasari Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Minggu (18/08).

Mengangkat tema ‘Dengan Semangat Kemerdekaan Kita Galang Kebersamaan Dalam Menciptakan Lingkungan Bersih Dan Nyaman’, Direktur Umum PDAM Tirta Pakuan Rino Indira menghimbau masyarakat sekitar wilayah Palasari untuk menjaga kebersihan aliran air sungai.

“Aliran air sungai harus dijaga tetap bersih, karena selain dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup, sungai pun bisa dijadikan sarana rekreasi, salah satunya kegiatan memancing yang kita adakan hari ini,” Ujar Dirum PDAM Tirta Pakuan Rino Indira.

Kegiatan memancing sekaligus sosialisasi ini diikuti oleh 40 orang peserta dan penyelenggara menyediakan 120 kg ikan mas untuk diperebutkan para peserta. Pemenang dengan raihan ikan yang paling banyak diberikan hadiah sejumlah uang tunai.
.
Andriansyah selaku penanggung jawab kegiatan perlombaan mengungkapkan harapannya agar kegiatan positif seperti ini bisa berlangsung secara rutin setiap tahun.

“Kegiatan perlombaan memancing ini adalah yang pertama kali diselenggarakan PDAM Tirta Pakuan, semoga bisa menjadi agenda rutin tahunan,” Ujarnya. (Humas PDAM Tirta Pakuan)

Diduga Ada Kejanggalan Izin Apartemen Alhambra Dilaporkan Ke KPK

Kota Bogor – Pembangunan Alhambra Apartemen di Jalan Ciheuleut, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah yang disoal warga masih belum menemui titik terang. Pasalnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor hingga kini masih memproses pelaporan soal dugaan kejanggalan perizinan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Presiden Joko Widodo.

“Laporan saat ini masih kami proses dan matangkan. Insya Allah dalam waktu dekat akan segera dilayangkan kepada KPK,” ujar Direktur LBH Bogor, Zentoni kepada wartawan, Senin (19/8).

Menurut dia, enam orang kliennya sama sekali belum menerima dana kerohiman dari PT Gapura Pakuan Property selaku pengembang serta tidak menandatangani perjanjian soal kesiapan direlokasi dan pembongkaran kios yang berdiri di atas lahan Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Nggak ada yang terima dan nggak ada yang tanda tangan surat perjanjian,” ungkap Zentoni.

Ia menegaskan bahwa kliennya sudah 30 tahun berjualan di atas lahan Kementerian PUPR, dan dijanjikan oleh instansi terkait untuk dibuatkan koperasi pedagang. “Sudah 30 tahun, dan akan dibuatkan koperasi. Jadi nggak bisa main usir,” ucapnya.

Terkait pernyataan pengembang bila mereka telah menyewa tanah seluas 2.003 meterpersegi milik kementerian per dua tahun sebesar Rp183 juta lebih. Zentoni menyatakan bahwa hal itu sah-sah saja dilakukan. Namun, untuk dapat menggusur para pemilik kios harus melalui mekanisme gugatan.

“Kalau mereka (pengembang) mau menggusur kami, ya harus melalui gugatan. Tidak bisa hanya begitu saja. Silahkan saja gugat, klien kita sudah 30 tahun kok jualan di lahan itu,” kata Zentoni. (boy)

Poster Menolak Hoax Dan Bullying Karya Siswi SMAN 3 Kota Sukabumi Juara FL2SN

Sukabumi – Prestasi membanggakan yang sekaligus mengharumkan nama Kota Sukabumi di toreh oleh Riskha Irryani Suhendro dalam Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN) Tingkat Provinsi Jawa Barat 6 s/d 8 Agustus 2019 yang lalu di Lembang Bandung.

Siswi SMAN 3 Kota Sukabumi yang duduk di bangku kelas XII IPA 2 tersebut mengalahkan 26 peserta lainnya dengan perolehan nilai 288 dalam kategori Lomba Membuat Poster Putri. Dan menjadi Juara Satu sekaligus mewakili Jawa Barat di lomba FL2SN untuk Tingkat Nasional.

Orang tua Riskha drg. Suhendro Rusli mengucap syukur akan prestasi yang diperoleh putrinya.

“Very proud of u my daughter, Alhamdulilah, sujud syukur kami sampaikan kepada sang pencipta. Terimaksih atas dukungan dan supportnya kepada semua pihak, semoga Bulan September yang akan datang di event yang sama di Tingkat Nasional dapat mencapai prestasi yang lebih baik lagi.” Kata Suhendro.

Seperti yang beritakan sebelumnya dua siswi SMAN 3 Kota Sukabumi telah mengukir prestasi di Tingkat Jawa Barat. Yaitu Riskha Irryani Suhendro Juara Satu membuat Poster Putri dan Hanna Zhafira memperoleh Juara Dua Lomba Baca Puisi.

Riskha Irryani Suhendro, membuat poster dengan thema “Ayo Kita Berperan Menjadi GPS.”

Sebuah pesan moral mengajak masyarakat termasuk kaum muda atau milenial agar bersama – sama melawan hoax dan bullying di media social. Desain poster Riskha yang menyabet Juara Satu tersebut bergaya Style Manga, yaitu seperti komik – komik Jepang. ( JJ ).

Begini Suasana Manajemen PDAM Kota Bogor Peringati HUT RI ..

Sabtu dan Minggu (17-18/8/2019) PDAM Tirta Pakuan Melaksanakan berbagai kegiatan untuk memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke -74
.
Dimulai dari pelaksanaan upacara bendera dan perlombaan antar karyawan (17/8/2019), dilanjutkan lomba memancing yang diikuti oleh karyawan dan masyarakat sekitar Palasari di IPA Palasari.
.
#pdamtirtapakuan #pdamkotabogor #pdamkotabogorbisa #pelayananpublik #ikhtiaruntukkotabogor #bogorberlari

Hanya Tunggu SK, Ida Purnama Sari Sah Jadi Ketua DPD APKLI Kota Sukabumi

Sukabumi – Secara de facto saat ini sdri Ida Purnama Sari sah memimpin DPD APKLI Kota Sukabumi. Tinggal secara de jure saja beliau seratus persen menjadi ketuanya kata Ketua DPW Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Prov. Jabar, Drs. H. Ridwan Sudirmansyah, M. Si. kepada reporter engingengnews.com di sekretariat DPD APKLI Kota Sukabumi, perihal kepengurusan baru DPD APKLI Kota Sukabumi yang beralamat di Jalan Karamat Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi, Jum’at, (16/08/2019).

“Semuanya sudah di tempuh, baik secara administrasi dan pengajuan susunan kepengurusan baru yang sudah di terima oleh DPP APKLI di Jakarta. Jadi tinggal menunggu SK nya saja yang sedang diproses.” Lanjutnya.

Sementara itu menanggapi dirinya akan di tetapkan memegang tampuk pimpinan DPD APKLI Kota Sukabumi, Ida Purnama Sari mengatakan bahwa hal tersebut merupakan sebuah tugas tanggung jawab yang besar untuk memajukan APKLI di Kota Sukabumi.

“Insya Alloh dengan kepercayaan yang sudah di berikan kepada saya, tentunya akan membuat saya bekerja lebih keras lagi. Ini merupakan tugas dan tanggung jawab yang berat untuk memajukan APKLI di Kota Sukabumi.” Ucap Ida yang sekarang ini masih menjabat Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan APKLI DPW Prov. Jabar.

“Saya akan segera menjalan program – program yang sudah di siapkan, terutama bersinergi dengan Pemerintah Daerah. Dan tentu saja sesegera mungkin mewujudkan percepatan 5 pilar revolusi kaki lima,sesuai apa yang selalu di dengungkan oleh Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) dr Ali Mahsun, M. Biomed.” Lanjut Ibu dari dua orang anak ini yang di kenal sebagai penggiat social dan aktivis kemasyarakatan

“Lima pilar kaki lima itu meliputi, revolusi lahan usaha dan perumahan, revolusi keuangan, revolusi distribusi dan pergudangan, revolusi teknologi informasi dan pendampingan percepatan kaki lima. Lebih jelasnya nanti setelah SK keluarlah, jadi mohon di sabar ya.” Tuturnya ( JJ )