Jelang Hari Pencoblosan, PDAM Pastikan Pasokan Air Bersih Lancar

BOGOR – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor bertekad mengamankan jalannya pemilihan umum (pemilu) 17 April ini. Ketersediaan air bersih jadi prioritas utama menyambut pesta demokrasi lima tahunan ini.

Direktur Umum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan melalui Asisten Manajer Humas R. Poppi Rustanti mengatakan PDAM saat ini fokus pada persiapan jelang pemilu. Seluruh petugas diminta siaga dan respons cepat ketika ada gangguan pengaliran.

“Menyikapi pemberitaan terkait pemilu, kondisi pemilu ini berbeda dengan kondisi pilkada sebelumnya. Seluruh petugas, terutama di jajaran teknik harus siaga, baik sebelum pencoblosan, pada hari H, maupun saat perhitungan suara,” ujar Poppi.

Seluruh pejabat struktural tidak diperkenankan meninggalkan Kota Bogor pada H-1 hingga H+1. Bila ada keperluan mendesak yang harus ke luar kota, wajib mendapat ijin tertulis direksi.

“PDAM Kota Bogor juga akan membentuk tim khusus pengamanan pemilu yang dipimpin Sekretaris Perusahaan Teguh Setiadi. Ketua hariannya adalah Manajer NRW dan Trandis, Dani Rakhmawan,” jelas Poppi.

Tim ini bertugas memastikan distribusi air bersih berjalan lancar, dan segera bergerak ketika terjadi gangguan pasokan.

“Kesigapan petugas harus sesuai SOP yang telah disusun, terutama buka-tutup valve, backwash, buang lumpur, penanganan kebocoran, dan lain-lain,” kata Poppi.

PDAM juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk membantu pengamanan objek-objek vital seperti sumber mata air, instalasi pengolahan hingga perbaikan pipa bocor.

Sementara untuk pejabat yang tidak terlibat operasional pengamanan sistem pada H-1 sampai H+1, diminta menjadi koordinator di wilayah tempat tinggalnya untuk pelaporan gangguan, terutama di daerah-daerah titik rawan.

“Petugas mobil tangki harus standby dan berada di lokasi-lokasi yang disepakati. Jika kebutuhan tangki tidak mencukupi, maka disiapkan alternatif sewa tangki daerah lain. Pemasangan tangki air hydran umum (TAHU) juga harus disiapkan,” tambah Poppi.(*)

HUT ke-42, PDAM Adakan Sunatan Massal

BOGOR – Dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-42 dan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap aspek kesehatan dan sosial, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menyelenggarakan hitanan massal pada Selasa (9/4/2019) di Klinik Ibnu Sina PDAM Kota Bogor.

Hadir pada kesempatan ini, Direktur Utama PDAM Kota Bogor Deni Surya Senjaya beserta jajarannya, serta Ketua BAZNAS Kota Bogor, H. Achmad Chotib Malik serta orang tua peserta khitan.
Khitanan masal dibuka secara resmi oleh Direktur Utama PDAM Kota Bogor Deni Surya Senjaya didamping sejumlah staf dan panitia. Dalam sambutannya Dirut menyampaikan bahwa khitan sangat berpengaruh kepada kesehatan sehingga setiap orangtua berkeinginan untuk mengkhitankan anaknya.

“Oleh karena itu, PDAM Kota Bogor menyambut HUT ke-42 ini mengkhitankan 31 anak kurang mampu yang berdomisili di sekitar Kota Bogor,” ujarnya.

Usai membuka acara, Deni beserta undangan yang lain meninjau kegiatan khitanan. Dalam kesempatan itu pula para peserta khitanan massal juga mendapatkan bingkisan dari panitia. (humas pdam)

Koneksi Pipa Cipaku Rampung, Aliran Air PDAM Zona III Lancar

Koneksi Pipa Cipaku, PDAM Harap Zona III Membaik

BOGOR – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sukses mengerjakan koneksi pipa HDPE 400 mm dari pipa distribusi 600 mm jalur IPA Dekeng ke Reservoir Cipaku 9000 M3 selesai pada Minggu
(7/4/2019) pukul 00:30 dinihari.

Pengerjaan koneksi ini merupakan upaya PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor untuk memperbaiki sistem pengaliran di zona III, seperti perumahan Pajajaran dan Parahyangan Regency, Villa Duta, Griya Soka hingga BNR.

Direktur Teknik PDAM Kota Bogor Syaban Maulana mengatakan, koneksi pipa di IPA Cipaku ini merupakan respon atas keluhan-keluhan air tidak mengalir di sebagian zona III, terutama yang di suplai dari Reservoir Cipaku 9000 M3.

“Setelah kami analisa, gangguan di wilayah Cimahpar, Tanah Baru dan sekitarnya karena volume air di Reservoir Cipaku 9000 M3 yang tidak ideal. Levelnya sering rendah, sehingga tekanan air ke wilayah atas (elevasi tinggi seperti Cimahpar) tidak terlalu kuat. Ini yang menyebabkan gangguan di pelanggan,” ujar Syaban yang memantau langsung pengerjaan koneksi hingga selesai.
.
Pengerjaan koneksi ini mendapat perhatian serius dari Walikota Bogor Bima Arya. Dalam Live Instagram yang ditayangkan tim Humas PDAM, Bima dua kali menyampaikan dukungan.

“Ini bentuk dukungan yang sangat real dari Bapak Walikota. Kami ucapkan terima kasih,” ujar Asisten Manajer Humas R. Poppi Rustanti yang hadir mendampingi Dirtek.

Dia berharap koneksi di IPA Cipaku ini bisa memperbaiki sistem pengaliran akibat anomali pelayanan di zona III dalam beberapa waktu terakhir. Terlebih menjelang pesta demokrasi 17 April nanti. PDAM berupaya menjaga pasokan agar pelanggan dapat memilih dengan tenang, petugas pun tidak kesulitan air saat menghitung suara.

“Sebetulnya solusi terbaik gangguan pengaliran di sebagian wilayah Kota Bogor, khususnya zona III, adalah pengoperasian SPAM Katulampa. Namun SPAM Katulampa masih dalam proses, nah ini (koneksi di IPA Cipaku) solusi jangka pendeknya,” ujar mantan Kasubag Hubungan Langganan PDAM Kota Bogor itu.

“Kami di PDAM juga sama gelisahnya seperti pelanggan. Sebab tanggungjawab penyediaan air bersih masyarakat Kota Bogor ada pada pundak kami. Untuk itu kami terus berupaya meningkatkan pelayanan dengan inovasi-inovasi yang terukur. Kami tidak pernah diam, kami terus bergerak,” tutup Poppi. (humas pdam)

Ada Koneksi Pipa, Wilayah Zona III Terganggu

PEMBERITAHUAN
.
Sehubungan adanya koneksi pipa HDPE 400 mm ke Reservoir 9000 M3 di IPA Cipaku pada hari Sabtu 6 April 2019 pukul 21:00 s/d Minggu 7 April 2019 pukul 02:00 WIB (5 jam), bersama ini kami informasikan wilayah zona III yang berpotensi mengalami gangguan pengaliran sebagai berikut :
.
Sebagian Jl. Raya Pajajaran, Jl. Sukasari 1, 2, 3 dsk, Jl. NV. Sidik dsk, Jl. Duku, Jl Nanas Bantar Kemang, Jl Pajajaran Baranangsiang, Jl Pajajaran Indah, Villa Duta, Pajajaran Regency, Parahyangan Regency, Jl Ciheuleut, Bogor Lake Side, Griya Soka, Perum Botanica Cimahpar, Perum Haji Cimahpar, Perum Nurul Ichwan, Jl Sukasari, Jl Siliwangi, Jl Lawanggintung, Jl Sekip, Jl Batutulis, sebagian Bogor Nirwana Resident, Kp. Jaya tunggal dsk, Perum Puri mas dsk, sebagian jl. Bondongan. Gunung Batu, Jalan Sindang Barang, Jl Loji, Griya Melati.
.
Pasokan air ke pelanggan akan pulih secara bertahap, tergantung pada lokasi pelanggan.
.
Koneksi pipa Intake Cipaku ini merupakan program PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR untuk meningkatkan pelayanan pelanggan di wilayah zona III.
.
Kami mengimbau para pelanggan untuk menampung air saat masih mengalir. Apabila para pelanggan membutuhkan pasokan air melalui mobil tangki dapat menghubungi PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR di nomor (0251) 8324111 dan Whastapp 08111182123.
.
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan untuk menjadi maklum, dan atas perhatian serta pengertian Bapak/Ibu/Saudara, kami mengucapkan terima kasih.

Bogor, 6 April 2019
a.n DIREKTUR UTAMA
PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR
SEKRETARIS PERUSAHAAN
TEGUH SETIADI

@bimaaryasugiarto
@usmarharimarofficial
@ade_sarip
@pemkotbogor
@rinoindira
.
#pdamkotabogor
#pdamtirtapakuan
#pelayananpublik
#zonaIII
#pdambisa

Rayakan HUT KE-42, walikota Minta PDAM Tingkatkan Pelayanan

BOGOR – Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor meningkatkan pelayanan air bersih kepada pelanggan. Bima ingin masyarakat Kota Bogor dapat menikmati pasokan air bersih dari PDAM secara menyeluruh.

Saat menjadi pembina upacara HUT PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di lapangan apel PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Senin pagi (1/4), Bima mengapresiasi PDAM yang meraih beberapa penghargaan. Namun di sisi lain, dia melihat jajaran direksi dan manajemen masih harus bekerja lebih keras untuk menyediakan air bersih kepada masyarakat.

“Saya ucapkan selamat karena PDAM banyak menerima penghargaan dari berbagai lembaga. Tapi di sisi lain, banyak warga yang mengeluh pada saya melalui media sosial soal air tidak mengalir di Cimahpar, Pajajaran Regency atau Cimanggu. Saya ingatkan, PDAM jangan terlena dengan penghargaan itu. Saya ingin memberikan atensi di sini, karena saya cinta pada PDAM,” ujar Bima.

Bima paham banyak persoalan yang dihadapi PDAM dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Bogor. Namun PDAM harus menjelaskan kepada warga program-program kerja yang sedang dikerjakan agar pelanggan mengetahui apa saja yang dikerjakan PDAM.

Bima menyerukan seluruh direksi, manajemen dan karyawan agar fokus pada pelayanan air bersih. “Apakah kalian siap bekerja keras melayani kebutuhan air bersih bagi warga Kota Bogor,” seru Bima kepada seluruh pegawai. Seruan itu disambut “Siap” oleh semua pegawai.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Deni Surya Senjaya memahami kegundahan Walikota dan sebagian kecil pelanggan yang pasokan air bersihnya terganggu. Deni menegaskan solusi permanen gangguan air bersih di Cimahpar, Pajajaran Regency dan sekitarnya adalah SPAM Katulampa yang segera dioperasikan.

“SPAM Katulampa sudah kita ujicobakan. Airnya jernih, sesuai dengan kualitas air minum. Hanya saat ini pipa distribusinya sedang dipasang, mudahkan-mudahan dapat segera dioperasikan,” ujar Deni kepada wartawan.

Deni menambahkan, PDAM Kota Bogor tetap menunggu sistem pengolahan air minum kapasitas 300 liter perdetik itu dapat dioperasikan. Jikapun lama, PDAM akan langsung mengujicobakan kepada pelanggan, sehingga gangguan air bersih yang selama ini terjadi dapat teratasi.
“Jajaran PDAM siap bekerja keras memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Bogor sesuai arahan Bapak Walikota,” tutup Deni.(humas pdam)

Rayakan Ultah, PDAM Kota Bogor Gelar Donor Darah 

Kota Bogor – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor menggelar aksi donor darah di kantor PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Rabu (27/3/2019).

Asisten Manajer Humas PDAM Kota Bogor R. Poppi Rustanti mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka HUT ke-42 PDAM Kota Bogor. Ada 80 orang yang mendaftar menjadi pendonor.
“Ada 80 yang daftar, namun hanya 52 orang yang berhasil terseleksi. Sedangkan sisanya gagal karena pertimbangan medis,” ujar Poppi.

Menurutnya, kegiatan sosial ini merupakan agenda rutin PDAM yang digelar setiap tiga bulan. Selain melibatkan pegawai, donor darah ini juga melibatkan masyarakat dan pelanggan.

Poppi menambahkan, donor darah sangat bermanfaat untuk kesehatan pendonor karena akan menumbuhkan sel-sel baru. “Selain kegiatan ini amal, juga bermanfaat bagi kesehatan. Pendonor yang sudah mendonorkan darah, biasanya akan kembali jadi pendonor. Karena mereka tahu manfaatnya untuk kesehatan,” jelasnya. (humas pdam tirta pakuan)

BAPEMPERDA GALI INFORMASI TERKAIT KONSEP GREEN CITY

Bogor Menuju Kota Hijau

Kota Bogor merupakan sebuah kota yang mempunyai bentuk arsitektural yang unik dengan menyimpan sejuta misteri tentang konsep perencanaan kota pada masa Hindia Belanda. Salah satunya adalah perencanaan konsep “Kota Dalam Taman” yang bertujuan untuk menciptakan suasan kota yang hidup nyaman dan sejuk dengan dikelilingi oleh taman-taman dan Kebun Raya Bogor sebagai Induk taman. Namun sejalan dengan perkembangannya, Kota ini menjadi pusat berbagai kegiatan dan tempat peristirahatan, pertumbuhannya begitu pesat dan terkesan tidak terkendali. Padahal sejak puluhan tahun silam Pemkot Bogor beserta DPRD telah berkomitmen untuk menjadikannya Bogor sebagai Kota Hijau.

Salah satu Implementasi Komitmen tersebut, Badan Pembentuk Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bogor berupaya menggali informasi Peraturan perundang-undangan yang terkait dengan konsep Kota Hijau. Salah satu upaya itu adalah Bapemperda melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kebersihan, Lingkungan Hidup dan Pertamanan Kota Depok, pada Senin 25 Februari 2019 lalu. Kunjungan ini dipimpin Ketua Bapemperda DPRD Kota Bogor, Rusmiati Ningsih, SH.

Dipilihnya Kota Depok sebagai ajang gali informasi, karena Kota ini telah melaksanakan penyelenggaraan Kota Hijau dan telah memiliki landasan hukum yang pasti yakni dengan terbitnya Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 3 tentang Penyelenggaraan Kota Hijau. Adapun tujuan kunjungan ini adalah untuk melakukan koordinasi/konsultasi sekaligus menggali informasi terkait landasan hukum bagi konsep kota hijau seperti Kota Depok.
Memang, pesatnya perkembangan dan pembangunan Kota Bogor, seiring meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan masyarakat akan sarana dan prasarana kota. Pertumbuhan kota yang demikian tentu mengakibatkan degradasi lingkungan. Persebaran lahan terbangun yang sangat luas mengakibatkan inefisiensi jaringan transportasi yang berdampak pada meningkatnya polusi udara perkotaan, selain itu juga menimbulkan costly dan pemborosan.

Menurut data di Dinas terkait, bahwa penyedian Ruang Terbuka Hijau (RTH) bagi Kota Bogor menuju Kota Hijau sejauh ini belum mencapai persentase yang disyaratkan Undang –Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Dalam Undang Undang tersebut menyebutkan setiap wilayah kota harus menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30 persen dari luas willayah. Sementara Kota Bogor yang diproyeksikan sebagai Kota Hijau dengan luas wilayah 11.850 hektar, Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota ini hanya kisaran 14 persen saja.

Sementara konsep Kota Hijau atau Green City adalah suatu konsep dari upaya untuk meletarikan lingkungan dengan cara mengembangkan sebagian lingkungan dari suatu kota menjadi lahan-lahan hijau yang alami. Konsep Green City bertujuan agar terdapat keseimbangan dan kenyamanan dari manusia yang menghuni sebuah kota dan lingkungan itu sendiri.

Menurut para ahli konsep Kota Hijau atau Green city terdiri dari delapan elemen, antara lain Green planning and design (Perencanaan dan rancangan hijau). Green open space (Ruang terbuka hijau). Green Waste (Pengelolaan sampah hijau) yakni pengelolaan sampah hijau yang berprinsip pada reduce (pengurangan), reuse (penggunaan ulang) dan recycle (daur ulang). Selain itu, pengelolaan sampah hijau juga harus didukung oleh teknologi pengolahan dan pembuangan sampah yang ramah lingkungan. Green transportation (Transportasi hijau) yakni transportasi umum hijau yang fokus pada pembangunan transportasi massal yang berkualitas. Green water (manajemen air yang hijau) bertujuan untuk penggunaan air yang hemat serta penciptaan air yang berkualitas. Green energy (Energi hijau) yakni strategi kota hijau yang fokus pada pengurangan penggunaan energi melalui penghemetan penggunaan serta peningkatan penggunaan energi terbaharukan. ***

DPRD KOTA BOGOR TETAPKAN RENCANA KERJA TAHUN SIDANG 2020

Kota Bogor – DPRD Kota Bogor telah menetapkan Keputusan DPRD Kota Bogor tentang Rencana Kerja Tahun Sidang 2020 pada Rapat Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Heri Cahyono, S.Hut. MM., Jum’at 8 Maret 2019 lalu. Rapat Paripurna ini, selain menetapkan Rencana Kerja Tahun Sidang 2020, juga menetapkan Peraturan DPRD Kota Bogor tentang Tata Tertib DPRD Kota Bogor, dan mengagendakan Penjelasan Wali Kota Bogor terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bogor Tahun 2018 dan LKPJ Akhir Masa Jabatan (AMJ) Wali Kota Bogor Tahun 2014 – 2018 serta mengagendakan Penetapan Komposisi Panitia Khusus (Pansus) Pembahas LKPJ Wali Kota Bogor Tahun 2018 dan Pansus Pembahas LKPJ AMJ Wali Kota Bogor Tahun 2014 – 2018.

Sebelum ditetapkan, Rencana Kerja DPRD Kota Bogor Tahun 2020 tersebut, Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Bogor telah melaksanakan kegiatan penyusunan dan pembahasan Rencana Kerja tersebut. Pelaksanaan kegiatan tersebut antara lain ; Pembahasan Luar Gedung mulai hari Kamis 31 Januari sampai dengan Sabtu 2 Februari 2019.

Selain itu Banmus telah melakukan Koordinasi dan Konsultasi untuk mendapatkan masukan terkait pembahasan Rencana Kerja Tahun Sidang 2020.

Seperti dilaporkan Banmus DPRD Kota Bogor yang disampaikan oleh .Wakil Ketua DPRD Jajat Sudrajat, pada Rapat Paripuirna tersebut menyebutkan bahwa Rencana Kerja tersebut berpedonam pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang kemudian disingkronkan dengan kondsi yang berkembang dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kota Bogor.

Berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan oleh Banmus, sambung Jajat, didapat hasil pembahasan Rencana Kerja berdasarkan Fungsi DPRD antara lain ; A. Pembuat Peraturan Daerah dengan 14 Kegiatan, dianatarnya 1. Penyusunan, pembahasan dan penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan produk hukum daerah lainnya seperti Peraturan DPRD, Keputusan DPRD dan Keputusan Pimpinan DPRD. 2. Penyusunan naskah akademik Raperda Usul DPRD. 3. Penyiapan Raperda Usul DPRD. 4. Pengkajian dan evaluasi efektifitas pelaksanaan Peraturan daerah (Perda). 5. Penyusunan Perubahan Program Pembuat Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2021. 6. Pengawasan terhadap penyususnan dan pelaksanaan Peraturan Wali Kota dan Keputusan Wali Kota. 8. Penyempurnaan berdasarkan Hasil Evaluasi Gubernur Jawa Barat terhadap Raperda yang telah disetujuai. 9. Sosialisasi Perda Kota Bogor.

Sementara itu, rencana kerja DPRD Kota Bogor Tahun Sidang 2020 berdasarkan Fungsi Anggaran, setidaknya ada 19 kegiatan, antara lain ; 1. Penyempurnaan berdasarkan hasil evaluasi Gubernur Jawa Barat terhadap Raperda Kota Bogor tentang APBD Tahun Anggaran 2020 dan Peraturan Wali Kota tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2020. 2. Pembahasan Raperda Kota Bogor tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2019. 3. Pembahasan Laporan Hasil pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Bogor Tahun Anggaran 2019 sekaligus pemantauan/Monitoring tindak lanjut terhadap Laporan Hasil pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Bogor. 4. Pembahasan Laporan Realisasi Semester Pertama APBD Tahun Anggaran 2020 dan Prognosia 6 (Enam) Bulan berikutnya. 5. Penyempurnaan berdasarkan Hasil Evaluasi Gubernura Jawa Barat terhadap Raperda Kota Bogor tentang Pertanggungjawaban Pelaaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019 dan Peraturan Wali Kota tentang Penjabaran Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019. 6. Pembahasan Pokok-Pokok Pikiran ( POKIR ) DPRD kepada Wali Kota dalam mempersiapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021. 7. Pembahasan Rancangan Recana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2021. 8. Pembahasan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) Kota Bogor Tahun Anggaran 2021. 9. Pembahasan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2021. 10. Pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) tahun Anggaran 2020. 11. Pembahasan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan ( PPASP) Tahun Anggaran 2020. 12. Pembahasan Raperda Kota Bogor tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020. 13. Penyempurnaan berdasarkan Hasil Evaluasi Gubernura Jawa Barat terhadap Raperda Kota Bogor tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 dan Perwali tentang Penjabaran Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020. 14. Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2021. 15. Penyempurnaan berdasarkan Hasil Evaluasi Gubernur Jawa Barat terhadap Raperda Kota Bogor tentang APBD Tahun Anggaran 2021 dan Perwali tentang Penjabaran APBD Kota Bogr Tahun Anggaran 2021. 16. Pembahasan masalah khusus terkait dengan kebijakan anggaran daerah.

Sedangkan berdasarkan fungsi Pengawasan, Rencana Kerja DPRD Kota Bogor Tahun Sidang 2020 mengagendakan sebanyak 11 kegiatan. Kegiatan tersebut antara lain ; 1. Rapat-Rapat Alat Kelengkapan Dewan. 2. Pengawasan terhadap pelaksanaan Perda dan APBD sesuai dengan ruang lingkup tugas Komisi. 3.Pengawasan terhadap Pembahasan LKPJ Wali Kota Bogor Tahun 2019. 4. Pengawasan terhadap LKPJ Masa Akhir Jabatan (AMJ) Wali Kota Bogor Tahun 2014 – 2018. 5. Pengawasan terhadap Pembahasan masalah Khusus oleh Alat Kelengkapan DPRD. 6. Hearing/Dialog dengan pejabat Pemerintah Daerah dan Lembaga Pemerintahan lainnya, serta organisasi kemasyarakatan, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. 7. Kunjungan Kerja Pimpinan dan Anggota DPRD dalam daerah, dalam rangka pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan, penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan serta masalah aktual dan umum lainya. 9. Kunjungan Kerja Pimpinan dan Anggota DPRD Luar Daerah, dalam rangka tugas pokok dan fungsi serta peningkatan wawasan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. 11. Pelaksanaan kegiatan reses. Sementara itu, rencana kerja DPRD Tahun Sidang 2020 berdasarkan fungsi Kelembagaan tercatat sebanyak 21 kegiatan, antara lain 1. Evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja DPRD Tahun Sidang 2019. 2. Evaluasi pelaksanaan Kinerja Alat kelengkapan Dewan (AKD) Tahun Sidang 2019. 3. Penyusunan Rencana Kerja DPRD Kota Bogor Tahun 2021. 4 Pembukaan Masa Sidang dan Laporan Hasil Kegiatan Reses. 5. Rapat- Rapat Paripurna. 6. Kegiatan Rapat Konsultasi antrara DPRD dengan Pemerintah Kota Bogor. ***

Perbaikan Pipa Bocor Diwilayah Gang Aut, Ini Wilayah Yang Terdampak

Selamat pagi #sobatair yang budiman.
.
Mimin informasikan rencana perbaikan pipa bocor jenis CICL 8 inch di depan Gang Aut Suryakencana pada hari Rabu 20 Maret 2019 pukul 23:00 s/d Kamis 21 Maret 2019 pukul 02:00 WIB (3 jam).
.
Perbaikan tersebut berpotensi mengakibatkan gangguan pengaliran sebagai berikut :
.
– Sukamulya,
– Gardu Tinggi,
– Jl Roda,
– Kb Jukut,
– Lebak Pasar,
– Jl Suryakencana,
– Jl Otista,
– Pulo Geulis,
– Kp Pada Beunghar,
– GG Liti,
– Sebagian Jl Siliwangi,
– Jl Bangka,
– Jl Riau,
– Terminal Baranangsiang,
– Jl Belitung, Pasar Bogor,
– Babakan Peundeuy
.
Pengaliran akan kembali normal secara bertahap setelah petugas melakukan pemulihan (recovery) jaringan.
.
Mimin mengimbau #sobatair dan pelanggan untuk menampung air saat masih mengalir. Bagi pelanggan yang membutuhkan pasokan air melalui tangki dapat menghubungi Call Center 24 jam PDAM di nomor 0251-8324111 atau whatsapp 08111182123.
.
Atas nama manajemen, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pelayanan ini. Terima kasih.

#pdamkotabogor #kotabogor #pelayananpublik #sobatair #welovebogor #bogohkabogor

Ayo Hidup Sehat Melalui GERMAS

Ayo hidup sehat melalui Germas ..

Kota Bogor – Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan besar yakni masalah kesehatan triple burden, karena masih adanya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) dan penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi muncul kembali. Pada era 1990, penyakit menular seperti ISPA, Tuberkulosis dan Diare merupakan penyakit terbanyak dalam pelayanan kesehatan. Namun, perubahan gaya hidup masyarakat menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi). Tahun 2015, PTM seperti Stroke, Penyakit Jantung Koroner (PJK), Kanker dan Diabetes justru menduduki peringkat tertinggi. Sebuah pembelajaran berharga di era jaminan kesehatan nasional (JKN), anggaran banyak terserap untuk membiayai penyakit katastropik, yaitu: Penyakit Jantung Koroner (PJK), Gagal Ginjal Kronik, Kanker, dan Stroke. Selain itu, pelayanan kesehatan peserta JKN juga didominasi pada pembiayaan kesehatan di tingkat lanjutan dibandingkan di tingkat dasar. Fakta ini perlu ditindaklanjuti karena berpotensi menjadi beban yang luar biasa terhadap keuangan negara.

Meningkatnya PTM dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia, bahkan kualitas generasi bangsa. Hal ini berdampak pula pada besarnya beban pemerintah karena penanganan PTM membutuhkan biaya yang besar. Pada akhirnya, kesehatan akan sangat mempengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi. Penduduk usia produktif dengan jumlah besar yang seharusnya memberikan kontribusi pada pembangunan, justru akan terancam apabila kesehatannya terganggu oleh PTM dan perilaku yang tidak sehat.Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan RI secara khusus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) guna mewujudkan Indonesia sehat.

Pengertian Gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 adalah tindakan yang sistematis atau terencana yang dapat dilakukan secara bersama-sama atas dasar kesadaran, kemauan dan kemampuan dalam berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Terdapat 7 (tujuh) indikator untuk mewujudkan GERMAS yaitu

  1. Peningkatan edukasi hidup sehat
  2. Peningkatan kualitas lingkungan
  3. Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit
  4. Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi
  5. Peningkatan perilaku hidup sehat
  6. Peningkatan aktivitas fisik
  7. Untuk mewujudkan 7 (tujuh) indikator tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bogor mengembangkan inovasi “Mobil Curhat” yang merupakan program kerjasama Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan dengan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB. Pelayanan mobil curhat meliputi deteksi faktor resiko penyakit tidak menular (PTM), deteksi status gizi dan konseling gizi, deteksi stres, konseling berhenti merokok, pemeriksaan darah untuk tes HIV/AIDS, pemeriksaan gula darah dan kolesterol, konseling berhenti merokok, konseling keluarga dan konseling tentang Gema Cermat (Gerakan Masyarakat Cerdas menggunakan Obat). Tim dari Dinas Kesehatan melibatkan petugas dari berbagai program yaitu dari program pencegahan dan pengendalian penyakit, program gizi,  program promosi kesehatan, dan program farmasi klinis.
  8. Program inovasi layanan kesehatan Mobil Curhat diberikan secara secara gratis bagi masyarakat Kota Bogor dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan karena tujuan dari layanan Mobil Curhat ini adalah mengatasi permasalahan sosial dan kesehatan. Masyarakat Kota Bogor  bisa mendapatkan layanan Mobil Curhat di beberapa tempat baik itu pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan modern maupun tradisional, taman/lapangan olah raga, ataupun di institusi pendidikan (sekolah), dalam pelaksanaannya Mobil Curhat sekaligus menjadi puskesmas mobile/fasilitas  kesehatan berjalan yang melayani kesehatan masyarakat dengan jemput bola dan mudah diakses. Tingginya animo masyarakat akan pelayanan Mobil Curhat serta tingginya permintaan dari pihak terkait layanan Mobil Curhat maka saat ini Mobil Curhat mudah ditemukan pada acara – acara tertentu yang diadakan oleh komunitas.
  9. Tanpa disadari dengan dimanfaatkannya layanan Mobil Curhat, maka tujuan dari GERMAS dapat tercapai. Masyarakat secara bertahap berperilaku sehat dengan melakukan pengecekan kesehatan secara rutin sehingga diharapkan pula angka kesakitan akibat penyakit tidak menular ataupun menular dapat dicegah sedini mungkin. Selanjutnya konsultasi gizi dapat mengetahui indeks massa tubuh, lemak perut, lemak tubuh, rata-rata kalori yang di konsumsi dan umur sel dalam tubuh. Sebagai contoh makanan apa yang baik untuk kita ataupun jenis olahraga apa yang cocok untuk kita dan dari hasil pengecekan tersebut kita dapat mengetahui apakah badan kita termasuk kurus, normal, sedang, gemuk ataupun obesitas.   
  10. Dalam deteksi faktor resiko penyakit tidak menular (PTM), pasien akan dilakukan anamnese/wawancara terkait pola makan, riwayat penyakit, aktifitas fisik dan apabila memiliki resiko maka akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan/pengecekan kolesterol, asam urat dan gula darah. Pasien bisa langsung mengetahui hasil pemeriksaan tersebut dan bisa langsung di konsultasikan ke dokter. Selain itu ada juga deteksi penyakit menular berupa pemeriksaan darah untuk HIV/AIDS.
  11. Setelah melakukan serangkaian deteksi dan pemeriksaan, pengunjung juga dapat berkonsultasi tentang obat.  Melalui GeMa CerMat (gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat) Tim dari Farmasi menerima konsultasi terkait penggunaan obat dan dari hasil konsultasi ditemukan beberapa pengunjung masih memiliki pemahaman yang salah tentang cara menggunakan obat dan pemahanan tentang dosis obat yang benar. Selanjutnya, masyarakat juga dapat mengikuti konseling stress yang bertujuan agar masyarakat dapat mengatasi permasalahan psikisnya dengan baik sehingga terhindar dari stress yaitu kondisi yang akhirnya dapat mempengaruhi emosi serta cara berpikir seseorang.
  12. GERMAS dan layanan Mobil Curhat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masing-masing individu untuk berperilaku sehat sehingga terciptanya pembangunan kesehatan berupa investasi sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Dan Untuk tercapainya hal tersebut tidak hanya peran dari tenaga kesehatan namun juga dukungan dari  pemerintah maupun pihak swasta sehingga masyarakat Indonesia yang sehat dan mandiri dapat terwujud.

Oleh : An Nur Fatimah, SKM

Fungsional Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bogor