Dinilai Tak Mampu Bekerja, Rakhmawati Diminta Mundur Dari Kadishub

Kota Bogor – Desakan mundur terhadap Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor karena dinilai tak mampu bekerja semakin meluas,  setelah dari elemen mahasiswa kini giliran Ketua GP anshor Kota Bogor angkat bicara meminta agar Walikota Bogor mengganti Rakhmawati untuk tidak berada di Dinas Perhubungan.

Menurut Rahmat Imron Hidayat atau biasa disapa Rommy menganggap wajar, desakan mundur Rakhmawati seperti yang telah diutarakan sejumlah pihak.

“Saya juga menilai seperti itu. Dan kepada Walikota Bogor Bima Arya agar segera mencari sosok yang pas untuk menjadi Kadishub mengganti Rakhmawati. Banyak sejumlah program terkait transportasi dimana tentunya jadi program prioritas, harus diselesaikan oleh orang yang tepat,” ungkap Rommy kepada engingengnews.com, Kamis (15/11).

Rommy menilai selama dipimpin Rakhmawati dirasa tidak ada hal yang signifikan dari Dishub. Bahkan, sejumlah program yang telah dilaunching atau direncanakan tidak berjalan dengan baik.

“Mungkin tempat ibu Rakhmawati bukan di Dishub. Dan kalau gak salah, sebentar lagi ada proses mutasi pejabat di Pemkot Bogor. Jadi, momennya pas untuk walikota agar memikirkan hal ini,” tegasnya.

Sebelumnya, aksi demo para supir angkot yang berkaitan dengan program konversi angkot yang dijalankan Dishub Kota Bogor, dinilai oleh berbagai kalangan bahwa Dishub telah gagal melakukan penataan dan pembenahan angkutan di Kota Bogor.

Sorotan tajam dan desakan agar Kepala Dishub Rakhmawati turun dari jabatannya bergulir, karena telah gagal menjalankan tugasnya melakukan penataan angkutan dan lainnya.

Keprihatinan juga ditunjukan oleh sejumlah pihak terkait gagalnya program konversi angkot yang berujung terjadinya konflik horizontal hingga terjadi beberapa kali aksi demo dari para supir angkot.

Ketua HMI Cabang Kota Bogor, Saepul Wahyudin Putra menyoroti gagalnya kinerja Kadishub dalam melaksanakan program rerouting dan konversi angkot, sehingga menimbulkan keresahan masyarakat serta merugikan semua pihak. “Karena telah gagal menjalankan program rerouting dam konversi angkot, Kadishub harus turun dari jabatannya,” tegas Saepul, kemarin.

Kemudian, Ketua Organda Kota Bogor M. Ishack A R merasa prihatin dengan adanya aksi demo para supir angkot. Karena menurutnya badan hukum yang sudah berinvestasi akan merugi jika angkot modern berhenti mengaspal.

Dengan adanya penolakan yang menjadi penghambat program pemerintah ini, Ishack menginginkan adanya ketegasan dari Pemkot (Dishub) dalam menjalankan tugas yang sudah dituangkan didalam SK Walikota tahun 2018. “Saya prihatin dengan keadaan ini karena badan hukum yang sudah berinvestasi, sekarang tinggal ketegasan pemerintah daerah untuk menindaknya,” tegasnya.

Ishack juga menilai, bahwa program rerouting yang dicanangkan oleh Walikota Bima Arya yang tertuang dalam SK Walikota sudah gagal dijalankan oleh Dishub, karena dengan jangka waktu sembilan bulan sejak ditandatanginya SK seharusnya program rerouting sudah bisa berjalan dengan baik tanpa adanya kendala. Namun yang terjadi, malah ambrudarul dan terjadi konflik hingga beberapa ada aksi demo para supir angkot. Program ini gagal dijalankan dan Kepala Dishub harus bertanggung jawab.

“Kita malu sebagai organisasi yang ada di lingkungan perhubungan.  Malu karena baru kali ini ada Kadishub yang gagal menjalankan program pemerintah dan tidak tegas,” katanya.

Ishack juga menambahkan bahwa seharusnya Kadishub itu harus tegas dan mau turun ke lapangan untuk menyelesaikan masalah dari akarnya. Ketika gagal melaksanakan program yang sudah dijalankan bertahun tahun, lebih baik Kadishub lengser dari jabatannya. (boy)

AHLI WARIS HALIMAH RAIS TIDAK INGIN MEREBUT TANAH SARONGGE DARI PETANI

Cianjur – Keluarga Halimah Rais, sebagai pemegang surat tanah zaman Belanda untuk kawasan Sarongge – Cianjur Jawa Barat, meminta agar warga dan petani Sarongge tidak perlu khawatir harus meninggalkan tanah pertanian yang sudah berpuluh tahun didiami dan digarap.

Pernyataan itu disampaikan Ade Armando, cucu kandung Halimah Rais dalam konferensi pers di Saung Sarongge, Jumat (9/11).

Menurut Ade, dia sudah mendapat penjelasan dari Suci Mayang Sari (Caleg PSI), Tosca Santoso dan Hasoloan Sinaga mengenai keresahan petani di daerah tersebut. Segera setelah mendengar masukan tersebut, ahli waris Halimah Rais bersepakat untuk mengutus Ade menemui para petani.

Ade menegaskan, keluarga Halimah Rais tidak pernah mempersoalkan tanah tersebut. ”BIla ada pihak-pihak yang mengatasnamakan keluarga Halimah Rais atau pengembang yang menyatakan akan menjual tanah tersebut dan memanfaatkannya untuk keperluan bisnis, orang tersebut bukan wakil resmi dan tidak memperoleh izin dari keluarga Halimah Rais,”ujar Ade.

Menurut Ade, tanah Sarongge memang diketahui di masa lalu dimiliki Keluarga Halimah Rais. Namun statusnya sekarang masih harus dipelajari dan ditelusuri. “Namun kalaupun tanah ini masih dimiliki keluarga Halimah Rais, para ahli waris sudah bersepakat tidak akan mengambilalih apalagi mengusir para petani dari tanah ini,” ujar Ade menegaskan.

Tanah Sarongge menjadi pembicaraan publik karena dalam beberapa bulan terakhir, tersiar iklan melalui media sosial bahwa sebuah pengembang bernama Kota Langit sarongge menjual puluhan hektar tanah di wilayah tersebut dengan harga relative murah. Ini meresahkan warga-petani Sarongge, karena secara administratif, mereka telah secara resmi menggarap dan menempati tanah di sana. Sebagian sudah punya sertifikat dari program sertifikasi tanah 1982. Ada juga yang memegang sertifikat bola dunia bertajuk tahun 1973. Berpuluh tahun itu juga, petani membayar pajak.

Sejumlah pihak seperti LBH Cianjur, Green Initiative Foundation (GIF), dan Relawan Perjuangan Hukum dan Keadilan (REKLAIM) telah menyatakan diri akan membela hak warga-petani.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cianjur, Erwin Rustiana menyatakan, “Hingga saat ini keberadaan pengembang masih tidak begitu kuat secara perijinan. Bukti yang mereka berikan itu berupa kertas dari zaman Belanda. Seperti surat kuasa yang tidak begitu jelas. Maka LBH menilai masyarakat masih menjadi pemilik lahan yang sah”.

Suci Mayang Sari, sebagai pihak yang mempertemukan warga Sarongge dengan pihak keluarga Halimah Rais, menyatakan bersyukur bahwa nampaknya ada titik terang dalam persoalan ini. “Menjadi jelas bahwa keluarga Besar Halimah Rais menyayangkan hal ini terjadi. Warga petani memiliki surat sertifikat yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia. Petani juga rutin membayar pajak atas tanah. Jadi selama puluhan tahun para petani inilah yang merawat lahan itu. Lalu tiba-tiba kini mau diambil alih dengan modal surat zaman Belanda. Ini tentu tidak etis dan tidak bijak. Akan pergi kemana para petani bila tanah itu direnggut dari mereka?” kata Suci Mayang Sari sambil mengingatkan kepada masyarakat agar berhati-hati jika ada pihak yang mengklaim sebagai pemilik tanah dan menawarkan kapling tanah Sarongge.

Dalam konferensi pers, Ade menegaskan bahwa pihak keluarga ingin menyelesaikan masalah ini baik-baik. “Nenek saya, Halimah Rais, adalah pengusaha yang berjiwa sosial. Saya yakin, dia akan jauh lebih senang kalau tanah ini bisa membawa berkah bagi banyak orang”.

Sebelumnya Badan Perwakilan Desa Ciputri telah mengeluarkan pernyataan bahwa Developer Kota Langit tidak pernah mendapat izin dari instansi pemerintah setempat. Badan Perwakilan Desa Ciputri telah mengeluarkan surat yang pada intinya menolak proyek Kota Langit yang berpotensi menimbulkan kekisruhan dan merugikan masyarakat.

Ade Armando, Cucu Kandung dari Halimah Rais : 0818179479

Erwin Rustiana, Ketua LBH Cianjur : 081563219909

Suci Mayang Sari, Caleg PSI : 081299421848

Resmi Dilantik, PWI Kota Bogor Beri Penghargaan Kepada Sejumlah Tokoh

Kota Bogor – Ketua PWI Jawa Barat yang juga sekaligus Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi melantik Ketua dan jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor periode 2018-2021, Senin ( 05/11).

Pelantikan Pengurus PWI Kota Bogor yang digelar di Balaikota Bogor bertema “Profesionalisme, Jadikan Pers Pilar ke-4 Sebenarnya”. Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, jajaran Muspida Kota Bogor, jajaran pengurus PWI Jawa Barat, para mantan ketua dan pengurus PWI Kota Bogor, serta para undangan.

Dalam sambutannya Mirza Zulhadi selain mengapresiasi langkah dan kegiatan yang dilakukan PWI Kota Bogor, juga mengatakan bahwa momen pengukuhan dan pelantikan pengurus PWI Kota Bogor ini menjadi awal yang baik agar wartawan bisa meningkatkan profesionalisme dan kontribusi terbaik.

“PWI saat ini sedang menggalakkan Uji Kompetensi Wartawan atau UKW. Ke depan, Dewan Pers akan mengeluarkan himbauan agar narasumber mengutamakan wartawan yang telah lulus UKW dan perusahaan pers yang telah terverifikasi Dewan Pers. Selain kode etik, akan diluncurkan pula code of conduct agar menjaga perilaku wartawan dalam bertugas,” ujar Mirza yang pernah bertugas menjadi wartawan di Kota Bogor.

Dalam kesempatan tersebut, Mirza juga menyinggung perkembangan dunia jurnalistik yang sedemikian pesatnya sehingga sudah saatnya membutuhkan revisi aturan tentang pers. “70 persen UU Pokok Pers Nomor 40/1999 lebih ke media cetak, padahal perkembangan zaman sekarang lebih kepada media online dan digital. Contohnya, saat ini aturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) beluk bisa mencakup semuanya, seperti TV streaming dan sejenisnya,” sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bogor Bima Arya berharap serupa agar wartawan di Kota Bogor bisa menjadi sosok-sosok inspirasi dan menjadi bagian dari solusi. “Wartawan yang sifatnya lentur bisa jadi second opinion dalam menata pemerintahan yang bersih tapi diharapkan terbebas dari intervensi dan kepentingan, tidak terjebak ke dalam hal-hal pragmatis. Saya berharap wartawan tetap on the track dan bisa memerangi hoax,” paparnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor yang baru, Arihta Utama Surbakti, mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang telah banyak membantu kegiatan PWI termasuk dalam merenovasi gedung PWI dan menyalurkan bantuan kepada korban di Sulteng. “Kami tetap meminta masukan dan saran agar lebih bermanfaat bagi Bogor,” ucapnya.

Usai pelantikan, PWI juga menebar penghargaan dan award PWI 2018 kepada para pihak. Di antaranya penyematan Anggota Kehormatan PWI Kota Bogor kepada Bima Arya Sugiarto (Wali Kota Bogor) dan Prof. Dr. Bibin Rubini (Rektor Universitas Pakuan).

PWI Award 2018 untuk kategori ketokohan diberikan kepada Zaenul Mutaqqin, Sugeng Teguh Santoso, Hery Cahyono, dan Rizayanti. Untuk kategori instansi pemerintahan kategori keterbukaan informasi publik
diberikan kepada Dinas Pendidikan Kota Bogor dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor. Sedangkan kategori mitra kerja diberikan kepada PDAM Tirta Pakuan dan Indocement, kategori kepedulian tokoh masyarakat diberikan kepada H. Adi (owner Ayam Bakar Stok), Dede (owner DD Print), dan Hj Lilis (pengusaha wanita). PWI Bogor juga memberikan apresiasi kepada tokoh media sekaligus tokoh jurnalistik yang menghabiskan hidupnya di dunia jurnalistik H. Herman Suriawijaya. (boy)

Jokowi, TKI Di China 80 Ribu Orang, Disini Pekerja China Hanya 24 Ribu Orang

Jokowi. (Foto: Biro Pers Setpres)
Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membantah soal isu ’10 juta tenaga kerja asing (TKA) dari China bekerja di Indonesia’. Jokowi meminta masyarakat tak percaya dengan isu hoaks tersebut. Ia memastikan bahwa TKA yang bekerja di Tanah Air hanya berjumlah 80 ribu orang. Sementara pekerja asal China hanya berkisar 24 ribu pekerja.

“Sementara pekerja kita di sana (di China) 80 ribu TKI,” kata Jokowi saat meresmikan pembukaan Kongres XX Tahun 2018 Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) di Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018).

Dalam isu tersebut, Jokowi disebut sebagai antek-antek dari China. Jokowi lantas mengungkap bahwa TKI di China jauh lebih banyak ketimbang para pekerja Negeri Tirai Bambu di Indonesia.

“Kalau ngomongnya antek-antekan jangan seperti itu. Negara-negara lain juga menerima tenaga kerja asing dalam rangka memperbaiki SDM yang ada di negaranya,” kata Jokowi.

Kepala Negara memaparkan bahwa TKA di Indonesia tidak sampai 1%. Sementara Uni Emirat Arab memiliki pekerja asing mencapai 80%. Sementara Arab Saudi 33% dan Brunei Darussalam berkisar 32%.

“Indonesia 0,03 persen saja. Satu persen saja tidak kok diramein. Jutaan dari mana, ngitungnya kapan?” lanjutnya.

“Tanya imigrasi saja sudah kelihatan. Isu-isu (10 juta TKA) seperti itu kalau enggak dijawab nanti dipikir sebuah kebenaran,” tutup Jokowi. (boy)

Jokowi Ajak Warga Belanja Di Pasar Tradisional

Bogor – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeli tempe saat blusukan ke Pasar Bogor, Jawa Barat. Ia juga ingin memastikan bahwa harga bahan pokok yang terbuat dari kacang kedelai itu tak naik.

“Ya dari dulu senengnya tempe, ini sambil ngecek tempe naik atau tidak,” kata Jokowi di Pasar Bogor, Jalan Roda, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (30/10) malam.

Lebih jauh, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga tak menemukan adanya tempe yang berukuran tipis di pasar tersebut.

“(Jadi) harganya tetap. Tadi ngelihat sendiri (tidak tipis). Ya tebel,” jelasnya.

Jokowi mengaku kunjungannya ke Pasar Bogor pada malam hari agar tak berdesakan dengan para pembeli lainnya.

Ia juga mengajak seluruh warga agar berbelanja ke pasar tradisional lantaran harganya yang lebih murah ketimbang pasar modern.

“Kalau siang-siang (di sini) berdesakan dengan pembeli. Kalau malam yang beli hanya saya,” tandasnya. (boy)

EFEKTIFKAH PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH DENGAN CARA PENGASAPAN (FOGGING)?

Efektifkah Penanggulangan DBD dengan Fogging (fix)

Kota Bogor – Penyakit demam berdarah sampai saat ini masih menghantui Indonesia. Teristimewa bagi Kota Bogor dengan daerah bercurah hujan tinggi yang menguntungkan bagi penularan penyakit ini.

Karena bukan hanya penularannya yang begitu cepat dan sulit untuk diprediksi, tetapi perjalanan penyakit ini selalu dekat dengan kematian. Sehingga tidak berlebihan jika dikatakan penanganan penyakit demam berdarah itu “time is life”, terlambat sedikit saja penanganannya, maka penderita akan segera menghadap yang Maha Kuasa.

Demam berdarah atau lengkapnya Demam Berdarah Dengue (DBD) disebut demikian karena penyakit ini ditandai dengan demam dan manifestasi perdarahan. Masyarakat awam sering keliru menganggap bahwa penyakit ini disebabkan oleh nyamuk.

Padahal embel-embel “dengue” menyatakan bahwa demam berdarah disebabkan oleh dengue, yaitu sejenis virus (arbovirus, family flaviviridae) yang menimbulkan reaksi kekebalan tubuh yang dasyat, sehingga berakibat terganggunya fungsi tubuh serta kebocoran pembuluh darah.

Inilah yang akan menimbulkan efek demam dan perdarahan dengan berbagai gejala yang benar-benar membuat tubuh tidak nyaman dan terganggu. Jika keadaan ini berlangsung terus maka tubuh akan merespon dengan terjadinya syok, dan keadaan ini bisa dikatakan fase kritis yang benar-benar mengancam jiwa.

Petugas melakukan pengasapan (fogging).

Lalu apa hubungannya nyamuk dengan penyakit DBD ini? Kita tahu bahwa virus Dengue tidak akan serta merta menjangkiti manusia kalau tidak dalam keadaan tertentu. Keadaan yang dimaksud adalah pertama virus harus hidup dalam tubuh inangnya yang dalam hal ini manusia penderita DBD.

Kedua untuk menjangkiti manusia lain, virus harus bisa keluar dari tubuh inangnya, bertahan hidup dan bisa masuk ke dalam tubuh manusia lainnya. Ketiga, siapa yang berperan dalam menjemput virus dari tubuh manusia, mempertahankannya, kemudian memasukkan virus kembali ke dalam tubuh manusia yang lain? Berdasarkan penelitian, nyamuklah yang memiliki peranan ini dengan sifatnya sebagai pengangkut dan penular (vector).

Nyamuk yang dimaksud adalah nyamuk jenis Aedes yang terdiri atas jenis Aedes albopictus dan Aedes aegypti. Jenis nyamuk yang ditulis terakhir, disebut sangat berperan dalam menularkan virus dengue, terutama di daerah perkotaan.

Virus akan masuk ke dalam tubuh nyamuk saat nyamuk aedes menggigit seseorang yang tubuhnya sudah terdapat virus dengue. Kemudian saat nyamuk aedes menggigit manusia lain, maka virus dengue akan masuk ke tubuh orang tersebut, mengandakan diri dan menyebar.

Virus dengue akan berada dalam tubuh manusia selama 4-7 hari dan keadaan ini cukup untuk menimbulkan berbagai gejala hingga keparahan seperti yang telah ditulis sebelumnya.

Penularan virus pun akan terjadi pada saat tersebut jika nyamuk menggigit penderita DBD kemudian menggigit manusia lain yang tidak sakit.

Nyamuk Aedes aegypti dan virus dengue.

Kalau begitu, maka biang kerok dari penularan penyakit ini adalah nyamuk aedes, terutama aedes aegypti, maka harus diberantas. Pertanyaannya adalah bagaimana cara kita memberantas nyamuk tersebut? Dalam arti cara yang benar-benar efektif, walaupun kita tidak mungkin memberantas seluruh nyamuk aedes di dunia ini, karena berhubungan dengan keseimbangan alam.

Saat ini kita sering memberantas nyamuk dengan cara pengasapan (fogging). Setiap ada kasus DBD di dalam benak kita adalah segera memberantas nyamuk dengan cara tersebut agar tidak terjadi penularan atau tidak muncul kasus DBB baru.

Tapi cukupkah penanggulangan demam berdarah dengan cara pengasapan tersebut? Fogging sebenarnya adalah salah satu metode untuk membunuh nyamuk terutama efektif terhadap nyamuk dewasa.

Lalu bagaimana dengan nyamuk yang belum dewasa, yang dalam hal ini masih berbentuk jentik (larva)? Sudah pasti tidak akan tertangani dengan cara ini, karena jentik hidup di air yang terlindung dari asap.

Kemudian ketika udara telah bersih dan siap menjadi dewasa, maka nyamuk akan kembali berbahaya menularkan virus dengue. Berarti cara ini tidak terlalu efektif walaupun menjadi favorit untuk sebagian masyarakat.

Lalu cara apa yang lebih efektif? Tidak lain dan tidak bukan adalah cara hidup yang bersih dan sehat. Cara ini bukan hanya untuk diri setiap orang yang benar-benar ingin terhindar dari penyakit DBD, tetapi juga untuk lingkungan sehingga dapat saling menunjang.

Bagaimana melakukannya? Pertama-tama hiduplah dengan cara sehat, makan makanan gizi seimbang, istirahat cukup, olahraga teratur dan berekreasi, serta jangan lupa memperhatikan kesehatan lingkungan.

Khusus untuk nyamuk aedes ini, kita bisa mengusahakan agar tidak berkembang biak, yaitu mengurangi tempat-tempat perindukkannya hingga membasmi larvanya.

Paling utama adalah mencegah agar nyamuk ini tidak leluasa untuk menggigit manusia, dengan menggunakan penghalang atau pengusir nyamuk di tempat kita beraktivitas.

Kegiatan 3 M Plus yaitu menguras, menutup dan mengubur.

Kegiatan ini dinamakan dengan tiga em plus (3 M Plus) yaitu menguras, menutup dan mengubur semua benda atau barang yang tidak lagi digunakan tetapi berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk aedes.

Kemudian plusnya adalah menghalangi atau mengusir nyamuk baik dengan menggunakan benda penghalang (kelambu dan lain-lain) maupun zat-zat yang tidak disukai nyamuk seperti zat gosok beraroma bunga lavender. Jentik nyamuk juga dapat dibunuh dengan larvasida atau menjadi santapan ikan cupang.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan program untuk mencegah dengue (disebut program “Integrated Vector Control”) yang mencakup 5 (lima) bagian yang berbeda :

– Advokasi, menggerakkan masyarakat, dan legislasi (undang-undang) harus digunakan agar organisasi kesehatan masyarakat dan masyarakat menjadi lebih kuat.

– Semua elemen masyarakat harus bekerja bersama. Ini termasuk sektor umum (seperti pemerintah), sektor swasta (seperti bisnis/perusahaan), dan bidang perawatan kesehatan.

– Semua cara untuk mengendalikan penyakit harus harus terintegrasi (atau dikumpulkan), sehingga sumber daya yang tersedia dapat memberikan hasil yang paling besar.

– Keputusan harus dibuat berdasarkan pada bukti. Ini akan membantu memastikan bahwa intervensi (tindakan yang dilakukan untuk mengatasi dengue) berguna.

– Wilayah di mana dengue menjadi masalah harus diberi informasi dan pengetahuan, sehingga mereka dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk merespon dengan baik penyakit dengan usaha mereka sendiri.

Upaya-upaya tersebut di atas telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor. Pada dasarnya kita berharap agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat DBD, dan seluruh masyarakat Kota Bogor terhindar dari penyakit tersebut, dapat hidup sehat dan berproduktif.

Armein Sjuhary Rowi, dr., M.Kes, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional Dinas Kesehatan Kota Bogor

Seksi Infokes dan Humas Dinas Kesehatan Kota Bogor

Perbaikan Pipa Selesai, Pasokan Pulih Selasa Siang

Kota Bogor – Perbaikan pipa transmisi air bersih jalur Reservoir Cipaku di IPA Dekeng, Kelurahan Genteng Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor tuntas Senin sore (29/8/18). Petugas mulai menjalani proses normalisasi sistem pengaliran ke daerah-daerah terdampak gangguan di zona layanan II dan III.

Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Syaban Maulana melalui Sekretaris Perusahaan Teguh Setiadi menuturkan, perbaikan pipa diameter 700 milimeter tersebut selesai dikerjakan pada pukul 16:00 WIB.

“Alhamdulillah selesai sesuai jadwal. Ini berkat kerjasama seluruh departemen dari Depertemen Produksi, NRW & Trandist serta Perawatan. Semua turun, bahkan Pak Dirtek cukup lama memantau pekerjaan. Teman-teman manajer dan asisten manajer turun semua,” ujar Teguh, Senin (29/10).

Petugas sempat mengalami kesulitan saat membuka baut-baut penguat flunge. Namun perlahan bisa dilepas dengan menggunakan gurinda dan las listrik. Tim berhasil mengganti flunge lama dengan yang baru setelah berjibaku mengangkat material menggunakan katrol pengangkat (Hand Chain Blocks)
Setelah seluruh material dipastikan terpasang, petugas langsung membuka distribusi air bersih ke Reservoir Cipaku kapasitas 4000 meter kubik. Petugas mulai melakukan proses normalisasi maksimal pada Senin malam hingga pasokan pulih Selasa siang atau sore (30/10/2018).

“Setelah aliran masuk ke reservoir 4000, otomatis akan membantu ke Reservoir (Cipaku) 9000. Malam nanti (29/8/2018), kita lakukan pemulihan maksimal. Insya Allah seluruh pasokan akan normal pada Selasa siang atau sore. Tapi kami upayakan lebih cepat,” ujar mantan Kepala Sub Bagian Hukum itu.

Pasokan Tangki
Sejak Senin sore, petugas PDAM sudah memasok bantuan air bersih ke pelanggan melalui tangki ke sejumlah wilayah di Kota Bogor. Teguh mengatakan, bantuan tangki ini merupakan upaya untuk tetap memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Bogor saat pasokan PDAM mengalami gangguan.
“Seperti biasanya, saat terjadi gangguan pengaliran, PDAM selalu menyediakan pasokan air bersih melalui tangki. SOP-nya seperti itu. Memang tidak bisa memenuhi pelanggan keseluruhan, namun PDAM berupaya menyediakan,” kata Teguh.

Bagi pelanggan yang membutuhkan air bersih melalui tangki dapat menghubungi Call Center 24 PDAM Kota Bogor di nomor 0251-8324111 atau Whatsapps di nomor 08111182123. “Kami mohon maaf jika pengiriman tangki tidak tepat waktu karena tingginya permintaan tangki,” tutup Teguh. (*)

Kemenkeu Berduka Atas Insiden Pesawat Lion Air JT610

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berduka atas insiden yang menimpa Pesawat Lion Air JT610 dengan rute Jakarta – Pangkalpinang yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10). Dalam penerbangan tersebut, terdapat 21 pegawai Kemenkeu yang turut menjadi korban. Sebanyak 14 orang adalah bagian dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP), terdiri atas 12 orang pegawai DJP dan dua lainnya adalah pasangan dari pegawai DJP yang merupakan pegawai Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan; 6 orang merupakan pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB); dan 3 orang merupakan pegawai Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Senin (29/10).

Berikut adalah daftar nama pegawai Kemenkeu yang menjadi penumpang pesawat Lion Air JT610:

Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
1. Pratomo Wira Dewanto (Pemeriksa Pajak Muda KPP Pratama Bangka)
2. Hesti Nuraini (Kepala Seksi KPP Pratama Bangka)
3. Maria Ulfa (AR KPP Pratama Bangka)
4. Rivandi Pranata (AR KPP Pratama Bangka)
5. Junior Priadi (AR KPP Pratama Bangka)
6. Nicko Yogha Marenta Utama (AR KPP Pratama Pangkalpinang)
7. Achmad Sukron Hadi (AR KPP Pratama Pangkalpinang)
8. Tri Haska Hafidi (AR KPP Pratama Pangkalpinang)
9. Firmansyah Akbar (Kepala Seksi KPP Pratama Pangkalpinang)
10. Raden Roro Savitri Wulurastuti (Kepala Seksi KPP Pratama Pangkalpinang)
11. Ari Budiastuti (Kepala Seksi KPP Pratama Pangkalpinang)
12. I Gusti Ayu Ngurah Metta Kurnia (Kepala Subbagian KPP Pangkalpinang)

Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB)
13. Abdul Khaer (Kepala Seksi Kantor Wilayah DJPB Bangka Belitung)
14. Eko Sutanto (Kepala Seksi Kantor Wilayah DJPB Bangka Belitung)
15. M. Fadillah (Kepala Seksi Kantor Wilayah DJPB Bangka Belitung)
16. Joyo Nuroso (Kepala Subbagian KPPN A1 Pangkalpinang)
17. Bambang Rozali Usman (Kepala Subbagian Kantor Wilayah DJPB Bangka Belitung)
18. Akhmad Endang Rokhmana (Kepala Subbagian Kantor Wilayah DJPB Bangka Belitung)

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
19. Reni Ariyanti (Kepala KPKNL Pangkalpinang)
20. Dwinanto (Kepala Seksi KPKNL Pangkalpinang)
21. Muhammad Jufri (Kepala Seksi KPKNL Pangkalpinang)

Segenap pimpinan dan para pegawai Kemenkeu masih berdoa agar para penumpang yang berada di pesawat tersebut dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Kami juga berharap agar proses pencarian pesawat dan evakuasi dapat berjalan dengan baik, sehingga kami dapat terus mendapatkan informasi terkini mengenai keadaan para penumpang.

Para Pegawai Kemenkeu yang menjadi penumpang pesawat Lion Air JT610 bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pangkalpinang dalam rangka tugas. Seluruh pegawai Kemenkeu tersebut bertugas di kantor vertikal Kemenkeu wilayah Pangkalpinang. Sebelumnya, para pegawai tersebut ada yang mengikuti rangkaian kegiatan Hari Oeang ke-72 pada
27 Oktober 2018 di Jakarta, ada yang mendapatkan panggilan tugas rapat koordinasi di Jakarta sekaligus memanfaatkan momen akhir pekan untuk berkumpul bersama keluarga yang ada di Jakarta.

Saat ini, Kemenkeu membuka posko bantuan informasi bagi keluarga para pegawai Kemenkeu yang menjadi penumpang pesawat Lion Air JT610. Lokasi Posko berada di VIP Room terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta.

Sumber : Akun FB Menkeu

Info PDAM Kota Bogor Untuk Zona II Dan III

Selamat Malam Sahabat Air, kembali mimin mengingatkan rencana perbaikan pipa transmisi air bersih diameter 700 mm di lokasi IPA Dekeng pada hari Senin tanggal 29 Oktober 2018 pukul 09:00 s/d 15:00 WIB (6 jam).

Perbaikan ini berpotensi menyebabkan gangguan pengaliran di zona layanan II dan III sebagai berikut:

Zona II :
Gunung Gadung dsk, Genteng dsk, Rangga Mekar dsk, Cipaku dsk.

Zona III :
Jl. Sukasari 1,2, 3 dsk, Jl. Lawang Gintung dsk, Jl Batutulis dsk, Kampung Sawah dsk, Jl Siliwangi dsk, Jl. Pajajaran, Perumnas Bantar Kemang, Jl. Pajajaran Indah dsk, Perum Villa Duta, Perum Pajajaran Regency, Perum Griya Soka, Perum Cimahpar Asri, Perum De Botanical, Perum Viasa Valley, Jl Raya Cimahpar dsk, Perum Bogor Lakeside, Kampung Pasir dsk, Bubulak dsk, Gunung Batu dsk, Loji dsk, Sindang Barang dsk, Marga Jaya dsk, Situ Gede Dsk, Belumbang Jaya dsk, Perum Griya Melati, Pulo Armin dsk, Babakan Asem dsk, Jl. Pakuan Ciheuleut dsk.

Waktu gangguan pengaliran mungkin agak lama, karena normalisasi pengaliran perlu proses. Pasokan bakal berlangsung bertahap, tergantung lokasi tempat tinggal Sahabat.

Mimin titip pesan kepada Sahabat Air dan warganet untuk membantu menyebarluarkan informasi ini keluarga, tetangga, teman nongkrong atau bebebnya, hehehe. Mungkin saja rumahnya masuk wilayah terdampak gangguan.

Info-info terkait perbaikan pipa ini akan terus mimin update setiap waktu.

Demikian, terima kasih.

#pdamtirtapakuan #pdamkotabogor #sahabatair #sapasiang #infobogor #pelayananpublik #welovebogor #bogohkabogor #bogorbisa #hematair #konsumenbijak #bijakberkomentar