Bima Arya, Pancasila Harga Mati..

Kota Bogor – Kegiatan Haul Gus Dur ke 9 yang digelar dibalaikota bogor cukup berbeda dari tahun sebelumnya, selain dihadiri Anita Wahid, Unsur Muspida Kota Bogor, Perwakilan Lintas Agama dan juga dihadiri ratusan Gusdurian Jabodetabek,  Jumat (25/01).

Dalam sambutannya Walikota Bogor menegaskan bahwa dirinya rindu nilai-nilai perjuangan Gus Dur, dan khusus sebagai warga Kota Bogor Bima Arya mengajak warganya untuk membuktikan bahwa Kota Bogor bukanlah Kota yang Intoleran tapi Kota Bogor adalah Kota yang damai.

Menurut Bima ada empat hal yang tak bisa diganggu gugat dinegara ini, yaitu 4 (empat) Pilar Kebangsaan yaitu NKRI, BHINEKA TUNGGAL IKA, UUD 45 dan Pancasila.

“Empat hal yang tak bisa diganggu gugat yaitu NKRI, Bhineka Tunggal Ika, UUD 45 dan Pancasila, dan 4 Pilar itu adalah harga mati, !” tegas Bima.

Haul Gus Dur dengan thema ‘Yang Lebih Penting dari Politik Adalah Kemanusiaan’ malam ini juga tak kalah menarik, pasalnya lagu hubbul wathon minal iman dinyanyikan oleh Ibu-ibu dari Paduan Suara Katolik Katederal Kota Bogor.

Salah seorang anggota paduan suara Gereja Katederal Rita Marcia Simanjuntak mengatakan dirinya senang bisa menyanyikan Hubbul Wathon bersama group Paduan Suara Gereja Katedral.

Menurut Rita Haul Gus Dur merupakan momentum penting untuk mengingatkan bahwa keteladanan Gus Dur harus terus disuarakan dan diteladani agar bangsa yang penuh keragaman ini terus diberkahi. (gus)