Terlalu Kecil, PWI bakal Renovasi Musholla Ann-Naba

Bogor – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor memulai renovasi musholla An-Naba PWI yang dimaksudkan untuk memperluas daya tampung satu-satunya rumah ibadah di lingkungan GOR Pajajaran. Wali Kota Bogor Bima Arya juga menyempatkan meninjau pengukuran yang dilakukan tim Renovasi Musholla An-Naba disela menjemput temannya dari Australia di lapangan GOR Pajajaran pada Jum’at (14/6/2019) siang.

Ketua Tim Renovasi Musholla Iwan Kurniawan mengatakan, insyaallah dirinya bersama tim akan merenovasi musholla Ann-Naba yang berada di komplek PWI Bogor. Tujuannya untuk membuat para jamaah yang datang bisa lebih nyaman dalam melaksanakan ibadah.

“Juga tentunya kenapa kami melaksanakan renovasi ini latar belakangnya karena bangunan ini sudah berusia karena berdiri pada tahun 1999. Kami juga khawatir atap bangunan mushola itu ambruk, hingga menimbulkan korban. Jadi kami mengantisipasinya dengan segera merenov bangunan mushola itu,” ungkap Iwan didampingi Sekretaris tim renovasi Roy Andi, kemarin.

Iwan melanjutkan, jadi ada beberapa ada bagian yang akan diperluas, mulai dari sayap kiri yang dihabiskan hingga menempel ke tembok pagar komplek PWI hingga tempat untuk imamnya yang lebih panjang.

“Inshaallah kamar mandinya juga akan ditambah, tempat wudhu nya ditambah lagi agar ada tempat wudhu laki-laki dan perempuan,” tambahnya.

Iwan menjelaskan, tim renovasi bersama rekan wartawan Kota Bogor telah melakukan pengukuran dan membuat konsep renovasi. Tim renovasi juga telah mendatangkan tim arsitek atau konsultan yakni saudara Dimas M Iskandar untuk bangunannya serta pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB). RAB masih dalam penghitungan, baru nanti setelah terbentuk sketsa biayanya akan terhitung jelas.

“Bentuk dan luasannya juga akan dilihat nantinya. Karena mungkin ini renovasi besar-besaran untuk menambah kapasitas juga,” jelasnya.

Iwan menuturkan, saat ini kalo bisa dihitung kapasitas musholla hanya bisa menampung 15 jamaah. Karena semisal ada event di area GOR Pajajaran, kapasitas musholla tidak mencukupi bagi masyarakat yang akan beribadah.

“Bahkan, untuk ke kamar mandinya dan berwudhu harus antri. Otomatis shalat juga harus antri. Mudah-mudahan dengan perluasan ini bisa maksimal lah,” pungkasnya.(*)

Diduga Ada Proses Yang Tidak Beres, Praktisi Hukum Bogor Desak Proyek RSUD di Lelang Ulang

Kota Bogor – Praktisi Hukum Dwi Arsywendo menegaskan bahwa Unit Layanan Pengadaan (ULP) harus melakukan lelang ulang dan evaluasi menyeluruh terhadap proses lelang proyek pembangunan RSUD kota Bogor yang didanai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor.

Hal itu wajib dilakukan lantaran adanya sanggahan dari tiga perusahaan peserta lelang, yang menduga adanya ketidakberesan.

“Selain itu juga kan ada penurunan dari pagu Rp101 miliar menjadi Rp89 miliar lebih. Jadi harus dievaluasi jangan sampai terjadi pengakalan terhadap spesifikasi yang dapat berbuntut hukum,”  jelas Dwi kepada wartawan, Rabu (12/06).

Dwi menegaskan, bahwa pembangunan gedung baru RSUD adalah untuk hajat hidup orang banyak, sehingga kualitas bangunan mesti dijaga.

“Jangan sampai kualitas bangunan tidak baik, karena rumah sakit itu objek vital,” tegasnya.

Dwi menambahkan, bahwa instansi terkait sebaiknya melakukan pengawasan penuh terhadap proses lelang yang terjadi ULP agar intervensi tak mudah dilakukan.

“Saran saya lebih baik ULP melakukan evaluasi secara menyeluruh dan melakukan lelang ulang. Jangan sampai terkesan bahwa lelang dipaksakan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua ULP Kota Bogor Heni Nurliani menuturkan, sanggahan yang dilakukan pihak PT PP Urban, PT MAM Energindo dan PT Modern Widya Tehnical, terhadap proyek berkode tender 3142163, secara umum sudah ditanggapi sesuai mekanisme. “Sanggahan sudah dijawab sesuai mekanisme,” ungkapnya.

Masih kata Henny, kini proses proyek tersebut sedang ditindaklanjuti pihak RSUD dengan mengeluarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang Jasa (SPPBJ) “Pihak RSUD juga bakal memproses ini semua dengan SPPBJ,” tuturnya.

Sperti diketahui lelang proyek Pembangunan Gedung Perawatan Blok 3, pada RSUD Kota Bogor senilai Rp101 miliar, dimana pada proses lelangnya sudah dimenangkan oleh PT Trikencana Sakti Utama, yang menawar paket tersebut dengan harga penawaran Rp89.706.107.164,14. (admin)

Abah Adung, Salah Satu Potret Kemiskinan di Kabupaten Sukabumi

Sukabumi – Adalah abah Adung (80thn) warga Kampung Sawah lega RT 01 RW 01 Desa Sasagaran Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi. Kondisinya sangat memprihatinkan, selain hidupnya sebatang kara, bapak renta ini harus tinggal di tempat yang tidak layak huni, digubug reyodnya bersama Kandang Kambing tanpa ada penerangan lampu, juga jauh dari pemukiman warga.

Dari keterangan Wakil Ketua DPC LSM Kompak Cibereum, Madang saat di temui reporter engingengnews.com Abah Adung sudah Satu ( 1 ) Tahun ini tinggal di gubug reyod milik Bapak Yayan dan untuk makan pun di bantu oleh warga sekitar secara sukarela.

“Sebelum tinggal di gubug reyod, Abah Adung memang pernah tinggal di salah satu rumah warga. Dan sebenarnya Abah Adung memiliki Tiga ( 3 ) orang anak, namun anak – anaknya tersebut tidak ada perhatiannya terkesan membiarkanya,” Tutur Madang Ketua LSM Kompak, Rabu (12/06).

Menurutnya, sebagai elemen masyarakat yang peduli sudah seringkali berkoordinasi ke pihak Pemerintahan Desa Sasagaran agar bisa menyampaikan kepada Pemkab Sukabumi, khususnya kepada dinas terkait agar Abah Adung di berikan bantuan rumah layak huni. Namun sampai saat sekarang ini belum ada realisasinya.

“Harapan kami kepada Pemerintah Desa agar tanggap dalam menanggulangi permasalahan yang ada di masyarakat dan segera melakukan upaya kepada dinas terkait supaya ada uluran tangan atau bantuan seperti Program Bansos dan RTLH.”

Sementara itu dari pemantauan di lokasi, Abah adung hanya bisa pasrah dengan keadaan kondisi gubung reyod yang mulai keropos tersebut. Karena menurutnya tidak ada biaya untuk memperbaikinya. “Jangangkan untuk memperbaiki, buat makan sehari – hari dan mengobati sakit saja harus menunggu belas kasihan tetangga.” Ucap Abah Adung. (JJ)

Aktivis 98 Bogor Desak Aktor Utama Rusuh 22 Mei di Ungkap..

BOGOR – Publik Tanah Air dikagetkan 3 nama mantan petinggi TNI dan Polri disinyalir terlibat dugaan makar. Mereka yakni mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen, eks Danjen Kopassus Mayjen Jenderal (Purn) Soenarko dan mantan Kapolda Metro Jaya Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Mohammad Sofjan Jacoeb.

Terkini, terkuak nama Politisi PPP dan Eks Manajer PSSI Habil Marati sebagai donatur pembunuh bayaran.
Selain itu, Tim Mawar juga turut disebut-sebut, sejak Senin (10/6/2019), versi investigasi Tempo. Diduga ada keterlibatan eks anggotanya yang bernama Fauka Noor Farid ikut menggerakkan massa terkait rusuh sekitar Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 21-22 Mei lalu.

Dulu, tim kecil dari kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup IV TNI AD ditengarai sebagai pelaku operasi penculikan aktivis politik pendukung demokrasi pada 1998 silam.

Menanggapi hal itu, penggagas Forum Aktivis 98 Bogor, Teddy Risandi mengatakan masih ada aktor utama yang diduga belum tertangkap.

“Mereka yang sudah tertangkap dan diduga sebagai tersangka makar, saya kira adalah para aktor lapangan. Sementara, aktor utamanya belum terungkap,” tukas mantan aktivis mahasiswa Universitas Parahiyangan, Bandung, saat diwawancarai, Selasa (11/6/2019).

Analisa Teddy, sejumlah aktor lapangan dan operator pengerahan massa aksi 21-22 Mei didepan Gedung Bawaslu yang berbuntut rusuh, diyakini hanya menjalankan perintah.

“Nah, siapa aktor utama atau dalangnya? Itu yang harus diungkap. Saya menduga aktor utamanya adalah cendana. Dan, saya rasa siapa dalangnya, semua sudah tahu dan terang benderang. Tinggal polisi harus punya keberanian mengungkap,” ujarnya.

Dia melanjutkan, masyarakat perlu tahu siapa dan apa motif timbulnya kerusuhan yang berbuntut dugaan makar.

“Masyarakat wajib tahu siapa aktor utamanya yang berniat mengacaukan. Saya menduga, yang terjadi ini tak bedanya seperti ‘kisah lama yang bersemi kembali’. Sebab, pola yang dilakukan juga pola lama seperti 1998 dulu. Kami, tidak mau jika Cendana kembali lagi. Dan, ini diduga ada campur tangan mereka. Jika dulu kami berhadapan dengan Cendana. Kini, kembali Cendana ingin muncul dan kami siap hadapi. Jadi, aparat keamanan harus segera membuka siapa dalagnya. Kalau bias sebelum putusan MK, agar masyarakat juga bisa tahu,” tuntas pria yang juga politisi PDI Perjuangan ini.

Sebagai informasi, kini, Tim Mawar kembali jadi sorotan usai Tempo mengupas dugaan keterlibatan eks anggotanya yang bernama Fauka Noor Farid untuk menggerakkan massa terkait rusuh sekitar Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 21-22 Mei.
Berdasarkan dakwaan dalam persidangan Tim Mawar pada 1998 di Pengadilan Militer Jakarta yang dikutip sejumlah media, Tim Mawar dibentuk oleh Mayor Bambang Kristiono pada Juli 1997 dengan target menangkap aktivis.
Pada April 1999 silam, 11 anggota Tim Mawar sudah diajukan ke Mahkamah Militer Tinggi II. Kolonel CHK Susanti yang mengetuai Mahkamah Militer Tinggi II saat itu, memutus perkara nomor PUT.25-16/K-AD/MMT-II/IV/1999.
Sebanyak 22 aktivis dikabarkan pernah diculik. Mereka yang masih dalam keadaan hidup, yakni Andi Arief, Nezar Patria, Pius Listrilanang, Desmond J. Mahesa, Haryanto Taslam, Rahardjo Waluyo Jati, Mugiyanto, Faisol Riza, dan Aan Rusdianto.

Sementara, lainnya tidak diketahui keberadannya hingga saat ini. Tiga belas aktivis tersebut adalah Wiji Thukul, Petrus Bima Anugrah, Suyat, Yani Afri, Herman Hendrawan, Dedi Hamdun, Sony, Noval Alkatiri, Ismail, Ucok Siahaan, Yadin Muhidin, Hendra Hambali, dan Abdun Nasser. (admin)

Demi Kenyamanan, Pemkot Sukabumi Gelontorkan 11 milyar Untuk Infrastruktur Jalan

Sukabumi – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi Tahun anggaran 2019 untuk pekerjaan peningkatan dan pemeliharaan jalan kurang lebih adalah sekitar Rp. 11 Miliar. Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Abdul Rachman. A.Td. saat di temui reporter engingengnews.com di kantornya, Selasa (11/6/2019).

“Ya banyak laporan dan informasi yang masuk ke center kami perihal jalan – jalan yang berlubang serta permintaan perbaikan saluran drainase.” Jelasnya.

Pihaknya berharap masyarakat dapat memaklumi, karena keterbatasan anggaran tersebut tidak bisa optimal dalam meningkatkan pemeliharaan jalan – jalan tersebut.

Untuk di ketahui, Anggaran yang Rp. 11 Miliar tersebut kalau di rincikan di pergunakan untuk pekerjaan yang di lelang sebesar Rp. 7.933.908.000,- dan penunjukan langsung sebesar Rp. 3 Miliar.

Rinciannya adalah, yang melalui lelang terdiri dari pekerjaan peningkatan untuk jalan Cipanengah Girang sebesar Rp. 799.076.000,- . Jalan Sriwijaya Rp. 436.754.000,-. Jalan Sriwedari Rp. 1.269.468.000,- . Jalan Brawijaya Rp. 1.384.000.000,-. Jalan Karamat Rp. 2.402.004.000,- dan untuk jalan Balandongan di anggarkan sebesar Rp. 1.642.607.000,-

“Skala prioritas yang sekarang kita utamakan. Artinya kita prioritaskan kepada kondisi jalan – jalan yang tingkat kerusakannya sangat parah. Dan kita kerjakan per spot saja sesuai anggaran yang tersedia.” Ucap Abdul.

Ditambahkannya, anggaran untuk pemeliharaan dan peningkatan jalan pada tahun 2019 ini sangat jauh berbeda di bandingkan dengan tahun lalu, hampir setengahnya hilang. Tetapi kami tetap melaksanakan pemeliharaan dan peningkatan jalan tersebut demi kenyamanan fasilitas public dan terciptanya infrastruktur yang baik. (JJ)

Pasca Libur lebaran, Puskesmas Sukabumi Konsisten Beri Pelayanan Terbaik

Sukabumi – Pasca Idul Fitri 1440 Hijriyah pelayanan kesehatan yang di berikan oleh Puskesmas Sukabumi yang beralamat di jalan R.A. Kosasih 17 RT 001 RW 007 Kota Sukabumi tetap berjalan normal seperti biasanya.

Menurut Kepala Puskesmas Sukabumi, drg. Suhendro Rusli yang akrab dipanggil drg. Hendro mengatakan, Untuk pelayanan umum kesehatan seperti biasa yang sudah terjadwal yaitu : pagi Pkl 07.30 s/d 12.00 WIB dan untuk sore Pkl 15.00 s/d 19.00 WIB.

“Bahkan untuk piket kesehatan di puskesmas sudah di lakukan sejak mulai 1 Juni yang lalu, sehari ada 3 (Tiga) shift petugas yang piket kesehatan. Dan untuk pelayanan persalinan, tetap di berlakukan piket 24 Jam non stop.” Terangnya kepada reporter engingengnews.com, Senin (10/6/2019).

“Untuk hari ini saja ( Senin ) pasien yang yang ingin memeriksa kesehatannya membludak banyak sekali. Tercatat sudah hampir 200 pasien yang mendaftar dan kami terus melayani dengan santun.”

“Memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk masyarakat, itulah tujuan kami.” Tutup drg. Rusli mengakhiri perbincangan. (JJ)

DEMI TUGAS, PAK POLISI INI LEBARAN DENGAN VIDEO CALL

Sukabumi – Momen Hari Raya Raya Idul fitri adalah momentum yang di tunggu – tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Berkumpul bersama keluarga, sanak family, saling berkunjung untuk mempererat tali silaturahmi.

Sangatlah beruntung untuk mereka yang bisa merayakan hari kemenangan tersebut bersama keluarga besarnya masing – masing. Namun lain cerita untuk para anggota Polri yang tetap berrtugas di saat lebaran.

Salah satunya adalah Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Kota Sukabumi,Aiptu Agus Hermana. Yang rela berlebaran di Pos Pam Objek wisata Situ Gunung Sukabumi.

“Ini sudah menjadi tuntutan tugas dan merupakan tanggung jawab kami yang harus di laksanakan.” Ujar Agus saat di temui reporter engingengnews.com di Pos Pam Objeck Wisata Situ Gunung Sukabumi, Minggu ( 9/6/2019).

“Kami rela meninggalkan keluarga bahkan tidak mudik ke kampung halaman demi memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada masyarakat yang akan berkunjung ke tempat wisata ini.” Terang Bapak yang di karuniai 2 (dua) orang anak ini.

“Sebuah kebanggaan bagi kami terutama yang bertugas saat ini bisa mensukseskan di momen lebaran, dan biasanya untuk mengurangi rasa kangen ketika kami tidak bisa berlebaran bersama keluarga. Yang paling simple adalah melakukan video call kepada keluarga, toh sama saja berlebaran juga.” Kata Agus sembari bersiap melakukan sambungan video call ke keluarganya. (JJ)

Punya Rekam Jejak Buruk, LSM Mitra Rakyat Bersatu Desak Pemenang Proyek RSUD Kota Bogor Dikaji Ulang

Kota Bogor – Rendahnya nilai proyek pembangunan gedung perawatan baru RSUD Kota Bogor yang dimenangkan PT Trikencana Sakti Utama sebesar Rp 89.706.107.164,14, lebih rendah dari pagu anggaran Rp101 Miliar, terus menjadi sorotan.

Kali ini datang dari Jamal Nasir Ketua LSM Mitra Rakyat Bersatu, menurutnya rekam jejak PT. Trikencana Sakti Utama yang sudah melaksanakan pembangunan di beberapa rumah sakit, seperti RSUD Bekasi pada 2018 lalu, harus menjadi perhatian utama.

“Rekam jejak perusahaan pemenang tender proyek pembangunan RSUD harus diperiksa secara menyeluruh, apakah betul betul perusahaan itu sebagai pelaksana pembangunannya atau hanya sekedar nama saja” Ujar Jamal Nasir kepada engingengnews.com, Minggu (09/06).

Menurut Jamal, soal nilai proyek yang sangat rendah dari pagu anggaran, harus juga menjadi perhatian semua pihak, karena akan berpengaruh kepada kualitas dan waktu pekerjaan. Bahkan LSM yang konsen terhadap dunia pendidikan dan kesehatan ini mendesak agar diperiksa secara menyeluruh perusahaan tersebut.

“Jangan sampai lelang yang sudah dilakukan ada unsur persekongkolan oknum sehingga nantinya berpengaruh kepada kualitas hasil pekerjaan dan lainnya,” kata Jamal.

Bukan hanya soal proses lelang, Jamal juga masih mempertanyakan pihak Pemkot Bogor yang tidak melihat pengalaman yang sudah berlalu saat gagal lelang untuk pembangunan RSUD. Rekam jejak perusahaan itu sangat penting, jangan sampai pembangunan mangkrak ditengah jalan ataupun tidak berkualitas. Semua pihak harus mengawasi ketat pekerjaan itu.

Menurut Jamal, perusahaan pemenang tender RSUD Kota Bogor diduga tidak bekerja profesional saat mengerjakan RSUD Bekasi tahun 2018 lalu, seharusnya Pemkot Bogor memiliki rekomendasi atau kajian terhadap kredibilitasi dan profesionnya kinerja perusahaan tersebut.

“Banyak berita berita di media bahwa PT Trikencana Sakti Utama itu tidak profesional, seharusnya Pemkot Bogor jeli terhadap itu, jangan sampai imbasnya kepada pembangunan RSUD nanti. Kami minta diawasi ketat dari mulai saat ini soal pembangunannya,” tegasnya.

Hal senada ditegaskan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono, bahwa dirinya kurang menerima dengan hasil keputusan lelang pembangunan RSUD yang dimenangkan PT Trikencana Sakti Utama yang memiliki nilai sangat rendah dari pagu anggaran.

“Sebenarnya saya agak kurang sreg dengan penurunan pemenang tender dengan angka dibawah 90 Miliar, karena angggaran yang dialokasikan adalah 103 Miliar. Kenapa kurang sreg, saya khawatir nanti kualitas bangunannya berkurang atau tidak memenuhi syarat, dengan anggaran yang cukup kita bisa membangun rumah sakit yang bagus buat rakyat,” tegas Heri Cahyono

Wakil Ketua DPRD dari Partai Golkar yang juga kembali terpilih pada Pileg 2019 ini juga meminta agar dilakukan pengawasan ketat karena perusahaan itu sudah memenangkan tender dan akan segera melaksanakan pembangunan.

“Harus diawasi ketat dan semua pekerjaannya terus di evaluasi. Waktu pekerjaannya sangat mepet dengan nilai juga sangat rendah,” pungkasnya. (admin)

Diduga Ada Persekongkolan, PT. MAM ENERGINDO Desak Tender Ulang Proyek RSUD Kota Bogor

Kota Bogor  – Meski telah diumumkan siapa pemenang tender proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, yakni PT Trikencana Sakti Utama,  namun beberapa waktu lalu beredar petikan sanggahan dari salah satu peserta lelang proyek Pembangunan Gedung Perawatan Blok 3 Rumah Sakit plat merah milik pemerintah Kota Bogor senilai Rp101 miliar tersebut.

Seperti diketahui PT Trikencana Sakti Utama merupakan pemenangnya dengan menawar paket proyek tersebut dengan harga penawaran Rp 89.706.107.164,14.

Sementara perusahaan yang melakukan sanggahan tersebut adalah PT PP Urban, PT MAM Energindo dan PT Modern Widya Tehnical.

Dalam sanggahan yang dilakukan PT.MAM ENERGINDO dasarnya adalah hasil evaluasi lelang di LPSE Kota Bogor dengan dokumen berita acara hasil pemilihan no.602.1/08/blok 3/rsud/v/2019 tgl 16 mei 2019.

Namun setelah dipelajari dengan seksama, diduga seluruh dokumen terkait lelang tersebut berdasarkan perpres no 4 tahun 2015, tentang perubahan ke-4 atas perubahan perpres no 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Menurut catatan PT.MAM ENERGINDO, diduga telah terjadi kesalahan evaluasi dan kecurangan serta adanya indikasi persekongkolan atau pengaturan proyek.

Adapun harapan dari sanggahan yang dilakukan oleh PT. MAM ENERGINDO adalah, apabila kecurangan ini terbukti maka tender harus dibatalkan atau tender ulang.

PT.MAM ENERGINDO juga secara tegas menyatakan jika secara teknis serta keuangan Perusahaannya siap dalam mengikuti proyek tersebut. (admin)

Ada Perbaikan Pipa Bocor, Pamoyanan Dan Sekitarnya Terganggu ..

Bogor – Perbaikan pipa bocor HDPE 12″ di Cipaku dekat Radio Elpas Kel Cipaku Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, Sabtu (8/6/2019).
.
Perbaikan diperkirakan selesai pukul 18:00 WIB.
.
Daerah yang berpotensi terjadi gangguan antara lain Rangga Mekar dsk, Pamoyanan, Pabuaran, Perum Onix, Babakan Sirna, Perum KB Raya, Sawah Bera, The Fushion BNR, Cibeureum Sunting, Komplek Telkom, Taman Sari Cyber, Jl Cibeureum Mulyaharja, Gg Kosasih, Gg Flamboyan, Gg Basir, Gg Sawargi, Taman Dika, Gg Pangumbahan, Hotel Aston, The Jungle dsk.
.
Bagi #sobatair yang membutuhkan pasokan air bersih melalui tabgki, silakan hubungi Call Center PDAM di nomor 0251-8324111 dan WA 08111182123.
.
Demikian terima kasih.
.
@bimaaryasugiarto