Mahasiswa IPB Belajar Cara Sistem Pengolahan Air

BOGOR – Sebanyak 65 mahasiswa/i Jurusan Analisis Kimia, Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor melakukan kunjungan untuk belajar sistem pengolahan air PDAM Kota Bogor di IPA Dekeng Kel. Genteng Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, Senin (21/10/2019).

Mereka dipandu oleh Asisten Manager Pengolahan 1, Rudi Hermawan. Rudi menceritakan sejarah serta menjelaskan sistem pengolahan air dari air baku menjadi air siap konsumsi. Lalu para mahasiswapun diberikan kesempatan untuk mengajukan beberapa pertanyaan.

Dosen Analisis Kimia Sekolah Vokasi IPB, Ika Resmeilana memberi tahu tujuan mereka berkunjung ke IPA Dekeng adalah untuk mengetahui dan melihat langsung bagaìmana proses pengolahan air bersih secara detail. “Kami ingin mempelajari secara menyeluruh proses sistem pengolahan air bersih dan Alhamdulillah wawasan mahasiswa kami bertambah, sesuai dengan teori yang mereka sudah dapatkan.” Tandasnya.

Kirana Azzahra, salah satu mahasiswi mengaku sangat terkesan dengan kunjungannya ke IPA Dekeng, “Kunjungan ini membuka pikiran saya kalau proses pengolahan air itu tidak semudah yang dipikirkan.” Ungkap mahasiswi semester 5 tersebut.

Rudi mengatakan, PDAM selalu terbuka bagi seluruh pihak untuk belajar cara pengolahan air bersih. “PDAM banyak dikunjungi elemen masyarakat, baik itu siswa sekolah, mahasiswa, PDAM lain dan umum. Harapannya setelah belajar dari PDAM, mereka bisa lebih memahami pengolahan air bersih,” Ujarnya.(Humas PDAM Tirta Pakuan)

Proyek Pedestrian dijalan Suryakencana Sisakan Pipa Bocor

Bogor – Pipa milik PDAM Tirta Pakuan di wilayah Jalan Suryakencana, Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, mengalami kebocoran. Hal ini mengakibatkan air banyak menyembur keluar dan menggenangi jalan sekitarnya.

Asisten Manajer NRW dan Penanggulangan Kebocoran, Erdi Nuraedi mengatakan bahwa kebocoran pipa PDAM ini adalah dampak dari pekerjaan proyek pedestrian di kawasan tersebut.

“Kebocoran ini adalah dampak dari proyek pedestrian di Jalan Suryakencana, saat beko tengah mengeruk tanah.” Kata Erdi.

Erdi menginformasikan bahwa ada 2 pipa besar yang terkeruk yaitu Pipa AC 8″ dan PE 4″, dan apabila dihitung secara keseluruhan jumlah titik kebocoran sampai hari ini, Rabu (16/10/2019) mencapai kurang lebih 42 titik.

Tidak dapat dipungkiri kebocoran pipa ini mengakibatkan PDAM Tirta Pakuan mengalami kehilangan air yang cukup banyak sekitar kurang lebih 100 kubik namun tidak berdampak pada pelayanan pengaliran terhadap pelanggan karena quick response dari petugas penanggulangan kebocoran.

Lebih lanjut Erdi menjelaskan bahwa pasca kejadian ini pihak PDAM mempersiapkan petugas jika terjadi kebocoran dan menyusun perhitungan untuk denda yang akan dibebankan kepada kontraktor pelaksana proyek pedestrian .

“Kita siapkan 1 orang petugas untuk stand by 8 jam/hari untuk selalu memantau kondisi di lokasi” Tutupnya. (adv)

Antisipasi Gangguan Pengaliran, Dirut PDAM Kota Bogor Himbau Pelanggan Gunakan Toren

Bogor – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memenuhi undangan dalam pertemuan rutin dengan Tim Penggerak PKK Kota Bogor di Aula Gedung TP.PKK Jalan Perintis Kemerdekaan Bogor , Senin (14/10/2019).

Hadir sebagai narasumber Direktur Utama, Deni Surya Senjaya, memaparkan mengenai berbagai permasalahan yang sering dialami pelanggan.

Salah satu permasalahan yang banyak muncul adalah mengenai gangguan pengaliran, seperti kendala tekanan air yang kecil di sebagian wilayah Bogor Barat.

“Saat ini memang kami banyak menerima keluhan dari pelanggan wilayah Bogor Barat yang sering mengalami gangguan pengaliran, dan dalam waktu dekat kami sudah merencanakan menggunakan pompa dorong untuk mengatasi permasalahan tersebut serta pembangunan reservoar di lokasi Jabaru Pasir Kuda.” Ujar Deni.

Dalam kesempatan ini pun Deni memberi himbauan penggunaan toren untuk menampung air sebagai tindakan preventif.

“Untuk semua pelanggan saya himbau menggunakan toren untuk menampung air selagi mengalir, ini sebagai tindakan pencegahan apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan pengaliran.” himbau Deni.

Acara ini pun ditutup dengan satu pertanyaan dari Direktur Utama serta memberikan hadiah yang cukup menarik. (Humas PDAM Tirta Pakuan)

Dosen Hukum Trisakti Duga Perda KTR Kota Bogor Cacat Hukum

Bogor – Beberapa tahun terakhir ini Kota Bogor terus menyempurnakan Perda Kawasan tanpa rokok (KTR) dengan sejumlah revisi. Dengan ditetapkannya Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok bertujuan mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebagai upaya pengendalian dampak rokok terhadap kesehatan di Kota Bogor.

Bahkan pada 25 dan 26 September 2019 lalu, Kota Bogor menjadi tuan rumah penyelenggaraan AP-CAT Summit. (Asia Pacific CitiesAliance for Tobaco Control and Prevention on Noncommunicable Diseases Summit) yang digelar di Hotel Savero, Kota Bogor. Kegiatan ini merupakan pertemuan antara pemerintah kota-kota dan lembaga pemerintah di wilayah Asia Pasifik yang mendukung gerakan kontrol dan pembatasan terhadap konsumsi rokok.

Namun hal itu menjadi polemik dari sejumlah lembaga hingga komunitas tembakau. Pasalnya pasca ditetapkan perda tersebut hingga kini tidak disediakannya ruang khusus bagi perokok. Para pelanggar Perda KTR pun dihadapkan dengan sanksi berupa hukuman kurungan selama dua hari atau denda yang besarannya diputuskan hakim.

Terkait itu Jaringan Wartawan Bogor (Jawab) menggelar Dialog Publik di Kesan Siloka Cafe, Jalan Pakuan Indah, Bogor Timur, Kota Bogor dengan tema ‘Ada Apa Dibalik AP-CAT, Perda Bukan Alat Menggalang Donasi Asing’ dengan menghadirkan beberapa narasumber, yakni Ketua Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK), Muhammad Nur Azami, Dosen Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Ali Rido, S.H.,M.H, Ketua Pamong Budaya Bogor, Ki Sumantri dan Dosen IPB, Prima Gandhi, SP, MSi, Kamis (10/10/19).

Dalam pemaparannya, Dosen Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Ali Rido, S.H.,M.H menegaskan bahwa secara teoritis sebuah konvensi internasional dapat kemudian diberlakukan ataupun diadopsi ke dalam regulasi di dalam peraturan perundang-undangan, itu setelah negara melakukan ratifikasi.

“Yang saya tahu Framework Convention on Tobacco Control (FCTP) itu baru ada usulan naskah akademik untuk dilakukan ratifikasi oleh indonesia, pengusulnya Komnas HAM tapi sampai sekarang tidak ada follow up nya seperti apa belum meratifikasi. Maka kalau kemudian ada dropping langsung konvensi internasional ke dalam jenis peraturan pemerintah dan peraturan daerah itu sudah jelas menyalahi. Sudah bukan sesat lagi, entah apa namanya,” jelas Ali.

Ia pun mengakui sebagai orang hukum sendiri telah kehabisan teori untuk menyelesaikan problem yang demikian, karena teorinya harus diratifikasi dulu, kemudian lahir sebuah undang – undang yang menegaskan ratifikasi.

“Konteks Framework Convention on Tobacco Control (FCTP) belum sampai pada ranah undang – undang tapi sudah di dropping ke dalamnya, bahkan sudah ada di peraturan daerah. Titik kesalahannya di situ. Nah kenapa di undang-undang nomor 36 tahun 2009 tidak begitu jelas mengatur persoalan kawasan KTR, tidak seperti peraturan pemerintah nomor 109 tahun 2012 dan perda di daerah lainnya, karena negara sudah sadar posisi ini. Mereka belum meratifikasi,” bebernya seraya menyebut Perda KTR Kota Bogor itu cacat hukum karena bermasalah secara materil dan secara formil jika merunut payung hukum di atasnya.

Sehingga, sambung Ali Perda KTR di Kota Bogor berpotensi cacat hukum. Yang menjadi persoalan, dikatakannya, diranah eksekutif yang membentuk sebuah peraturan pemerintah itu, eksekutif tidak sadar tentang konteks ratifikasi itu harus dengan undang-undang dulu, tidak boleh langsung dropping kedalam PP.

“Perda pada prinsipnya itu kan harus mencirikan satu hal, yaitu aspek sosiologis yang itu erat kaitannya dengan kearifan lokal kalau kemudian isinya materi muatannya itu kok nafasnya adalah nafas internasional. Jadi sejatinya sebuah daerah yang hidup itu di ranah internasional atau dalam lokal, karenanya isi dari sebuah perda harus cerminan dari kearifan lokal yang ada di suatu daerah,” tegasnya.

Sementara, Ketua Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK), Muhammad Nur Azami menilai peraturan daerah kawasan tanpa rokok (Perda KTR) yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 10 Tahun 2018 tentang perubahan atas Peraturan Daerah nomor 12 tahun 2009 tentang kawasan tanpa rokok bertentangan dengan Peraturan pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

“Kalau yang saya lihat dan saya dengar, Wali Kota Bogor Bima Arya ini kadang naif, selalu berbicara bahwa Kota Bogor bebas dari pendapatan yang sumbernya itu dari industri hasil tembakau padahal sebenarnya kalau misalnya kita lihat di peraturan menteri keuangan dalam hal pembagian dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCT) itu Kota Bogor mendapatkan dana sampai dengan empat miliar rupiah untuk 2019,” Ujar Azami.

Ia pun menjelaskan bahwa pendapatan itu mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2018 yaitu sebesar tiga miliar rupiah. Padahal sumber dari industri hasil tembakau lainnya sebenarnya didapat dari komponen sebatang rokok itu sendiri yang di dalamnya itu ada cukai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) dan pajak pendapatan negara (PPN).

“Dari cukai dan PDRD ini di transfer dari pusat, nanti akan dialokasikan ke daerah termasuk juga Kota Bogor. Karena Kota Bogor kan masih boleh menjual rokok masih ada produk hasil tembakaunya.
Dilokasi yang sama, Ketua Pamong Budaya Bogor, Ki Sumantri mengatakan bahwa sebagai masyarakat tradisi ketika mendengar bako (tembakau) dilarang meski dikemas dengan kawasan tanpa rokok pihaknya menolak keras perda tersebut. Menurut dia rokok itu barang legal bukan kriminal sehingga tidak perlu disudutkan.

“Soal penyakit dan mati itu urusan Yang Maha Kuasa. Sekarang dibanding dengan knalpot kendaraan, artinya asapnya itu lebih berbahaya kenapa harus disalahkan tembakau. Tembakau itu warisan budaya, dan nilainilai dari leluhur kami,” tukasnya. (boy)

SEHAT JIWA DIMULAI DARI DIRI, KELUARGA DAN MASYARAKAT

MEMPERINGATI HARI KESEHATAN JIWA SEDUNIA (HKJS)  KE- 27 KOTA BOGOR TAHUN 2019
“Promosi Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Bunuh Diri”

Oleh :
Drg. Firry Triyanti,M.Kes
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (PTM),
Kesehatan Jiwa dan Kesehatan Olah Raga
Dinas Kesehatan Kota Bogor

Kesehatan jiwa masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di dunia, termasuk di Indonesia. Gangguan jiwa berdampak menurunkan produktifitas serta kualitas hidup masyarakat. Menurut data WHO (2016), terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena dimensia.

Data Riskesdas 2018, prevalensi rumah tangga yang memiliki anggota rumah tangga yang mengalami gangguan jiwa berat seperti skizofrenia/psikosis di Jawa Barat mencapai 5 per mil, dibanding angka Nasional sebesar 7 per mil. Dari jumlah tersebut yang berobat sebanyak 84,9%, namun 51,1% nya dari yang berobat mengaku tidak rutin minum obat, dengan alasan : sudah merasa sehat (36,1%), tidak rutin berobat (33,7%), tidak mampu beli obat rutin (23,6%). Demikian pula kasus pasung yang terjadi mencapai 31,5%. Selain itu Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk usia >15 tahun keatas Jawa Barat mencapai 12% dan prevalensi Nasional sebesar 9,8%. Sedangkan gejala depresi yang merupakan penyebab disabilitas utama di Jawa Barat mencapai 7% (Angka Nasional : 6,1%), dan dari jumlah tersebut hanya 9% penderita depresi yang menjalani pengobatan medis.

Saat ini di Kota Bogor jumlah ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) berat tahun 2018-2019 tercatat sebesar 1.183 orang, sedangkan target berdasarkan estimasi prevalensi ODGJ adalah 1.540 orang. Sehingga masih diperlukan gerakan aktif penemuan ODGJ yang membutuhkan pelayanan medis. Puskesmas sebagai layanan kesehatan terdepan memiliki tugas dalam penemuan kasus ODBJ dan layanan kesehatan jiwa di masyarakat.

Penyelenggaraan layanan kesehatan jiwa yang terintegrasi di FKTP (Puskesmas) merupakan kebijakan nasional yang tercantum dalam Rencana Aksi Kesehatan Jiwa tahun 2015-2019, lampiran RPJMN 2015-2019, dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Provinsi dan Kabupaten/Kota Bidang Kesehatan tahun 2015-2019. Kriteria layanan tersebut yaitu: puskesmas memiliki tenaga kesehatan terlatih kesehatan jiwa, melaksanakan upaya promotif kesehatan jiwa dan preventif gangguan jiwa, serta melaksanakan deteksi dini, penegakan diagnosis, penatalaksanaan awal dan pengelolaan rujukan balik. Layanan dilakukan dengan memperhatikan komorbiditas fisik dan jiwa. Fokus pelayanan Puskesmas untuk meningkatkan kesehatan jiwa yang diharapkan adalah model layanan kesehatan jiwa yang efektif, akses yang mudah, dan dapat diterima baik untuk penatalaksanaan maupun untuk pencegahan, serta upaya komunikasi edukasi dan informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jiwa.

Untuk memenuhi harapan tentang pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Bogor telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya adalah dengan Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UI melalui program praktik lapangan mahasiswa Ners Spesialis Keperawatan yang berlangsung sejak tahun 2006 sampai dengan sekarang tahun 2019 (13 tahun) di kelurahan-kelurahan pada beberapa Puskesmas di Kota Bogor, yaitu : Pusk.Sindang Barang, Pusk. Bogor Timur, Pusk. Bogor Utara, Pusk. Mekarwangi, Pusk. Merdeka, dan Pusk. Mulyaharja. Dan pada tahun 2019 mahasiswa Ners Spesialis Keperawatan akan praktik lapangan di wilayah Pusk. Kayu Manis, khususnya di kelurahan Cibadak, yang dimulai pada tgl 7 Oktober selama 7 minggu.

Pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas juga dibekali dengan strategi ACT (Assertive Community Treatment) merupakan kerjasama Dinas Kesehatan dengan RS Marzoeki Mahdi Bogor, berupa integrasi layanan kesehatan jiwa di layanan primer dengan pendekatan tim multi disiplin, memberikan pelayanan yang komprehensif dan fleksibel, dukungan dan pelayanan rehabilitasi untuk individu dengan gangguan jiwa berat. (keterampilan hidup, kemampuan berkarya, kemampuan berinteraksi sosial, dan pelatihan pembuatan ketrampilan).

ACT melaksanakan sistem konsultasi kesehatan jiwa, sistem pendampingan, sistem rujukan, pembentukan pendampingan kelompok, serta melaksanakan mobile crisis intervention bagi pasien yang memerlukan penanganan lanjut ke rumah sakit jiwa. Saat ini Kota Bogor memiliki 15 Puskesmas ACT, yaitu : Pusk. Tanah Sareal, Pusk. Bogor Utara, Pusk. Cipaku, Pusk. Kayu Manis, Pusk. Pondok Rumput, Pusk. Sindang Barang, Pusk. Gang Kelor, Pusk. Pancasan, Pusk. Merdeka, Pusk. Bogor Selatan, Pusk. Bogor Timur, Pusk. Pulo Armyn, Pusk. Tegal Gundil, Pusk. Mekarwangi, dan Pusk. Mulyaharja.

Selain itu untuk mengoptimalkan peran Puskesmas dalam layanan kesehatan jiwa diperlukan peningkatan kapasitas perawat puskesmas agar mampu melaksanakan pelayanan kesehatan jiwa masyarakat (Community Mental Health Nursing/CMHN), yaitu pelayanan keperawatan jiwa yang komprehensif, holistik, paripurna berfokus pada masyarakat yang sehat jiwa, rentan terhadap stres dan dalam tahap pemulihan serta pencegahan kekambuhan. Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan di puskesmas perlu ditingkatkan pengetahuan dan keterampilannya melalui pelatihan Community Mental Health Nursing (BC-CMHN) sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan jiwa masyarakat. Oleh karena itu pada tanggal 8-10 Oktober 2019 dilakukan pelatihan CHMN dan Workshop Kesehatan Jiwa bagi tenaga puskesmas dan kader kesehatan jiwa di Kota Bogor.

Seiring dengan momentum peringatan HKJS (Hari Kesehatan Jiwa Sedunia) ke-27 yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2019, Dinas Kesehatan Kota Bogor melaksanakan penguatan komitmen pelayanan kesehatan jiwa berupa kebulatan tekad untuk mengubah upaya kesehatan jiwa bersifat kuratif-rehabilitatif bergeser ke preventif –promotif serta peningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hidup sehat jiwa dimulai dari diri sendiri. Hal ini sejalan dengan tema HKJS ke-27, yaitu Promosi Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Bunuh Diri. Dengan sub tema : Sehat jiwa dimulai dari diri, keluarga, dan masyarakat. Tema tersebut sesuai dengan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga untuk mengajak seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat dalam meningkatkan kualitas hidupnya.
Semoga Allah SWT senantiasa memberkati dan melindungi upaya kita dalam mewujudkan masyarakat kota Bogor yang sehat, cerdas dan sejahtera menuju Visi Kota Bogor Kota Ramah Keluarga.

Bogor bisa….Bogor berlari….

Konseling dengan pasien dan keluarga Kerjasama dengan RSMM

Pelatihan kader Pendamping jiwa Penyuluhan Kesehatan Jiwa ada anak-anak

Bogor, 10 Oktober 2019
Seksi P2 PTM, Kesehatan Jiwa dan Kesehatan Olah Raga
Dinas Kesehatan Kota Bogor

Kafilah Bogor Utara Optimis Rebut Juara Umum MTQ Tingkat Kota Bogor

Kota Bogor – Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Bogor yang digelar selama tiga hari sejak Selasa hingga Kamis (08/10) berlangsung cukup khidmat.

Kegiatan yang diwarnai pawai ta’aruf para kafilah di 6(enam) kecamatan ini berakhir di Masjid Rosniah Al Ahmad, BNR, Kecamatan Bogor Selatan dan dibuka resmi oleh Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim.

Dalam kegiatan ini Camat Bogor utara Rahmat Hidayat mengatakan, dengan bekal latihan yang telah dipersiapkan kafilah Bogor Utara optimis mampu merebut posisi juara.

“Ada dua cabang unggulan yaitu cabang tafsir dan fahmil quran. Mudah-mudahan cabang ini bisa menjadi unggulan, sehingga meraih juara umum, ujar Rahmat, Rabu (09/10).

Mantan Kabag ULP ini menambahkan, belajar pada MTQ sebelumnya, Kecamatan Bogor Timur terus mempersiapkan para peserta di masing masing cabang.

“Dengan potensi banyaknya pondok pesantren di Bogor Utara, kita optimis kafilahnha mampu meraih juara,”ujarnya.

Terkait kesiapan dilapangan, sambung Rahmat dirinya mengaku 100 persen kesiapan untuk mengikuti MTQ tingkat Kota Bogor. Tentu, dengan keunikan dan perbedaan dari kecamatan lain.

“Ketika pawai taaruf kemarin, kita siapkan mobil hias dengan kreasi kreasi berbeda dengan kecamatan lain. Makanya persiapan untuk menghadapi MTQ ke 38 tingkat Kota Bogor ini kita dengan kekuatan penuh, siap menjadi juara umum,”tandasnya.

Diketahui, MTQ tingkat Kota Bogor digelar selama tiga hari sejak, Selasa hingga Kamis (08-10/10), berlangsung di Masjid Rosniah Al Ahmad, BNR, Kecamatan Bogor Selatan. Acara dibuka oleh Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim. (boy)

Didukung ’emak-emak’, Kang Azis Siap Membangun Cijeruk Manis..

Cijeruk – Dukungan warga dibeberapa kampung Desa Cijeruk untuk calon Kepala Desa Ismat Abdul Azis semakin menguat. Setelah Warga Kampung Cibadak dan Gegerbitung sepakat mendukung, kini warga kampung warungkupa juga ikut mendukung Ismat Abdul Azis untuk memimpin desa Cijeruk diperiode yang akan datang, Selasa (08/10).

Dedeh (40thn) seorang warga yang menjadi hak pilih mengatakan, kami khususnya emak-emak warga warung kupa siap mendukung Kang Azis untuk jadi kepala desa periode 2019-2026 mendatang.

“Alhamdulillah setelah kami berembuk dan berkumpul bersama warga lainnya, kami sepakat mendukung kang azis, ” tegasnya, Selasa (08/10).

Sementara warga lainnya Aden 45(thn) juga mengatakan hal yang sama, bahwa cijeruk butuh pemimpin yang baru untuk memberikan warna pembangunan yang lebih baik, ”

“kami bersama keluarga dan warga lainnya tak ragu mencoblos kang azis pada tanggal 3 November nanti di TPS,” ujarnya.

Sementara Ismat Abdul Azis yang akrab disapa Kang Azis  mengucapkan terimakasih atas dukungan warga warungkupa yang mendukungnya, dengan mengusung Visi Cijeruk Manis (maju, aman, nyaman dan islami) dirinya siap membangun Cijeruk.

“Alhamdulillah atas dukungan emak-emak warga warungkupa, dan semoga akan terus menguat bersama warga lainnya untuk cijeruk baru, cijeruk yang manis, “paparnya.

Seperti diketahui, gelaran Pilkades serentak akan digelar dikabupaten bogor pada tanggal 3 November mendatang, dan khsusus Desa Cijeruk akan ada 4(empat) orang Calon yang akan memperebutkan kursi panas sebagai Kepala Desa untuk 6 (enam) tahun mendatang. (boy)

Ini Susuan AKD DPRD Kota Bogor 2019 – 2024

Kota Bogor – Setelah merampungkan pelantikan untuk kursi pimpinan DPRD Kota Bogor periode 2019-2024, otak-atik komposisi Alat Ke­lengkapan Dewan (AKD) wakil rakyat pun telah ram­pung. Komposisi yang nanti­nya menentukan berbagai fungsi dewan dalam bebera­pa waktu ke depan.

Dari data Sekretaris DPRD (Setwan) Kota Bogor, kom­posisi AKD mulai dari penen­tuan Komisi I hingga IV, Badan Pembentukan Peraturan Dae­rah (Bapemperda), Badan Anggaran (Banggar), Badan Musyawarah (Banmus) hing­ga Badan Kehormatan (BK) sudah selesai.

Komisi I yang bertugas dalam bidang pemerintahan dan hukum akan diketuai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Safrudin Bima, di­dampingi Wakil Ketua Ade Askiah dari Fraksi Gerindra dengan Sekretaris Rusli Pri­hatevy dari Fraksi Partai Gol­kar.

Untuk Komisi II, pada bi­dang perekonomian dan keuangan, akan dipimpin M Restu Kusuma dari Fraksi Kebangkitan Bintang Resto­rasi, dengan Wakil Ketua dari Fraksi Persatuan Pembangunan, Rizal Utami. Sedangkan posisi Sekretaris diemban M Zenal Abidin dari Fraksi Gerindra.

Sementara Komisi III, pada bidang pembangunan dan lingkungan, akan diketuai Politisi PKS Adityawarman Adil bersama Wakil Ketua Dodi Setiawan dari Fraksi Partai Demokrat dan sekre­taris Iwan Siswanto dari Fraksi PDI Perjuangan. Ter­akhir pada Komisi IV yang membidangi Kesejahteraan Rakyat, ada nama Ence Se­tiawan dari Fraksi PDI Perju­angan sebagai ketua bersama Murtadlo dari Fraksi Partai Golkar menjadi wakil ketua. Nama Eny Indari dari Fraksi Partai Demokrat duduk se­bagai sekretaris.

Tak cuma merampungkan komisi-komisi, komposisi AKD juga mengesahkan berbagai nama di Bapemperda, Bang­gar, Banmus dan BK. Politisi PPP incumbent, Ahmad As­wandi, akan dibebankan tugas sebagai ketua Bapemperda didampingi Wakil Ketua Said Muhammad Mohan dari Fraksi Gerindra. Untuk kursi Badan Kehormatan, ada nama M Dody Hikmawan dari Fraksi PKS sebagai ketua bersama H Murtadlo sebagai wakil ketua. Sedangkan untuk banggar dan banmus dike­tuai Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto bersama tiga wakil ketua dewan.

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, mengatakan, pengesahan AKD dan fraksi sudah dilakukan Kamis (26/9) sore setelah pelantikan pim­pinan. Setelah itu, kemarin pagi rapat Banmus dilakukan untuk jadwal satu bulan ke­depan. “Nah, Insya Allah Senin (30/9) kita paripurna pembentukan panitia khu­sus (pansus) dan tata tertib (tatib). Pansus untuk RTH (Ruang Terbuka Hijau) dan pansus pembahasan APBD 2020,” tuntasnya.

Mengurangi Sampah Plastik, PDAM Kota Bogor Buat Program KASM

Bogor – Keran Air Siap Minum (KASM) adalah salah satu program yang dicanangkan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Program KASM ini berfungsi sebagai salah satu fasilitas yang memudahkan masyarakat mendapatkan air siap minum secara cuma-cuma di lokasi tertentu.

Melalui program ini juga PDAM ikut berperan aktif untuk mengurangi jumlah penggunaan plastik di kalangan masyarakat, terutama plastik dari gelas maupun botol air mineral.

“Kami tahu Pemerintah Kota Bogor ingin mengurangi konsumsi sampah plastik, semoga dengan ada KASM seperti ini, sedikit demi sedikit penggunaan air kemasan akan semakin berkurang.” Ujar Direktur Umum, Rino Indira.

Di lain pihak Ketua KASM, sekaligus ZAMP (Zona Air Minum Prima) Rinda Lilianti menginformasikan kualitas air minum pada KASM tidak perlu diragukan lagi.

“Masyarakat tak perlu ragu untuk meminum air dari KASM, karena kita menggunakan sistem reverse osmosis jadi di alat tersebut menggunakan triple filter dengan isi dan membran yang berbeda. Pihak Laboratorium pun melakukan kontrol kualitas air satu bulan sekali dimana pengecekan dilakukan di setiap minggu ke-2. (Humas PDAM Tirta Pakuan)

Korem 061 Suryakencana Gandeng PWI Kota Bogor Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

Bogor – Jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor bersama Korem 061/Suryakencana (SK) siap bekerjasama mensosialisasi wawasan kebangsaan serta bela negara kepada generasi muda dan masyarakat di wilayah Korem 061/SK. Hal itu digulirkan saat silaturahmi PWI Kota Bogor dengan Danrem 061/Sk Kolonel Inf Novi Helmi Prasetya di Makorem 061/Sk pada Selasa (8/10/2019) siang.

Dalam pertemuan pertama kabinet baru PWI Kota Bogor setelah rapat kerja (raker) dengan Danrem 061/Sk Kolonel Inf Novi Helmi Prasetya, ada penyerahan plakat dari PWI Kota Bogor kepada Danrem sebagai wujud sinergitas yang baik selama ini. Penyerahan penghargaan ini juga apresiasi PWI Kota Bogor HUT TNI ke-74.

Novi mengatakan, dirinya mengucapkan terima kasih kepada PWI Kota Bogor sudah bersilaturahmi ke Makorem 061/Sk, dirinya berharap komunikasi dan sinergitas berlanjut.

“Kami kedepannya akan membuat program-program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat Indonesia umumnya dan di wilayah Korem 061/Sk khusunya,” ungkap Novi.

Ia melanjutkan, hasil pertemuan selama beberapa jam pada hari ini menghasilkan ide beberapa program, tetapi yang paling diprioritaskan adalah wawasan kebangsaan dan bela negara untuk generasi muda khususnya serta masyarakat umumnya.

“Ini dilakukan untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul menuju Indonesia maju. Sasarannya adalah generasi muda dan masyarakat diwilayah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor Arihta Utama Surbakti mengatakan, jajaran PWI Kota Bogor berterima kasih kepada Danrem 061/Sk Kolonel Inf Novi Helmi Prasetya telah menerima jajaran PWI Kota Bogor dan merencanakan kolaborasi dalam beberapa program. Tetapi yang paling diutamakan adalah program sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara.

“Program ini sangat cocok digulirkan kepada generasi muda yang saat ini kita mengetahui sudah sangat keranjingan gadget. Maka dinilai snagat perlu mereka mengetahui wawasan kebangsaan dan bela negara dari sumber yang tepat,” ungkap Ari.

Ari menegaskan, melihat pemaparan danrem dal menyampaikan materi wawasan kebangsaan dan bela negara saat diskusi dengan jajaran pengurus PWI Kota Bogor, gaya dan caranya sangat tepat untuk kaum milenial. Materi yang disampaikan dimulai dari sejarah hingga inti dari wawasan kebangsaan dan bela negara gamblang tersampaikan.

“Untuk kalangan mahasiswa dan generasi muda Danrem sebagai pembicara utama dalam wawasan kebangsaan sangat tepat, apalagi dilakukan saat memperingati hari pahlawan 10 November. Saya rasa mahasiswa dan masyarakat perlu dikuatkan kembali wawasan kebangsaan ini. Kami siap berkolaborasi dengan korem untuk hal ini,” pungkasnya. (boy)