Yapy M Doroh, Narkoba Musuh Negara Harus Di Berantas

BOGOR  – Humas DPC Granat Kabupaten Bogor, Yapy M Doroh mengatakan, pihaknya akan terus bekerja sama dengan Sat Narkoba Polres Bogor untuk memberantas peredaran narkotika baik ditengah masyarakat maupun peredarannya melalui napi yang sudah berada di Lembaga Pemasyarakatan (LP).

Kerjasama dan koordinasi ini bertujuan, mempersempit ruang gerak pengedar dan bandar, saat memasarkan barang terlarang ini.

Bagi Yapy yang juga calon anggota DPRD Kota Bogor dari Dapil II Kecamatan Bogor Utara ini, generasi muda, harus bebas dari pengaruh narkotika.
“Generasi muda adalah tongkat estafet kepemimpinan di masa yang akan datang. Untuk itu generasi muda harus bebas dari narkoba,”kata Yapy Rabu (16/10/2018).

Menurut Yapy, Granat sebagai organisasi sosial yang bergerak pada sosialisasi bahaya narkoba ke semua kalangan memberikan ruang dan mendukung penuh unit Narkoba Polres Bogor, untuk melakukan penyelidikan dan memburu bandar serta kaki tangannya.

“Kerja Sat Narkoba Polres Bogor sudah baik. Kita dari Granat suport. Jangan beri ruang bagi pelaku narkoba. Kami minta polisi terus pantau napi narkoba di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan untuk mencegah peredaran narkoba,”ujarnya.

Caleg nomor 9 dari PDI Perjuangan Dapil Bogor Utara Kota Bogor ini menegaskan, jika pada pemilu legislatif tanggal 17 April 2019 mendatang, dirinya mendapat kepercayaan rakyat, maka dirinya akan mendorong dinas pendidikan, agar memasukan narkoba sebagai salah satu program yang nantinya masif dilakukan sosialisasi.

Bagi wartawan senior salah satu surat kabar nasional ini, jika generasi muda terus diingatkan akan bahaya narkoba, maka jangankan mencoba, mendengar kata narkoba saja pasti akan langsung menghindar.

“Dinas pendidikan harus masif. Jangan
memberikan ruang sedikitpun bagi narkoba meracuni generasi muda. Kami di Granat memiliki semangat yang sama dengan unit Narkoba Polres Bogor terkait perang terhadap narkoba,”tegas Yapy.

Yapy yang kini cuti panjang dari profesi wartawannya karena sedang melakukan sosialisasi pencalonannya sebagai wakil rakyat dari banteng moncong putih mengatakan, butuh penanganan yang lebih ekstra untuk memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

Namun ia yakin, jika peran semua elemen yang siap melawan narkoba, maka hal ini tidak menjadi kendala.
Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Andri Alam menegaskan, Polri akan terus bersinergi dengan semua elemen masyarakat termasuk Granat, untuk mencegah peredaran narkoba di bumi Tegar Beriman.

“Kita bisa karena kita bersatu. Narkoba harus terus di kampanyekan sebagai musuh negara,”tandas AKP Andri. (#)

Presiden Jokowi Tinjau Fasilitas Ramah Disabilitas di GBK

Jakarta – Presiden Joko Widodo  mendatangi kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Kunjungan Presiden kali ini dilakukan untuk meninjau fasilitas umum bagi penyandang disabilitas di kompleks olahraga tersebut, Selasa (16/10).

“Kita ingin melihat fasilitas untuk kaum difabel terutama yang berkaitan dengan fasilitas yang ada di Senayan. Baik toilet, musala, trotoar, atau fasilitas menuju (bangku) penonton. Saya kira 80 persen sudah baik,” ujar Presiden setelah peninjauan, Selasa (16/1).

Didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Presiden memulai peninjauan dengan melihat fasilitas toilet yang ramah bagi para disabilitas. Fasilitas toilet itu berada di sekitar patung Bung Karno di kawasan GBK.

Selanjutnya, Presiden dan rombongan meninjau fasilitas jalur penuntun dan petunjuk bagi disabilitas berupa _guiding block_ yang berada di sepanjang trotoar.

Meski mengaku cukup puas, Presiden masih memiliki sejumlah catatan yang masih harus ditindaklanjuti. Misalnya ketinggian wastafel yang menurutnya terlalu tinggi.

Dirinya sekaligus mendorong agar semua provinsi, kota, dan kabupaten mulai menyediakan fasilitas yang ramah bagi disabilitas di ruang-ruang publik.

“Kita ingin mendorong agar semua provinsi, kota, kabupaten itu juga ramah terhadap disabilitas. Ini yang ke depan ingin terus kita dorong sehingga yang kurang apa, nanti secara detail saya diberi masukan oleh Pak Menteri PU. Pak Gubernur juga beri masukan,” ucapnya.

Jakarta, 16 Oktober 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

3 Pasar Disiapkan Untuk Tampung Ribuan Pedagang Pasar Bogor

Kota Bogor – PD Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) mempersiapkan tiga pasar yang akan menjadi relokasi ribuan pedagang Plaza dan Pasar Bogor. Hal ini dilakukan untuk menampung para pedagang yang terdampak proyek pembangunan Park and Ride yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang.

“Pedagang basah relokasinya ke pasar Teknik Umum (Tekum) dan pasar Warung Jambu, sementara pedagang kering direlokasi ke Pasar Sukasari,” kata Dirops PDPPJ Syuhaeri Nasution, Kamis (11/10).

Direktur Operasional (Dirops) PD PPJ Kota Bogor Syuhairi Nasution mengatakan, untuk park and ride pengelolaan pasar sampai tahun 2020. Data pedagang jumlahnya sudah terdata Plaza Bogor 420 pedagang, sementara Pasar Bogor 1.200 pedagang.

“Kalau tahun ini park and ride dipaksakan tidak mungkin, tetapi kami mengikuti apa yang dikatakan wali kota. Konsep relokasi kami sesuai dengan program lama, memisahkan pedagang kering dan basah,” ungkapnya.

Syuhairi melanjutkan, untuk pedagang kering ke Sukasari, sementara pedagang basah Pasar Warung Jambu dan pasa Tekum. Tahun ini kondisi Sukasari belum bisa, karena belum dilakukan perataan dan pembangunan agar seperti tempat penampungan pedagang.

“Di Sukasari ruko sebelah plaza Hak Guna Bangunan (HGB) sampai 2019, ada sekitar 18 ruko. Pedagang kering bisa ditampung disana, nanti akan dibuat mall kecil di Sukasari serta dengan bangunan lain terintegrasi. Jadi bukan semata pasar toh saja kedepannya,” tambahnya. (boy)

Salah Kaprah, Konversi Angkot Tak Memecahkan Masalah Kemacetan Di Kota Bogor

Kota Bogor – Anggota DPRD Kota Bogor Teguh Rihananto menilai konversi angkot konvensional ke angkot modern merupakan program yang salah kaprah, karena tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Anggota Komisi B DPRD Kota Bogor ini menegaskan, DPRD saat ini masih membahas terkait Perda lalu lintas.

“Perda Lalu Lintas akan menjadi landasan hukum dalam penataan secara teknis untuk subsidi, transportasi masal dan sebagainya, sementara keberadaan angkot modern masih mengacu perda lama,” ujar Teguh Rihananto, Selasa (09/10).

Menurut Teguh secara legal dan konsederan Pemkot bisa saja berargumen bahwa angkot modern termasuk transportasi massal.

“Kita pakai logika saja, jika Kota Bogor  ini macet dan salah satu alasan kenapa DPRD mendorong untuk transportasi massal adalah untuk mengurangi kemacetan, sehingga ada konversi. Konversi itu bukan konversi angkotnya tapi esensinya untuk kapasitas penumpangnya,” kata Teguh, kepada engingengnews.com digedug DPRD Kota Bogor.

Alasan kenapa digeser ke transportasi massal, Politisi PKS ini kembali mengatakan agar konversi bisa menampung kapasitas yang lebih banyak sehingga tidak banyak lagi masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi. Karena sudah ada kendaraan yang sudah memadai nyaman dan masuk kapasitasnya.

“Makanya pas muncul Angkot Modern yang diklaim sebagai konversi, saya tertawa saja. Kenapa?. Karena kalau itu tetap saja angkot, feeder boleh, tapi kalau dijadikan bahan sebagai konversi itu tidak sesuai dengan harapan,” tandasnya. (boy)

Tim Panjat Tebing Kota Bogor Tambah Emas

BOGOR – tim panjat tebing Kota Bogor menambah satu medali emas dari nomor Speed World Record Relay Putri atas nama Nursamsiah, Maudila Tannia, Widia Fujiyanti, Senin (8/10/2018). Tim Kota Bogor mengalahkan Kota Bekasi.

Hingga Senin sore tim panjat tebing Kota Bogor sudah mengumpulkan 2 medali emas, satu perak dan satu perunggu.

Perolehan ini menempatkan Kota Bogor sebagai pengumpul medali terbanyak sementara dari 24 kota dan kabupaten peserta cabor panjat tebing Porda XIII/2018 Jawa Barat. Posisi kedua ditempati Kabupaten Bekasi (1 emas 2 perak 0 perunggu) dan peringkat ketiga (1-1-2).

Chef de Mission Kota Bogor Yane Ardian dan Ketua KONI Kota Bogor Benninu Argoebie yang hadir di venue panjat tebing kompleks Stadion Pakansari Cibinong langsung memberikan “uang kepret” kepada Maudila Tania dan kawan-kawan.

Manajer tim panjat tebing Kota Bogor Tedi Djamaludin bangga dengan penampilan anak asuhnya.

“Alhamdulillah sampai saat ini masih on the track. Dua emas sudah kita raih, dari terget tiga emas. Banyak banyak nomor yang akan kita ikuti. Mudah-mudahan kita bisa tambah medali. Mohon doa dan dukungan dari masyakat Kota Bogor,” ujar Tedi. (tim)

Bang Yos Siap Benahi PARFI ..

Jakarta – Letjen Purn. Dr. HC. Sutiyoso yang akrab dipanggil Bang Yos, mengundang Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) ke kantornya di bilangan Thamrin. Dalam kapasitas salah satu warga negara yang konsern pada negeri ini agar lebih baik pada bulan september yang lalu.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Pjs Ketua Umum, Soultan Saladin yang didampingi Sekjen DPP PARFI Dr. Kun Nurachadijat dan beberapa orang penggiat Parfi lainnya, Evry Jo dan Tedi Trangi.

Dari percakapan tersebut, berkembang ke arah pembenahan organisasi besutan Suryo Sumarno ini yang berujung pada permintaan DPP Parfi agar Bang Yos bersedia menjadi ketua Umum DPP Parfi pada 5 Okt 2018 kemarin.

Bang Yos, menegaskan bahwa sebagai insan yang terlahir dan besar  karena selalu tuntas membereskan masalah masalah yang ditugasi kepadanya, terutama di seputar penugasan penugasan di dinas kemiliteran dan pemerintahan DKI, kini tertantang untuk mencurahkan kembali darma baktinya demi negara, namun dalam bidang yang sangat berbeda, yakni dunia seni dan perfilman. Hal ini Bang Yos tegaskan kemarin (jumat, 5 okt 18) di kantornya “sebelum saya putuskan bersedia atau tidaknya, ijinkan beberapa minggu ke depan, saya akan kumpulkan artis & aktor senior seijin Pjs Soultan & Sekjen Kun, sekaligus saya meminta masukkan hal hal apa saja yang para aktor artis inginkan keadilan yang selama ini pemerintah dirasa belum hadir disana, karena saya tidak ingin mengorbankan reputasi sebagai orang pemberes & pemecah masalah menjadi masalah baru dalam dunia Parfi ini”, ujar Bang Yos.

“Kebetulan setelah saya diberhentikan presiden dari Kepala Badan Intelijen Nasional dengan hormat dan sangat politis, saya banyak waktu luang sekarang” tandas orang yang kala aktif diketentaraan sempat menjadi komandan Susilo Bambang Yudono & Prabowo saat itu. (boy)

STS, Kasus Ratna Sarumpaet Serahkan Pada Proses Hukum

Jakarta – Polemik cerita Ratna Sarumpaet yang mengaku dianiaya oleh beberapa orang di Bandung akhirnya berujung pada pelaporan. Rabu kemarin (03/10) berbagai elemen masyarakat berdatangan ke Bareskrim Polri untuk melaporkan dugaan kebohongan yang dilakukan oleh  Ratna Sarumpaet yang juga salah satu anggota Tim Kampanye Pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto – Sandiaga Uno tersebut.

Salah satu elemen masyarakat yang ikut melaporkan dugaan kebohongan Ratna Sarumpaet di Bareskrim Polri adalah Tim Advokat Pengawal Pancasila.

Ditemui dikantornya di Gedung MTH Square – Jakarta Timur, Sugeng Teguh Santoso salah seorang Advokat Pengawal Pancasila yang turut dalam rombongan advokat yang melaporkan dugaan kebohongan Ratna Sarumpaet mengatakan Indonesia adalah negara hukum, maka kita serahkan semuanya pada proses hukum, apakah Ratna sarumpaet akan terkena proses hukum sebagai tersangka aktor intelektual penyebaran berita bohong dan apakah Prabowo Subianto, Fadli Zon dan tokoh lainnya yang ikut melansir berita Ratna Sarumpaet yang mengaku dianiaya juga akan terkena proses hukum sebagai pihak yang menyebarkan berita bohong atau bisa dilepaskan dari pertanggung jawaban hukum berdasarkan alasan pemaaf pidana karena dibohongi Ratna Sarumpaet, semua diserahkan kepada proses hukum.

“Apakah pengakuan Ratna Sarumpaet mengaku berbohong adalah exit close bagi Prabowo dan Fadli zon untuk tidak terkena pertanggung jawaban pidana?  Semuanya akan dijawab dalam proses hukum yang akan dilakukan oleh Bareskrim Mabes Polri,” ungkap pria yang akrab disapa STS ini,  Kamis (4/10).

Sebelum derasnya laporan Polisi, ternyata Bareskrim Mabes Polri telah melakukan  penyelidikan, dan sudah dinaikkan status penyidikan bahkan sudah menyampaikan pemberitahuan dimulainya penyidikan ke Kejaksaan. Artinya penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet dianiaya telah cukup dapat dibuktikan sebagai perbuatan delik penyebaran berita bohong melalui sarana elektronik. (boy)

Tiba di Palu, Presiden Jokowi Langsung Pimpin Rapat Terbatas

Palu – Setibanya di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Kota Palu, pada Minggu, 30 September 2018, Presiden Joko Widodo langsung memimpin rapat terbatas (ratas) dengan sejumlah jajarannya terkait bencana gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah.

Tiba pada pukul 13.06 WITA, Presiden disambut oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Selain itu tampak juga Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, Kapolda Sulteng Brigjen Pol Ermi Widyatno, dan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang.

Presiden kemudian menuju ruangan yang berada di bandara dan langsung ratas bersama Gubernur Sulteng, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala BNPB Willem Rampangilei, dan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI M Syaugi.

Setelah ratas, Presiden yang mengenakan jaket loreng hijau-hitam TNI, kemudian memberikan arahan kepada prajurit TNI di pelataran atau teras bandara. Secara khusus, dirinya meminta kesiapan para prajurit TNI untuk bekerja keras dalam tahapan evakuasi.

“Saya minta saudara-saudara semuanya siap untuk bekerja siang dan malam menyelesaikan yang berkaitan dengan evakuasi, siap?” kata Presiden.

“Siap!” jawab prajurit TNI serempak.

Selain evakuasi, Kepala Negara juga meminta kesiapan para anggota TNI untuk membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Sulawesi Tengah ini.

“Juga bekerja keras bersama-sama dengan masyarakat, dengan seluruh komponen Polri, masyarakat dan seluruh lembaga dan kementerian agar kita semuanya bisa segera menyelesaikan persoalan yang ada di provinsi Sulawesi Tengah ini,” ujarnya.

Dari bandara, Presiden dan rombongan langsung bergerak untuk meninjau sejumlah titik yang terdampak bencana.

Titik pertama yang dituju adalah Perumnas Balaroa dan tiba pada pukul 13.55 WITA. Di lokasi ini, Presiden meninjau lokasi reruntuhan bangunan dan menyerahkan bantuan.

Setelah itu titik berikutnya yang akan ditinjau Presiden adalah Pantai Talise. Pantai ini merupakan tempat wisata utama di Palu dan terdampak tsunami paling parah.

Selanjutnya Presiden akan menuju Rumah Sakit Undata dan terakhir Presiden akan meninjau posko pengungsi di Lapangan Vatulemo.(GAL).