Siapkan Program Pro Rakyat, DID Optimis Menangkan Pilwalkot Bogor

KOTA BOGOR – Hari pencoblosan dalam gelaran Pemilihan Walikota dan Wakil Walikot Bogor hanya menghitung hari,  yakni pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Jika warga Kota Bogor menginginkan perubahan yang berpihak pada masyarakat kecil, tentu saat pencoblosan nanti sebagai pilihan yang tepat pastinya coblos nomor 4, hal itu dikatakan Calon Walikota (Cawalkot) Bogor, Dadang Iskandar Danubrata di Sekretariat DPC PDI Perjuangan, Jalan Ahmad Yani II Nomor 4, Tanahsareal, Senin (18/6).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor yang juga calon kepala daerah nomor urut 4 ini ternyata sudah menyiapkan beragam program untuk merubah wajah kota hujan. Menurut Dadang, tentunya pembangunan yang menjadi prioritas bukan menekankan pada infrastruktur mempersolek taman kota. Namun, pemberdayaan sumber daya manusia serta sejahterakan masyarakat kecil yang selama ini terkesan haknya kerap “terlupakan”.

“Kesehatan gratis berbasis KTP, menjadi salah satu program saya. Dan, itu sering sosialisasikan pada warga saat blusukan,” kata Dadang membuka obrolan saat diwawancarai.

Dikatakan Dadang, jika dirinya dipercaya oleh masyarakat Kota Bogor nantinya, akan menyiapkan ambulans yang memiliki peralatan layaknya ICU untuk warga yang terkena serangan jantung. Hal itu disebutnya sebagai upaya dini penanganan medis terhadap penyakit jika terkendala macet di jalan.

“Penyediaan ambulans siaga di tiap kecamatan atau kelurahan tergagas dari masukan warga saat berkunjung menjenguk warga yang sakit beberapa waktu lalu. Terkait keterbatasan kamar kelas 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang kerap kali dikeluhkan masyarakat, program kami yakni membangun RSUD Tanpa Kelas. Tujuannya, agar masyarakat tak mampu segera bisa ditangani tanpa ada sebutan kelas VIP, kelas I, II dan III,” tuturnya.

Saat ditanya terkait menyejahterakan masyarakat Kota Bogor, Dadang kembali mengingatkan, dirinya dan pasangannya Sugeng Teguh Santoso sudah menyiapkan Program Setara atau Setahun 50 Juta Satu RT.

“Nantinya setiap RT akan diberikan dana untuk membangun wilayahnya sendiri. Setahun satu RT Rp 50 juta, 4000 RT jadi 200 miliar, verifikasi dan ada profosalnya, kita latih dulu bimtek, bimbingan teknis, Jadi memberi stimulan, pada konunitas terkecil ada pergerakan ekonomi,” katanya.

Dadang merinci, kucuran bantuan dalam bentuk uang tunai itu nantinya digunakan untuk 50 persen infrastruktur, serta sisanya pemberdayaan warga, hingga membantu keluarga pra sejahtera.

“Ya intinya mengentaskan kemiskinan satu diantara program utama kita, jadi dana itu bisa dipakai bangun MCK, fasilitas umum, sanitasi, RTLH dan lainnya,” pungkasnya. (boy)

Pelaku Pencurian Meter Air Diciduk Polisi

BOGOR – Polisi berhasil meringkus seorang pria yang diduga pelaku pencurian meter air di sejumlah tempat Kota Bogor. TS (38) diringkus jajaran Polres Bogor Kota di Jalan Perintis Kemerdekaan Kebon Jahe Kelurahan Kebon Kalapa Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, Rabu (6/6/2018).

TS diciduk tanpa perlawanan dan langsung dibawa di Mapolresta untuk pengembangan kasusnya. Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit kendaraan sepeda motor yang digunakan untuk melakukan pencurian, satu smartphone warna putih, kunci inggris, 29 unit meter air yang belum sempat terjual dan sebelas unit sambungan keran.

Penangkapan TS berawal dari hasil penyelidikan saksi yang melihat pelaku sedang mencoba mencuri meter air salah satu ruko di kawasan Cimanggu. Aksinya terekam kamera pengawas sehingga terlihat cukup jelas plat nomor kendaraan pelaku. Saksi bersama sejumlah pegawai PDAM melaporkan temuan ini ke Polresta Bogor.

Berbekal informasi warga dan rekaman CCTV, Satreskrim Polresta Bogor bergerak menciduk tersangka di kediamannya. Kini, pelaku yang pernah menjadi pegawai lepas harian di PDAM itu mendekam di tahanan Mapolresta Bogor untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan upaya pengembangan kasus.

Sekretaris Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor Rinda Lilianti mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam mengungkap dan menangkap pelaku pencurian meter air yang meresahkan masyarakat dalam dua pekan terakhir.

“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah berhasil menangkap pelaku. Ini juga menunjukkan bahwa PDAM serius menangani kasus pencurian meter air yang merugikan pelanggan,” ujar Rinda. (humas dan sosial)

Diduga Arus Pendek Rumah Warga Disempur Ludes Terbakar

Bogor – Dua rumah milik warga dikampung lebak kantin RT 03/05, bogor tengah kota bogor hangus dilalap sijago merah, Sabtu (9/6).

Diduga api berasal dari arus pendek akibatnya rumah milik Asep dan Dudung hangus terbakar, sehingga kerugian diduga mencapai ratusan juta rupiah.

Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Marse Hendra Saputra mengatakan,  peristiwa tersebut diduga akibat konsleting listrik atau arus pendek dari salah satu rumah warga milik Dudung, kemudian merambat ke rumah Asep yang lokasinya berdekatan dengan tempat kejadian kebakaran.

“Peristiwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 13.45 WIB, ada dua rumah milik warga yang hangus terbakar, yakni rumah Dudung dan Asep,” ungkap Marse, Sabtu (9/6/2018).

Marse menambahkan, karena api membesar sehingga merambat kerumah lainnya dan satu rumah milik Eliya terkena imbasnya. “Rumah yang terbakar itu diisi 3 KK dan 12 jiwa, semuanya selamat. Sementara kerugiannya ditaksir mencapai Rp 150 juta,” tambahnya.

Api berhasil dijinakan pukul 14.15 WIB, setelah 5 unit armada damkar Kota Bogor dan satu dari kabupaten dikerahkan.

Saat ini pemerintah kota bogor masih mendata kerugian milik korban dan mengevakuasi keluarga yang terkena musibah kebakaran.  (boy)

Lahannya Dirusak PT. Waskita, Pemilik Lahan Dijalur Tol Bocimi Siapkan Somasi

Bogor – Geram akibat lahan miliknya dirusak PT. Waskita, Agus Mulyadi salah seorang pemilik lahan yang terdampak pelebaran Tol Bocimi diwilayah Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Bogor langsung mematok lahan miliknya, Sabtu (9/6).

Melalui Kuasa Hukumnya Agus Mulyadi menyayangkan adanya pengrusakan lahan miliknya oleh pihak PT Waskita selaku pengembang jalan tol. Akibatnya, lahan seluas 1650 meter miliknya tak dapat lagi digunakan untuk berkebun.

“Tanah saya ini memiliki luas 2000 meter terbagi pada dua bidang yakni yang satu 1650 dan satu lagi 350 meter. Dari 1650 baru dibebasin 310 dan 310 ini dibebasin 100 meter berarti jumlah tanah yang dibebasin semuanya 410 meter. Sedangkan sisanya tanpa ada ijin tahu-tahu sudah diurug jadi rusak dan belum dapat ganti rugi,”kata pemilik tanah Agus Mulyadi yang didampingi kuasa hukumnya, Greggorius Djako kepada wartawan, Sabtu (9/6/2018).

Sementara Kuasa Hukum korban Greggorius Djako mengatakan, untuk menjaga hal yang tidak diinginkan, pihaknya melakukan pemasangan plang atau tanda bahwa dilokasi tersebut ada sebidang tanah seluas 1650 milik Agus Mulyadi.

“Lokasi tanah ini belum pernah dijual karena milik pribadi berdasarkan girik C986 persil 109 S2, “ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk mengamankan aset dan penting menjaga agar tanah ini tidak dirusak oleh pihak manapun juga, pemilik tanah melakukan pematokan dan memberikan tanda kalau tanah ini benar-benar milik pribadi yang tidak pernah serta belum pernah diperjualbelikan.

“Makanya, kami melakukan pematokan untuk mengamankan tanah agar tidak berlanjut dirusak, “tegas Greogius.

Gregorius menegaskan pihaknya akan melayangkan surat keberatan dan meminta ganti rugi kepada pihak waskita. “Senin surat keberatan klien kami sudah kami layangkan kekantor waskita, dan kami berharap ada penyelesaian, ” tandasnya. (boy)

Antisipasi Kemacetan Tol Bocimi Mulai Difungsikan

Bogor – Meskipun belum sepenuhnya jadi,  Tol Bocimi Seksi I Ciawi-Cigombong sudah mulai bisa digunakan, Jumat (8/6).

Menurut Menteri PUPR Hadi Muljono, jalan sepanjang 15,3 Km dibuka secara fungsional tanpa tarif mulai hari ini, Jumat (8/6), hingga H+7 Hari Raya Idul Fitri 1439 pada 24 Juni 2018.

“Selama fungsional, ruas ini hanya dibuka untuk kendaraan pribadi dengan kecepatan maksimal 40 km per jam. Selain itu, ruas fungsional ini hanya dibuka searah, yakni dari Jakarta menuju Sukabumi pada tanggal 8-14 Juni, dan arah sebaliknya pada 15-24 Juni,” Kata Hadi, Jumat (8/6).

Terdapat tiga pintu tol, yakni pintu Tol Ciawi, kilometer 6+300 Cimande/Caringin, dan kilometer 15+300 Cijeruk/Cigombong. Sebagai antisipasi kemacetan, Pintu Tol Caringin akan dibuka jika kepadatan panjang terjadi di pintu tol Cigombong. Rest area sementara tersedia di kilometer 10+700 yang dilengkapi parkir kendaraan, toilet, dan mushola.

Sementara Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika, mengatakan hingga tanggal 19 Juni fungsi tol bocimi baru hanya untuk kendaraan mudik dari Jakarta dan Bogor menuju Cigombong dan Sukabumi. Setelah itu pada Sabtunya tanggal 20 Junui hingga 24 Juni, jalur difungsikan untuk kendaraan pulang mudik dari Sukabumi-Cigombong menuju Bogor dan Jakarta.

Untuk kondisi pertemuan kendaraan yang keluar tol dan kendaraan di jalur Sukabumi-Bogor, AKBP Dicky menuturkan, pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan siapkan anggota untuk berjaga secara shief. (boy)

Pelaku Terdeteksi, PDAM Koordinasi Polresta

Terima 117 Laporan Kehilangan Meter Air

BOGOR – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor bergerak cepat menangani kasus pencurian meter air yang marak belakangan ini. Perusahaan air bersih milik Pemerintah Kota Bogor ini telah berkoordinasi dengan Polresta Bogor Kota guna mengungkap siapa pelaku sekaligus dalang kejahatan yang merugikan masyarakat, terutama pelanggan PDAM itu.

Sekretaris Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor Rinda Lilianti mengungkapkan, pihaknya telah mengetahui seorang pria yang diduga pelaku pencuri meter air di kawasan Cimanggu. Pelaku disebut Rinda pernah menjadi pekerja harian lepas PDAM, sehingga cukup paham mencabut sejumlah meter air milik PDAM.

“Pelaku berinisial TS, berhasil kita amankan di daerah Cijahe beberapa hari lalu. Informasinya berawal dari laporan salah seorang satpam yang bertugas di ruko daerah Cimanggu. Satpam itu memergoki pelaku sedang membongkar meter air, tapi dilepas karena pelaku mengaku pegawai PDAM,” ujar Rinda, Rabu (6/6/2018).

Namun satpam itu sempat mengambil gambar nomor kendaraan yang dipakai pelaku. “Satpam itu kemudian melapor ke salah seorang pegawai PDAM melalui salah seorang purnakarya PDAM. Lalu bersama-sama petugas kepolisian menelusuri si pelaku berbekal plat nomor sepeda motor yang dilaporkan satpam itu. Alhamdulillah ketemu, dan pelaku mengakui perbuatannya,” ujar Rinda.

PDAM, lanjut Rinda telah melaporkan kasus ini kepada Polresta dengan harapan bisa menuntaskan kasus ini hingga ditemukan dalang dan motifnya. Dia khawatir, aksi pencurian ini semakin marak apalagi akan menghadapi musim liburan lebaran.
“Bapak Direktur Utama berharap agar pelakunya segara ditangkap, terlebih sudah 117 laporan kehilangan meter air yang dilaporkan pelanggan hingga 5 Juni 2018,” tutup Rinda.(humas dan sosial)

Pelaku Pencurian Meter Air Terekam CCTV

BOGOR – Kasus pencurian meter air makin menjelang Lebaran kian marak di Kota Bogor. Umumnya yang disasar adalah meteran yang terpasang di ruko-ruko minim pengawasan. Hingga Senin sore (4/6/2018) sudah 80 pelanggan yang melaporkan melalui Call Center 24 Jam PDAM Kota Bogor sejak 25 Mei lalu. Pelanggan pun kembali diingatkan lebih waspada mengingat pelaku sudah berani beraksi pada siang hari.

Ini terlihat dari kamera pengawas yang terpasang di salah satu ruko di Jalan Merdeka Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor. Dari CCTV terpantau pelaku mengendarai sepeda motor metik seorang diri dari arah Markas Korem 06/Suryakancana Bogor. Langsung memarkirkan kendaraannya di salah satu ruko tepat di depan kantor Dinas Sosial.

Gerakannya terbilang cepat, hanya perlu waktu tujuh menit untuk mencabut empat unit meter air. Usai menjalankan aksinya, si pelaku yang mengenakan setelan jas hujan warna merah langsung melaju ke arah Cimanggu.

“Kejadiannya (pencurian meter air yang terekam CCTV) pada hari Jumat tanggal 1 Juni 2016. Pelaku datang ke lokasi pukul 12.27 WIB, dan pergi pukul 12.34. Pelakunya sangat lihai, dia berani menjalankan aksinya pada siang hari,” ujar Sekretaris Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor Rinda Lilianti, Senin (4/6/2018).

PDAM, lanjut Rinda, akan menyerahkan rekaman kamera pengawas ini kepada pihak kepolisian sebagai petunjuk pengungkapan jaringan pencurian meter air. Rinda menduga aksi ini merupakan sindikat yang terorganisir.

“Sepanjang Senin saja kami menerima 21 laporan meter hilang dari pelanggan di daerah Jalan Otista, Gedong Sawah, Jalan Bangbarung, Jalan RE Martadinata, Jalan KH Sholeh Iskandar, Pandu Raya dan lain-lain. Mereka mengincar meteran air yang terpasang di ruko-ruko. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar mantan Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Bogor itu.

Rinda mengimbau pelanggan yang merasa kehilangan meter airnya segera melapor ke Bagian Pelayanan Pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di jalan Siliwangi No 121 Kota Bogor pada jam kerja. Sesuai Perda Pelayanan, pelanggan diharuskan melapor ke PDAM maksimal tujuh hari sejak diketahui hilangnya meter air.

“Pelanggan bisa mendapatkan penggantian meter jika sudah menandatangani surat pernyataan kehilangan meter dari pihak kepolisian, melunasi tunggakan rekening air dan/atau rekening non air, dan membayar meter air sesuai harga meter yang berlaku di PDAM,” kata mantan Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Bogor itu.

Rinda menambahkan, jika pelapor melebihi batas waktu yang ditentukan, maka akan dikenakan biaya bukaan kembali (BBK) sebesar 10 persen dari biaya pemasangan baru pergolongan pelanggan. “Jadi kami imbau pelanggan yang mereka meter airnya hilang, segera melapor ke PDAM,” tutup Rinda. (humas dan sosial)

Waspadalah, Pencurian Meter Air Yang Mengaku Petugas !

HIMBAUAN

Pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang kami hormati,

Saat ini marak terjadi PENCURIAN METER AIR dengan modus sebagai PEGAWAI PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Kami menghimbau agar pelanggan berhati-hati apabila ada orang yang mengatasnamakan petugas PDAM PDAM Tirta Pakuan Kota Bogorakan mencabut meter air Anda.

Kenali indentitasnya:

1.     Lihat dan minta ID Card petugas.

2.     Lihat logo di seragamnya.

3.     Tanyakan SPK (surat perintah kerja) yang ditandatangani pejabat Kepala Bagian Transmisi dan Distribusi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Petugas PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak mengganti/mencabut meter pada MALAM HARI. Kecuali ada perjanjian dengan pihak pelanggan.

Bagaimana jika Meter Air Anda Hilang/Dicuri? Segera LAPORKAN ke Call Center 24 jam PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di nomor 0251-8324111.

Perda No 2 tahun 2014 tentang Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Pasal 13.

(1)    Pelanggan yang mengalami kehilangan meter air akibat pencurian harus melaporkan kepada PDAM dalam waktu 7×24 (tujuh kali dua puluh empat) jam sejak diketahui hilangnya meter air.

(2)    Pelanggan yang melaporkan ke PDAM selama waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mendapatkan penggantian meter air dengan ketentuan sebagai berikut:

a. menandatangani surat pernyataan kehilangan meter air di atas meterai;

b. melunasi tunggakan rekening air dan/atau rekening non air;

c. membayar biaya meter air sesuai harga meter yang berlaku di PDAM.

(3)  Pelanggan yang melaporkan ke PDAM melebihi waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (4) berlaku ketentuan sebagai berikut:

a. menandatangani surat pernyataan kehilangan meter air di atas meterai;

b. melunasi tunggakan rekening air dan/atau rekening non air;

c. membayar biaya meter air sesuai harga meter yang berlaku di PDAM;

d. membayar biaya bukaan kembali sebesar 10% (sepuluh persen) dari biaya pemasangan baru per golongan pelanggan.

(4)  Apabila di kemudian hari pelanggan terbukti menghilangkan meter air secara sengaja, maka pelanggan dikenakan sanksi pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku di PDAM.

 
Bogor, 4 Juni 2018

a.n DIREKTUR UTAMA

PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR

SEKRETARIS PERUSAHAAH

TTD

RINDA LILIANTI

 
#stoppencurianmeterair

#laporkanpencurianmeterair

#pencurianmeterairmerugikanpelanggan