‘Asinan Bogor’ Ala Puskesmas Tegal Gundil Kota Bogor

Bogor – Mengajak anak meninggalkan kebiasaan mengedot memang tak mudah. Ketika dibujuk agar tak mengedot lagi, ia justru rewel dan sulit tidur. Padahal mengedot hingga usia 2 tahun, berisiko mengganggu pertumbuhan gigi, perkembangan oromotor, dan keterampilan bicara.

Dokter Gigi Fungsional Puskesmas Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor, drg. Astrid Dewi Prabaningtyas mengatakan, untuk memudahkan penyampaian informasi digagaslah tema lokal, agar lebih mudah diingat dan diserap informasinya. Maka lahirlah Asinan Bogor (Asah Indungna Ambeh Botolna Digolerkeun).

Dalam bahasa Indonesia dapat diartikan Asah adalah melatih atau mengajarkan, Indungna adalah ibunya (ibu dari anak pra sekolah), Ambeh adalah agar, Botolna adalah botol susu/dot, Digolerkeun adalah diletakkan atau tidak digunakan.

“Maksudnya mengajarkan ibu agar tidak menggunakan botol sebagai media minum susu atau minuman manis lainnya,” ucap drg. Astrid, Rabu (19/06/19).

Dokter Gigi Fungsional Puskesmas Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor, drg. Astrid Dewi Prabaningtyas.

Astrid menambahakan, pesan dari Asinan Bogor adalah pertama, stop botol sebagai media minum susu atau minuman manis lainnya, tidak diberikan sebagai pengantar tidur dan di antara waktu tidur. Kemudian, sikat gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Ketiga, periksa ke dokter gigi enam bulan sekali.
Pesan ini yang akan selalu disampaikan pada berbagai macam kegiatan Asinan Bogor.

Asinan Bogor adalah kegiatan intervensi kesehatan gigi pada orang tua, khususnya ibu, calon orang tua (calon pengantin, ibu hamil) agar tidak menggunakan botol sebagai media minum susu atau minuman manis lainnya.

Tujuannya untuk menekan angka prevalensi karies yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Sasaran utama kegiatan ini adalah ibu, dengan asumsi ibu adalah pendidik pertama dan utama bagi anaknya. Sehingga apabila dilakukan intervensi berupa pendidikan kesehatan gigi pada ibu, diharapkan perilaku kesehatan gigi yang benar akan diteruskan kepada anaknya.

Astridpun mengimbau kepada para ibu jika memberikan dot susu membuat anak tidur lebih cepat tanpa rewel. Sayangnya, ini membuat anak tak sempat menggosok gigi. Akibatnya, sisa-sisa makanan atau minuman yang mengendap lama di mulut menjadi sumber penyebab karies, bau mulut, dan jamur di rongga mulut.

Dia mengatakan, masa transisi melepas botol ke spout/gelas memang masa-masa sulit dan melelahkan bagi Ibu. Tapi diharapkan para ibu lebih bersabar sekaligus bersikap tegas terhadap anak demi kesehatan gigi dan mulut anak di masa depannya.“Jangan menuruti keinginan anak untuk tetap ngedot dengan alasan sayang yang padahal akan menjerumuskan kesehatan bahkan mengganggu pertumbuhan anak kelak,” tukasnya. (adm)