Antisipasi Kekurangan Air Bersih, PDAM Kota Bogor Siapkan ‘TAHU’

Bogor – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor siaga mengantisipasi kesulitan air bagi warga melalui Terminal Air dan Hydrant Umum atau disingkat TAHU.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Deni Surya Sanjaya mengatakan, bahwa program TAHU diterapkan sebagai antisipasi kesulitan air bagi warga di luar jaringan PDAM dampak dari musim kemarau.

“(TAHU) dipasang permanen dan untuk pengisian air dikirim oleh mobil tangki. Itu langkah pertama kita. Yang kedua, kalau belum ada jaringan PDAM segera dipasang jaringan,” ungkap Deni kepada tim engingengnews.com, Rabu (10/07).

Menurut Deni, TAHU yang dimiliki saat ini berjumlah enam unit dan dalam waktu dekat akan ditambah empat unit lagi dengan masing-masing unit berkapasitas 6.000 meter kubik.

Bagi wilayah yang belum tersedia TAHU akan disurvei terlebih dahulu dan program ini gratis dalam kondisi darurat pada musim kemarau. Sementara ini, sambung dia, PDAM baru mendistribusikan air ke wilayah Kedung Halang.

“Contohnya di daerah sebelah Kampung Tunggilis Kedung Halang Bogor Utara itu saja yang sementara, dan daerah perbatasan antara Kota Kabupaten,” katanya.

Sisi lain, Deni juga mengatakan, pasokan air di PDAM saat ini masih dalam batas normal. Hal ini sesuai dengan kondisi sungai Ciliwung dan Cisadane yang masih terbilang aman. “Insya Allah, kapasitas air di Ciliwung dan Cisadane masih normal,” tandasnya.

Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor menyatakan hal senada siaga kekeringan pada musim kemarau ini. Setidaknya seunit mobil tangki air disiagakan setiap hari untuk warga yang mengalami kesulitan air.

“Masuk musim kemarau, kita standby mobil tangki air kapasitas 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga. Jika kebutuhannya lebih, kita koordinasi dengan PDAM Tirta Pakuan untuk pasang TAHU,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Rr. Juniarti Estiningsih.

Sejauh ini, pihak BPBD telah mendistribusikan air di dua RT wilayah Mulyaharja yang mengalami kekurangan air di penampungan yang dikelola warga dikarenakan pompa rusak. Selain itu, distribusi air juga ke wilayah Kedung Halang.

Dijelaskan olehnya, dari informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diprediksi musim kemarau di wilayah Kota Bogor akan berlangsung dari Juli sampai September 2019.

Namun, sambung dia, Kota Bogor bukan masuk dalam wilayah yang terdampak dari musim kemarau dikarenakan masih ada turun hujan. “Walaupun kemarau Kota Bogor tetap masih ada hujan,” katanya. (admin)